Sabtu, 9 Mei 2020.
JAN PLAGIAT, COBA² GUA SANTET LU!
Amel Violetha FariiQueen anak yang dulunya lemah namun karena didikan sang Mommy akhirnya menjadi anak kuat dan menjadi Leader Mafia menggantikan Mamanya.
Anak yang keras kepala, datar, pintar, baik namun dingin pada seseorang yang belum dikenal adalah ciri cirinya. Namun hal itu tak berlaku saat ada dirumah bersama Mommy, Dady dan kakak pertamanya bernama Leonard Halindra Gemalafana juga teman teman yang sudah dianggap baik oleh Amel.
Suatu ketika, pria yang ia tabrak menaruh rasa dengan nya dan dia ikut terjebak dengan ruang cinta milik Alshad Argadinata.
#Jangan salah paham dulu ya.. ini bukan sepenuhnya cerita mafia.. namun kisah cinta remaja.. thank you😘
#GAK SUKA GAK USAH NGEHUJAT DAN GAK PERLU REPOT MELAPORKAN KARYA SAYA! SIMPLE KAN?😉
Hemm bagaimana kisah mereka?? Yuk langsung simak oke.. jangan lupa like, komen and share jangan lupa tambahkan favorite apabila suka thank you all.
Salam hangat author cantek!!😊😉😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeviDyhMlyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
REYHAN ADIJAYA SEASON 2~REVISI
Amel kembali ke kelas nya dengan perasaan yang agak membaik setelah menangis, dia kembali duduk di kursi nya. Dan tak lama guru wali kelas dan mata pelajaran membawa 1 murid baru, cowok nya sih ganteng, gantengan Alshad tapi wkwkwk..
"Anak anak kita hari ini kedatangan murid baru, silahkan perkenalkan namamu nak!" Ucap Bu Wali kelas ramah.
"Perkenalkan nama gue Reyhan Adijaya, gue pindahan dari kota B." Ucap Reyhan singkat dan disertai gaya yang cool.
Itu bukannya cowok yang tadi ya?
"Hmm baiklah apa ada pertanyaan anak anak?" Tanya Bu Wali kelas sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan nampak 1 orang siswi sedang mengangkat tangannya.
"Saya bu?" Ucap Jullie.
"Iya Jullie kamu mau tanya apa?" Ucap Bu wali.
"Kelahiran tahun berapa ya kok agak lebih tua dari kita?" Uca Jullie polos membuat seisi kelas tertawa.
"Wkwkwkw kasian amat pertama masuk kelas dikatain tua hahaha!"
"Gila Jullie ganteng nya kek gitu dibilang tua."
"Sengklek Jullie!"
"Kan gue cuma nanya ogeb!!"
Bu Dewi pun memandang Reyhan meminta jawaban seperti meminta jawaban, dan Reyhan yang paham pun mengangguk kemudian menjawab pertanyaan Jullie yang termasuk unfaedah tersebut.
"Oh itu bener, sebetulnya gue itu satu tahun lebih tua, tapi ortu gue yang masukin gue agar turun 1 kelas." Ucap Reyhan membuat yang lain bungkam.
"Baiklah Reyhan kamu duduk disebelah Amel, Amel angkat tanganmu!" Ucap Bu Dewi. Amel pun mengangkat tangannya.
Rey berjalan dengan tampang cool nya, melewati Aurel dan Nayshilla yang menganga karena ketampanan Rey, Rey duduk disamping Amel kemudian mengedipkan sebelah mata nya ke Amel membuat Amel kesal.
"Kita ketemu lagi. jodoh kali ya?" Ucap Rey dengan wajah tanpa dosanya.
"Enak aja bilang jodoh, jodoh bapakmu itu!" Ucap Amel kesal lalu membuka bukunya.
"Hahaha ngambek nih??" Goda Rey.
"....."
Busyet dah gue dikacangin, untung cantik! Batin Rey.
"Gue denger." Gumam Amel menatap sinis Rey.
"Ha??"
"Lo kalo ngomongin gue ngga usah dalam hati gue denger." Ucap Amel ketus.
