NovelToon NovelToon
Transfer Student

Transfer Student

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Ketos / Teen School/College / Diam-Diam Cinta
Popularitas:18k
Nilai: 5
Nama Author: Viin

Bastian, siswa pindahan yang mengundang sorotan publik karena ketampanannya. Ia juga lihai dalam bermain sepak bola
yang menambah nilai plus dari setiap mata yang menyaksikannya. Ia dipertemukan dengan Aleksa sang ketua OSIS yang tidak menyukai pemain bola. Namun mereka ditakdirkan untuk menjalani hari-hari bersama.
Seperti apakah kelanjutannya?
Mari, temukan dalam cerita ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jadian

Kegiatan OSIS CUP sudah diumumkan oleh Kepala Sekolah, sehingga resmilah seluruh kegiatan itu. Setiap siswa diwajibkan berpartisipasi dalam seluruh kegiatan, baik kegiatan olahraga maupun kegiatan bazar. Setiap kelas mulai sibuk merencanakan kegiatan bazae yang sesuai dengan tema.

Aleksa sebagai panitia inti, harus menyerahkan tanggung jawab kepada teman-temannya untuk menghandle. Maka, sebelum ia sibuk dengan urusan OSIS, ia handle terlebih dahulu kelasnya, mempersuasif untuk turut serta.

“Tanggung jawab ini saya serahkan sama kalian.”ucapnya di tengah-tengah diskusi.

“Leks, kasih saran dulu dong sebelum kamu fokusnya ke OSIS.’’teriak sala satu temannya. Bastian menoleh ke arah itu.

“Dih, emang kamu enggak bisa mikir?’’celutuk Bastian kesal. “Inikan udah kegiatan rutin, refleksi dong dengan kegiatan tahun lalu, apa yang telah kalian buat, terus lanjutkan kek, perbaharui atau gimana’’gerutu Bastian kesal.

Aleksa tersenyum puas melihat pembelaan Bastian kepadanya. Walaupun ia terlihat ogah-ogahan mendengar, tetapi ia menyimak dengan baik. Seluruh kelas menjadi ricuh dengan ucapan Bastian yang memihak.

“Ya udah Bas, kamu aja yang kasih saran.’’tantang temannya.

“Makanya dengar! Aku tadi udah kasih saran!’’ujarnya santai.

“Sudah-sudah kita bicarakan baik-baik.’’lerai Aleksa.

Mereka pun berdiskusi kembali, membagi tugas dan apa yang akan mereka buat. Bastian hanya tersenyum dengan seluruh kekompakkan mereka. Aleksa mampu mengendalikan mereka. Setelah selesai ia menuju ruang OSIS untuk kembali rapat dan mulai bekerja dengan apa yang mereka rencanakan.

Bastian berdiam diri di kelas. Ia mengenakan earphonenya, kemudian menjejerkan bangku untuk merebahkan tubuhnya. Ia tutup wajahnya dengan hoodie Aleksa yang tegantung di kursinya. Jam kosong seperti ini menimbulkan kericuhan dari setiap siswa. Untuk beberapa hari ke depan mereka tidak akan bergelut dengan mata pelajaran.

Aleksa telihat sangat sibuk ke sana kemari, ia baru saja menghadap ke kepala sekolah, juga kepada guru pembina. Tere sempat mengamati Aleksa, akan tetapi gadis itu tidak mengganggu Aleksa terlebih dahulu. Matanya mencari sosok Bastian.

Tere berjalan menuju kelasnya. Tiba-tiba kelas itu hening karena kedatangan Demon Chaser. Semua mata tertuju kepada mereka. Seluruh aktivitas mereka.

“Mana Bastian?’’tanyanya dari depan pintu.

Salah satu dari mereka menunjuk ke arah meja nomor dua dari depan, pada barisan dua. Ada seorang siswa sedang tertidur lelap di sana. Tere membuka hoodie hitam itu dengan lembut. Tere tersenyum melihat Bastian tertidur dengan memasang wajah begitu polosnya.

Gadis itu menduduki perut Bastian sehingga Bastian terpekik kaget. Kegiatan itu mengundang perhatian sekarang. Namun tidak ada yang berani komentar terhadap hal itu.

“Ehm, kemana kamu kemarin Bas?’’tanyanya setengah melompat di perutnya.

“Minggir!’’Bastian mendorong Tere menjauh dari dirinya. Ia membuka earphone yang di telinganya, dan mengambil hoodie yang di tangan Tere.

“Ayuk kantin Bas.’’

