Zahra tak menyangka, rumahtangga yang dia jaga selama enam tahun itu, sekarang sedang diambang kehancuran, karena pengkianatan sang suaminya, yang baru dia ketahui.
Zahra yang tengah hamil itu syok melihat sang suami menduakannya, hingga ia nyaris kehilangan calon anaknya.
"Aku tidak akan melabrakmu sekarang, tapi tunggu nanti, saat aku sudah menemukan semua bukti perselingkuhanmu, akan aku buat kamu tidak bisa mengelak, mas!"
"Dirumah seperti suami idaman, tapi ketika kamu di luar, kamu melakulan hal menjijikan seperti ini, mas!"
Lalu bagaimana sikap Zahra, ketika tahu sang suami sudah menduakannya, apa dia akan bertahan karena anak, atau memilih bercerai?!
***
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukacoretan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 23
Gunawan terlihat bingung, mondar-mandir kesana kemari.
"Papah ada apa, kenapa sepertinya sedang mencemaskan sesuatu?" tanya Zahra, mengerutkan alisnya.
"Nak, kemungkinan papah akan bangkrut," ucap Gunawan.
"Kenapa bisa begitu, apa ada kecurangan diperusahaan?" tanya Zahra.
"Tidak sama sekali, hanya saja tuan Zane tidak menerima kalo pernikahan kalian papah batalkan," jawab Gunawan.
"Maksud papah, Xavier dengan ayahnya yang melakukan ini semua?" tanya Zahra.
Gunawan mengangguk kecil.
"Brengsek, mereka bermain curang," kesal Zahra.
Zahra melihat raut wajah papahnya kasihan, karena perusahaanya terancam akan bangkrut.
"Papah tenang saja, perusahaan papah tidak akan bangkrut," ucap Zahra.
"Jangan bermain-main nak, mereka bukan keluarga sembarangan," kata Gunawan,
"Kalo saja ayah tahu, tujuan awal Xavier ingin menikahimu karena kamu mirip dengan mantan kekasihnya, mungkin papah akan menolak dari awal. Maafkan papah nak," ucap Gunawan, menyentuh tangan anaknya.
"Sudah, papah jangan mengatakan hal itu, semua sudah terjadi atas kehendak tuhan, bukan keinginan kita," ujar Zahra.
Gunawan terlihat cemas, karena didalam hati kecilnya, ia tidak mau kalo perusahaannya bangkrut. Tapi, Gunawan harus memikirkan nasib anaknya.
"Aku pergi dulu," pamit Zahra.
"Mau kemana?" tanya Gunawan.
"Mau keperusahaan Xavier, siapa tahu dia berubah fikiran," jawab Zahra.
"Jangan nak, Xavier bukan orang sembarangan, takutnya hal buruk terjadi denganmu," ucap Gunawan.
"Udah, ayah jangan memikirkan hal yang belum terjadi," kata Zahra menengangkan ayahnya.
"Tapi.." ucap Gunawan terpotong
"Udah, jangan ada tapi tapian, papah percaya sama aku ya, semua akan baik-baik saja," kata Zahra.
"Papah rela kehilangan semua harta demi kebahagiaan kamu, jadi kamu jangan takut," ucap Gunawan.
"Aku percaya itu pah, kalian akan selalu menomor satukan aku, itulah alasanku memperjuangkan perusahaan ayah," jawab Zahra,
"Yaudah, aku pergi dulu," pamit Zahra.
Zahra menyalami tangan ayahnya, lalu dia meninggalkan mansion dengan wajah yang cerita, dia tidak mau membuat orangtuanya sedih.
"Aku harus menemui Xavier dulu," ucap Zahra.
Zahra membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Kenapa gua harus ketemu Lo Xavier," teriak Zahra,
"Gua pindah kesini mau tenang, hidup bahagia tanpa gangguan siapapun. Tapi, sekarang malah berurusan sama Lo,."
Setelah melewati satu jam lamanya, akhirnya Zahra sampai diperusahaan Xavier.
"Katakan dengan tuan Xavier, saya Zahra mau menemuinya," ucap Zahra ke pihak resepsionis.
"Saya hubungi dulu," ucapnya.
Zahra mengangguk menunggunya.
"Ayo nona, kata tuan Xavier harus ditemani," ajaknya.
"Yaudah," jawab Zahra pasrah.
Setelah sampai dilantai tiga, tempat ruangan Xavier, resepsionis meninggalkan mereka.
"Sepertinya ada hal penting," ucap Xavier, fokus dengan laptopnya.
"Ada hal yang ingin aku katakan," ujar Zahra.
"Katakan saja, telinga saya mendengar. Meskipun sedang bekerja," jawab Xavier.
"Pernikahan kita itu urusan kita, kenapa kamu membawa perusahaan ayah kedalam masalah kita," ucap Zahra,
"Aku tahu, kamu dengan ayahmu yang melakukan semua ini, membuat perusahaan papahku bangkrut," lanjut Zahra.
"Itu sudah menjadi konsekuensi kalian, karena sudah membatalkan pernikahan kita," jawab Xavier dengan tenang.
"Aku yang membatalkan pernikahan ini, bukan papahku. Kenapa kamu membawa papahku dalam masalah ini," kata Zahra.
"Bukan hanya ayahmu saja yang akan menanggung akibatnya, tapi kakakmu dan kakak iparmu juga akan menanggung akibatnya, karena kamu sudah membatalkan pernikahan ini, membuat keluarga Alveric malu!" Ucap Xavier.
Zahra menggelengkan kepala tidak mengerti dengan keputusan Xavier.
"Gila!" umpat Zahra.
Xavier menatap Zahra, lalu dia mendekat kearah Zahra.