_________________
Tringg...Tringgg...( Bel Istirahat)
Jam pelajaran berganti ke jam istirahat. Bel berbunyi tanda pelajaran tersebut usai. Amel mendekati Aqilla, Aurel dan Nayshilla yang sedang bergosip hobi mereka. Mana ada hobi kok ngegosip.
"Woy Ropeah nyok kantin." Ujar Amel.
"Wee sans dong mak Dugong!" Ucap Aqilla.
"Gue tipuk lo ngatain gue mak Dugong!" Ucap Amel.
"Aqilla gikut omongan nya Kak Alshad hahah!" Tawa Aurel ngakak.
"Dah lah yok kantin debat mulu!" Ucap Nayshilla.
-----------------------------
Amel memesan segelas milkshake strawberry dan ayam geprek. Setelah mendapatkan pesanannya Amel duduk paling ujung dari sahabat sahabatnya. Aurel sebagai duta gosip internasional, dia tetap melihat kearah ponsel sambil mengangguk angguk membuat yang lain geleng geleng kepala.
"Eh gue tadi lihat Alshad boncengin cewek cantik loh." Ucap Aurel membuat Amel membelalakan matanya.
"Maksud lo?" Ucap Amel ngegaz.
"Ciee.. ada yang jealous!!" Goda Nayshilla.
"Apaan siapa juga yang Jealous orang gue cuma nanya." Ucap Amel kesel.
"Ih cimi ninyi tipi kik siwit!" Ucap Aqilla nyinyir.
"Nyinyir teros!" Ucap Amel dan yang lain hanya tertawa.
Mereka berempat asyik tertawa dan saling mengejek, tiba tiba ada salah satu kakel yang ngga sengaja menumpahkan air dipunggung Amel hingga baju Amel basah dan transparan. Amel menghela nafas dan mencoba untuk tidak melibatkan emosi di perkataannya.
Byurr..
"Aduh dek, sorry gue ngga sengaja sumpah deh." Ucap Kakel tersebut dan Amel tersenyum.
"Ngga apa apa kok kak nanti juga kering." Ucap Amel santai.
"Tapi kalau lo masuk angin gimana?" Tanya nya lagi.
"Ngga apa apa kok kak, santuy." Ucap Amel lalu melanjutkan makanya Aurel, Nayshilla dan Aqilla dibuat bingung sikap Amel.
"Mel lo tumben ngga marah marah, lo sakit?" Tanya Aurel menaruh punggung tangannya didahi Amel.
"Apaan sih orang dia ngga sengaja!" Ucap Amel kesal, tiba-tiba sebuah jeket tersampir di baju belakangnya, Amel menghadap kebelakang sambil mengerutkan dahi.
"Gue ngga mau bentuk tubuh lo dilihat orang!" Ucap Alshad santai lalu mencomot ayam Amel.
"Alshad ayam gue!" Ucap Amel kesal.
"Nyicip doang." Ucap Alshad mengacak rambut Amel lalu duduk.
"Woy kalau mau mesra mesraan jangan didepan kita napa?" Ucap Gerlad tak terima.
"Hahah kak Gerald syirik ya??" Ucap Nayshilla.
"Nggak kan didepan aku ada neng Aurel yang cans bat!" Ucp Gerald membuat Aurel salting.
"Rayuan Maut mode on!" Cibir Aqilla.
"Apaan sih lo, lo juga ngga peka baget temen gue yang dingin nya seantero lautan tuh udah kode kode!" Ucap Gerald melirik Aldo. Sedangkan Ellshad masih menggoda Nayshilla.
"Nay lo takut ngga sama pencuri?" Ucap Ellshad sedangkan Alshad tersenyum karena ia tau adiknya sedang melancarkan aksinya.
"Sebenernya sih takut, kalau kakak takut nggak kak?" Tanya Nayshilla.
"Kalau gue sih enggak, karena aku yakin pencurinya ngga ngambil hati lo.. eakk.." Ucap Ellshad.
krikk.. kriikk...
"Garing tau nggak!" Ucap mereka berbarengan lalu tertawa melihat Ellshad yang gagal merayu.