“Rese amat sih. Pergi dari sini Ter.’’titahnya kesal. Kepalanya agak pusing karena ia terganggu. Bastia memegangi kepalanya.

“Kamu tadi malam ke mana Bas? Hem?’’

Bastian tak menyahut. Ia meneguk air minum miliknya. Kemudian keluar dari kelas menghindari Tere.

Bastian mempercepat laju kakinya. Tere mengikuti dengan cepat. Ia menarik tangan Bastian, sehingga langkahnya terhenti. Tanpa basa-basi Tere memeluknya erat, ketepatan dengan Aleksa yang melintas di hadapannya. Pipi Aleksa memerah kesal. Hatinya panas, terbakar cemburu.

“Lepasin Tere!”titahnya.

“Aku kangen kamu Bas.”Tere menahan tangis, “Berhenti menghindari aku Bas.’’pintanya. Pelukannya semakin erat.

“Kamu gila.’’Bastian menjauh melepaskan diri. “Bas, aku sayang sama kamu! Ayok jadian Bas.’’

Ia tidak menyahut, meninggalkan gadis itu begitu saja. Aleksa terduduk lemas di bangku depan kelasnya. Kakinya terkulai lemas tak dapat berdiri. Kejadian tadi menghancurkan hatinya. Riuhnya sorakan tadi juga menambah sakitnya hati Aleksa. Bagaikan disambar petir di siang hari. Ia tidak bisa berkata apa-apa.

“Jangan diambil hati kelakuan Tere.’’ujar Raka menenangkan.

“Hm,”

“Dia cuma penasaran sama Bastian.’’ujarnya menenangkan. “Kamu suka sama Bastian ya Leks?’’tanya Raka menebak.

Aleksa menahan tangis. Melihat hal itu Raka mengajaknya ke ruang OSIS. Aleksa menurut, karena ingin menghindari keramaian.

Gadis itu meneguk air minum yang tersedia. Raka duduk di hadapannya. Ia tersenyum.

“Hm, menurut kamu Bastian juga suka sama kamu enggak Leksa?’’

Aleksa menggeleng. Air matanya mulai mengalir. “Aku enggak tahu Kak. Hiks-hiks.’’

“Kamu mau tahu?”

Aleksa mengangguk. Raka tersenyum. Walaupun Raka baru kenal dengan Bastian, ia cukup mengenal Bastian dengan baik. Beberapa kali ia perhatikan bahwa gelagatnya berbeda.

“Hapus dulu air matamu.’’pintanya sambil mengeluarkan ponsel di sakunya.

Raka menelepon Bastian.

“Bas, temui aku di ruang OSIS.’’titahnya. “Leksa, coba kamu amati ya.’’

Dalam waktu lima menit, lelaki itu datang menghampiri. Ia lihat Raka dengan Aleksa sedang berduaan di sana.

“Ya Kak?’’ujarnya sambil duduk di samping Raka, ia melihat Aleksa yang baru saja menghapus air matanya. “Kamu kenapa Leksa?’’tanya Bastian dengan lembut.

“Hm, kalau wanita udah mencintai dengan tulus, jatuhnya gini Bas.”nasihatnya.

“Siapa Leks?’’tanyanya ingin tahu. Ia kebingungan dengan situasi ini.

Aleksa tak menyahut. Raka kembali membuka suarany.

“Bas, aku aja yang jarang ketemu kalian. Bisa tahu. Mau sampai kapan kamu pura-pura enggak mengerti Bas?’’tanya Raka dengan nada meninggi. “Atau kamu berharap Aleksa jadian dulu samaku biar kamu tahu rasanya kehilangan?’’

Bastian terdiam. Ia menatap Aleksa hangat. Semakin jelas arah omongannya ke mana.

“Kamu suka Aleksa enggak?’’tanya Raka mengintimidasi.

“Engg, ya gitu.’’jawab Bastian singkat.

“Bisa enggak kamu jujur sama perasaan kamu sendiri Bas?’’Raka menarik kerah baju Bastian. “Jadi cowok pecundang banget! Mau sampai kapan kamu mainin perasaan Aleksa Bas?’’sentaknya kesal.

“Aku enggak ada maksud mainin perasaan siapapun Kak. Leksa, aku minta maaf kalau aku sampai buat kamu begini.”

Plakk

Raka menampar Bastian kuat. Aleksa terkejut.

“Kak Raka, “pekiknya. Bastian tidak membalas.

“Aku cuma mau nyadarin kamu Bas.’’

