Ini masih cerita tentang anggota keluarga Nikolai. Siapkan mental gaesss karena petualangan baru akan segera dimulai.
"Malyshka!!!!" Daryl selalu berteriak setiap kali dia bangun di pagi hari. Atau ketika tak menemukan Nania di dalam rumah.
Tiba-tiba saja semuanya berubah, dan mereka tak mengira akan memiliki hubungan seperti ini. Karena semuanya begitu jauh dari bayangan.
Dan bagi Nania, dialah sebaik-baiknya perlindungan.
"Lalu apalagi yang aku harapkan, jika segalanya ada pada dirimu?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fitTri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pekerjaan Di Hari Minggu
💖
💖
"Untuk nanti siang aku mau makanan seperti semalam ya?" Daryl mengirimkan pesan kepada Nania.
"Nasi liwet sama ikan bakar?" Balasan dari gadis itu.
"Iya. Tapi nanti pakai sedikit sambel ya?"
"Oke."
"Jangan lupa sayurannya."
"Iya."
"Kopinya juga."
"Baik."
Daryl tertegun.
"Mau pakai puding?" Nania membalas lagi setelah beberapa saat.
"Mau sekali." jawab Daryl diikuti emot senyum sebanyak dua kali.
Lalu pria itu meletakkan ponselnya di dekat piring berisi sarapannya. Dan dia memulai kegiatan paginya dengan penuh senyuman. Membuat orang disekitarnya merasa heran.
"Tumben pagi-pagi udah bangun?" Asha menyuapkan sarapannya.
Seperti biasa, para cucu menginap di akhir pekan untuk berkumpul dengan nenek kakek mereka.
"Iyalah, kan Om mau kerja." Daryl menyesap kopinya yang baru dituangkan sang ibu.
"Kerja? Emangnya hari Minggu Om Der kerja? Bukannya libur ya?" Aksa ikut berbicara.
"Umm …." Daryl tertegun sebentar.
Iya juga ya? Semalam kan malam minggu. Kenapa aku bisa lupa? Gumamnya dalam hati.
"Iya, memangnya ada pemotretan? Atau hal penting lainnya? Kok Mama tidak tahu?" Sofia pun tak tinggal diam.
"Itu … eee … aku baru ingat kalau ada … sesuatu yang harus aku selesaikan." Pria itu tergagap.
"Apa?"
"Sesuatu …." Daryl berpikir.
"Sepertinya aku hampir terlambat, Mom. Pergi dulu ya? Maaf tidak bisa sarapan dengan kalian." Daryl pun bangkit dan segera pergi untuk menghindari pertanyaan yang tak dia miliki jawabannya.
"Sepertinya Fia's Secret mulai sibuk, Sayang." ujar Satria yang menyesap teh hangatnya.
"Mungkin." Sofia menatap kepergian sang anak.
***
"Astaga, jam berapa ini?" Nania mengucak kedua matanya.
Dia baru saja terjaga karena mendengar bunyi ponsel yang cukup nyaring. Ternyata berasal dari nomor Daryl yang belum diberi nama.
Gadis itu bangkit seraya menyugar rambut panjangnya yang berantakan.
"Pagi-pagi udah ganggu orang tidur?" Gadis itu menatap jam di layar yang baru menunjukkan pukul setengah tujuh pagi.
"Aku masih ngantuk!!" namun Nania kembali menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur.
"Eh, ini kan hari Minggu. Kenapa Pak Daryl minta makan siang ya? Kan biasanya libur?" Dia meraih ponselnya.
"Jangan-jangan untuk di antar ke rumah Pak Satria?" Dia mengurungkan niatnya.
"Eh, masa dikirim kerumahnya? Kan pasti ada yang masak dong? Cuma nasi liwet doang pasti ada yang bikinin?"
"Ah, orang ini bikin repot deh?" Lalu dia melanjutkan niatnya untuk mengirim pesan.
"Maaf Pak?"
"Makan siangnya diantar ke mana?" Nania menunggu hingga beberapa menit namun tak kunjung mendapatkan balasan.
Akhirnya dia pun memutuskan untuk membersihkan diri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Semalam aman kan?" Nindy tiba lebih dulu dari pada yang lainnya.
Minggu pagi biasanya Amara's love cukup sibuk karena menjadi persinggahan orang-orang yang berjoging ria atau datang ke tempat Car Free Day yang diadakan tak jauh dari Nikolai Circle. Sebutan untuk area di mana gedung paling tinggi dan paling megah milik Nikolai Grup itu berada dan menjadi trade mark wilayah tersebut.
"Aman." Nania menjawab. Dia membereskan wadah bekas makan semalam yang baru dibersihkan saja.
"Semalam ada tamu lagi emang? Perasaan peralatan udah aku beresin deh sebelum pulang."
"Ada. Pas banget aku mau kunci pintu." Nania menjawab dengan santai.
"Masa? Kamu terima?"
"Iyalah, nggak enak kalau nggak aku suruh masuk. Mana udah berdiri lagi di depan."
"Duh? Berapa orang?" tanya Nindy lagi.
"Satu orang."
"Tapi wadahnya banyak ya? Pesennya emang banyak?"
"Nggak. Cuma sekalian aja aku makan bareng dia. Lumayan lah nggak kesepian pas makan." Nania terkekeh.
"Lah?"
