Sebelum baca cerita ini, disarankan untuk membaca Menikahi Duda Impoten. Agar paham dengan alur ceritanya 🥰
Radit mengajak Ghea untuk menjalani pernikahan selama satu tahun. Dengan iming-iming akan membiayai Ghea kuliah jenjang kedokteran. Ghea yang memiliki sedikit rasa kepada Radit akhirnya setuju, tanpa berpikir panjang terlebih dahulu.
Kisah cinta mereka yang rumit dan penuh dengan rintangan sangat membuat hubungan mereka menjadi kuat dan terkadang juga tidak.
bagaimana dengan kisah mereka? ayo follow, Vote, Komentar dan Like ya😆 Agar novel ini bersinar🥰Sederhana gitu kan buat author bahagia hihi😍
Follow IG:authorhaasaanaa
Visual setiap karya saya, ada disana 😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haasaanaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EP 23
Ezra menyapa Jake dan juga Hani, begitu pula Radit. Ia belum tahu dengan ada nya Ghea di samping Hani, ia terlalu fokus memerhatikan Aksa yang sadari tadi terus menatap kearah wanita yang duduk tepat di hadapan Radit.
"Kebetulan kita bertemu disini, ayo makan bersama. Paman ingin sekali makan bersama dengan Tuan pradipta" Gurau Jake, Ezra tidak tega menolak nya. Karna Jake sudah memakai kata-kata yang membuat nya harus mau.
Ezra mengajak Radit untuk duduk bersebelahan dengan Aksa, dan Radit berhadapan dengan wanita yang hanya diam sedari tadi. "Loh Ghea?" Tanya Ezra, ia terkejut kala melihat Ghea ada bersama dengan keluarga Aksa.
Ghea hanya tersenyum menyapa Ezra, dan Radit menatap Ghea Intens. Ia juga terkejut melihat Ghea, apa lagi pandangan Aksa yang hanya tertuju pada Ghea saja. "Cih.. Kata nya jadwal nya padat, ternyata yang kau maksud padat itu untuk ini" Gumam Radit didalam hati, ia menatap tajam Ghea yang menunduk dan meremas ujung pakaian nya.
"Eh iya, Aksa dan Ghea seperti nya akan menikah" Ucap Hani, tentunya hal itu sukses membuat Radit menatap ke arah Ghea yang panik. "Tante.." Lirih Ghea, ia semakin panik kala Hani mengatakan hal itu.
"Kau setuju tidak Ezra, kalau Paman menjadikan Ghea menantu keluarga Pratama" Tanya Jake, menuntut restu dari Ezra. Sang empu hanya mengangguk dengan tawa nya, ia sedikit melirik kearah Radit yang sibuk dengan makanan yang telah tersaji.
"Ayah.. Ibu.. Jangan katakan hal itu lagi, Ghea malu tau" Ucap Aksa, ia merasa tidak enak dengan Ghea. Orang tua nya terlalu to the point, padahal Aksa mau melakukan nya secara perlahan saja. Tidak mau paksaan dari siapapun, dan Aksa mau Ghea membalas perasaan nya dengan baik tanpa paksaan sama sekali.
Ghea hanya diam memerhatikan Aksa dan keluarga nya serta Ezra yang sedang berbicara, ia terlalu takut untuk menatap kearah Radit lagi. Tapi, ia sedikit sakit hati kala Radit seperti tidak menghiraukan nya. Dan malah bersikap biasa saja, saat Jake membahas pernikahan dihadapan nya sendiri. "Aku mengharapkan apa? Aku terlalu berlebihan dengan keadaan tadi, cih.." Gumam Ghea didalam hati. Ia merasa malu dengan kepanikan nya tadi, ternyata Radit juga tidak merasakan apapun.
"Tante, aku mau ke toilet sebentar ya" Ucap Ghea, ia ingin menjernihkan pikiran nya yang sudah berlebihan tadi. "Mau Tante temanin sayang?" Tanya Hani, Ghea terharu dengan kasih sayang Hani kepada nya.
Ghea menolak tawaran Hani, ia berlalu pergi dengan tangis nya yang akan meluncur dari mata bulat nya. Ghea berjalan cepat menuju toilet, ia sudah tidak tahan menahan sesak didada nya.
Radit memerhatikan kepergian Ghea, ia berperang dengan pikiran nya sendiri. "Kamu tahu, Aksa sudah lama menyukai Ghea. Dan Paman rasa, tidak ada salah nya langsung melamar Ghea saja" Ucap Jake, Ezra hanya tersenyum mendengar ucapan sahabat mama nya itu.
"Pastikan dulu Danu menikah, Paman. Katakan pada nya, ia sudah tidak muda lagi untuk menyandang status lajang" Ucap Ezra, Hani dan Jake serta Aksa tertawa. "Danu gamon dengan istri mu, aku tidak menyangka jika Danu begitu mencintai istri mu" Ujar Hani.
"Anak itu memang nakal" Ucap Jake, Ezra dan yang lain tertawa. Hanya Radit yang diam menikmati makanan nya, ia kesal dan mood nya berantakan sekarang. "Radit, katanya kau sudah menikah?" Tanya Jake.
"Loh iya? Siapa wanita itu, kak?" Tanya Aksa, ia begitu exited mendengar kabar jika Radit sudah menikah.
"Wanita yang ingin kau nikahi" Jawab Radit didalam hati, tentu ia tidak akan menjawab hal itu dengan mudah. "Iya Paman, aku sudah menikah dua minggu yang lalu" Jawab nya, Ezra hanya diam menikmati makanan nya.
