.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tuanzero, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22
Zai tersenyum-senyum sendiri saat mendengar apa saja yang telah dilakukan oleh Isabella, bahkan ekspresi Isabella pun digambarkan dengan sebuah kata-kata yang terdengar lucu, Zai menahan gelak tertawanya agar tetap terlihat berwibawa di depan anak buahnya itu.
"Kau terlalu melebih-lebihkan Leo..." kata Zai dengan nada yang di buat sedemikian rupa agar terdengar datar dan tak berekspresi, namun nyatanya kursi yang tengah di duduki oleh Zai sudah berguncang hebat akibat menahan tawanya sendiri.
"Hmph, baiklah. Kau sudah melakukan yang terbaik..." Zai mengakhiri pembicaraan dalam telepon itu. Ia tertawa terbahak-bahak karena tak kuasa lagi menahannya sejak tadi.
Suasana di ruangan itu penuh dengan suara dari tawanya sendiri, entah apa yang dipikirkan oleh orang lain jika melihat hal tersebut.
Mungkin saja mereka akan berpikir bahwa Zai tengah kerasukan, karena memang dia dikenal sebagai pria berdarah dingin yang tidak jauh beda dengan tuan Justin.
Aku bingung kenapa ngerjainya selalu membuatku bahagia, padahal ada banyak wanita di luar sana tapi kenapa aku tidak memiliki ketertarikan seperti ini kepada mereka? kenapa menjahili Isabella seperti memiliki sensasi yang berbeda...
Zai membatin masih dengan tawanya yang memanipulasi ruangan, lambat - laun tawa itu mulai mereda dan dia kembali bisa mengatur nafasnya dengan sempurna.
Tak ada yang tahu di mana keberadaan Zai pada saat ini kecuali tuannya Justin, dia memang sedang dalam tugas rahasia yang tidak boleh di ketahui siapapun.
Namun entah ada angin apa yang membuat Zai begitu memperhatikan Isabella bahkan dalam misi rahasianya sekalipun, rasa menyenangkan saat mengerjai wanita itu begitu membuatnya ketagihan.
Zai sampai menggerakkan anak buah kepercayaannya yaitu Leo untuk turun tangan langsung dalam mengawasi Isabella, padahal biasanya dia menggunakan Leo saat ada hal-hal genting atau yang berbau dengan pembantaian saja.
Jadi tidak heran jika itu membuat Leo sendiri merasa aneh, tidak biasanya Zai menyuruhnya untuk melakukan hal sepele seperti itu.
Apalagi alasannya hanya karena seorang wanita, sungguh tidak seperti Zai yang biasa di kenalnya. Sesosok pria yang bisa membunuh orang lain tanpa berkedip itu seperti menjadi bocah Kekanak-kanakan pada saat ini, membuat siapapun takkan percaya dengan apa yang mereka lihat.
"Hmph, sepertinya hiburan ku sudah cukup. Sekarang waktunya aku membereskan para pecundang itu dan kembali ke negara ku, lebih cepat lebih baik. Aku tak mau membuat Isabella terlalu lama menunggu dan malah membuatnya mati kutu di sana, haha..."
Walaupun sudah berlalu namun hal itu masih lucu di benak Zai, dia benar-benar ingin melihat ekspresi canggung dari wanita itu.
Zai sudah mulai melirik Isabella sejak wanita itu memenangkan berbagai macam penghargaan untuk perusahaan yang menjadi tempatnya bekerja.
Isabella juga di kenal sebagai wanita yang berkompeten serta profesional, sosoknya selalu membuat Zai kagum karena wanita itu bisa berdiri dan menegakkan namanya sendiri tanpa bantuan siapapun.
Namun yang membuat Zai sedikit penasaran adalah latar belakang dan masa lalu Isabella yang tak dapat di selidikinya, identitas wanita itu di lindungi oleh negara dan tidak bisa di selidiki sebab menyangkut rahasia pemerintah.
Hal itulah yang membuat Zai semakin tertarik dengan Isabella, entah ada rahasia apa di baliknya yang membuat identitas wanita itu dilindungi oleh negara.
Zai beranjak dari tempat itu dan segera menyelesaikan tugasnya, di tangan kanannya kini sudah ada sebuah pistol yang siap dengan pelurunya.
" Dor !! ––
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
SaLaMnOlNoL (⌐■-■)
dan Justin gimana ceritanya??
mudah-mudahan ga terlambat
jangan lupa like dan comment
terimakasih
Gmn mau ks like & vote klo ceritaNya putus2...
Autor hy bikin yg baca jd penasaran..