NovelToon NovelToon
Akan Kubalaskan Dendamku

Akan Kubalaskan Dendamku

Status: tamat
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Chicklit / Tamat
Popularitas:949.8k
Nilai: 4.6
Nama Author: Rika Gumay

Sakit hati akibat diperlakukan tidak adil oleh keluarganya, hingga dia harus diasingkan di luar negeri.
Ericka Victoria kembali membawa misi balas dendam terhadap keluarganya itu. Apalagi setelah dia mendengar kakak perempuannya, Reva harus dipaksakan menikah dengan mafia kejam.
Dia tidak ingin kakaknya menjadi korban juga akibat kekejaman ayah dan ibu tirinya itu.
Belum lagi rahasia yang mengungkapkan identitas asli mendiang ibunya, dan kematian ibunya yang diakibatkan oleh ibu tirinya.
Keluarganya hancur oleh ibu tirinya itu, demi menguasai harta ayahnya dia rela melakukan apa saja.
Akankah Ericka Victoria berhasil membalaskan dendamnya dan bisa menyelamatkan kakak perempuannya? Atau sebaliknya?
Benarkah Mendiang Ibunya pewaris dua keluarga besar di kerajaan bisnis permata terbesar di kotanya itu?
Ericka Victoria akan menjadi putri kaya raya penuh kuasa atau kembali menjadi upik abu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rika Gumay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Si kembar stella dan Stellie

Sementara itu, Reva sudah menyusun rencana untuk membalas mereka para pembully adiknya itu.

Saat ini dia berada disalah satu kantor milik temannya, dia berencana membalas mereka dengan cara elegan dan kejam, target pertamanya adalah kedua teman Julia itu.

Dia pikir, akan lebih mudah memberi peringatan kepada keduanya karena terlihat mereka sangat ketakutan kepadanya.

Dua anak perempuan itu merupakan si kembar Stella dan Stellie, keduanya dari kalangan menengah. Mereka mau berteman dengan Julia dan Della karena mereka memiliki kelas strata sosial tinggi.

Jadi dengan bergaul dengan mereka, otomatis level mereka juga naik. Mereka tak peduli dianggap babu untuk kedua temannya itu.

Yang penting kehidupan mereka jadi lebih baik, meskipun mereka harus mengikuti maunya Julia dan Della.

Pernah mereka melakukan hal kotor untuk Julia dan Della hanya demi sebuah tas, sepatu atau baju bermerk terkenal. kalau perlu menjilat kotorannya pun mereka mau asal dibayar mahal.

Sekarang mereka sudah tak berkutik dan tak bisa berbuat apa-apa lagi, ayah Della dipecat dari pekerjaannya dan Della pergi bersama keluarganya ke kampung halaman ayahnya.

Sedangkan Julia sudah tidak ada kabarnya lagi, apalagi saat terakhir mereka bertemu terjadi perdebatan di sana.

Sangat mustahil bagi mereka untuk bertemu, saat ini usaha kedua orang tua mereka juga terancam bangkrut. Tidak ada penyokong atau investor lagi untuk menanam modal di perusahaan mereka.

Saat kebingungan dan ketakutan mereka, Reva datang menemuinya. Mereka nampak terkejut melihat kedatangannya ke rumah mereka.

Saat itu kedua orang tua Stella dan Stellie tidak tahu permasalahan kedua putri kembarnya, mereka nampak bingung dengan kedatangan Reva.

Keluarga Reva termasuk keluarga terpandang dan termasyhur di kotanya, siapa yang tidak kenal dengan Yayasan Wijaya Group.

Yayasan milik keluarganya itu sering sekali melakukan event sosial untuk negeri dengan membantu usaha-usaha kecil untuk berkembang.

Atau melakukan event untuk kalangan atas dalam acara pelelangan barang-barang berharga seperti batu permata dan sejenisnya sesuai dengan usaha mereka.

Tentu saja kedatangan Reva membuat kedua orang tua itu heran dan senang, harap-harap cemas menanti mereka.

"Selamat siang Pak, kami ingin bertamu ke rumah Bapak. Apakah diizinkan untuk masuk?" Tanya seorang pria kepada ayah si kembar.

"Maaf kalian siapa? Dan maksud kedatangan kalian ke rumah kami ini untuk apa?" Dijawab dengan pertanyaan juga olehnya.