"Siapa wanita itu?" Tanya Aksa lagi, Radit berdecak karna Aksa seperti sangat kepo. "Pastinya Mayra kan? Secara dia sudah bercerai dengan suami nya" Tebak Hani, Jake juga menebak hal yang sama.
"Sudahlah Paman, jangan bicarakan tentang Radit. Dia sama saja dengan Danu, tidak ada beda nya" Ucap Ezra menengahi, ia tahu jika Radit juga akan kebingungan menjawab semua pertanyaan yang terlontar dari mulut keluarga Pratama itu.
"Kenapa Ghea lama sekali ya? Aku khawatir" Ucap Aksa, Radit menatap ke arah Aksa yang terlalu over perhatian dengan istri kontrak nya. "Susul aja deh, ibu takut nanti Ghea nyasar" Saran dari Hani, tanpa berpikir panjang lagi Aksa langsung bangkit untuk menyusul Ghea.
"Paman, aku dan Radit ada Meeting penting. Sampai sini saja kami menemani mu, sekali lagi terimakasih atas traktiran nya" Ucap Ezra, Jake dan Hani mengangguk. Lalu Ezra memberi kode kepada Radit untuk berlalu pergi.
Jake menatap kepergian Radit dengan penuh curiga, "aneh sekali Radit, biasa nya dia akan lebih banyak bercerita. Dan Ezra yang malah lebih banyak diam, tapi kali ini kok terbalik"
"Mungkin karna Ezra sudah menemukan cinta nya, sementara Radit kan belum. Sekalipun dia sudah menikah, tapi jika menikah dengan wanita yang tidak dicintai akan berbeda rasanya, Ayah" Ucap Hani, karna ia juga salah satu dari rasa itu. Dimana hanya dirinya yang mencintai Jake, sementara Jake hanya mencintai mendiang istri nya.
Jake merasa terpojok dengan perkataan Hani, ia kembali fokus dengan makanan nya. Keadaan menjadi canggung dan tidak enak, Hani hanya menunggu kedatangan Aksa dan Ghea saja.
~
Ezra dan Radit sudah berada di dalam mobil, "aku tidak mengerti dengan apa yang kau pikirkan? Bagaimana kau bisa diam saja, saat Aksa membicarakan pernikahan dengan istri mu sendiri?" Tanya Ezra, ia tiada henti merutuki Radit sepanjang makan tadi.
"Aku harus apa, Tuan? Pernikahan kami tanpa cinta, tidak perlu bersikap yang tidak tertulis diatas kertas perjanjian" Ucap Radit dengan tegas, Ezra tahu jika Radit menyembunyikan perasaan nya yang sebenarnya. "Kau kira bisa menipu ku, ha?!" Cibir Ezra, ia menatap kesal Radit.
"Aku peduli tentang hidup mu, telaah hatimu dengan baik. Jangan sampai kau menyesal nanti"
"Kau berkata seolah-olah aku mencintai Ghea, Tuan"
"Jelas! Kau memang mencintai dia"
"Aku tidak mencintai dia, aku hanya kesal. Kesal sekali, kenapa dia secepat itu mengkhianati perjanjian kami"ucap Radit dengan tegas, ia ingin memperjelas tentang apa yang ia rasakan tadi. Agar Ezra tidak berpikir macam-macam, apa lagi mengatakan bahwa ia mencintai bocah ingusan itu. "Aku mual saat Tuan menuduh ku mencintai wanita itu" Ucap Radit lagi, Ezra baru menyadari betapa susah nya menyadarkan orang yang sadar.
Sementara Ghea baru saja keluar dari Toilet, ia menangis dengan harapan nya sendiri. Membayangkan hal itu membuat nya malu, dan seakan ingin merutuki dirinya sendiri.
Ghea terkejut saat melihat Aksa yang menunggu nya di depan pintu, pria itu bahkan tidak panik atau malu dengan tatapan para wanita yang ada disana. "Aksa!" Panggil Ghea, ia langsung menarik tangan Aksa untuk keluar dari sana.
Aksa tertawa kala melihat Ghea yang menarik tangannya seperti bocah yang ketahuan nakal oleh ibu nya. Lagi-lagi ia selalu kagum dengan Ghea, wanita yang menguasai hati nya. "Kamu cantik jika kesal begitu" Puji Aksa, seketika langkah Ghea terhenti.
Ghea menatap kesal Aksa, mungkin kuping nya akan terbang jika yang mengatakan hal itu kak Radit. "Jangan gombal!" Hardik nya, Aksa tertawa. "Kamu cantik sekali" Puji nya lagi, Ghea merasa sekarang Aksa sudah terang terangan menunjukkan perasaan nya. Mungkin jika Ghea belum menikah, akan sangat beruntung dicintai Aksa. Tapi, ntah lah Ghea bingung dengan posisi nya saat ini.
*wanita yang menyukai radit akan kalian cap wanita jahat dan murahan yang cintanya menjijikan dan kalian perlakukan sangat kasar
*lelaki yang menyukai Ghea kalian cap lelaki baik2 dan cinta nya tulus dan kalian perlakukan sangat2 lembut
*suami interaksi suami dengan wanita lain kalian anggap kesalahan fatal
tapi semua interaksi istri dengan lelaki lain kalian bela dan benarkan, malah kalian memutar balik fakta jadi suami yang balik salah
*istri cemburu maka suami yang salah karena tidak peka dan bisa menjaga perasaan istri
tapi ketika suami cemburu maka suami juga yang salah karena cemburu buta dan tidak bisa percaya istri
*asas kepercayaan hanya kalian perlakuan jika istri melakukan kesalahan tapi saat suami melakukan kesalahan asas kepercayaan yang kalian bangga2kan hilang entah kemana
dengan pemikiran2 egois kayak gini kalian bangga dengan novel kalian, miris