NovelToon NovelToon
Di Nikahi Calon Kaka Ipar

Di Nikahi Calon Kaka Ipar

Status: tamat
Genre:Romansa / Angst / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: R.F

"Aku memang sanggup untuk menghapus namanya dan menggantikannya dengan nama suamiku di hatiku, tapi apa aku sanggup terus mempertahankan rumah tanggaku tanpa cinta dari suamiku? Yang selalu enggan untuk menyentuhku untuk lebih intim?" batin Suci

"Sampai kapan kamu tidak mencintaiku? Sampai kapan kamu akan terus belajar mencintaiku? Apa perlakuan manisku tidak bisa menggerakan hatimu walau pun sedikit saja Uci?" batin Arkan

"Bunda mohon nak, jadikan kakamu istri ke dua Arkan." ucap Anisa

Akan'kah rumah tangga Arkan dan Suci tetap utuh di saat Bunda dari Suci meminta Suci untuk menyutujui kakaknya menjadi istri ke dua dari suaminya?

Akan'kah Suci merelakan suaminya untuk kakanya sendiri di saat ia sudah mengandung benih dari suaminya karena menikah dengan dua wanita bersaudara kandung adalah haram? Atau Suci tetap mempertahankan rumah tangganya karena kakanya yang membatalkan pernikahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.F, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB. 23 Calon kekasih halal

Setelah kejadian semalam Suci jauh lebih baik, pikirannya juga jauh lebih tenang, sekarang ia siap-siap untuk keluar dari hotel, ia sesekali tersenyum, ternyata jauh lebih tenang saat banyak masalah itu menenangkan diri seorang diri, dan hanya mencurahkan semuanya pada ya rabbnya. Suci keluar dari hotel pukul 10.00WIB, kalau ia pagi-pagi pulang orang di rumah bisa curiga, Bandung dan Jakarta itu sangat jauh, tentu saja ia pulang sedikit siang. Suci yang akan masuk ke dalam mobil tiba-tiba di panggil oleh sesaorang yang tentu saja suaranya ia kenal.

" Suci!"

Suci langsung melihat ke arah suara yang menampilkan Arkan, sedang di dorong oleh Rangga, dan dua orang wanita, yang satu berpakaian sangat seksi dan satu lagi bepakaian sangat formal, lalu ia langsung menundukan pandangannya lagi sambil menunggu mereka.

" Kamu habis ngapain dari hotel Uci? Rumah kamu juga dekat dari hotel ini? Tidak mungkin kamu habis menginap di sini?"

Arkan langsung membrondong pertanyaan pada Suci, ia menatap mata Suci yang menunduk, bisa ia lihat kalau Suci jauh lebih baik dari kemarin.

" Iya kak, Uci menginap di sini."

" Pakaian saja tertutup rapih, tapi belum tentu kepribadiannya benar-benar bersih. Apa lagi keluar dari hotel seorang diri, saya tidak menjamin kalau Gadis di depan kita itu tidur sendiri."

Enjel berbicara seperti sedang mengejak Suci, terutama ia tidak suka saat Arkan membrondong banyak pertanyaan dan terlihat kuatir pada Suci, terlebih Enjel sudah menaruh perasaan sejak lama pada Arkan. Suci langsung mengangkat kepalanya, ia menatap ke arah Enjel sambil tersenyum di balik cadarnya.

" Maaf bu, saya sama sekali tidak punya urusan sama anda, jadi tolong jaga bicara anda."

Sedangkan Arkan sudah mengepalkan tangannya, ia ingin sekali marah-marah pada Enjel saat Suci di rendahkan, tapi ia takut kalau Suci menilai ia sebagai lelaki pemarah, walaun pun ia hanya ingin membela Suci, tapi tetap saja ia belum tau kepribadian Suci, ia takut Suci menilai sifatnya buruk. Suci langsung menundukan pandangannya lagi

" Maaf kak, Uci semalam lari dari masalah, jadi Uci menginap di hotel."

