NovelToon NovelToon
Lintang Sang Baga

Lintang Sang Baga

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:107.1k
Nilai: 5
Nama Author: Dfe

"Mencintaimu adalah keputusan, tetap bersamamu adalah janji yang tak akan pernah patah. Yang pergi hanya raga mu, tapi tidak dengan rasa cinta ku. Aku akan tetap mencintaimu meski sinarmu telah redup, doa ku akan selalu menyertai mu, Star.."


_________


Kalian akan dibuat tertawa sampai berderai air mata di sini. Ga percaya? Silahkan baca aja kisah Lintang sang Baga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dfe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Minum ini!

Ketika beberapa orang masuk ke dalam ruang kerja, Baga justru meminta mereka untuk kembali saja. Dia nggak mau dikasihani. Bukan Baga banget, pikirnya. Dia merasa masih mampu berdiri, masih bisa kerja, hanya demam nggak bakal bikin dia tumbang.

"Sumpah, ai nyesel balik kerja ke sini jika harus lihat you sok kuat kayak begini. You sakit! Dan you harus bertobat!"

Bukannya kesel karena diomeli, Baga malah tersenyum tipis. Orang sakit kok disuruh bertobat, ya meski udah ngeh maksudnya bukan bertobat tapi berobat.. Tetap aja terdengar lucu bagi Baga.

"Aku nggak apa-apa, Star. Makasih perhatiannya ya."

"Dih." Lintang menaikkan sudut bibirnya kesal.

Jam makan siang berakhir. Aktivitas di kantor kembali terlihat sibuk, Lintang mengalihkan perhatiannya kembali ke laptopnya. Dia berusaha fokus pada pekerjaannya, tapi ya tetap aja pikirannya terus melayang ke arah Baga. Hatinya merasa nggak tenang dan berimbas pada dirinya yang sulit berkonsentrasi.

Sebagai ahli IT di firma hukum bapak Abhi, Lintang memiliki peran yang sangat penting dalam membantu tim legal menyelesaikan kasus-kasus yang rumit. Dia bertugas untuk mencari, menganalisis, dan mengolah data-data digital yang bisa dijadikan sebagai bukti di pengadilan. Meski visualnya nggak menyakinkan tapi nyatanya kualitasnya diakui oleh pemilik perusahaan itu sendiri. Mungkin itu yang disebut 'do not judge a book by its cover'.

Dalam kasus pencemaran nama baik yang dilakukan selebgram terkenal terhadap klien mereka yang memiliki bisnis di bidang kecantikan, Lintang bertugas untuk mencari bukti-bukti digital yang bisa membuktikan bahwa Anya (selebgram) memang bersalah dalam kasus ini. Dia harus menganalisis postingan-postingan Anya di media sosial, mencari tahu siapa yang pertama kali menyebarkan berita bohong tentang bisnis yang dikelola klien Baga itu, dan mencari tahu motif di balik pencemaran nama baik tersebut.

Lintang sangat ahli dalam bidangnya. Ia bisa dengan cepat menemukan data-data yang tersembunyi di internet, menganalisis pola-pola komunikasi di media sosial, dan mengidentifikasi identitas orang-orang yang bersembunyi di balik akun anonim. Keahliannya ini sangat membantu tim advokat dalam mengungkap kebenaran dan membela klien mereka. Istilah kerennya, dia bekerja di balik layar.. Seperti bayangan yang membersamai tim mereka.

Namun, hari ini Lintang merasa kesulitan untuk fokus pada pekerjaannya. Pikirannya terus terganggu oleh kondisi Baga. Tangannya mengusap, mengelus, mengetikkan huruf dan angka pada laptop tapi pikirannya stuck pada lelaki yang berada satu ruangan dengannya.

Jika dilihat sekilas, Baga memang nggak seperti orang sakit. Dia tenang, dia sibuk menatap kertas, kembali ke laptop, lalu beralih ke ponsel, pemuda itu juga tampak sangat profesional. Meski ada Lintang di sana, dia seperti abai dan memilih untuk bekerja dulu aja.

"Haiiis!! Pesing ai pesiing!"

Baga mendongak, dia masih memakai masker dan kacamata. Nggak dibuka sama sekali. Alisnya berkerut, agak terkejut karena Lintang tiba-tiba berteriak frustasi. Pesing katanya!

"Kenapa, Star?" tanya Baga dari kejauhan.

