NovelToon NovelToon
KAMU DAN WASIAT YANG KAU GENGGAM

KAMU DAN WASIAT YANG KAU GENGGAM

Status: tamat
Genre:Poligami / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:184.4k
Nilai: 5
Nama Author: 𝐈𝐩𝐞𝐫'𝐒

"Tolong mas, jelaskan padaku tentang apa yang kamu lakukan tadi pada Sophi!" Renata berdiri menatap Fauzan dengan sorot dingin dan menuntut. Dadanya bergemuruh ngilu, saat sekelebat bayangan suaminya yang tengah memeluk Sophi dari belakang dengan mesra kembali menari-nari di kepalanya.

"Baiklah kalau tidak mau bicara, biar aku saja yang mencari tahu dengan caraku sendiri!" Seru Renata dengan sorot mata dingin. Keterdiaman Fauzan adalah sebuah jawaban, kalau antara suaminya dengan Sophia ada sesuatu yang telah terjadi tanpa sepengetahuannya.

Apa yang telah terjadi antara Fauzan dan Sophia?

Ikuti kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝐈𝐩𝐞𝐫'𝐒, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 23

Waktu terus merangkak naik seiring jarum jam yang terus berputar, tak terasa hari sudah hampir memasuki tengah malam. Namun Renata tak kunjung bisa memejamkan mata, akhirnya ia beranjak dari tempat tidurnya menuju ke arah jendela sedikit menyingkap gorden mengintip gelapnya malam di luaran sana.

Ia tengadahkan wajahnya menatap langit gelap tanpa bintang, hanya angin yang menemani terasa dingin masuk lewat celah jendela. Hati dan pikirannya masih di penuhi Fauzan, suaminya. Janji akan bersua lewat sambungan telepon dikala malam kembali menguap entah kemana. Mungkin lelah, gumamnya berusaha menyudahi riuh i-si kepala yang sedari tadi tak mau tenang.

Gorden kembali ditutupnya dan memilih kembali merebahkan tubuh di atas tempat tidur, jemarinya kembali meraih ponsel hanya untuk menuntaskan rasa penasaran, berharap ada pesan yang tak ia dengar notifnya. Renata menghela napas berat setelah tau ponselnya hanya rame chat di grup. Benda pintar kesayangannya pun kembali ia letakkan, dan memilih untuk diam menatap langit-langit berharap kantuk akan segera datang. Kamar yang temaram seolah sedang memeluknya dari kerinduan dan resah yang kian menyesakkan dada.

.

.

Entah sudah berapa lama ia tertidur, usapan lembut di punggungnya diikuti suara sang ibu mengguncang kesadarannya untuk segera bangun.

"Re, bangun nduk. Sudah jam lima ini, tumben-tumbennya masih tidur biasnya jam segini sudah masuk kamar ibu." Bu Rohmah tatapi wajah Renata yang terlihat masih dikuasai kantuk, tak lama kemudian paruh baya itu duduk di tepi ranjang tanpa melepaskan tangannya yang masih setia mengusap punggung Renata.

"Apa semalam begadang teleponan sama Zan?" Tanya Bu Rohmah dengan tatapan yang menelisik. "Nduk, kalian sama-sama kerja, komunikasi memang penting dan itu diatas segalanya bagi sebuah hubungan. Tapi istirahat juga penting, tanamkan kepercayaan pada suamimu nak biar hatimu tenang dan Zan juga tenang selama bekerja di sana." Tuturnya panjang lebar yang hanya di jawab senyuman oleh Renata yang tengah mengikat rambut asal-asalan.

"Iya Bu, aku ambil wudhu dulu ya."

"Iya, ibu tunggu di bawah. Katanya mau ngajak ibu jalan-jalan pagi, enggak lupa kan?"

"Enggak dong ibu ratuku." Sahut Renata tersenyum mengangkat jempolnya.

.

.