Raka geram melihat tingkah Bastian. Sebenarnya sudah lama ia memperhatikan gelagat Bastian yang memberikan perlakuan berbeda dengan Aleksa. Ia juga kesal, karena Bastian yang tidak bisa tegas dengan dirinya sendiri.

“Perasaan siapa yang kamu jaga Bas? Kok tolol banget sih!’’sentaknya lagi.

Bastian terdiam. Ia tersenyum. “Maaf Kak,’’ia tersenyum tipis. “Leks, pulang sekolah nanti kamu pulang bareng aku ya.’’ajaknya. “Aku pamit dulu ya Kak.’’ucapnya sambil beranjak pergi. “Makasih Kak.’’ucapnya meninggalkannya.

“Kak, kenapa Bastian Kak?’’tanya Aleksa tidak mengerti. Raka tersenyum.

“Kamu nanti pulang sama dia.”titahnya. “Biarin dia menyadari ucapanku tadi.’’ujarnya.

Sepulang sekolah Bastian menunggu Aleksa di parkiran. Ia memakai hoodiennya. Kemudian dengan wajah datar ia menaiki motor Bastian . Lelaki itu langsung membawa motornya ke cafe dan resto yang pernah mereka kunjungi.

Bastian memesan makanannya. Aleksa menatap ke dalam kolam yang penuh dengan ikan hias. Sedari tadi tak ada perbincangan apapun yang mereka bicarakan.

“Kamu mau ngomong apa ngajak aku ke sini Bas?’’tanya Aleksa datar. Gadis itu memainkan sedotan di gelasnya.

“Aku mau minta maaf atas perlakuanku samamu Leksa.’’ucap Bastian serius. “Aku tahu kamu pasti sering uring-uringan dengan sikapku yang enggak jelas kayak gini.’’

“Hem.’’gumamnya.

“Ya udah, sambil dimakan dulu Leksa.’’Bastian menghentikan omongannya. Ia mulai menyuap nasinya.

Aleksa menurut, ia juga sudah lapar karena beraktivitas sedari tadi. Gadis berlesung pipi itu menyantapnya.

“Aku sebenarnya sudah lama suka sama kamu Al!’’tuturnya jujur.

“Uhuk-uhuk.”ucapan Bastian membuat Aleksa tersedak. Ia menepuk-nepuk dadanya kesakitan. Bastian mendekati Aleksa ia sodorkan minumannya. Kemudian menepuk pundak Aleksa pelan.

“Maaf Al.’’ia memijit-mijit pundak Aleksa.

“Ehm, kamu bilang apa?’’tanya Aleksa ulang ketika ia sudah tenang. Bastian duduk kembali di hadapannya.

“Aku udah lama suka sama kamu!’’ulang Bastian lagi. Ia menundukkan kepalanya.

“Sejak kapan?’’Aleksa menaikkan dagu Bastian dengan jari telunjuknya. “Sejak kapan, hem?’’Aleksa mengubah nada bicaranya.

“Enggak siaran ulang.’’tegasnya kesal. Ia menggigit telunjuk Aleksa, gadis itu mengelak.

“Ih, sejak kapan Bas?’’tanyanya ulang.

“Sejak pindah ke sekolah. Pertama ketemu di koridor sekolah itu Leksa!.’’

“Dih, serius?’’Aleksa tersenyum.

“Hm, “

“Cuma sekadar suka?’’

“Tau Ahh.’’

Bastian menyudahi makannya. Ia meletakkan sendok dan garpunya pada dua sisi piringnya. Mengelap bibirnya dengan tisu, kemudian menatap Aleksa hangat. Ia meneguk air minumnya.

“Aku tuh udah lama suka sama kamu Leksa. Sejak awal masuk sekolah. Ketemu kamu.’’terangnya lagi.

Aleksa menghentikan makanannya. Ia menatap Bastian lembut,. mendengarkan apa yang akan dikatakan selanjutnya.

“Bahkan, sebenarnya yang duluan baper itu aku. Bukan kamu.’’

Aleksa tertawa mendengar pengakuan itu. Ia tak menyangka bahwa Bastian bersambut dengan hal yang sama kepadanya.

“Terusin.’’pintanya manja.

“Hm, udah lama aku pengen jadi pacar kamu Leksa.’’

Aleksa tersenyum bahagia mendengar ucapan yang terakhir dari mulut Bastian.

“Kamu mau enggak jadi pacarku Leks?’’pintanya dengan ragu-ragu. Aleksa riang tak terkira.

