Joana, seorang gadis yang rela menjadi istri sewaan dari seorang pria kaya yang bernama Dave. Di usianya yang sudah menginjak tiga puluh tahun membuat Dave terus di desak oleh kedua orang tuanya untuk segera menikah.
Joana sendiri adalah seorang gadis yang di usir oleh orang tuanya karena gadis ini di tuduh menjadi penyebab anak yang sedang di kandung oleh ibu tirinya meninggal.
Hanya karena ketidaksengajaan yang di lakukan oleh Joana membuat Dave memaksa Joana menerima penawaran dari Dave untuk menjadi istri sewaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 23
"Dari mana saja kau?" Tanya Dave dengan wajah dingin. "Aku menunggu mu begitu lama di restoran."
"Dari makam mama ku," jawab Joana tak kalah dinginnya.
Dave mengerutkan keningnya heran.
"Supir mengatakan jika dia sudah mengantar mu ke restoran. Kenapa kau malah pergi ke makam?"
Joana mengangkat wajahnya, menatap Dave dengan sorot mata tajam.
"Tidak mungkin bagi ku mengganggu orang sedang membicarakan ku di belakang. Lebih aku pergi dari pada aku merasa sakit hati," ucap Joana terang-terangan.
"Jo, kau salah paham....!" Dave hendak meraih tangan Joana tapi, dengan cepat Joana menarik tangannya.
"Aku mau mandi," ucapnya menghindar.
"Dia Rachel, teman lama ku!" Ujar Dave berusaha menjelaskan tapi, Joana tak mau mendengarkan. Joana masuk begitu saja ke dalam kamar mandi.
Dave menarik nafas panjang lalu duduk di pinggir ranjang.
"Sial...!" Umpat Dave. "Seharusnya aku tidak mengatakan apa pun pada Rachel!"
Dave menunggu Joana dengan perasaan gelisah. Setelah beberapa waktu, akhirnya Joana keluar dari kamar mandi dengan wajah segar.
"Sayang, masalah di restoran kau hanya salah paham. Izinkan aku menjelaskannya," ucap Dave.
"Aku lapar, aku mau makan sebentar!" Ujar Joana mengalihkan pembicaraan.
"Jo, aku serius....!"
Joana tidak menanggapi, ia keluar dari kamar turun ke bawah untuk makan.
"Sayang,...!" Dave menahan tangan istrinya. "Kita selesaikan dulu masalah ini," ucap Dave.
Joana menoleh lalu berkata,"aku belum makan sejak siang. Biarkan aku makan dengan tenang!"
Dave melepaskan tangan Joana, membiarkan perempuan ini makan dengan lahapnya. Selesai makan, Joana langsung kembali ke kamar, Dave terus mengekor di belakang istrinya.
"Sayang, aku tahu kau sedang menghindari ku. Tapi, aku mau menjelaskan apa yang sudah terjadi."
"Sudahlah, jangan dibahas. Lagian, apa yang kau katakan pada perempuan itu benar."
"Bukan maksud ku bicara begitu. Aku salah, aku minta maaf." Ucap Dave.
"Baik buruknya seorang perempuan yang kau gauli, ada baiknya tidak menceritakannya pada perempuan lain." Ucap Joana membuat Dave semakin bersalah. "Tidurlah, sudah malam!"
"Aku minta maaf, sungguh bukan maksud hati ku untuk menyakiti perasaan mu."
"Sudahlah Dave, tidak usah minta maaf. Apa yang kau katakan itu benar," ucap Joana lalu perempuan ini tersenyum. "Segala kemewahan yang aku dapatkan dari mu, ada harga yang harus aku bayar."
"Apa maksud mu bicara seperti itu?" Sentak Dave.
"Tidak ada maksud apa-apa!" Jawab Joana dengan santainya.
"Kau istri ku dan aku mencintaimu. Jangan coba-coba kau bicara seperti itu. Aku tidak suka!"
Joana tidak menanggapi, perempuan ini memilih merebahkan diri lalu memejamkan mata.
"Jo, bangun. Kita selesai malam ini juga!"
"Tidak ada yang harus di selesaikan. Kau terlalu menganggap masalah ini serius. Suamiku, aku baik-baik saja!" Ucap Joana.
Dave benar-benar gila di buatnya, ia tak menyangka jika obrolannya dan Rachel di restoran bisa membuat dirinya gila.
Dave yang kesal pada dirinya sendiri memutuskan untuk pergi ke apartemen Edric. Lucunya pria ini menceritakan semuanya pada Edric. Tentu saja Edric tertawa mendengar cerita Dave.