Fauzan kembali menempelkan ponsel ke telinganya, ia kembali melihat jam di pergelangan tangannya memastikan kalau saat ini belum waktunya sang istri berangkat kerja. Namun untuk kedua kalinya ponsel Renata berada di luar jangkauan. Dengan kedua alis yang hampir bertautan saat menatap layar ponsel, Fauzan beralih menghubungi bu Rohmah. Dering pertama langsung tersambung, sapaan lembut mertuanya bak mantra yang menenangkan dikala resah.

"Assalamualaikum Bu, Rena kemana ya kok nomornya tidak aktif?"

"Waalaikumsalam, ini ada. Kalian ngobrol saja langsung."

"Iya mas, aku lagi jalan-jalan pagi sama ibu."

"Sayang, hapemu kemana? Dari tadi mas telepon kok nggak aktif!" Semprot Fauzan dengan nada yang terdengar menahan kesal.

"Hapeku lowbat makanya ditinggal dirumah, maaf."

"Sayang, lain kali kalau mau tidur itu hape di periksa dulu biar ketahuan batrenya habis atau enggak. Kamu enggak tahu gimana mas disini khawatir dari tadi mas hubungi kamu enggak aktif terus." Fauzan membuang napas kasar, menyesal karena ucapannya pada Renata agak keras.

"Maaf, tapi semalam aku juga nungguin mas." Sahut Renata setengah berbisik, karena tak ingin didengar oleh sang ibu.

"Re, semalam mas sibuk makanya enggak sempat hubungi kamu lagi sayang. Ini juga mas mau bilang kalau hari ini kemungkinan mas jarang pegang hp karena banyak hal yang harus di selesaikan. Tapi mas pastikan kalau sudah selesai kerjaan mas pasti hubungi kamu. Selesai meeting sama investor mas langsung ke Bandara makanya ini prepare sekarang biar enggak bolak balik hotel." Tutur Fauzan menjelaskan.

"Mas tutup dulu ya teleponnya, bentar lagi sopir jemput. Kamu baik-baik disana sampai ketemu weekend sayang, Assalamualaikum."

"Ia mas juga hati-hati, waalaikumsalam."

Fauzan masukkan ponsel ke dalam saku celananya, ia kembali beralih pada map yang berisi berkas-berkas penting yang akan dibawanya nanti. Lembar itu satu persatu ia periksa dengan sejuta do'a yang terus ia gaungkan, berharap pekerjaannya saat ini diberi kelancaran sehingga menghasilkan pundi-pundi rupiah dari bonus yang dijanjikan sang CEO. Juga menjadi jalan untuk kemajuan karirnya di masa depan dengan tingkat yang lebih tinggi.

.

.

.

"Bu, mau langsung kepasar apa pulang saja?" Renata duduk disebelah sang ibu dengan tangan yang terulur menyerahkan ponsel.

"Pulang saja nduk, kalau kepasar dulu keburu siang kan kamu harus kerja juga nanti telat. Ke pasar biar nanti siangan saja ibu sendiri." Bu Rohmah berdiri, "Ayo pulang, sudah waktunya sarapan."

"Bu, kita sarapannya beli saja. Ada nasi uduk yang enak, ibu belum pernah coba kan? Tapi agak jauh dari sini kita pakai motor saja, ayo!" Renata mempercepat langkahnya sambil menggandeng tangan sang ibu menuju ke rumah hendak mengambil sepeda motornya.

"Sudah? Renata memutar leher menoleh kebelakang."

"Sudah, jangan ngebut ibu takut."

"Gak apa-apa kan ini bukan jalan raya Bu, cuma jalanan komplek."

Tak sampai sepuluh menit Renata hentikan laju motornya di depan sebuah gerobak besar. Setelah memastikan sang ibu turun, Renata turun dengan tergesa hingga tak menyadari kalau dari arah belakang ada seorang anak kecil yang tengah berlari.

"Nduk, awas!"

Brakk.

"Aw! Sakit, hiks."

Ayo tebak siapa yang jatuh?