" Uci, jangan pernah lari dari masalah, selsaikan masalahmu baik-baik, lari dari masalah tidak akan menyelsaikan masalah."

" Uci tau kak, tapi Uci butuh ketenangan, untuk semalam saja Uci kabur dari masalah."

" Tidak apa-apa kamu lari dari masalah ke hotel untuk menenangkan diri, dari pada lari ke club malam seperti kita, itu jauh lebih baik."

Rangga berbicara sambil tersenyum, ia sekarang mengagumi kepribadian Suci, setidaknya Suci tidak seperti wanita yang ia kenal, yang lari dari masalah hanya dengan minum alkohol.

" Iya kak Rangga."

" Kamu sekarang mau kemana Uci? Pernikahanmu itu sudah tinggal 3 hari lagi, kata orang tua bilang tidak baik kalau calon pengantin keluyuran terus."

" Uci hanya mengikuti jejak calon suami yang pagi-pagi sudah habis dari Restoran, yang penting Uci tidak seperti calon suami yang pagi-pagi sudah di sambut dengan wanita menggoda iman."

Rangga tertawa saat mendengar ucapan dari Suci, ia pikir Suci akan selalu bersikap formal, ternyata tidak, Suci orangnya mudah bergaul. Sedangkan Arkan yang mendengar ucapan Suci, hatinya menghangat, saat Suci mengakuinya calon suami.

" Calon suamimu ini masih harus bekerja Uci, jadi ia keluar untuk menyelsaikan pekerjaan."

Enjel dan sekretarisnya hanya menatap Rangga dan Arkan secara bergantian saat mendengar Rangga mengatakan calon suaminya masih harus bekerja, ia bingung siapa sebenarnya calon suami Suci?

" Kak Rangga jangan tertawa, pagi-pagi sudah tertawa"

" Habis kamu gemesin, kalau saja kamu bukan calon istri dari sahabat saya, sudah saya nikain paksa."

" Astaghfrullah kak Rangga, belum punya istri juga?"

" Belumlah Uci, tapi kalau sekedar icip-icip dan celub-celub sudah sering."

Suci menggeleng pelan, pembicaraan Rangga menurutnya sudah tidak sehat, Rangga sudah mengatakan hal pulgar. Sedangkan Arkan yang mendengar jawaban dari Rangga, ia tidak enak hati pada Suci.

" Uci, pulang gih, cepat selsaikan masalah kamu, jangan lama-lama di luar rumah, saya tidak rela banyak orang yang memandang mata kamu."

" Iya emang yang terlihat cuma matanya saja Arkan! Heran gue kenapa lo jadi posesif?!"

Rangga tidak menyadari jawaban yang pulgar tadi, ia hanya sedikit bingung kenapa sahabatnya itu menjadi posesif, hanya matanya saja yang terlihat tidak boleh?

" Iya calon kekasih halal Uci. Uci pulang dulu, kaka harus hati-hati. Assalamualaikum."

" Sejak kapan jadi gombal Uci?"

Arkan sangat senang saat mendengar ucapan Suci yang sudah mengatakan ia calon kekasih halalnya. Suci tidak menjawab, ia langsung masuk ke dalam mobil, pipinya merasa panas, sejak kapan ia menjadi bersikap konyol pada Arkan? Setelah Suci tidak menjawab pertanyaannya akhirnya Arkan menjawab salam dari Suci.

" Wa'alaikumsalam."

Suci langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, ia tidak menyangka kalau di setiap perjalanannya selalu saja bertemu dengan Arkan. Setelah sekitar 10 menit, Suci sampai di pekarangan rumah. Suci langsung turun dari mobil sambil membawa barang-barangnya dari pesantren.

" Assalamualaikum."

" Wa'alaikumsalam."

Semua yang di dalam menjawab salam serempak, karena pintu rumah itu memang sudah terbuka dari tadi. Suci langsung menyalami mereka semua, lalu berhenti di depan sang kake, ia memeluk kakenya sangat erat, dan kakenya yang bernama Rendra juga membalas pelukan dari Suci

" Kake, Uci kangen banget."

" Kangen kake, tapi kamu kemarin tidak pulang, kake nunggu kamu sampai malam, tau-tau jam 9 malam kamu bilang tidak pulang."

" Iya maaf kek, Uci juga butuh kangen-kangenan sama teman-teman Uci."

" Iya kake maafin."

Mereka langsung melepaskan pelukannya. Siska dan Sisil sebenarnya cemburu pada kelakuan kakenya yang hangat hanya pada Suci, memang ucapan Sulis kemarin itu benar adanya, kalau Rendra hanya menyayangi Suci, walau pun Rendra sayang pada cucu-cucunya, tapi hanya Suci yang tidak pernah di bentak oleh Rendra.

" Sudah makan sayang?"

" Uci sudah makan."

Rendra memegang pergelangan cucunya untuk menyuruhnya duduk.

" Sayang yakin akan menikah dengan Arkan?"

" Yakinlah kek."

Rendra mengelus kepala Suci yang masih tertututup hijab.

" Cucu kake memang sudah dewasa, tapi kalau ada masalah apa pun nanti di dalam rumah tangga kamu, kake hanya pesan selsaikan baik-baik masalahnya, kalau suami akan memberi penjelasan, berilah waktu untuk suamimu menjelaskan, intinya apa pun itu kamu harus percaya pada suamimu, jangan pernah mendengar kata orang, sebelum kamu memiliki bukti."

Suci mengangguk pelan, ia tau kalau menikah itu tidak seindah yang di bayangkan, contohnya kisa percintaannya saja begitu rumit, tentu pernikahan juga begitu rumit, apa lagi ia belum mengenal sifat Arkan yang sesungguhnya, ia hanya tau kalau Arkan adalah lelaki baik dalam penilaian dari masa lalunya.

" Ingat, jadi istri yang bisa menutup aib suamimu, jangan jadi istri yang membuka aib suamimu."

Lagi-lagi Suci hanya mengangguk pelan

" Kake hanya berharap kalau pernikahan kamu seperti Bunda dan Ayah, di pisahkan karena Ayah sudah kembali padanya."

" Amin kek, semoga saja seperti itu, Uci juga berharap seperti keinginan kake pada Uci."

1
juwita
Luar biasa
juwita
hama dmn2
julia sorong
Luar biasa
julia sorong
Buruk
Just Reader ^-^
rumah apa hotel thor?
Just Reader ^-^
ak padamu uciii
syifa
karya yang menguras emosi
..
bagus
🍒Nungma🍃
assalamualaikum kak author
ceritanya bagus kak,,,,,alurnya menarik gak membosankan,, and maafken kak aku gak komen per bab,, aku lebih suka komen setelah tamat baca ceritanya,,, yok kak lebih semangat lagi yokk😉😉😉
R.F: wa'alaikumsalam
terima kasih kak
total 1 replies
Cia Sanu
novel yg sangat bagus
R.F: terima kasih kak
total 1 replies
Maya Jutsu
👍👍👍
R.F: mksh kk
total 1 replies
Juan Sastra
ibu yg tidak berakhlak,,
Juan Sastra
keberatan dengan kata iya thorr,,
umpama,, bertanya, "tempat pendaftarannya dimana ya ? gitu thorr !!
bukan di mana iya ?..🙏🙏🙏
Juan Sastra
asal jangan mengecewakan aja thorr karyamu misalnya poligami gitu,,karena sibnosis di depan kayak ada berbagi cinta gitu..nyesek aja jika harus berbagi suami
Qilla
namen lagi
Qilla
namen lagi namen lagi
R.F: tinggal baca aja ribet, enggak suka iya enggak usah baca
total 1 replies
Susy Qween
ya Allah rumahna kaya gedung aja 15 lantai😁
Nurmiati Aruan
ngomong langsung dong....biar istrinya tau...
Nurmiati Aruan
salah paham maning...hadeeehhh...🤦
Nurmiati Aruan
ampun deh ini mereka berdua...bikin gemes...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!