“Hm, kenapa enggak bilang dari awal kamu ada rasa yang sama denganku? Udah kayak orang gila aku kamu buat selama ini Bas. Aku pikir aku yang kegeeran selama ini.’’ucapnya tak menyahut.

“Mau enggak Leksa? Dih bukannya dijawab.”

Aleksa mengangguk menyetujui. Bibirnya terukir senyum lebar. Bastian menarik nafas kasar.

“Hm, aku pikir aku bakalan ditolak.’’cetus Bastian.

“Enggak Bas, aku sayang kamu. Udah lama hal ini kutunggu Bas.”ujarnya bahagia. “Sekarang aku udah enggak takt ngadapin Tere lagi.’’

“Kok Tere?’’

“Selama ini, aku pengen ngelawan dia mati-matian. Tapi aku takut, kamu yang aku belain, takutnya enggak belain balik.’’

Bastian menarik tangan Aleksa. Ia menggenggam tangan Aleksa, mengelusnya lembut.

“Maafin aku Al, aku udah lama buat kamu menunggu.’’ujarnya.

“Iya, kelamaan banget.’’

“Maafin aku ya Al.’’

“Sayang. Bukan Al ataupun Aleksa.’’

“Dih, enggak sabaran banget.’’

“Udah lama aku menanti kamu bilang gitu Bas.’’

“Iya Al. Aku sayang sama kamu.’’ujarnya. “Udah sore, kita pulang yuk.’’

Selama perjalan pulang, Aleksa memeluk Bastian hangat. Bastian tersenyum.

“Bas, mulai hari ini kamu udah resmi jadi milik aku, awas kalau ada yang berani meluk kamu ataupun yang kamu goncengin selain aku.’’

“Iya sayang.’’Bastian mengelus tangan Aleksa.

Gadis itu semakin memeluk erat Bastian. “Aku beneran sayang kamu Bas, jangan sakiti aku lagi.’’

“Aku akan berusaha.”ucapnya lembut.

“Mulai besok, aku pergi bareng kamu ya Bas.”

“Dih, aku kalau pergi selalu lama loh Al, kamu yakin bareng aku. Kalian kan tiap pagi harus bertugas.’’

“Besok aku bangunin kamu. Biar cepat perginya.’’

Bastian tak menyahut. Sesampainya di rumah Aleksa, Bastian langsung pamit. Reyfan sempat mengamati sebentar kelakuan Aleksa, yang membelai manja pipi Bastian sebelum laki-laki itu pergi. Sembari tersenyum puas, Aleksa memasuki kamarnya. Ia langsung membanting tubuhnya di atas kasur miliknya. Gadis itu masih terngiang-ngiang dengan ucapan Bastian. Wajahnya yang menunjukkan keseriusan, pengakuannya yang memanjakan telinga dan hatinya, tak mau pergi dari bayang-bayang keindahan itu. Dengan seketika segala kelelahannya sirna.

1
Sasa Ran
sweet banget babasss/Chuckle/
Sasa Ran
hehe
Sasa Ran
mau kok bas
Sasa Ran
aku salting bas🫣
Sasa Ran
bastian /Brokenheart/
Sasa Ran
bawain utk ku juga ya leksa
Devoy 🍁
Luv luv luv
😘Rahma_wjy😉 IG @rwati964021
semangat terus untuk berkarya kak.
Ayano
Temen curhat ternyata 😅
Ayano
Bastian udah punya anak orang 🤣
Ayano
Melabeli orang bisa jadi sayang
Ayano
Aku ampe salting sangking cepetnya. Kupikir Leksa yang nembak. Ternyata salah pokus 😅

Pastinya aku seneng banget akhirnya mereka jadian

Mawar buat thorthor lah
5 cukup kali buat semangat 🤗
Viin: hahaha
terima kasih kaka
sayang banyak2 untuk kakak 💐💐💐💐💐😁
total 1 replies
Ayano
Aduh
Congrats 🤗🤗🤗
Ayano
Serius lah. Akhirnya jadian juga. Eh... nyaris jadian maksudnya
Ayano
The real MVP kali ini adalah Raka
Selamat kamu keren
Ayano
Aku nitip satu tamparan lagi buat Bastian biar dia bangun
Ayano
Jleb kan
Akhirnya ada juga yang ngomong
Ayano
Bastian masih gak peka atau pura-pura gak peka ya
Kamu mesti liat kepingan hati Alexsa
Ayano
Bas Bas... kukasih kembang tujuh rupa. Kamu abis ini pulang terus mandi ya
Ayano
Gue yang laporin. Tuh cewek urat malunya dah putus 😑
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!