Claire diminta oleh orangtuanya untuk mengantarkan sebuah lukisan karya salah satu seniman terkenal dari Jerman ke kediaman teman mereka, Liam dan Ameera! Niat baiknya itu justru menjadi malapetaka tersendiri bagi Claire.
Kediaman Liam dan Ameera pada malam itu sangat ramai karena putra satu-satunya Liam dan Ameera yang bernama Mateo, tengah mengadakan pesta besar-besaran bersama teman-teman kuliahnya!
Entah apa yang terjadi saat Claire masuk kedalam kediaman Mateo, karena tiba-tiba dipagi harinya Claire dan Mateo dikejutkan dengan keadaan keduanya yang tidur dalam satu ranjang dan tanpa menggunakan sehelai benangpun.
Malapetaka itu tidak cukup sampai disitu saja, karena satu bulan berlalu Claire dinyatakan hamil dan orangtua Mateo juga orangtua Claire sepakat menikahkan keduanya, semua dilakukan demi anak yang tengah dikandung oleh Claire.
Lalu sebenarnya, siapa laki-laki yang telah menghamili Claire? Dan kenapa bisa Mateo dan Claire bisa tidur satu ranjang?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopi_sopiah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Bab 23
Mengerjakan pekerjaannya sambil memakan kue yang sudah dibuatkan oleh Claire membuat Mateo jadi lebih semangat lagi bekerja. Begitu juga dengan Claire sekarang ini, setiap kali selesai berinteraksi dengan Mateo, Claire merasa bahagia rasanya.
Malam harinya!
Mateo dan Dady Liam pulang bersama-sama, Mateo pun langsung masuk kedalam kamarnya! Terlihat Claire sedang menonton film kesukaannya.
Ceklek..
Mendengar pintu kamar dibuka, Claire langsung berdiri dari sofa kemudian menghampiri Mateo yang baru pulang dari perusahaan.
"Sini aku bawakan tasnya,"
"Ceritanya jadi istri sungguhan nih?"
"Memangnya selama ini aku istri bohongan?"
"Ya biasanya kan begitu,"
"Dasar menyebalkan, kau mau mandi sekarang atau mau aku buatkan minuman?"
"Aku mau wine, apa boleh?"
"Baiklah aku akan ambilkan,"
Lelah seharian kuliah dan bekerja, Mateo merasa senang sekali saat disambut dengan baik oleh Claire. Tidak menyangka wanita galak itu bisa berlaku seperti ini juga.
Tapi Mateo pun merasa takut setelah nanti diadakan tes DNA, apakah Claire akan tetap memperlakukannya dengan baik seperti sekarang? Setelah dia mengetahui siapa ayah dari anak yang dia kandung.
Melamun disofa sampai tidak sadar jika Claire sudah duduk disampingnya dan meletakkan satu botol wine lengkap dengan gelasnya.
Dituangkannya wine tersebut kedalam gelas.
"Terimakasih kak,"
"Sama-sama,"
Glek..
Mateo meneguk wine dari gelasnya kemudian meletakkan kembali gelas tersebut.
"Apa tes DNA itu akan tetap dilakukan?"
"Aku sudah bilang berkali-kali kan Teo, aku ingin tau siapa pelakunya? Aku ingin sekali menjebloskan pelakunya kedalam penjara!"
"Kenapa tidak lupakan saja dan kita mulai semuanya dari awal, toh kau dan aku sudah menikah sekarang,"
"Lalu pelakunya bebas begitu saja? Setelah dia menghancurkan semua impianku, dan membuat kita sampai menikah seperti ini?"
"Seperti ini? Seperti apa yang kak Claire maksud?"
"Ya, seperti ini menikah tanpa ada rasa cinta sama sekali!"
"Berarti kak Claire belum bisa mencintaiku? Atau memang tidak akan bisa membuka hati untukku?"
"Kau sendiri bagaimana? Bukankah kau juga menolak menikah denganku diawal?"
"Ya aku menolak, tapi kan selanjutnya aku menerima,"
"Entahlah, pokoknya aku bersumpah akan temukan pelakunya!"
"Belajarlah mencintai aku!" kata Mateo.
"Lalu kau sendiri apa kau sudah belajar mencintai aku?"
"Tentu saja, kalau tidak mencintai untuk apa aku memutuskan hubunganku dengan Ticia?"
Keduanya sama-sama saling berpandangan kembali, Mateo pun kembali meraih gelas yang masih berisi wine didalamnya! Diteguknya hingga habis wine tersebut.
Kemudian satu tangan Mateo meraih tulang pipi Claire, membuat Claire menatapnya dengan sendu. Mateo kembali mendaratkan ciumannya terhadap Claire hingga ciuman itu semakin menuntut lebih dalam lagi.
Sambil terus berpagutan dengan Claire, Mateo mengajak tubuh Claire untuk beranjak dari sofa baik keatas ranjang. Seperti mendapatkan dorongan dan sinyal kuat dari dalam tubuhnya, Claire menurut saja dan mengikuti arahan Mateo untuk naik keatas ranjang.
Jantungnya kembang kempis, secara tidak sadar memang ini bukanlah pengalaman pertama bagi Claire, karena dia pernah kehilangan kesuciannya yang entah oleh siapa itu.
Akan tetapi secara sadar seperti sekarang ini, Claire belum pernah melakukannya! Membuat Claire sangat gugup dan tidak tau harus berbuat apa.
Ciuman itu semakin menuntut keduanya untuk lebih lagi melakukan sesuatu. Claire ditidurkan diatas ranjang, sementara Mateo melepaskan ciumannya.
Dengan berada diatas tubuh Claire! Mateo pun melepaskan dasi, kemudian kemeja yang dia kenakan. Terlihat tubuh atletis Mateo berada didepan mata Claire.
Apalagi lobak import Mateo yang tampak diluar dugaan, diatas ekspektasi! Ternyata wajah dan usia boleh masih muda akan tetapi jika hal dibawahnya lain urusan, karena ternyata ukurannya sangat besar! Membuat Claire buru-buru memalingkan wajahnya karena Claire tau pasti semakin dilihat maka akan semakin dia kepikiran tentang bentuk dan rupanya.
Glek..
Padahal masih ada waktu dua hari lagi yang diberikan oleh Mateo, tapi entah kenapa Mateo justru sangat tidak sabaran dan memilih melakukannya sekarang juga.
Mau tidak mau Claire pun pasrah saja menerima semua hal ini, satu persatu pakaian Claire telah diloloskan oleh Mateo. Hingga keduanya sama-sama terlihat polos.
Dengan lemah lembut Mateo pun kembali mendaratkan ciumannya kebibir Claire, setelahnya Mateo pun mencium leher jenjang Claire hingga tubuh gadis itu sontak merinding disko.
Merasa sudah sama-sama saling tidak sanggup lagi menahan gejolak yang datang, Mateo pun mencium bagian tubuh Claire dibawah leher.
Terlihat Claire semakin frustasi saat Mateo menyentuh bagian bawah lehernya, hingga tubuh Claire menggeliat ke kanan dan kiri.
"Teo, aku,"
"Sutt, aku tidak sanggup lagi!"
Kira-kiranya jadi engga ya???? Uluh-uluh, tampang boleh bocil tapi bawah wajib bikin terkiwir-kiwir.