"Karena kamu membatalkan pernikahan ini karena tidak mendengarkan penjelasan saya, kamu percaya begitu saja dengan Andrea," ujar Xavier.
"Apa yang harus aku dengar dari mulutmu, sudah jelas kalo kamu menikahi aku karena wajahku sangat mirip dengan Aluna!" kata Zahra.
"Duduk dan diam, akan saya jelaskan!" bentak Xavier.
Sontak saja membuat Zahra kaget.
"Aluna memang sangat mirip denganmu, tapi bukan karena itu saya ingin menikahi kamu," kata Xavier.
"Kalo bukan karena ini, lalu apa alasanmu menikahi aku!" tanya Zahra.
"Ada hal lain, tidak bisa saya jelaskan sekarang, tapi sungguh, saya tidak berniat mencari sosok Aluna dalam dirimu, saya sudah melupakan Aluna, jauh sebelum kita bertemu," ucap Xavier.
"Sulit dipercaya," ujar Zahra.
"Kalo saya bilang, saya mencintai kamu, apa kamu percaya?" tanya Xavier.
"Tidak sama sekali," jawab Zahra.
"Saya tahu kalo kamu mempunyai masalalu yang buruk, mantan suami kamu tidak mencintai kamu, dia menikahi kamu karena harta kamu," ucap Xavier.
"Dari mana kamu tahu semua itu?" tanya Zahra.
"Saya tahu semua tentang kamu, bahkan saat kamu dengan Rika ingin mencari tahu siapa saya, saya tahu itu," kata Xavier.
"Tapi sialnya saya lupa, kalo Andrea ada dipihak kalian, otomatis akan menceritakan tentang Aluna," lanjut Xavier.
"Apa kamu masih mencintai Aluna?" tanya Zahra lagi.
"Lihat mata saya, apa saat saya menceritakan Aluna, mata saya masih memperlihatkan cinta untuknya, tidak kan!" lanjut Xavier.
"Saya cinta denganmu, dan juga anakmu. Dan kebetulan saja kamu mirip sekali dengan Aluna, tetapi aku bersumpah tidak ada niatan apapun."
Zahra terdiam, dia tidak mau terbuai akan ucapan manis Xavier.
"Lanjutkan pernikahan kita, dan jangan menganggu perusahaan ayah," ucap Zahra tiba-tiba.
"Kenapa? Bukannya kamu tidak mau menikah dengan saya?" tanya Xavier.
"Demi keluargaku!" jawab Zahra.
"Keputusan yang tepat, besok kita akan menikah," kata Xavier.
"Atur saja bagaimana baiknya," jawab Zahra.
Karena terpaksa, Zahra harus melanjutkan pernikahannya dengan Xavier, karena dia tidak mau kalo perusahaan ayahnya bangkrut. Dan, Zahra harus mengingat ancaman Xavier, dia akan menganggu kakak dan kakak iparnya.
"Tapi ada satu hal yang ingin aku ajukan denganmu," ucap Zahra.
"Apa?" tanya Xavier.
"Setelah kita menikah, aku tidak mau hidup bersama keluargaku atau keluargamu, karena aku tidak mau setiap hari berpura-pura bahagia denganmu," jawab Zahra.
"Kamu tenang saja, saya sudah menyiapkan mansion yang mewah, untuk kita tinggali," kata Xavier.
"Aku pulang dulu," pamit Zahra.
"Saya antar," kata Xavier.
"Ngak usah, saya bawa sendiri," tolak Zahra.
"Ayo ikut dengan saya, mobil kamu akan menjadi urusan saya!" paksa Xavier.
"Yaudah ayo," jawab Zahra.
Zahra sudah bingung, karena tidak mendapatkan jalan keluar dari masalah ini.
Didalam mobil hanya hening, keduanya tidak bicara sepatah katapun.
"Saya berjanji akan melindungi kamu dengan Kenzo, kejadian yang lalu tidak akan terulang kembali," ucap Xavier, membuyarkan lamunan Zahra.
"Kita lihat saja nanti," ujar Zahra.
Setelah mengatakan itu, Zahra tidak meluarkan suara sepatah katapun.
"Sudah sampai, ayo turun," ajak Xavier.
Xavier membuka pintu mobil untuk Zahra, layknya seorang pangeran dan tuan putri.
"Terima kasih sudah mengantarkan aku," ucap Zahra.
"Jangan lupa, besok kita akan menikah," kata Xavier.
"Aku akan ingat," jawab Zahra.
Setelah Xavier meninggalkan Zahra, Zahra langsung masuk kedalam mansion dengan langkah gontai.
"Tenang Zahra, semua akan baik-baik saja, kamu bisa."
Sebelum masuk kedalam mansion, dia menyusut air matanya...
**
pntsn aja dia mksa bgt,trnyta pnya pnykt mntal....
dr awl udh bhong,tar jd kbiasaan...lgian xavier ga cnta sm zahra,tp krna wjhnya mrip aluna....hdpnya ga bkln bhgia kl b slesai sm msa lalunya...
Alur ceritanya bagus dan konfliknya tidak begitu terlalu rumit...
pemilihan kosakata sangat baik dan mudah untuk dipahami...
terimakasih buat kk othor,
semoga sukses ❤️
dan andrea tanpa sadar bilang bahwa zahra mirip dengan seseorang??? nah, bisa menjadi petunjuk masalah xavier.
tkut bgt kl mreka nyktin zahra ....
trs knp jg dia mksa buat nkah sm zahra????🤔🤔🤔
yg 1 aja msih ngejar,nongol lg yg baru....
mga zahra dpt yg trbaik deh,jgn smp ky yg onoh.....
Zahra bkln jd rbutan nih....tp mga dia dptn jdoh trbaik,jgn smp ky yg onoh.....