Juara 🥈Event Merubah Takdir S2
HADESS, Seorang dewa perang yang diicelakai oleh saudara tirinya yang begitu serakah dan akhirnya malah diracuni dan dibuang di tebing lembah
kematian dan hilang ingatan.
Bisakah Hadess kembali mengingat semuanya dan membalaskan sang saudara tiri yang kini sudah menguasai kerajaannya??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anezaki Igarashi Ricky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pohon Kebencian Yang Semakin Tumbuh Kuat
Zhou yang sedang memantau kegiatan istana untuk mempersiapkan sayembara yang akan segera dilakukan di istana Nobuhide kini mulai dihampiri oleh seorang prajurit yang bertugas sebagai pengantar surat.
"Panglima Zhou. Ada surat untuk panglima." prajurit itu menunduk dan menyerahkan sebuah gulungan surat yang terikat dengan rapi untuk Zhou.
"Hhm." Zhou segera menerima surat itu dan segera membacanya, sementara sang pengirim surat mulai undur diri kembali setelah memberikan penghormatannya.
Panglima Zhou, pangeran Zeus akan pergi ke istana Nobuhide untuk menghadiri dan berpartisipasi dalam sayembara yang diadakan oleh kelaisaran Nobuhide. Nanti malam pangeran Zeus akan memulai perjalanannya. Sedangkan untuk Yang Mulia Kaisar Fumio, keadaannya masih sakit dan belum bisa berjalan. Sebagian tubuhnya mengalami kelumpuhan. Dan sepertinya ada beberapa bagian tubuhnya mengalami kerusakan fungsi. Aku dengar, setelah pangeran Zeus menikah nanti kaisar Fumio akan menobatkan putra mahkota Zeus untuk menggantikan beliau sebagai kaisar dari istana Fumio. Prajurit Han.
Zhou yang sudah membaca surat dari anak buahnya yang sudah dengan sembunyi-semnunyi dia kirimkan untuk menjadi salah satu prajurit ke istana Fumio untuk mengorek semua informasi apa yang sedang terjadi di kekaisaran Fumio, kini mulai mengeraskan rahang tegasnya, sepasang matanya menatap nyalang surat itu dengan aura membunuh.
Zeus!! Aku akan benar-benar mengirimmu ke neraka jika sampai aku mengetahui jika kamu adalah dalang dibalik sakitnya ayah!! Aku tak akan membiarkan kamu mendapatkan semua yang kamu inginkan!! Aku akan kembali merebut apa yang seharusnya menjadi milikku!!
Batin Zhou mengepalkan tangannya kuat, bahkan sebuah anak panah yang sedang berada di genggamannya seketika hancur dan melebur menjadi debu yang berhamburan di udara.
Zhou segera menyimpan surat itu di balik jubah lapisnya karena kini Luoyi mulai menghampirinya.
"Zhou!!" ucap Luoyi tanpa rasa sopan dan hormat. "Aku dengar kamu yang menyarankan sayembara ini. Mengapa? Mengapa kamu menghasut Yang Mulia kaisar Nobuhide agar menolak lamaran dari pangeran Zeus? Hebat ya kamu sekarang ... bisa menyetir Yang Mulia Kaisar!" cemooh Luoyi yang tak pernah sedikitpun menyukai Zhou.
Bahkan Luoyi semakin hari malah semakin membenci Zhou. Ibarat sebuah pohon kebencian yang semakin hari semakin tumbuh menjadi besar dan kuat, karena akar yang semakin menjalar juga tumbuh semakin kuat.
"Apa kamu memiliki hubungan yang tidak baik dengan pangeran Zeus? Atau kamu berniat untuk mengikuti sayembara ini juga? Uhmm ... jangan-jangan kamu juga menyukai putri Matsu dan berniat ingin menikahinya? Oh Dewa!! Apa kamu sudah melupakan Lily istrimu begitu saja, Zhou? Setelah kamu menjadi seorang panglima perang, beginikah balasannya untuk Lily yang selalu ada untukmu selama ini? Oh, Dewa lelaki macam apa ini ..." Luoyi terus saja berkicau memojokkan Zhou atas hal yang tidak berdasar itu.
"Jaga mulutmu! Aku sedang dalam keadaan hati yang buruk!!" Zhou menatap nyalang Luoyi.
Kekesalan serta amarahnya terhadap Zeus saja belum reda, dan kini Luoyi malah semakin memperkeruh suasana hatinya.
"Wah hebat sekali!! Zhou si pecundang lemah yang berasal dari desa kini berani menggertakku ya! Ahahaha ... apa kamu lupa siapa dirimu?! Apa kamu lupa darimana asalmu?! Hah?!!" Luoyi semakin terlihat emosi dan berjalan dua langkah mendekati Zhou dengan gaya menantang.
Namun belum sempat tejadi perdebatan atau pertempuran di antara mereka berdua, seseorqng tiba-tiba saja menghalangi Luoyi dengan tangannya.