"Nih, Pak Daryl bayar kopi sama minumannya." Dia mengeluarkan selembar uang pecahan lima puluh ribu.
"Kamu masukin di pemasukan sekarang aja lah, semalam kan udah tanggung clossing." Nania menyerahkannya kepada Nindy.
"Pak Daryl?"
"Hu'um. Kalau makanan bilang aja sama Kak Ara, pasti nggak apa-apa. Semalam Pak Daryl datang. Pesen kopi sama minumam dingin. Pas banget aku mau bikin makan, ya udah sekalian aja aku ajak makan. Kirain tuh bule nggak bakalan suka makan nasi liwet. Eh tahunya suka? Mana dia habisin punya aku lagi?" Nania tertawa.
"Apa?"
"Ada bule suka nasi liwet. Aku baru nemu. Pake tahu ikan asin lagi. Tahu nggak dia sebut ikan asin itu apa? Ikan garam. Hahaha … saking asinnya kali ya? Ada-ada aja tuh anaknya Nikolai?" Nania tak berhenti tertawa mengingat kejadian semalam.
Sementara Nindy terdiam mengerutkan dahi.
***
"Kalian udah tahu kan kalau kita dapat order dari mamanya Kak Daryl untuk pernikahan Kak Darren?" Amara bersama ke empat pegawainya duduk bersama saat pengunjung mulai sepi pada hampir siang.
"Ini menu yang mereka mau, termasuk dessert sama camilannya. Semuanya mau khusus kita buat sendiri." Perempuan itu membagikan lembaran catatan menu yang sudah dia buat.
"Banyak amat?"
"Namanya juga nikahan anak pemilik Nikolai Grup?"
"Kakak yakin semuanya mau kita bikin sendiri?" Nania membaca setiap menu yang tertera.
"Yakinlah. Aku tahu kita bisa." Amara menjawab.
"Bukan masalah bisa atau nggaknya sih. Tapi tenaga untuk ngerjainnya, Kak." Nania memperjelas maksud ucapannya.
"Orang tambahan maksudnya?"
"Iya."
"Tenang. Kita bisa minta bantuan Kak Galang."
"Memangnya Pak Galang bisa masak?" Nindy menoleh kepada pria yang asyik menonton televisi di meja kasir untuk menonton balapan sahabatnya.
"Bukan Kak Galang yang masak. Tapi minta bantuan dia untuk ngadain tenaga yang kerja." Amara menjelaskan.
"Oh …." Empat pegawainya mengangguk secara bersamaan.
"Kita yang proses, anak buahnya Kak Galang yang beresin." lanjut Amara.
"Curiga bayarannya gratis?" Ardi bergumam.
"Hehehe, itu gunanya punya suami orang nomor dua di Nikolai Grup." Perempuan itu tergelak.
"Dih, giliran yang gratisan aja semangat." cibir Raka.
"Heh, ini uang lebihnya buat kaian juga tahu. Memangnya kalian mau aku bayar sedikit untuk bikin makanan pesta ini?" Amara berujar.
"Ya nggak juga lah. Kerjaannya berat." jawab Ardi.
"Makanya. Udah, kalau soal yang kerja biar aku yang mikirin. Kalian siapin stamina sama mental aja untuk masak."
"Oohh … itu sih pasti." Mereka dengan semangatnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Bapak nggak salah nih, hari Minggu gini kerja?" Nania seperti biasa menata kotak makan dan menyiapkan air minum untuk Daryl.
"Ya … kalau tidak ada yang harus diselesaikan mana mau aku ke sini?" Pria itu melahap makanannya.
"Saya pikir kerjaan kayak gini libur kalau akhir pekan." Nania belum berniat untuk pergi.
"Biasanya begitu."
"Sering ada kerjaan nggak terduga ya?" ujar Nania.
"Ya, begitu." Daryl mengunyah makanan lalu menelannya dengan cepat. Perutnya sudah keroncongan karena dia menahan laparnya sejak pagi.
Meski sebenarnya dia bisa membeli makanan lain, namun pria itu memutuskan untuk menunggu.
Nania terdiam untuk beberapa saat. Lalu dia ingat harus mengantar makanan untuk neneknya. Dan gadis itu hampir saja berpamitan ketika Daryl memanggilnya.
"Nna?" katanya.
"Ya Pak?"
"Duduklah, kenapa kamu berdiri terus di situ?" ucap Daryl yang masih mengunyah makanannya.
"Apa?"
"Duduk." Pria itu menepuk sisi kosong disampingnya.
Nania tertegun.
"Nna?"
"Ya Pak?"
"Sebaiknya kamu …."
"Maaf Pak, saya harus pergi. Ada banyak kerjaan di kedai, dan lagi saya harus ngerjain sesuatu." Gadis itu berjalan mundur.
"Iya, maksudku …."
"Saya pamit Pak." Lalu Nania segera pergi dari sana.
"Ish! Gadis itu kadang-kadang mengesalkan! Aku kan mau mebgingatkannya untuk pulang juga?" Daryl menggerutu, namun dia melanjutkan kegiatan makannya.
💖
💖
💖
Bersambung ...
Yang udah ada votenya, ditunggu ya.
yang mau kirim gift juga, ayo dong.
😘😘😘
semangat terus kak Fit, tambah sukses dan selalu bahagia 🤲