NovelToon NovelToon
BITE ME IF YOU CAN

BITE ME IF YOU CAN

Status: tamat
Genre:Perperangan / Vampir / Cinta Beda Dunia / Balas Dendam / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Mafia / Tamat
Popularitas:18.3k
Nilai: 5
Nama Author: YoshuaSatrio

Tyo Fuller, seorang detektif pembasmi kejahatan, tengah mencari siapa pembunuh orang tuanya. Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan Raise Lee, vampir wanita yang tengah menghisap darah seorang manusia.


Tak disangka, setelah tak sengaja menyentuh tatto di pundak Tyo, justru membuat Raise Lee kehilangan sebagian kemampuannya untuk menghisap darah manusia.


Mengetahui kelemahan sang Vampir, akhirnya Tyo Fuller mengajukan perjanjian kerja sama memanfaatkan kemampuan indra penciuman dan penglihatan sang vampir untuk membantunya menangkap para penjahat, sedangkan Tyo akan menyiapkan darah sebagai makanan bagi Raise Lee.

"Penciumanmu berguna juga! bantu aku menangkapnya!"

"Itu mudah bagiku! pastikan kudapanku tersedia setelah ini selesai, minimal satu liter darah!" tegas Raise Lee memperjelas syaratnya.

Mampukah kerjasama dua makhluk berbeda itu akan berjalan semestinya?

Bisakah Tyo Fuller menemukan pembunuh orang tuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoshuaSatrio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

"23

Hal yang wajar, ternyata petugas Tyo mendekat kembali ke meja customer service hanya untuk mengembalikan kepercayaan pelanggan grocery itu memanfaatkan mikrofon di meja pegawai itu.

“Maaf keributan yang aku timbulkan dengan sengaja, aku melakukannya hanya untuk bertemu langsung dengan sang pemilik, sahabat lama yang sedikit melupakanku, jadi aku terpaksa membuat sedikit kejutan untuknya. Para pelanggan, selamat berbelanja, pastikan memenuhi kebutuhan bahan makanan sehat anda di tempat ini!”

Kalimat panjang yang disambut tepuk tangan para pegawai dan pelanggan. Ada beberapa diantaranya yang dengan sengaja merekam aksi sang petugas penyidik.

.

.

.

Petugas Tyo memarkirkan mobilnya di depan sebuah kedai, sebelum turun, ia mengamati sekeliling. Sedangkan petugas Yui yang duduk di kursi penumpang, hanya terus memperhatikan dan mempelajari cara seniornya bekerja.

“Pemilik kedai, seorang chef senior, dia mulai menjalankan kedai ini sejak dua puluh tahun lalu, Tuan Breck, daftar anggota VVIP nomor satu,” terang petugas Tyo seraya melepaskan seat belt-nya. “Kita turun sekarang!” imbuhnya seraya mencabut kunci mobil.

Petugas Yui mengangguk patuh, lalu mengikuti langkah petugas Tyo memasuki kedai sederhana yang tepat berseberangan dengan pintu masuk sebuah stasiun kereta terbesar di kota itu.

CRING!

Gemerincing lonceng yang otomatis berbunyi saat ada yang membuka pintu kedai itu.

“Apa menu istimewa hari ini?” tanya petugas Tyo pada seorang pramusaji.

“Sup daging sapi dengan paprika.” Senyum ramah menjadi bumbu tersendiri saat pramusaji memberikan jawaban singkat tanpa bertele-tele.

“Berikan dua, aku mau kamu kirimkan pesan pada chef Breck, katakan saja aku putra dari teman lamanya,” pinta Tyo lalu kembali duduk di meja dimana petugas Yui menunggunya di sana.

“Bagaimana kamu bisa mengenal semua orang di kota ini?” Raut keheranan tergambar jelas di wajah petugas Yui, yang memang baru tergabung dalam tim Jatanras dua, sejak sekitar lima bulan sebelumnya.

Tanpa ekspresi berarti, tanpa menatap pada rekan yang duduk tepat di hadapannya berbatas sebuah meja itu menjawab dengan datar. “Cuma kebetulan saja.”