"A-ayah ..." ucap Luoyi terkejut karena sang ayah yang juga bekerja sebagai salah satu Daimyo di istana Nobuhide kini datang dan menghalanginya.
"Jaga sikap dan bicaramu!" tandas ayah Luoyi menatap tajam Luoyi.
"Tap-tapi, Ayah ... dia ..." sela Luoyi masih saja tak terima.
"LUOYI!!" tandas sang ayah semakin menaikkan intonasi bicaranya dan membuat Luoyi terdiam dan patuh.
"Maafkan dia, Panglima Zhou! Aku berjanji, hal seperti ini tak akan pernah terjadi lagi. Atau aku sendiri yang akan menghukum dia!" ucap ayah Luoyi menundukkan kepalanya.
"Hhm. Aku sudah memaafkannya. Kalian boleh pergi!" sahut Zhou yang juga tidak mau memperpanjang masalah.
"Terima kasih, Panglima Zhou!" ayah Luoyi membungkukkan badannya dan juga memaksa Luoyi juga melakukannya.
Luoyi dengan perasaan kesalnya mengikuti perintah sang ayah dan segera mengikuti kepergian sang ayah. Hingga akhirnya saat mereka tiba di dekat kuil di dekat tempat pelatihan, mereka mulai berhenti.
Pria yang kira-kira masih berusia 48 tahun dengan pakaian zirah lengkapnya, kecuali pelindung bagian kepalanya, kini mulai menatap tajam Luoyi.
"Apa yang sedang berada di dalam otakmu?! Apa kamu bodoh?! Mengapa kamu bersikap layaknya orang bodoh?! Apa kamu gila telah menantang dan berkata seperti itu kepada seorang panglima perang istana?! Gunakan otakmu, Luoyi!! Dan jangan hanya mengandalkan kekuatan otot saja!" ayah Luoyi terlihat begitu murka dan tak habis pikir mengapa putranya bisa bertingkah nekat seperti itu.
"A-ayah ... maafkan aku ... tapi aku sangat kesal padanya, Ayah ... dia sudah merebut apapun dariku. Semuanya ... dia sudah merebutnya dariku, Ayah." sahut Luoyi masih saja tak terima.
"Itu karena dia berhak dan pantas mendapatkannya!! Sebagai seorang pria sejati, jika kamu ingin mendapatkan sesuatu maka kamu harus bekerja keras untuk meraihnya!" tandas ayah Luoyi denga tegas dan penekanan.
"Buktikan jika kamu juga mampu dan pantas untuk medapatkan sesuatu! Jangan membuat kerusuhan hanya dengan kebodohanmu! Atau sebaiknya pulang dan temani ibumu saja di desa!" imbuh pria dengan pakaian zirah itu kembali lalu mulai meninggalkan Luoyi begitu saja.
"Sial!! Gara-gara Zhou ayah jadi sangat marah besar kepadaku!!" geram Luoyi kesal menatap kepergian sang ayah yang kini sudah lebih dulu kembali memasuki tempat pelatihan memanah.
"Tapi, aku masih saja curiga dengan Zhou. Mengapa dia bisa terang-terangan dan sangat berani menyarankan untuk kaisar Nonuhide menolak perjodohan putri Matzu dan pangeran Zeus? Jika bukan karena Zhou menyukai putri Matzu, lalu karena apa? Apakah sebenarnya Zhou mengenal pangeran Zeus? Atau apakah ada sesuatu yang sedang disembunyikan oleh Zhou? Aku harus mencari tau!! Mungkin ini adalah peluangku untuk membalas Zhou!" gumam Luoyi mulai berpikir ke arah sana.
Pemuda itu mulai memasuki tempat pelatihan untuk berlatih kembali bersama dengan para prajurit lainnya lagi.
...⚜⚜⚜...
Sementara di tempat lainnya, tepatnya di istana Fumio. Seorang pria paruh baya sedang berada di dalam kamarnya. Duduk termenung menatap taman indah istananya yang saat ini dipenuhi dengan bunga lavender.
Semenjak kepergianmu, semua sangat berubah, Hadess. Kini ayah tak bisa berbuat banyak lagi. Kini ayah lumpuh dan menjadi tak berguna. Setelah Zeus menikah nanti, kekaisaran ini akan sepenuhnya dikendalikan oleh Zeus. Karena disaat Zeus menikah, maka aku harus memenuhi janjiku. Yaitu ... disaat putraku menikah, maka dia akan menjadi seorang kaisar dan memimpin Fumio. Andai kamu masih hidup ... pasti semua akan berbeda ...
Batin pria paruh baya itu mulai menatap sebuah mahkota kebanggaannya yang dia letakkan di atas meja kuno itu.
Happy Ending utk kekuarga Zhouuu...
Dan kita akan bertemu kembali dgn helios or Fujin....
Makasih kk q sydah memverikan karya yg luar biasaa baguss dan sgt berbeda dari karya2mu sebelumnya,kereeen bingiitss,aku suka bingiittss😍😍😍
Sukses trus dgn karya2mu akaaa,love uuuu😘😘😘😘
jafi ada 2 pangeran🤣