"Dave, kau tidak bisa menyalahkan Joana. Bisa-bisanya kau mengatakan rahasia mu pada perempuan lain. Terpaksa menikah karena desakan orang tua padahal kau sendiri sudah menikmati tubuh istri mu. Dave, kau sudah gila!"
"Aku salah, aku keceplosan. Kau tahu sendiri Rachel teman ku."
"Setelah menikah, ada batasan yang harus kau jaga. Salah satunya kau harus menjauh teman perempuan mu begitu juga sebaliknya."
"Aku tahu betul sifat Joana, dia jenis manusia yang tidak suka mengumbar rasa di hatinya."
"Kau mengatakan cinta atau tidak itu urusanmu. Dave, apa susahnya kau mengatakan cinta pada Joana di hadapan orang lain?"
Dave semakin tertekan, hanya karena masalah ini kepalanya penuh dengan perasaan bersalah pada Joana.
"Pulanglah, kau meninggalkan istri mu terlalu lama. Dia akan salah paham lagi nanti," ucap Edric.
Dave bergegas pulang, untung saja jarak apartemen Edric dan rumahnya tidak terlalu jauh.
Malam telah berganti pagi, Dave yang baru saja membuka mata langsung mengucapkan....
"Selamat pagi istriku,...!"
Tapi sayang, Joana sudah tidak ada di tempat tidur. Melihat istrinya tidak ada, Dave langsung bangun dan mencari istrinya.
"Di mana istriku?" Tanya Dave pada salah satu asisten rumah tangga.
"Nyonya ada di kolam ikan, tuan!"
Bergegas Dave pergi ke kolam ikan.
"Sayang, apa yang kau lakukan?" Tegur Dave.
"Lihatlah, ikan ku mati lima. Aku lupa memberi makan sore kemarin." Ujar Joana.
Dave melirik ke arah ikan yang sudah mati.
"Suamiku, tolong belikan aku ikan yang baru...!" Pinta Joana.
"Iya sayang, nanti kita beli." Ujar Dave.
Dave terdiam sejenak, ia yakin pasti saat ini Joana sudah melupakan masalah kemarin. Tidak, bukan melupakan tapi Joana tidak ingin membalasnya.
"Kau itu perempuan, kenapa suka sekali memelihara ikan?"
"Lucu aja, apa lagi semua ikan ku perutnya buncit. Sama seperti perut mu,...!" Ujar Joana seraya mencubit perut suaminya.
"Nakal,...!" Seru Dave. "Pergilah mandi, setelah sarapan kita pergi membeli ikan."
Joana tersenyum, hanya perkara membeli ikan saja bisa membuatnya bahagia.
"Tuan, ada tuan Edric di ruang tamu." Bi Yun memberitahu Dave.
"Oh, iya...!"
Dave pergi menemui Edric.
"Ada apa?" Tanya Dave singkat.
"Aku ingin meminta tanda tangan mu. Pagi ini ada meeting!"
"Kosongkan jadwal ku hari ini," titah Dave.
"Tumben, mau kemana kau?" Tanya Edric.
"Aku akan pergi mengantar Joana membeli ikan. Ikan peliharaannya mati," jawab Dave.
"Kau sudah baikan dengannya?"
"Entahlah, Joana selalu menghindar jika ku aja bicara masalah kemarin."
"Jika dia menghindar, itu artinya dia tidak ingin menambah rasa sakit di hatinya," ucap Edric memberitahu.
"Bajingan satu ini, kenapa kau malah menakuti hah?"
"Aku tidak menakuti mu. Manusia, kalau cepat melupakan masalah atau tak mau membahas itu artinya akan di pendam sendiri di dalam hati. Jadi, pandai-pandailah menjaga perasaan jenis manusia seperti ini. Aku pergi dulu....!"
Semakin gelisah hati Dave, pria ini tidak mau Joana selalu merasa salah paham padanya.
Dave pergi ke kamar, ia melihat jika sang istri baru saja selesai mandi.
"Cepat mandi, katanya mau mengajak ku membeli ikan."
"Sayang, apa kau masih marah pada ku?" Tanya Dave.
"Kenapa aku harus marah-marah?" Joana bertanya balik.
"Buktikan jika kau tidak marah padaku!"
"Kau minta apa?" Tanya Joana seolah menantang.
"Layani aku pagi ini,...!" Pinta Dave.
"Kenapa harus ranjang?"
"Karena aku bisa melihat ekspresi mu dari sana!"
"Lelaki satu ini, bilang saja kau sedang mencari kesempatan!"
"Sekarang...!"
"Tapi, aku sudah mandi...!"
"Nanti kita mandi lagi....!"
Dave langsung memeluk istrinya, mencumbu liar memancing nafsu istrinya.
joana Hamil
💪💪semangaat
author yng tau