NovelToon NovelToon
Aku Dan Anakku Bisa Hidup Tanpamu

Aku Dan Anakku Bisa Hidup Tanpamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Penyesalan Suami
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria Susanti Harahap

Ketika suaminya berselingkuh hingga menghamili wanita lain, tak ada lagi kata maaf yang tersisa di hati Nadia.

Dengan tekad yang bulat, ia mengajukan gugatan cerai. Tanpa menoleh ke belakang, Nadia memilih meninggalkan rumah megah yang selama ini menjadi tempat tinggalnya, beserta segala kemewahan yang pernah ia nikmati.

Baginya, harga diri dan ketenangan batin jauh lebih berharga daripada hidup bergelimang harta bersama seorang suami yang telah mengkhianati kepercayaan dan cinta yang selama ini ia jaga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria Susanti Harahap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4

Tangis Nadia pecah. Ia memeluk putranya erat-erat, seolah takut dunia akan kembali merenggut satu-satunya alasan ia masih ingin berdiri.

"Kian sayang Ibu." Tiga kata itu terasa jauh lebih tulus daripada semua janji yang pernah Reno ucapkan selama pernikahan mereka.

Nadia menangis dalam pelukan anaknya. Bukan karena merasa lemah, melainkan karena baru kali ini ia menyadari bahwa di tengah kehancuran hidupnya, Tuhan masih menitipkan seseorang yang mencintainya tanpa syarat. Di sela isaknya, Nadia mengecup puncak kepala Kian berkali-kali. "Ibu juga sayang Kian," bisiknya lirih. "Terima kasih sudah memilih tetap di sisi Ibu."

Kian mengusap pipi Nadia dengan telapak tangannya yang mungil.."Mulai sekarang kita berdua, ya, Bu."

Nadia terdiam sesaat. Ia mengangguk mantap. "Iya," ucapnya sambil menghapus air mata yang tersisa. "Mulai hari ini... kita akan membangun rumah kita sendiri. Mungkin tidak semewah rumah Ayah, tapi Ibu janji, rumah itu akan dipenuhi ketenangan, bukan pengkhianatan."

Nadia menoleh ke luar jendela. Tetesan hujan terus mengalir di kaca mobil, membentuk garis-garis yang samar, persis seperti masa depannya yang kini tak lagi jelas. Dadanya masih terasa sesak, tetapi pelukan hangat Kian membuatnya perlahan mampu mengatur napas. Keluarga yang selama ini ia bangun dengan penuh cinta akhirnya benar-benar hancur.

Keluarga yang dulu ia banggakan. Keluarga yang selalu ia perjuangkan meski harus mengorbankan karier, mimpi, dan waktunya sendiri. Keluarga yang ia kira akan menjadi tempat pulang paling aman bagi dirinya dan anak-anaknya. Ternyata semua itu hanya bertahan selama Reno masih memilih setia.

Malam ini, keluarga cemara yang selama bertahun-tahun ia rawat telah runtuh. Bukan karena badai kehidupan, bukan pula karena kekurangan harta, melainkan karena satu pengkhianatan yang dibiarkan tumbuh hingga menghancurkan semua yang pernah mereka miliki. Namun di balik puing-puing itu, Nadia menyadari satu hal. Yang hancur hanyalah rumah tangganya. Bukan dirinya. Dan selama anaknya masih menggenggam tangannya, ia percaya mereka masih bisa membangun sebuah keluarga baru, yang mungkin tidak lagi utuh, tetapi jauh lebih jujur dan penuh kasih.

Sebelum Nadia sempat menyalakan kembali mesin mobil, layar ponselnya yang tergeletak di konsol tengah tiba-tiba menyala. Nama Reno muncul di layar, disusul bunyi notifikasi yang membuat jantung Nadia kembali berdegup kencang. Dengan jemari yang masih sedikit gemetar, ia membuka pesan itu.

[Kalau kamu tidak mau nurut, angkat kaki dari rumahku sekarang juga!]

Nadia membaca kalimat itu berulang kali. Tidak ada satu pun kata yang menanyakan keadaannya. Tidak ada permintaan maaf. Tidak ada rasa khawatir karena ia pergi bersama Kian di tengah malam. Yang ada hanyalah perintah. Pengusiran kalau tidak menurut. Ancaman agar Nadia patuh.

Sudut bibir Nadia terangkat membentuk senyum pahit. "Benar-benar..." gumamnya lirih sambil menggeleng pelan. "Orang ini jahat." Ia menutup layar ponselnya, tetapi beberapa detik kemudian membukanya lagi. Kali ini bukan untuk membalas. Ia menatap foto profil Reno cukup lama. Laki-laki itu benar-benar sudah berubah. Atau mungkin, pikir Nadia, selama ini ia hanya terlalu sibuk mencintai hingga tidak pernah melihat wajah asli suaminya.

"Ibu..." panggil Kian pelan.

