“Temani kesepianku, maka uangku adalah uangmu!"
Demi kesembuhan sang ibu, Ermi Azrina rela menjadi Fake Affair yang berarti ia hanya perlu menjalankan misi agar Nesya Key (istri sah) sakit hati hingga menuntut perceraian.
Mampukah Ermi menyelesaikan misinya dengan baik? Apakah mungkin Key yang sangat mencintai suaminya mau bercerai hanya karena kehadiran orang ketiga? Apa motif di balik Fake Affair yang Varon Mero lakukan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oniya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 ~ Gelisah
"Akh!" teriak Ermi terjatuh kala di dorong oleh adiknya sendiri.
"Fico!" teriak tante Devi yang datang tiba-tiba. Takut di penjarakan oleh Tante Devi, Fico pun bergegas melarikan diri.
"Astaga Ermi, kamu terluka sayang," ucap Tante Devi khawatir melihat kening Ermi yang mengalirkan darah segar.
"Tidak apa-apa, Tante."
"Tidak apa-apa bagaimana? Lihatlah keningmu berdarah, Sayang. Fico benar-benar keterlaluan," oceh Tante Devi sambil membantu Ermi bangkit dan mendudukkannya di pinggir ranjang.
"Tunggu sebentar, Tante akan ambilkan kotak p3k di rumah," Tante Devi bergegas pergi ke rumahnya.
Tak lama berselang, Tante Devi kembali datang dengan membawa kotak p3k dan juga makanan yang baru. Tante Devi tahu makanan yang sebelumnya ia berikan untuk Ermi telah direbut oleh Fico. Tante Devi membersihkan luka Ermi dengan telatan, kemudian membalutnya dengan plester luka.
"Terima kasih, tente," ucap Ermi tulus.
"Sama-sama, Sayang. Tapi, bagaimana kalau kamu tinggal di rumah tente saja, kalau tidak, Fico pasti akan selalu mengganggumu," tawar Tante Devi.
"Terima kasih atas tawarannya, Tante. Tapi, sepertinya Ermi akan sering menginap di rumah sakit," balas Ermi menolak halus.
"Iya, silahkan kalau kamu mau menginap di rumah sakit menemani ibumu. Tapi, jika kamu pulang sesekali, pulang ke rumah Tante saja. Pamanmu juga jarang pulang ke rumah, kalau ada kamu kan Tante jadi ada temennya," tutur Tante Devi.
"Baiklah, terima kasih tante."
"Sama-sama, Sayang. Sekarang istirahatlah, panggil saja Tante kalau terjadi sesuatu. Oh iya, makanannya sudah Tante bawakan yang baru, jangan lupa dimakan ya sayang."
"Iya, Tante. Sekali lagi terima kasih," balas Ermi.
"Sama-sama, Sayang. Kalau begitu Tante pulang dulu."
"Iya tente."
Setelah kepergian Tante Devi, Ermi pun melahap makanan yang tante Devi bawakan. Setelah kenyang, barulah Ermi berbaring dan mengistirahatkan tubuhnya.
***
Sebulan kemudian, Ermi menjalani harinya seperti biasa. Ke rumah sakit, membuka toko bunga. Lalu istirahat dan menginap di rumah Tante Devi.
Selama tinggal di rumah mewah Tante Devi, Fico tak pernah mendatanginya. Lantaran tak berani dengan Tante Devi. Fico masih takut di penjarakan, karena Fico pernah dipenjarakan oleh Tante Devi.
Hanya sesekali Fico datang dan mencoba masuk ke toko bunga. Tapi, usahanya gagal karena Tante Devi menempatkan seorang boddyguard di depan toko bunganya.
"Sudah malam, Sayang. Kita tutup sekarang," ujar tente Devi lembut.
"Iya, tante," jawab Ermi segera menutup toko.
"Setelah ini kamu mandi, makan, terus istirahat, ya. Tante ada perlu sebentar, kamu Tante tinggal sendiri tidak apa-apa, kan?"
"Tidak apa-apa. Tante pergi saja, Ermi akan baik-baik saja," jawab Ermi cepat.
"Baiklah, Sayang. Hati-hati di rumah ya, hubungi Tante kalau terjadi sesuatu."
Setelah kepergian Tante Devi, Ermi pun bergegas pergi ke kamar untuk membersihkan diri. Berendam di dalam buthub adalah me time paling menenangkan untuk dilakukan.
Ermi berendam cukup lama, akhir-akhir ini ia cenderung menjadi pemalas dalam segala hal. Jika tidak mengingat sang ibu di rumah sakit, Ermi lebih memilih istirahat seharian.
Ermi juga sering merasa gelisah untuk segala hal, seperti saat ini. Ia justru gelisah karena sejak liburan waktu itu, Varon tak pernah lagi memanggil atau datang menemuinya.
Bukankah aneh? Karena seharusnya ia senang tidak diganggu lagi. Tapi, Ermi justru merasa gelisah dan tak tenang. Bahkan, Ermi sering merenung, merenung apakah ada dia berbuat salah.
"Sadarlah Ermi, semua lelaki itu sama. Kamu tidak lagi menarik di matanya, karena apa yang ia inginkan telah ia dapatkan," gumam Ermi menghela napas berat.
.
.
.
tapi kok dikit banget kak.. 😁😁😁
gpp deh, yg penting masih bisa terus menikmati karyamu..
oke deh lanjut karya berikutnya..
sehat2 terus ya kak..
tetap semangat berkarya.. 😘🥰🤩😍
udh mampir di karya baru mu mak..
makasih othor 😘