"Sebelumnya kami mohon maaf jika kedatangan kami ini mengganggu waktu istirahatnya, dan maaf juga tidak mengkonfirmasi kedatangan kami sebelumnya.

Didalam mobil ini ada bos kami ingin bertemu dengan anda terkait dana investasi yang ingin dia tanamkan di perusahaan anda" jawab pria tampan lengkap dengan jas dan dasi hitamnya itu.

Penampilannya sangat rapi, ada dua mobil yang terparkir didepan rumah itu. Mobil sedan hitam Audi A6 yang sangat berkelas, ditambah ada beberapa pengawal juga menambah kesan berkuasanya dia.

Mendengar pernyataan pria muda itu, orang tua itu nampak semangat sekali. Terlihat raut wajah tua itu nampak bahagia.

Bagaikan angin segar mereka menemukan investor besar yang mau menanam modalnya ke perusahaannya yang hampir bangkrut itu.

"Si-silakan masuk Pak, Bu... maaf sebelumnya rumah saya tidak terlalu rapi, ah sebentar. Saya panggil istri dan anak-anak saya dulu" ujarnya nampak senang sekali.

Dia mempersilakan Reva dan dua orang lagi untuk masuk ke rumahnya.

Sedangkan para pengawal itu menjaga diluar, Reva melihat sekeliling ruang tamu rumah itu. Perabotannya nampak klasik dan mewah, tidak sebanding dengan ukuran rumah dan bentuknya.

Sepertinya keluarga ini lebih mementingkan isi rumah dibanding rumahnya sendiri, bagus sih tapi alangkah baiknya kalau rumah juga dirawat agar kokoh menjaga isinya?

Reva duduk bersama dua rekan lelakinya itu di sofa yang cukup empuk, setelah itu datang pak Saifuddin bersama istri dan kedua anak kembar mereka.

Mereka nampak bahagia dengan kedatangan investor itu tanpa tahu siapa dia, saat melihat Reva kedua kembar itu terkejut dan langsung terdiam.

Wajah mereka nampak bias sekali, keringat dingin mengucur ditubuh mereka saat memberi salam kepada Reva tangan mereka nampak bergetar.

Reva tersenyum melihat reaksi mereka terhadapnya, dia tahu dengan itu sudah cukup untuk mengancam mereka. Apalagi dia juga tahu mereka sudah tak bergaul lagi dengan Julia dan Della.

Niat Reva ingin menjatuhkan mereka berdua, dan memberi pelajaran bahwa mereka berurusan dengan orang yang salah.

Tapi setelah melihat kedua orang tuanya, ada rasa sakit dihatinya. Keduanya nampak terharu dan bahagia menyambut Reva.

Reva ingin mendengar langsung pernyataan mereka, setelah itu baru dia memutuskan bagaimana harus bertindak semestinya.

"Kami ucapkan terima kasih atas kedatangan Nona, kami sungguh tidak menyangka akan kedatangan tamu istimewa setelah apa yang terjadi pada kami.

Semua investor menarik kembali dananya, kami tidak tahu apa yang terjadi. Disaat usaha kami mulai berkembang, dan produksi mulai naik tiba-tiba krisis naik begitu saja.

Saya bingung harus berbuat apa, dana yang kami punya tidak sampai dari 500juta, untuk biaya produksi, bahan dan pengantaran itu kurang untuk kami.

Saya juga bingung bagaimana cara menggaji para karyawan, mereka sudah satu bulan lebih belum gajian. Saat ini mereka masih bisa mengerti, tapi aku tak bisa menundanya terus.

Mereka juga butuh biaya hidup untuk mereka dan keluarganya. Saya bingung tidak dapat pinjaman dari manapun, semua bank juga menarik semua dana pinjaman.

Saya takut akan menghancurkan semuanya, saya dan istri merintis usaha ini dari bawah, dari kami bukan siapa-siapa hanya pedagang biasa hingga memiliki pabrik sendiri.

Suatu kebanggan buat kami bisa mencapai sejauh ini, tapi kami tidak ingin selesai sampai disini banyak orang yang bergantung dengan usaha ini.

Ma-maaf saya tidak tahu harus berbicara apa kepada Nona,haha! Saya sangat emosional sekali saking senangnya sampai menangis begini," kata pak Saifuddin terlihat matanya berkaca-kaca hingga jatuh ke pipi tuanya itu.

Istrinya dari awal pak Saifuddin bercerita sudah menangis terharu, apalagi mengingat perjuangan merintis usaha itu dari nol hinga harus berhutang kemana-mana.