Nadia mengembuskan napas panjang, lalu menghapus sisa air mata di pipinya. "Nggak apa-apa, Sayang." Ia membuka kembali pesan Reno, lalu menekan tombol hapus percakapan tanpa ragu. "Kalau rumah itu memang lebih berharga daripada istri dan anakmu," bisiknya pelan, "silakan miliki rumah itu seorang diri." Nadia menyalakan mesin mobil. Kali ini, ia tidak lagi merasa sedang terusir. Ia justru merasa sedang meninggalkan tempat yang sejak lama bukan lagi rumah.

***

Sesampainya di rumah, Nadia tidak membuang waktu sedikit pun. Rumah yang selama ini ia rawat dengan penuh kasih itu mendadak terasa asing. Setiap sudutnya menyimpan kenangan yang kini berubah menjadi luka. Ia membuka lemari pakaian, lalu mengeluarkan sebuah koper berukuran sedang.

Nadia tidak berniat menguras isi rumah. Ia hanya mengambil beberapa lembar pakaian miliknya dan pakaian Kian secukupnya. Setelah itu, map berisi surat-surat penting seperti ijazah, akta kelahiran Kian, buku nikah, kartu keluarga, buku tabungan atas namanya, serta beberapa dokumen lain yang memang menjadi haknya. Di sudut lemari, ia menemukan kotak kecil berisi perhiasan mahar yang selama ini tidak pernah disentuh. Semua itu ia masukkan ke dalam koper. Selain itu, Nadia tidak mengambil apa pun lagi.

Sofa, televisi, lemari, hingga peralatan dapur tetap berada di tempatnya. Meski selama ini ia ikut berjuang membangun rumah tangga bersama Reno, malam itu Nadia memilih meninggalkan semua yang bisa menjadi alasan mantan suaminya menuduhnya membawa harta. "Biarlah," gumamnya pelan. "Aku masih bisa mencari lagi."

Di kamar sebelah, Kian juga sedang membereskan barang-barangnya sendiri. Anak laki-laki itu membuka lemari kecilnya, mengambil beberapa potong baju, seragam sekolah, dan buku-buku pelajaran. Semuanya dimasukkan ke dalam tas ransel berwarna biru.

Tatapan Kian kemudian jatuh pada deretan mainan yang memenuhi rak di kamarnya. Ada mobil-mobilan remote control, robot kesayangannya, hingga sepeda kecil yang dulu dibelikan Reno saat ulang tahunnya. Tangannya sempat menyentuh sebuah mobil-mobilan merah. Namun beberapa detik kemudian, ia menarik kembali tangannya.n"Ibu," panggilnya pelan.

Nadia menghampiri. "Kok mainannya nggak dibawa?" tanya Nadia lembut.

Kian menggeleng. "Nggak usah."

"Kenapa?"

Anak tujuh tahun itu menoleh ke arah rak mainannya. Tatapannya tampak jauh lebih dewasa daripada usianya. "Itu semua dibeli Ayah. Kian nggak mau bawa."

"Tapi itu kan hadiah buat Kian."

Kian menggeleng lagi. "Biar aja di sini."

A"Kian nggak sedih nanti nggak punya mainan?"

Anak itu tersenyum kecil. "Nggak apa-apa."

"Yakin?"

Kian mengangguk mantap. "Kian tahan kok nggak punya mainan." Ia menggenggam tangan ibunya erat-erat. "Tapi Kian nggak tahan kalau Ibu disakiti Ayah."

Kalimat sederhana itu membuat Nadia kehilangan kata-kata. Ia langsung memeluk putranya dengan erat. Dalam pelukan itu, Nadia menangis tanpa suara. Anaknya yang baru berusia tujuh tahun ternyata memahami keadaan jauh lebih baik daripada yang ia bayangkan. Di saat orang-orang dewasa memilih membela pengkhianatan, justru seorang anak kecil yang mengajarinya arti kesetiaan dan kasih sayang.

Malam itu, Nadia semakin yakin dengan keputusannya. Ia mungkin kehilangan seorang suami. Namun ia masih memiliki alasan terbesar untuk terus bertahan. Alasan itu bernama Kian.

***

Nadia memang sudah tidak memiliki tempat untuk pulang selain rumah yang baru saja ia tinggalkan. Ayah dan ibunya telah lama berpulang. Tidak ada saudara kandung yang bisa ia datangi ketika hidupnya sedang berada di titik paling rendah. Namun Tuhan masih menyisakan satu orang yang selalu ia anggap sebagai keluarga. Sahabatnya Dila.

1
falea sezi
knp jd bertele tele thor😒 kayak ikan terbang🤣
falea sezi
kenapa Fachri jd goblokk🤣🤣 niat bantuin. g sih
Iffanaya 😽
kk aku ikutan mewek...pls Thor bikin kian balik ke ibunya trs bongkar kebusukan karin Thor gk tega liat kian tertekan 😭😭
Muji Lestari
lanjutt thorrr
falea sezi
lanjut
falea sezi
makanya jd istri jangan bego wkt jd istri nabung yg banyak kuras harta sembunyikan klo suami selingkuh qm cerai g susah 😒
Iffanaya 😽
ditunggu lanjutannya kk 🫶
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!