Kinara tak menyangka jika kedatangannya di acara reuni akan membawa bencana bagi kehidupan selanjutnya. Bertemu dengan pria yang dulunya membuat hidupnya tertekan.
Hingga ia memutuskan untuk pergi dari kehidupan sang pria. Dan kali ini, pertemuan dirinya dan pria masa lalunya membawa duka lara untuk dirinya.
"Aku sudah lama menunggu kehadiranmu! Biarkan malam ini menjadi saksi rasa sakit hatiku padamu Kinara."~ Edgar Regantara
"Kau tak tau bagaimana rasanya jadi aku, Mungkin dengan cara kamu membalaskan dendam padaku! Rasa sakit hatimu lenyap bersamaan dengan luka yang akan aku bawa pergi" ~Kinara Saqeel Ardav
Sanggupkah Kinara melewati semua itu, melewati hal tak terduga dari masa lalunya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mhaya Yanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PMR 22
"Bagaimana, Dok?" tanya Kinara ketika dokter itu selesai dengan tugasnya . Dengan harap-harap cemas, Kinara berusaha mendengarkan secara seksama apa yang disampaikan dokter tersebut.
"Tuan Edgar tidak apa-apa, Nona. Tapi yang saya herankan adalah sakit yang di derita Tuan sangat mirip dengan ___ Apakah anda hamil, Nona,?" ucap Dokter itu membuat Kinara terdiam. Fikiran wanita itu melalang buana pada waktu Edgar menyetubuhinya dengan penuh emosi.
"Apa mungkin?" lirih Kinara ketika ia mengingat ketika ia belum datang bulan dua bulan ini, akankah ucapan yang dilontarkan dokter itu benar adanya jika saat ini dirinya tengah hamil anak dari seorang Edgar!
"Sa-ya tidak tau ,Dok," ucap Kinara dengan rasa gugupnya.
"Mungkin anda bisa testpack terlebih dulu, karena memang sakit yang diderita Tuan Edgar seperti morning sickness yang biasanya di derita ibu hamil namun kali ini berbeda. Bukan Nona yang mengalami morning sickness melainkan Tuan Edgar selaku ayah kandungnya." Dokter itu berucap sembari mengamati perubahan wajah Kinara yang sepertinya tengah memikirkan sesuatu. Entah apa itu, dirinya- pun tak paham.
"Tap-i apa memang benar jika sa-ya tengah hamil, Dok." seru Kinara lagi yang masih tak menyangka dan tak percaya dengan situasi yang ada.
"Saya sarankan untuk testpack atau periksa terlebih dulu, Nona. Sejauh ini saya rasa Nona tengah hamil. Dan apakah Nona masih teratur datang bulannya?" tanya Dokter tersebut yang bertag Ratna Mayangsari.
Kinara menelan ludahnya kasar ketika mendengar penuturan Dokter Ratna. Ia tak menyangka akan secepat itu mendapatkan momongan dikala rumah tangganya baru saja ia terima. Dan untuk Edgar sendiri, apa pria itu akan menerima calon janin yang tengah bersarang di rahimnya.
"Kalau begitu saya mau pamit dulu! saya harap anda secepatnya tau jika anda memang benar-benar tengah hamil," terangnya sembari menunduk dengan hormat hingga setelahnya wanita paruh baya tersebut melenggang pergi dari hadapan Kinara yang masih membatu.
"Ra, kenapa kamu melamun?" tanya Edgar yang tiba-tiba keluar dari kamarnya. Pria itu berdiri diambang pintu dengan memegang perutnya yang masih terasa mual.
"Ed, kenapa keluar? Apa kamu perlu sesuatu?" sentak Kinara yang tersadar dari lamunannya. Wanita itu bergegas menghampiri Edgar dan menuntun pria itu agar kembali istirahat di atas ranjang.
Tak ada jawaban dari Edgar, hanya saja ia berkali-kali mendesis ketika rasa sakit itu terasa kembali.
"Aku kenapa ,Ra?" tanya Edgar dengan mata sayunya, ia menatap Kinara dengan raut kecemasannya ketika wanita yang berstatus istrinya itu seperti gelisah akan pertanyaannya.
"Ra, Apa ada hal serius padaku? Apa aku sakit yang tidak bisa disembuhkan?" cecar Edgar dengan memberondong Kinara dengan berbagai pertanyaan. Wanita itu bingung bahkan terkesan takut ketika ia harus berkata jujur.
"Ti-dak, Ed. Kam-u baik-baik saja disini ak-u yang___"
"Kamu kenapa, Ra? Bicaralah yang jelas," ungkap Edgar memotong ucapan Kinara .
"Dok-kter bilang. Ak-ku ham-il, tapi kamu tenang saja itu hanya dugaannya. Mana mungkin aku hamil kan!" sergah Kinara yang masih menyangkal dengan apa yang dialaminya.
"Ham-il," beo Edgar ketika usai mendengarkan ucapan Kinara. Rasanya tubuh pria itu membatu dengan ucapan yang baru saja dilontarkan Kinara padanya.
Benarkah? Secepat itu!
Greppp...
Edgar menarik tubuh Kinara kedalam pelukannya. Pria itu bahagia dengan ucapan Kinara, bahkan air matanya tiba- tiba luruh walau hanya setitik.
"Betapa baiknya Tuhan padaku," seru Edgar yang masih setia mendekap tubuh Kinara dengan erat. Ucapan syukur terus saja terlontar dari bibirnya karena rasa bahagianya yang teramat.
Bersambung...
mengandung bawang iya,emosi iya
gado2 😁