Tak lama kemudian, seorang pria dengan kemeja polos serta apron masih terpasang muncul membawa sebuah nampan dengan dua mangkuk besar dan dua piring kecil.

“Apa kabar petugas Tyo?” sapa chef Breck setelah menghidangkan masakan andalannya hari itu.

“Kabar baik, tampaknya kedai ini juga semakin ramai, Chef!” balas Tyo tersenyum ramah serta sedikit membungkukkan badan sebagai ungkapan penghormatan pada yang lebih tua.

Chef Breck menepuk pelan pundak Tyo lalu ikut duduk bersama kedua petugas itu, “Kedai ini selalu ramai, tapi putra dari sahabatku yang memberikan tanahnya untukku, hampir tidak pernah datang untuk menikmati bagaimana tanganku ini bekerja.”

“Pekerjaanku memaksaku makan dimana saja setiap waktu aku merasa lapar, tidak ada waktu jika harus memilih-milih tempat makan, Paman.” kelakar petugas Tyo disambut gelak tawa oleh sang pemilik kedai.

Sambil menikmati makanan, kedua petugas berbincang ringan dengan sang pemilik kedai, kebetulan hanya datang beberapa pengunjung saja yang cukup bisa dilayani para pegawai tampak harus membuat chef Breck beranjak dari tempat duduknya.

“Sebenarnya ada hal lain yang ingin aku tanyakan, Paman.” Petugas Tyo menghidupkan ponselnya, lalu menyodorkannya di meja. “Gulir ke arah kanan, tolong cermati jika saja Paman mengenali sesuatu.”

Chef Breck meraih ponsel Tyo lalu memperhatikan layarnya, tampak beberapa foto wajah dan benda-benda. Sang chef m ngernyitkan dahinya, begitu serius menatap satu persatu foto itu.

Pertanyaan yang sama dengan dua saksi sebelumnya, setelah melihat kondisi jasad yang kering dan menghitam, cheft itupun menanyakan penyebab kematiannya.

“Itu masih kami selidiki, terlalu rumit untuk menyimpulkan dengan cepat. Terlalu sedikit bukti dan saksi, itulah sebabnya kami sangat berhati-hati dengan kasus ini,” terang petugas Tyo.

“Jam tangan ini, hanya ini yang aku tahu, tiap jam tangan yang diberikan memiliki seri berbeda, bukankah kamu juga mendapatkannya sebagai warisan dari ayahmu?”

“Benarkah? Aku kira semua sama.”

“Tunggu, biar aku ambilkan, kita bisa bandingkan.”

Chef Breck masuk kembali ke ruang istirahatnya, mengambil jam tangan yang kebetulan tak dipakainya hari itu lalu segera kembali ke meja sang detektif.

Petugas Tyo melepas jam tangan nya, lalu meletakkan di atas meja, kedua pria berbeda generasi itu membandingkan serinya dengan seksama.

“Lihatlah, ada dua angka di akhir sebagai pembeda, milikku tepat berurutan dengan milikmu!” tunjuk chef Breck.

“Bagaimana anda bisa menyadari perbedaan serinya?” Petugas Yui yang sedari tadi hanya diam memperhatikan, akhirnya membuka suara.

“Dua orang yang mendapatkan jam tangan dengan model yang sama, aku mengenalnya baik, dan kami sempat membandingkannya.”

“Bisa minta tolong anda menyebutkan namanya?” tuntut petugas Yui.

“Baiklah, tapi aku rasa mereka hanya seorang chef sepertiku, tak mungkin mereka melakukan hal bodoh yang bertentangan dengan prinsip seorang pekerja dapur,” ucapnya seraya menyandarkan punggung. “Chef Lacka dan Cheft Zoym, haruskah kubagikan juga alamat mereka?”

“Terimakasih, Paman … kamu sudah memilikinya.”

“Ah, benar juga, kalian petugas penyidik, hahaha …!”

“Baiklah, terimakasih, kami akan melanjutkan pekerjaan kami, jaga kesehatanmu, Paman. Aku akan usahakan untuk sering datang.”