Baga sendiri udah mumet banget, kepala cekot-cekot, mata pedes kayak kecipratan kuah seblak hot jeletot, dan lagi lelaki itu berusaha menenangkan hati agar nggak over carmuk di depan Lintang. Itu sulit! Harus punya kekuatan pengendalian diri ekstra tinggi untuk melakukannya. Ya, sebenarnya sih Baga ini pengen-pengen aja selalu ngasih perhatian ekstra pada Lintang tapi dia nggak mau malah memberi kesan buruk di setiap interaksi mereka.

"You bikin ai pesing! Pake nanya lagi, apa di kantor ini nggak ada tobat? You harus minum tobat kalau nggak mau makin sikat!"

Agak lain emang perhatian dari cewek belibet satu ini, tapi cukup membuat hati Baga hangat dan memunculkan senyum makin lebar, sayang aja senyum itu harus tertutup masker jadi Lintang nggak bisa melihatnya.

Baga terkekeh pelan di balik maskernya. "Aku udah minum obat kok, Star. Kamu tenang aja," jawabnya berusaha meyakinkan.

"Pokoknya kalau you sampai kenapa-napa, ai nggak mau tanggung jawab!" Nada suara Lintang semakin ketus.

Lintang kembali memfokuskan diri pada laptopnya, tapi hatinya masih merasa nggak tenang. Dia melirik ke arah Baga, memastikan bahwa lelaki itu baik-baik saja. Dan yang amazing, Baga seperti nggak terpengaruh dengan kondisi tubuhnya yang makin nggak karuan. Lelaki itu tetap terlihat tenang.

"Dasar keras kelapa," gumam Lintang pelan.

Waktu terus berjalan, jam kerja semakin mendekati akhir. Suasana di kantor semakin sepi, sebagian besar karyawan sudah pulang. Hanya tersisa beberapa orang yang masih menyelesaikan pekerjaan mereka, termasuk Baga dan Lintang.

Baga masih terlihat sibuk dengan pekerjaannya, meski kondisinya semakin memburuk. Tampak beberapa kali memijat pelipisnya, berusaha meredakan pusing yang menyerang kepalanya. Dia juga beberapa kali batuk-batuk kecil, berusaha menahan rasa sakit di tenggorokannya.

"Minum ini!" Lintang menaruh gelas berisi air putih dan satu strip obat dengan cover pink cerah.

Baga kaget. Dia mendongak, "Ini apa?" tanya Baga bingung.

"This pertamax! Itu biasa ai minum pas ai nyeri haid! Di situ ada Paracetamolnya, ai yakin kelapa you bisa sembuh kalau you minum ini!" Oke Ga, baru kali ini orang sakit kepala disuruh minum Pertamax! Keren!

"T-tapi... aku nggak datang bulan, Star. Dan ini namanya feminax, bukan pertamax. Pertamax itu bahan bakar, Star.." Sabar banget dah si Baga. Sempet-sempetnya ngejelasin kosakata Lintang yang makin ngawur.

"Sama-sama pakai eeexs di belakang nya, kenapa you protes?? Bapak sama mami ai aja nggak pernah protes sama cara ngomong ai!"

"And, mending sepet-sepet you minum ini! Biar you nggak pesing pesing again!" udah belagak paling pinter si Lintang ini.

Sumpah capek banget ngetik ketypo'an manusia jenis Lintang ini. Entah gimana ceritanya dari banyaknya manusia penghuni bumi, kok bisa Lintang yang dipilih untuk jadi pemeran utama di cerita ini. Muak banget kan bacanya? Lha yang baca aja muak, apalagi yang nulis coba?

"Eh, nggak Star.. Serius deh.. Aku nggak apa-apa. Nanti juga sembuh sendiri.. Ini aja udah enakan kok.." takut banget Baga disuruh nelen obat pereda nyeri haid yang katanya bernama pertamax tadi.

"You nggak mau?? Kalau gitu ai mau telpon pak damkar aja buat bawa you ke rumah sikat! Aaa.. Hospital!" berasa paling pinter dia. Udah berjalan ke arah mejanya untuk mengambil ponsel. Mau nelpon pak damkar katanya.

"Heh, ngapain telpon damkar?! Nggak ada kebakaran di sini, Star. Jangan ngadi-adi lah.. Ya Allah, palaku.." antara mau nangis nahan sakit sama puyeng ngadepin Lintang, nyatanya makin membuat kepala Baga cenat-cenut.