Sekarang mereka merasa akan melalui masa-masa sulit itu, entah sampai kapan mereka akan berputar di waktu yang sama.

Reva tidak menyangka akan mendengarkan kisah pak Saifuddin dan istrinya itu, dia tidak tahu harus berbuat apa. Ada rasa sakit saat dia mendengar cerita itu.

Lalu dia menatap tajam kepada si kembar Stella dan Stellie, dia tidak habis pikir dengan kelakuan mereka berdua. Disaat kedua orang tuanya sibuk dengan usahanya, mereka malah hidup berfoya-foya dan merundung orang lain.

Stella dan Stellie menangis saat mendengar cerita kesusahan kedua orang tuanya saat merintis usaha tersebut, ada rasa penyesalan dihatinya telah sibuk dengan diri sendiri tanpa tahu perasaan orang tuanya.

"Ayah, Ibu... kenapa kalian selama ini hanya diam saja? Kenapa kalian tidak cerita apapun pada kami soal masalah itu?

Mungkin kami bisa membantu, meskipun itu tidak banyak tapi kami ingin meringankan beban Ayah dan Ibu ..." kata Stella lirih, air matanya tumpah.

Sedangkan Stellie menangis tersedu-sedu di pelukan ibunya, dia tidak bisa berkata-kata lagi. Mereka berdua merasa bersalah sekali.

Reva dan kedua rekannya melihat keluarga itu menangis sambil berpelukan saling menguatkan hati dan diri mereka.

"Jangan sampai goyah Reva, siapa tahu itu taktik mereka agar tak kena sanksi atau somasi darimu" kata salah satu rekannya itu.

"Aku pikir tidak, melihat ekspresi dan gesturnya mereka benar-benar jujur. Aku harap kedua gadis ini bisa mengambil pelajaran dan hikmahnya.

Tapi semuanya kembali kepadamu Reva, masih ingin memberi pelajaran pada gadis itu atau ingin membantu kedua orang tuanya? Itu semua terserah padamu" jawab rekannya satu lagi.

Reva masih terdiam membisu, dia merenungi setiap kejadian barusan dan kata-kata itu. Sepertinya mereka jujur, apalagi kedatangan mereka juga mendadak pasti tidak ada persiapan dari mereka.

"Saya terharu mendengar kisah perjalanan Bapak dan Ibu dalam merintis usaha ini. Begitu banyak hikmah dan pelajaran yang bisa diambil oleh kisah kalian.

Aku jadi tersentuh, wah... bagaimana ini, saya paling tidak bisa kalau dihadapkan dengan kisah sentimen kayak gini, haha!" ujarnya berusaha membuat suasana kembali tenang.

Semuanya kembali tenang, dan mendengarkan pernyataan dari Reva. Sedangkan si kembar pasrah dengan apapun yang terjadi.

"Baiklah Pak, Bu... Saya akan menanamkan modal usaha ke perusahaan kalian dengan atas nama saya sendiri.

Dengan catatan kalian tidak boleh menerima investor lain kecuali saya, untuk modal awal saya akan menanam 5 miliar dulu." Kata Reva.

Mereka semua terkejut dengan modal awal yang dibicarakan oleh Reva termasuk dua rekannya tadi.

"Kamu serius Va? 5 miliar itu bukan kecil, kamu tidak takut ditipu? Bagaimana jika ini hanya karangan cerita mereka saja?" kata rekan kerjanya itu berbisik.

"Tenang saja, aku tahu mereka jujur. Lagian jika mereka berusaha menipuku, mereka yang rugi.

Karena aku satu-satunya investor mereka, jika mereka melenceng dari perjanjian maka perusahaan dan semua bisnis mereka bisa menjadi milikku," balas Reva sambil berbisik pula.

Kedua rekannya itu tersenyum puas, mereka tidak menyangka pemikiran Reva bisa sejauh itu. Gadis ini memang pintar dan cerdik sekali.

"Li-lima miliar Nona? Apakah itu tidak terlalu banyak, jujur saja saya tidak pernah memegang modal usaha sebesar itu!" Ujar pak Saifuddin terlihat bingung dan panik.

"Tenang Pak, untuk modal awal kita habiskan dulu untuk biaya produksi, pengemasan dan pengantaran barang.

sekaligus membayar gaji karyawan yang belum dibayar, sekalian kita bisa membeli alat baru untuk memproduksi barang lebih banyak lagi agar untung bertambah.