1
Marini Suhendar
d antara terharu😭dan ketawa😄
Iper: 😅😅😅😅😅
total 1 replies
Rina Arie
good
sunaryati jarum
Perempuan itu juga jadi pemimpin Opa, bahkan sering lebih disiplin
Aisyah Virendra
masyaa Allah akhirnya Novel ini benar² End 🥲 ga ada lagi Reson 🤏
tapiiii... Alhamdulillah ikut senang karena teteh akhirnya benar² menyelesaikan karyanya dsini 🥰 semoga akan hadir novel² teteh berikutnya yg ga kalah bagus dan inspiratif dr Reson ❤️
Aisyah Virendra: aseeeekkk aku tunggu lounchingnya dan jangan lupaaa toel akuuuu didapur ya teh 🤏
total 2 replies
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
🤧🤧🤧🤧🤧🤧
jadi ikutan sedih bacanya,,semoga kalian tetap Bersama kakek&nenek.
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾: sama sama mom 🥰
total 2 replies
ms. yati74
hatur tengkyuuu emak sudah di kasi hiburan dgn cerita yg keren ini Teeh....semoga Teeh imoet selalu sehat wal'afiat biar bisa terus berkarya dan beraktifitas

lopeee sekebon mawar Teeh imoet🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷
Iper: Aamiin Ya Rabbal'alamin, doa yang sama juga buat emak🤲🏻♥️
Terimakasih banyak sudah berkenan hadir dikarya recehku Mak, love love sekebon mawar🥰🥰🥰
total 1 replies
ms. yati74
hukuman buat shoppe pay dan oZan sangat elegan tapi menyedihkan buangeeeett...dan maaf yaa buat kalian ber2 emak ga simpati apa lagi sedih dan kasian...emak malah bahagiaaaaa🤣🤣🤣

(dosaloomaak🙈)
Iper: Maakk😅😅😅😅
total 1 replies
ms. yati74
Alhamdulillah kangen nya emak ke mantan dude dokter terobati😘
Aisyah Virendra
tetanggaku juga punya penyakit itu, alhamdulillah bisa sembuh, konsisten semangat sembuh Fauzan
Aisyah Virendra
🙄🙄🙄🙄🙄🙄
jangan bilang Shopia hamil anaknya Fauzan dan Fauzan sedang menikmati sindrom itu 🤨🤨🤨 ahhh jangan plis jangan karena akan semakin rumit dan ga akan bisa lepas dari Shopia 😒
Lee Mba Young
karma mu lah itu. jd nikmati saja. 🤣🤣.
gk kasian Aku ma Zan yg sakit biar saja. dah punya istri gk bersyukur mlh selingkuh. kluarga juga dukung pula.
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
inikah kurma buat mereka karena telah mencelakai Rena.
Nana Geulise: betul..betul..betul...
total 1 replies
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
wahh kaget dapat bonchap semoga ada terus yaaaa
Aisyah Virendra
Akhirnya setelah 1 bulan Up juga 🤭
Btw terimakasih tetehku yg paling ehem ❤️🤏

Shopia²... ya Ampun, smg aja stelah ini kamu bertaubat yg bener² ya shop, jangan lagi main gila yg bkl mmbuat dirimu susah sendiri. dan lagi semoga aja mertuamu baik, tapi bisa jadi mertuamu galak, duh gabisa bayanginnya 🤪
Fauzan... ahh kepo deh
Iper: wkwkwk 🤭
total 1 replies
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
ada rasa sedih&menyesal di hati pak Wira karena dia gagal mendidik anaknya tapi mau gmn lagi skrg udh terlanjur karena kelakuan nya sendiri
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
sampai berpelukan ya saking syg nya Bu Rohmah sama Mila&bara
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
walaupun acaranya udh selesai tapi mereka mau datang kan.
Aisyah Virendra
teteeeeeeehhh kapan up lagiiiiiii
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ💘ѕ⍣⃝✰
semoga adek Aqil kelak mampu menjadi opa & papanya
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
Aku baru baca benar2 kok emosi ya lihat tingkah Sophia😤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!