Galvin adalah seorang playboy kelas kakap, tidak ada cinta di hatinya untuk semua wanita yang dia kencani, karena dia hanya mencintai cinta pertamanya yang telah dikira mati.
Namun, malam itu dia tiba-tiba dijebak oleh Hana, sekretaris barunya, sehingga dia harus menikahi sang sekretaris cantik tersebut.
Galvin baru menyadari bahwa Hana adalah seorang wanita yang misterius dan ternyata Hana ingin menikah dengannya untuk balas dendam.
Kesalahan apa yang dilakukan oleh Galvin sehingga Hana ingin menghancurkan hidupnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23
Sudah satu minggu Galvin dan Hana tinggal satu rumah. Tentunya di rumah Galvin, namun ada saja pertengkaran diantara mereka apalagi tingkah Hana yang membuat Galvin sangat jengkel. Seperti memasak makanan yang terlalu pedas sampai Galvin harus keluar masuk kamar mandi, atau juga masakannya yang terlalu asin, pokoknya wanita itu membuat moodnya tidak baik.
Di rumah mereka seperti Tom and Jerry, sedangkan di kantor mereka seperti atasan dan bawahan.
Hana sudah berusaha untuk mencari file penting atau berkas penting tentang perusahaan namun dia belum tau juga Galvin menyimpannya dimana, apalagi laptopnya memakai pasword. Padahal Hana juga ingin mencari ponsel Anya, siapa tau Galvin menyimpan ponselnya Anya.
"Hana tolong buatkan ini..."
"Hana tolong buatkan itu..."
"Hana bereskan ini..."
"Hana bereskan itu..."
Bahkan Galvin juga selalu menyuruh Hana dengan semena-mena pada istri sirinya itu. Seperti sekarang Galvin tengah asik menonton sepak bola, dia menyuruh Hana untuk membuatkannya teh manis.
"Nah ini teh manis pesanannya." Hana mengatakannya sambil dengan memelototkan matanya menatap Galvin dengan geram.
Galvin tak berkata apa-apa, dia fokus menonton bola lalu mengambil teh manis itu dia atas meja. Dan menyeruputnya.
"Puahhhh..."
Galvin langsung menyemburkan teh manis itu, karena yang Hana berikan bukan teh manis tapi teh asin.
Hana menahan tawa melihat Galvin yang nyengir keasinan, dia pura-pura sok polos, "Lho kenapa dengan teh manisnya?"
"Kamu pasti sengaja kan ngerjain aku!" Galvin mengatakannya dengan nada kesal.
"Oh nggak, memangnya kenapa?" Hana pura-pura polos.
"Akhir-akhir ini kamu sering buat aku kesal, kamu pasti sengaja kan?"
"Itu hanya perasaan kamu saja, aku gak begitu."
Ting-Tong...
Pembicaraan mereka terhenti begitu mendengar suara bell berbunyi.
"Siapa sih ganggu saja malam-malam begini!" Gerutu Galvin.
Galvin segera membuka pintu, betapa terkejutnya dia saat melihat siapa yang datang. Rupanya Oma Rosa dan Opa Reza. Mereka sengaja datang karena ingin melihat istrinya Galvin.
"Oma, Opa, mau apa kesini?" Tanya Galvin, dia paling takut sama Opa nya.
"Mau lihat cucu menantuku, mengapa diantara cucuku gak ada yang menikah dengan benar, selalu dadakan. Gak Ghisell, gak kamu." Opa Reza malah mengomel.
Galvin menggaruk kepalanya yang gak gatal, dia memang tidak bisa melawan pada opanya itu.
Hana terpaksa menyambut kedatangan Oma dan Opanya Galvin, dia terpaksa bersikap ramah pada mereka. "Oma, Opa." Hana mencium tangan mereka satu persatu.
"Wah cantik sekali cucu menantu kita." Oma Rosa memuji kecantikan Hana.
"Terimakasih Oma. Oma juga cantik." Hana balik memuji Oma Rosa.
Galvin malah menahan tawa karena aslinya Oma Rosa kelihatan begitu keriput.
Oma Rosa sangat tersanjung dengan pujiaan Hana, dia langsung merangkul Hana, "Aduuhhh udah cantik, baik lagi. Galvin gak salah memilih seorang istri."
Galvin ingin mual mendengar pujian Oma Rosa untuk Hana, karena baginya Hana sama sekali tidak baik, wanita itu sangat menyebalkan.