Jika keuntungan bisa bertambah, kita naikkan lagi modalnya dan memperluas jaringan pemasaran, sesekali bolehlah kasih bonus ke karyawannya agar semangat lagi bekerjanya. Hehe!" Kata Reva nampak begitu semangat membicarakan bisnis barunya itu.

"Wah Nona, anda hebat sekali. Saya aja tidak berpikir akan seperti itu, terimakasih atas modal dan ide-idenya Nona. Haha!" kata pak Saifuddin nampak gembira sekali.

"Baik Pak, mari kita bicarakan dulu persyaratan dan perjanjiannya dulu. kalau sudah deal baru bisa tanda tangan, dan cek akan segera cair" ujar salah satu rekan Reva.

Mereka sibuk membicarakan perihal usaha bisnis mereka, saat itu Reva mau keluar sebentar menghirup udara segar.

Dia ingin merenggangkan tubuhnya sejenak setelah mendengar dan mengetahui sebuah kisah yang menyesakkan dada.

Keluarnya Reva disusul si kembar, mereka hati-hati mendekati Reva dengan kepala tertunduk mereka menangis dihadapan Reva.

"Apa yang kalian lakukan?! Jangan menangis seperti itu, jika kedua orang tua kalian mendengar itu akan menyakiti perasaan mereka!" Bentak Reva dengan kesal.

"Maafkan kami Nona, kami menyesal telah berbuat jahat pada Ericka. Tolong jangan beritahu orang tua kami setelah apa yang terjadi.

Kami takut itu akan menghancurkan perasaan mereka, kami takut jika mereka kecewa dengan kelakuan kami" ujar Stellie.

"Apa maksud kalian, kenapa kami harus kecewa dengan kalian? Apa kalian melakukan kesalahan?" terdengar suara ibu mereka dari belakang.

Reva dan si kembar terkejut dengan kedatangan ibunya yang tiba-tiba, mereka tidak tahu harus bereaksi seperti apa.

Seolah mengerti situasinya, ibunya menatap mereka nanar dengan mata berkaca-kaca.

...----------------...

Bersambung

1
Arya Al-Qomari@AJK
ku berharap balas dendamnya lebih menyakitkan terutama untuk anak kembar elena, biar si lampir elena tau dan merasakan sakit yang berlipat-lipat
Agnes Theresia Tuto linang
Erika berhati bag Malaikat mungkin karena sejak dari kandungan sudah mengalami penolakan oleh ayahnya dan menderita sejak masih bany
Agnes Theresia Tuto linang
penyesalan itu di belakang kalau didepan ma itu pendaftaran /Facepalm/
Agnes Theresia Tuto linang
mati saja kau ortu goblok
Agnes Theresia Tuto linang
pricillia silakan taui karma mu yg belum seberapa itu
Agnes Theresia Tuto linang
lancarkan terus serangan teror dan intimidasi untuk keluarga pelakor alias ibu tiri dan anaknya /Awkward/
Agnes Theresia Tuto linang
ayah yg bodoh aku benci sifat ini
Agnes Theresia Tuto linang
pembalasan jauh lebih sakit dan menurut ku masih jauh kurang nih pembalsannya 💪
chika aprilia zubaidah
pinteran bik mirna dibanding kakak beradek itu
chika aprilia zubaidah
pdhl orang berpendidikan reva, tp sumbu pendek
Yuni Susanti
Kecewa
Yuni Susanti
Buruk
Agnes Theresia Tuto linang
hebat' pak Wiliam kereen
gaya pengacara kelas
Agnes Theresia Tuto linang
Reva terima Niko agar bisa bantu menghancurkan ini tiri dan anak anaknya
Afida Fauziazahra
Luar biasa
🌺Mamie Ericka🌺: terima kasih sudah membaca 😊🙏
total 1 replies
Lenta Ak Ujo
bagus banyak misteri dalam novel ini. saya suka. jangan ungkap cepat, biar bikin dup dap dap dap
ime
stacy apa enzy?
Mariani Ani
harusnya ada pengawal masa udah tau lagi di target oergi2 sendirian.
Shautul Islah
terlalu banyak kondlik, jadi malas bacanya, tak tunggu2 kok konflik lagi.
Sukijah Sukijah
paling Pricilla klo g elena si biang kerok licik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!