"Ai telpon pak damkar because ai nggak suka nelpon ambulance! Warnanya putih. Pucet. Biasanya nganter-nganter orang sikat sama jenajah! You kan masih segar bugar, naik mobil damkar aja. Lebih meriah. Warnanya merah, sama-sama bunyi miumui. Jadi ai telpon itu aja, right?!" astaghfirullah....

"Noo! No right, Star. Ya Allah.. iya iya mana obatnya manaaaa?! Harus ditelan semua apa gimana ini?" Baga frustasi.

"Nah, good! Anak putar. This! Minumnya satu aja. Jangan banyak-banyak, nanti ai rugi. Ai beli itu juga belum ai minum. Ai udah baik mau sharing sama you!"

Ya Allah... Dia lebih mikir rugi dari pada takut Baga overdosis gegara nguntal pil pereda nyeri haid satu strip.. Udah lah.. Capek saya ngetiknya..

1
𝓔𝓶𝓲𝓪𝓐𝓹𝓾𝓵𝓲𝓼𝓪 𓋜𝐓⭑𝐒
sukses untuk karya baru nya Thor
Chusnul Chotimah
sedih klo baca novel sad ending gini,,,keren Thor karyamu,bikin sakit perut guling guling diawal dan nangis Bombay di last nya.kasihan mas Baga😭😭😭😭😭
PαᏇᏕιƚιʋҽ VιႦҽʂ Oɳʅყ 🌼
walau tak ku pungkiri sakitnya buat hancur sekali, bagaimana bisa tuhan persatukan lalu di pisahkan, untuk apa cinta tapi akhirnya luka .....
Hnɐſnɐu🎐ᵇᵃˢᵉ
berpisah belum tentu melupakan.. Baga melanjutkan hidupnya dengan tetap mengukir nama bintang di dalam hatinya...☺️💗
Hnɐſnɐu🎐ᵇᵃˢᵉ
karena terlalu merindukan lintang,Baga terbawa ke alam bawah sadarnya
Rita Ariani
awal awal ceritanya bikin ngakak
akhir ceritanya banyak bawang bombay nya
bisa diambil pelajaran positif nya ya, karya yg luar binasa eehhhhhh luar biasa hihihihi
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
terimakasih Thor utk sebuah karya yg menemani kami disini-meski harus berderai airmata😌
sukses terus buatmu, smoga tetap sehat-dan aku tunggu karyamu selanjutnya yg happy² (kapanpun itu)
ˢᵘᵖᵉʳ爪乇🦸
ahhhhh kupikir dunia paralel itu adalah tem0at terakhir mereka utk tetap bersama
ternyata memang cinta tak selalu harus bersama, bersatu dlm dunia yg sama
sad sad sad, tapi begitulah takdir yg tertulis atas mereka
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
Takdir tdk pernah bertanya apa prsn kita..
apakah kita bahagia, apakah kita tdk suka..
takdir bahkan basa-basi menyapa pun tdk..
tdk peduli.. karena kita mau menerima atau menolaknya, dia tetap terjadi kata Tere Liye😐
📌♏♎®️𝕯µɱՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤ ̐
thanks Thor nyesek nek bacaan sad ending ngene
Arin
/Heart/
𝐙⃝🦜eRo
terus maju dan bahagia baga💪💪💪
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
serahmu ae lah Thor, seraaaaaaahhhhhh 🤧🤧🤧
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
nyaris tengah malam dan mesti ngelapin ingus?!
bersoda kamu Thor, bulan puasa gini bikin org mewek😤
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
kamu teror aja otornya Ga, dia suka kebiasaan bikin mewek banyak pasang mata😏
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
mending balik ke setelan awal mreka ketemu aja, gpp jadi tom and Jerry.. drpd saling bucin tapi mesti kek gini😤
𝐙⃝🦜eRo
kirain baga beneran nyusul lintang,, ternyata bokongggggg
Arin
Kirain kemarin itu cuman bohongan kalau Lintang bener-bener meninggalkan Baga. Biasa kalau peran utama berakhir bahagia. Ini kok malah 😭😭😭😭
📌♏♎®️𝕯µɱՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤ ̐
hmm wae wes tak 🥺
ˢᵘᵖᵉʳ爪乇🦸
apa kamu lg otewe nyusul dia ga?
hati2 di jalan, jgn nyasar ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!