Dia adalah seorang pendekar hebat du abad kejayaan, dia adalah pahlawan wanita yang selalu di agung - agungkan oleh semua orang. Jangan tanya seberapa besar kekuatan nya, dantian Qi nya sudah melampaui batas manusia. Ia memiliki banyak jenis tumbuhan obat beserta senjata tajam yang sangat legenda dan sangat di incar oleh para kultivator.
Ia berjalan dengan perlahan di antara rintik nya hujan dan jalanan yang licin, seekor kuda liar berlari dari arah hutan dengan sangat kencang. Mei Rui, gadis itu yang mendapatkan serangan secara tiba - tiba pun terkejut hingga membuat dirinya jatuh dari atas tebing.
Cahaya silau merasuk indra penglihatan nya, secara tiba - tiba ia merasa seperti di sebuah danau yang cukup dalam. Beberapa ingatan masuk ke indra pengingat nya , mata nya terbuka ia mulai naik ke atas permukaan dan menghirup udara segar sebanyak - banyak nya. .
"Terimakasih nenek " ia berucap pergi sambil membawa gelang giok pemberian nenek pengemis.
baca kelanjutan cerita nya yuk
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uyuuun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemenangan dan Penyusup
Setelah pertandingan memanah pria kini tiba lah pertarungan antara nona bangsawan, mereka bersiap - siap untuk pertarungan kali ini. Kali ini Huang Mei akan bertarung lebih dulu dengan Ji Wei sesuai permintaan dan kesepakatan mereka.
Huang Mei sudah berdiri di arena pertandingan, kasim sudah membunyikan gong pertanda pertarungan di mulai.
Ji Wei dengan gesit mencoba untuk memberikan pukulan kepada Huang Mei, Huang Mei hanya mengelak dengan santai.
"Sialan lawan aku jangan bisanya cuma mengelak saja " teriak Ji Wei.
Huang Mei bergerak dengan cepat hingga pergerakan nya tidak dapat di baca oleh Ji Wei.
Bugh.
Bugh.
Bugh.
Huang Mei memberikan tiga pukulan biasa namun mampu membuat Ji Wei memuntahkan seteguk darah, pertarungan terlihat sangat sengit para penonton menyemangati Ji Wei yang merupakan gadis berbakat di kerajaan api.
"Sialan " Ji Wei tersulut emosi sehingga ia melayangkan bola api secara membabi buta.
Huang Mei berdiri dengan anggun, dengan sangat elegan dia mengeluarkan bola air yang mampu memadamkan bola api milik Ji Wei. Mereka kaget sejak kapan sampah keluarga Huang memiliki elemen bahkan jenderal Huang dan kedua putra nya juga sama kaget nya. .
"Apakah cuma segitu saja kemampuan mu nona Ji ? sangat buruk dengan kemampuan buruk ini kau ingin mengalahkan ku ? sepertinya kau terlalu banyak bermimpi " ucap Huang Mei memprovokasi.
"Sialan kau , matilah kau ! " Ji Wei memanggil serigala yang merupakan binatang spiritnya.
Huang Mei mengeluarkan kipas berelemen api milik nya dengan sekali kibasan serigala tersebut sudah mati terbakar. Serigala tersebut merupakan binatang spirit dari klan musuh serigala milik nya. Para penonton kembali di buat terkejut.
Ji Wei mengeluarkan pedangnya dan bersiap menghunuskan pedang tersebut kepada Huang Mei, insting Huang Mei sangat kuat sehingga ia mampu mengelak dan Huang Mei melemparkan sebilah belati ke perut Ji Wei.
"Akhh " Ji Wei jatuh terduduk saat hendak berdiri Huang Mei memukul Ji Wei hingga terdengar teriakan yang menggema dari arena pertarungan.
Kasim menghitung sampai tiga dan Ji Wei sudah tidak mampu lagi untuk melawan Huang Mei, pertandingan berakhir dengan kemenangan yang di bawa oleh Huang Mei.
Srettt.
Tanpa aba - aba Ji Wei menarik penutup wajah milik Huang Mei, ia berencana membuat Huang Mei malu dengan wajah buruk rupanya. Tapi siapa sangka semua orang terpesona dengan wajah cantik milik Huang Mei.
"Ya dewa kecantikan yang sempurna " ucap tetua Hong.
"Kau sangat lancang " marah Huang Mei.
Huang Mei mengeluarkan aura nya hingga membuat semua orang merasa tercekat dan sesak nafas.
Krek..
"Akhh " teriak Ji Wei sangat kencang hingga membuat menteri Ji turun ke arena pertarungan.
Huang Mei mematahkan tangan Ji Wei dan merusak meridian Ji Wei.