"Opa juga gak kalah dengan opa-opa di Korea, masih terlihat tampan." Hana memuji Opa Reza yang berwajah garang itu.
Opa Reza terkekeh, dia meraba wajahnya sendiri, "Yang benar kamu?"
"Iya, kelihatan awet muda."
Hana sukses membuat Oma Rosa dan Opa Reza menyukainya. Wanita itu begitu terlihat manis dan sangat lembut juga sopan pada mereka. Berbeda sikapnya saat berduaan dengan Galvin, sampai Galvin bingung sifat aslinya yang mana.
Setelah lama bercengkrama dan Hana menjamu Oma Rosa dan Opa Reza dengan makanan yang lezat, mereka semakin menyukai Hana. Bahkan untuk pertama kalinya Galvin merasakan makana Hana yang enak, biasanya suka keasinan atau kepedesan.
Galvin hanya diam menatap ketiga orang yang haha hihi menceritakan kejadian lucu yang mereka alami. Padahal hari ini dia ingin pergi menemui Lea. Tapi terpaksa tidak jadi.
"Hmm... sudah malam, lebih baik kalian tidur gih." Oma Rosa menyuruh Hana dan Galvin untuk tidur duluan.
"Emm... oh iya Oma." Hana bingung mau tidur dimana, gak mungkin mereka tidur terpisah di dekat Oma dan Opanya Galvin.
Drrtt...Drrtt...
Dia mendapatkan pesan dari Galvin, padahal Galvin sedang berada di sampingnya.
[Tidur di kamarku saja. Oma dan Opa tidak boleh tau kita tidur terpisah.]
Hana menghela nafas, karena dia tidak ingin satu kamar lagi dengan Galvin, walaupun dulu saat menginap di kediaman papanya Galvin tidak terjadi apa-apa. Tapi dia yakin Galvin tidak akan berbuat macam-macam padanya. Dia pasti akan menghajarnya.
"Hmm... kalau begitu kami tidur duluan ya Oma, Opa." Galvin meraih tangan Hana agar terlihat mesra.
"Iya buat cicit yang banyak untuk kami ya." ucap Oma Rosa.
Wajah Galvin dan Hana memerah mendengarnya.
Namun Oma Rosa merasa dia melupakan sesuatu, "Astaga Oma lupa, ini ada kado dari Oma buat cucu menantu Oma." Oma Rosa menunjukkan paper bag pada Hana.
"Ya ampun Oma tidak perlu repot-repot padahal."
"Sama sekali tidak merepotkan. Sini Oma dandani kamu, masa mau tidur bareng suami pake pakaian begitu, bagaimana kami mau cepat punya cicit coba."
Hana dan Galvin saling melirik.
"Oh gak usah Oma!" Galvin dan Hana mengatakannya hampir bersamaan.
Namun Oma Rosa tak ingin mendengarkannya, dia menarik tangan Hana. "Ayo ikut Oma, sebagai seorang istri harus bisa menyenangkan suami. Contohnya di dalam penampilan."
...****************...
Hana sangat malu sekali saat Oma Rosa menyuruhnya memakai lingerie, bagaimana bisa dia memakai pakaian begitu di depan Galvin, bagaimana kalau Galvin tiba-tiba menerkamnya.
"Nah begini cantik sekali dan seksi, jangan malu, kita ini sesama wanita. Opa Reza sudah tidur."
"Emmm... iya Oma, tapi..."
"Ya udah cepat sana temui Galvin, Oma yakin malam ini pasti habis belasan ronde." Oma Rosa terkekeh.
Hana meneguk saliva mendengarnya. Yang ada dia akan ketahuan kalau dia masih perawan. Dan juga dia tidak boleh membiarkan Galvin menikmati tubuhnya.
Saat itu mereka sedang berada di luar kamar Galvin.
"Cepat masuk!" perintah Oma Rosa.
"Emmm... iya Oma."
Hana menarik nafas dalam-dalam, dengan hati yang berdebar dia membuka pintu kamar Galvin.
Ceklek!
Galvin yang sedang duduk diatas kasur, dia lagi asik main game di ponselnya, dia langsung menoleh ke arah Hana yang baru masuk ke kamarnya. Seketika ponselnya terjatuh, matanya membulat, dia terperangah begitu melihat penampilan Hana yang sangat seksi itu.
...****************...
...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...
...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...
...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalian....
...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya....