NovelToon NovelToon
Mempelai Pengganti Tuan Muda

Mempelai Pengganti Tuan Muda

Status: tamat
Genre:CEO / Pengantin Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:533.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aina syifa

Menikahi anak pembantu, bukanlah keinginannya.

Fabian terpaksa menikah dengan Syanum karena paksaan ayahnya.

Saat calon istri Fabian kabur meninggalkan pernikahan mereka, Fabian begitu sangat kecewa karena ayahnya memaksanya untuk menikah dengan anak sang sopir yang di jadikan mempelai pengganti, untuk menggantikan calon istri Fabian yang kabur.

Bagaimanakah rumah tangga Fabian dan Syanum.

Apakah akan bertahan lama, atau akan berakhir dengan perceraian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aina syifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekhawatiran Bu Reva

"Bohong! aku nggak percaya sama kamu Mas."

"Terserah kamu Lisa. Kamu mau percaya atau tidak, itu urusan kamu. Yang penting, aku udah mengatakan yang sejujurnya sama kamu."

Seorang Suster, buru-buru menghampiri Fadlan.

"Dokter Fadlan. Ada pasien kritis Dok," ucap Suter.

"Oh, iya. Saya akan segera ke sana."

Sebelum pergi, Fadlan menatap Lisa.

"Urusan kita belum selesai Lis. Kamu nggak boleh kabur dari sini, sebelum gadis itu siuman! kamu harus bertanggung jawab dengan semua perbuatan kamu."

"Iya Mas. Aku tahu. Aku nggak akan lari dari masalah ini."

Fadlan kemudian melangkah pergi mengikuti Suster. Sementara Lisa, kembali ke tempat di mana Syanum di rawat.

"Mbak, gimana Syanum? apa dia udah siuman?" tanya Lisa pada Mbak Asih.

"Saya belum melihatnya ke dalam," jawab Mbak Asih.

"Ya udah. Kita lihat ke dalam. Barang kali, dia sebentar lagi siuman," ajak Lisa.

Mbak Asih dan Lisa, buru-buru melangkah untuk melihat kondisi Syanum di dalam.

Syanum tiba-tiba saja mengerjapkan matanya, saat Lisa dan Mbak Asih masuk ke dalam.

Syanum menatap ke sekeliling.

"Aku ada di mana? aduh, kenapa kepalaku sakit banget begini." Syanum masih memegangi kepalanya yang sakit.

"Non. Non udah sadar?" tanya Mbak Asih.

Syanum menatap Mbak Asih.

"Aku ada di mana Mbak? apa yang terjadi denganku?" tanya Syanum.

"Non. Tadi Non kecelakaan di jalan. Dan Dokter Fadlan yang membawa Non ke sini," jawab Mbak Asih.

"Oh, siapa dokter Fadlan?" tanya Syanum.

Syanum mencoba beringsut duduk.

"Syanum. Jangan paksakan duduk dulu Syanum. Kamu belum pulih benar," ucap Lisa.

Syanum menatap Lisa. Dia tampak terkejut saat melihat Lisa.

"Kamu, siapa?" tanya Syanum.

"Kenalkan, aku Lisa." Lisa mengulurkan tangannya.

"Syanum." Syanum dan Lisa kemudian bersalaman.

"Maafkan aku Syanum. Aku yang sudah membuat kamu seperti ini. Gara-gara aku bawa mobil ngebut-ngebut, kamu jadi kecelakaan."

"Oh, jadi kamu yang sudah membawa aku ke sini?" tanya Syanum.

"Iya. Aku dan Mas Fadlan yang membawa kamu ke sini."

"Makasih banyak ya. Sudah mau menolongku."

"Syanum. Aku minta maaf ya. Aku benar-benar khilaf. Hampir saja aku mencelakai kamu Syanum. Aku tidak tahu, bagaimana nasib kamu, jika aku tidak ngerem mobil aku."

"Iya Mbak. Nggak apa-apa. Ini cuma kecelakaan kecil saja. Nggak ada yang perlu kamu khawatirkan. Karena aku nggak apa-apa."

"Syanum. Aku janji, aku akan bertanggung jawab penuh, atas semua perbuatan yang sudah aku lakukan sama kamu. Aku akan membiayai semua biaya pengobatan kamu sampai kamu sembuh."

"Iya Mbak."

"Jangan panggil aku Mbak Syanum. Kita itu sepertinya sepantaran. Aku ngerasa tua aja, kalau dipanggil Mbak."

Syanum mengangguk dan tersenyum.

"Iya Lis. Jangan nyalahin diri kamu sendiri. Semua ini sudah musibah."

***

Sejak tadi, Bu Reva masih mondar-mandir di ruang tengah.

"Ke mana ya, Mbak Asih dan Syanum. Ke pasar kok lama sekali," ucap Bu Reva.

"Iya ya Ma. Nggak biasanya mereka seperti itu. Dan mereka juga nggak hubungi kita ya Ma," Dila menimpali.

Bu Reva menatap Dila.

"Ke mana kira-kira mereka ya Dil?"

"Mama udah hubungi Syanum belum?" tanya Dila.

Bu Reva menggeleng."Belum."

"Ya udah. Sekarang mama hubungin Syanum. Syanum bawa ponsel kan?"

"Nggak tahu. Mama akan coba dulu telpon Syanum."

Bu Reva kemudian duduk kembali di sofa dan mengambil ponselnya yang ada di atas meja.

Bu Reva kemudian menelpon Syanum.

"Halo Syanum. Kamu ada di mana Nak?"

"Halo Nya. Ini Asih Nya. Bukan Non Syanum."

"Mbak Asih. Ke mana aja kalian ini? kenapa ke pasar lama sekali? ke mana Syanum?"

"Non Syanum ada di rumah sakit Nya. Dia sedang di rawat di rumah sakit, karena kecelakaan."

"Apa! kecelakaan? yang benar aja Mbak Asih? terus, bagaimana kondisinya?"

"Tenang aja Nya. Kondisi Syanum baik-baik aja kok. Dia cuma luka ringan saja. Nanti sore, juga sudah boleh pulang kok."

"Ya udah. Cepat pulang ya! jangan membuat saya dan Dila jadi cemas."

"Iya Nya."

"Sekarang Syanumnya ke mana? kenapa handphonenya ada sama kamu?"

"Dia lagi tidur Nya. Habis minum obat langsung tidur."

"Ya udah. Tapi benar kan, dia tidak apa-apa?"

"Iya. Dia tidak apa-apa. Nyonya tidak usah khawatir."

"Ya udah, jagain menantu saya ya Mbak Asih. Assalamualaikum."

"Wa'alakiumsalam."

Setelah memutuskan saluran telponnya, Bu Reva menatap Dila.

"Ada apa Ma? apa yang terjadi?" tanya Dila khawatir.

"Katanya Syanum kecelakaan," jawab Bu Reva.

"Apa! kecelakaan? terus, bagaimana keadaan dia Ma?"

"Katanya sih, dia baik-baik saja, karena tidak ada luka yang serius."

"Emang kecelakaan apa sih Ma?"

"Mama juga nggak tahu. Tadi mama lupa nanya ke Mbak Asih."

"Duh, kasihan sekali Syanum."

'Kenapa, cobaan terus menerus terjadi di keluargaku. Apa sebenarnya dosa dan salahku,' batin Bu Reva.

****

Syanum, Mbak Asih, dan Lisa sudah melangkah ke luar dari rumah sakit. Setelah Lisa selesai membayar biaya administrasi rumah sakit, Lisa kemudian melangkah untuk mengantar Syanum dan Mbak Asih sampai ke parkiran.

"Syanum. Aku akan antar kamu sampai ke rumah kamu ya," ucap Lisa.

"Iya Lis. Makasih ya."

Setelah keluar dari rumah sakit, Syanum dan Mbak Asih kemudian mengikuti Lisa ke tempat parkir. Di sana, sudah ada Fadlan yang sedang menunggu mereka. Fadlan akan mengantar Syanum dan Mbak Asih pulang.