Petugas Tyo dan rekannya memutuskan untuk mendatangi kedua kenalan chef Breck terlebih dahulu. Lebih tepatnya mereka memutuskan untuk menyambangi kedai chef Zoym. Namun sesampai di sana, kedai terlihat tutup, dengan tulisan akan buka Minggu depan.

Tujuan kedua petugas selanjutnya adalah di kedai Cheft Lacka. Hal tak terduga, ketika kedua petugas sampai di depan kedai itu, terjadi sedikit keributan disana.

Kedua petugas segera turun dari mobil. Tampak dua pria paruh baya masih dengan apron menempel di tubuh mereka, tengah bersitegang dengan beberapa pria berbadan tegap dengan pakaian setelan rapih berwarna hitam.

Petugas Tyo memperlihatkan lencana identitasnya, membelah kerumunan itu. “Ada keributan apa?” tanyanya.

“Mereka, para chef tua itu tak membayar tagihan sesuai dengan kesepakatan!” seru sang pemimpin pria berotot itu.

“Kami sedang mengusahakannya, dalam dua hari kami pastikan akan melunasinya!” sahut kedua chef membela diri.

“Berikan saja kedainya, kami akan membeli dengan harga tinggi! Sisanya bisa kalian pakai untuk melanjutkan hidup.”

Kedua pihak kembali bersitegang, hingga membuat petugas Tyo membuka suara. “Haruskah kita selesaikan di kantor polisi?!” gertaknya.

“Sebaiknya kalian duduk bersama di dalam sana, kita bicarakan dengan baik-baik!” tegas petugas Yui yang akhirnya membuat kedua belah pihak mematuhinya.

Namun salah satu dari pria berotot itu tampak tak sabar, lalu dengan sengaja memukul salah satu chef dengan batang kayu yang diambilnya dari halaman kedai itu tepat di punggungnya. Beruntung tak terlihat ada cedera serius.

Petugas Tyo memerintahkan pada kedua chef untuk segera masuk ke dalam kedai, sementara ia dan rekannya bertarung melawan para pria besar itu.

BUGH! ARGH!

“Yui!” seru petugas Tyo saat melihat rekannya terkena pukulan dan ambruk ke tanah. Kini tinggal petugas Tyo yang harus menghadapi beberapa pria itu sekaligus.

“Tolong rawat rekanku!” perintah petugas Tyo seraya memberi jalan agar salah satu chef bisa meraih tubuh Yui yang tergeletak tak sadarkan diri.

“Hya!”

Meski sudah tahu kalah jumlah dan fisik, petugas Tyo tak ingin lengah dan beralasan, hingga akhirnya ia memiliki ide beresiko.

“Aku rasa aku harus melakukannya selagi aku masih sadar!” gumamnya.

...****************...

To be continued ....

1
༄𝚂𝙽⍟𝕬𝖗𝖓𝖊𝖙𝖆 🥑⃟
lupa aluur,yng mak inget cm gadis vampire nya doank ini nm nya lupaaaaa😭😭😭
Soraya
luar biasa thor. terimakasih telah membuat cerita yg menyuguhkan pengalaman fiktif yang luar biasa. ending yang memuaskan.
yosh—: terimakasih kk Soraya, 😁
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
luar biasa
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
yeeeaaahhh....
akhirnya tamat juga.
selamat ya Thor.
maaf baru bisa ngikutin.
beberapa hari pull terus.
tetap semangat, sukses juga di karya-karya berikutnya
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: Aamiin
total 2 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Siap,ditunggu karya barunya 😁
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Nah gitu dong 🤭
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
yah, padahal berharap tyo bisa sm raise lee, 🤗
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
cerita paling teranuuu pokoknya...sukses terus buat authornya...🤗 bingung lah mau kasih emot apaan 🤭
yosh—: terimakasih author Mentari Senja. sukses juga buat anda😁😁👏👏👏
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Petugas Tho apa Atho 🤔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
#Ayo semangaaat lagi 💪
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
ketahuan kau Kalkon 🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
bahkan
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Tyo kah 🤔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
mimpi 😛
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
waduh 😣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Tadi katanya ga butuh pengacara🤪
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
yang panik
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
semua
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
hanya ada
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
sejenak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!