"Kau terlalu angkuh dan lancang , meridian kau telah rusak dan setelah ini tidak akan ada lagi yang bisa kau banggakan. " teriak Huang Mei.
"Yang mulia hamba minta keadilan , nona muda Huang telah melukai putri hamba " teriak menteri Ji.
"Kau meminta keadilan untuk putrimu dan aku juga bisa meminta keadilan untuk putri ku, selama ini aku diam saja melihat putriku di hina oleh kalian. Saat kalian menghakimi putri ku apakah putriku ada membalas kalian ? " teriak jenderal Huang.
"Saat putri ku di sakiti putrimu apakah ada dari kami membalasnya dan meminta keadilan kepada yang mulia kaisar ? kami tidak melakukan nya menteri Ji lalu kenapa sekarang kau meminta keadilan untuk putrimu padahal kami di sini tahu bahwa putri mu yang telah memulai semuanya" lanjut jenderal Huang membuat menteri Ji mengepalkan tangan nya.
"Ayah sakit ayah " keluh Ji Wei.
"Sangat lucu, lebih baik kau bawa putrimu untuk di tangani " ucap Huang Mei yang keluar dari arena pertarungan.
Huang Mei melihat satu penyusup yang hendak memanah yang mulia kaisar dengan cepat Huang Mei melempar belatinya hingga mengenai penyusup tersebut. Anak panah terlepas namun pangeran mahkota mampu menangkis nya.
"Cepat tangkap penyusup itu ! " teriak kaisar Wang yang masih dalam keterkejutan.
"Itu pasti penyusup yang di kirim kerajaan langit cepat tangkap ! " seru menteri pertahanan menteri He adik dari kaisar Wang namun beda ibu.
Huang Mei memberikan kode kepada anggotanya untuk menangkap penyusup itu sepertinya ada yang tidak beres dengan pejabat - pejabat kerajaan api saat ini. Huang Mei mendekati pangeran kelima lalu ia membisikkan sesuatu dan hal itu membuat pangeran kelima mengangguk.
Acara menjadi tidak kondusif karena kaisar mendapatkan serangan secara tiba - tiba, acara di hentikan dan akan di lanjutkan esok hari. Para tamu di harapkan untuk kembali ke kamar mereka masing - masing.
Huang Mei memilih untuk keluar dari kerumunan dan pergi tanpa di ketahui oleh orang lain, Huang Mei pergi ke hutan larangan ia yakin anggotanya sudah berhasil menangkap penyusup itu.
"Dia ada di ruang eksekusi nona ! ". Huang Mei berjalan dengan cepat menuruni anak tangga.
Di hadapan nya sudah ada penyusup yang tangan dan kaki nya di rantai, Huang Mei menatap penyusup itu dengan tajam. Walaupun menggunakan topeng penyusup itu tahu bahwa orang yang berada di hadapan nya sangat lah berbahaya.
"Katakan siapa tuan mu ? " Paksa Huang Mei sambil memutari tubuh penyusup itu. .
"Kaisar dari kerajaan langit yang telah menyuruh ku " jawab penyusup itu namun Huang Mei tahu kalau orang tersebut berbohong.
Huang Mei mengangguk, penyusup itu mengira kalau Huang Mei sangat mudah di tipu.
"Ambilkan aku air lemon " pinta Huang Mei, tidak ada yang curiga dengan permintaan nya.
"Sekali lagi aku bertanya siapa yang telah menyuruh mu ? " tanya Huang Mei dengan memegang wadah yang sudah di isi dengan perasaan air lemon.
"Kaisar kerajaan langit yang menyuruhku , apa kau tuli ? " jawab nya dengan sarkas dan meremehkan Huang Mei.
"Lucuti pakaian nya ! " titah Huang Mei.
Penyusup tersebut telah di lucuti hingga yang tersisa hanya celana dalam saja.
Srett.
"Akhhh " Huang Mei menggores paha penyusup itu dengan berlari hingga menimbulkan luka yang menganga lebar. Tidak sampai di situ Huang Mei menyiram perasan air lemon kepadanya hingga luka tersebut semakin terasa perih dan menyakitkan.
"Kau pikir aku bodoh , kau memiliki tato dari pembunuh bayaran itu dan aku tahu yang menyuruhmu adalah orang yang berniat mengkudeta kaisar Wang dan pangeran mahkota " ucap Huang Mei meremehkan penyusup itu.
"Lakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan kepadanya sampai di mengatakan siapa dalang dari kejadian hari ini. Ingat jangan biarkan dia mati kalian boleh menyembuhkan nya tapi kalian juga boleh menyiksa nya lagi ! " Huang Mei keluar dari ruangan eksekusi dan akan pergi menuju istana.