"Syanum. Besok kamu jangan terlalu banyak melakukan aktifitas dulu. Karena luka-luka kamu belum kering betul. Kamu istirahat dulu Syanum," ucap Fadlan.

Syanum mengangguk."Iya Dok."

Dokter Fadlan kemudian membuka pintu belakang mobilnya dan menyuruh Syanum dan Mbak Asih masuk.

"Silahkan kalian duduk di belakang. Biar aku dan Lisa duduk di depan."

Syanum dan Mbak Asih kemudian masuk ke dalam mobil Fadlan. Setelah itu, Fadlan membuka pintu mobil depannya untuk Lisa. Lisa kemudian masuk ke dalam mobil Fadlan dan duduk di depan.

Setelah tiga orang itu masuk ke dalam mobil, Fadlan kemudian mengikuti mereka masuk dan dia lekas mengemudikan mobilnya.

"Mas. Aku mau ngambil mobil aku dulu," ucap Lisa.

"Kamu nggak mau ikut ngantar Syanum sampai rumah?" tanya Fadlan.

"Kayaknya aku nggak bisa Mas. Papa lagi nungguin aku di rumah. Tadi dia nelponin terus. Nggak apa-apa kan Syanum, Mbak Asih, kalau kalian pulang sama Fadlan?"

"Iya. Nggak apa-apa Lis," jawab Syanum.

"Baiklah."

Fadlan kemudian melaju ke arah di mana Syanum kecelakaan. Karena tadi pagi, Lisa meninggalkan mobilnya di sana.

Sesampai di jalan dekat pasar, Lisa kemudian turun. Begitu juga dengan Fadlan yang mengikuti Lisa turun.

"Lisa. Ingat pesan aku. Jangan pernah kamu bawa mobil ngebut-ngebut lagi. Kalau sampai polisi lihat, bisa kena tilang kamu. Untuk aja jika cuma kena tilang. Bagaimana kalau kamu nabrak orang atau kamu sendiri yang kecelakaan."

"Iya Mas. Aku tahu. Dan aku nggak akan ngulangin hal itu lagi."

Lisa kemudian masuk ke dalam mobilnya. Sementara sejak tadi, Fadlan masih memberikan nasihat pada kekasihnya agar dia selalu berhati-hati dalam mengendarai mobilnya.

Setelah Lisa pergi meninggalkan tempat itu, Fadlan kemudian masuk kembali ke dalam mobilnya. Dia kemudian mengantar Syanum dan Mbak Asih pulang ke rumah mereka.

1
sutiasih kasih
hina aj trus.....
g sadar apa.... org yg km hina" & km rendahkn itu sdh mnyelamatkn nama baik keluargamu yg sdh di coreng permpuan trcintamu fabian🙄🙄
Mazree Gati
FEBIAN GOBLOK BUKANYA MENCARI MARIO,TOLOL
MommaBear
Luar biasa
Eva Novianty
bagus
Abil Wibowo
yaalloh tamat
Mesri Simarmata
lanjut
Mesri Simarmata
tetap semangat Thor
Nani kusmiati
senang nya liat syanum dan Fabian bahagia🥰🥰🥰.
Nani kusmiati
semoga mereka berjodoh duda vs janda, tetap semangat author 👍🏻👍🏻👍🏻
Lhelie
ah sudahlah gk tau lagi aku
Lhelie
ih lama² mles sama mentari tetep saja jahat
Lhelie
bikin otaknya mentari sadar thor bikin gedek aja lama²
Daryati Idar
lanjut thor
visi Sembiring
thor jgn pisahkan fabian dan syanum tp bongkar kebusukan mentari dan buat mentari dpt karmanya jgn bertele2 thor
Lhelie
kok tambah rumit sih critanya
Daryati Idar
mentari kenapa kamu ngamuk
Lhelie
sudah gila mentari
Lhelie
duh lama² males sama syanum jangan kalah dong sama bibit pelakor singkirkan tuh peot mentari
Galuh Setya
hedew lama2 bosrn ma sikap syanum. maaf thor
qtine
hedehhhh .... lama amatt ya akur nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!