"Aku kira pernikahan ini seperti kisah di novel romansa yang sering aku baca. Berawal dari perjodohan dan berkahir dengan cinta sungguhan. Ternyata, aku salah." -Elyna Prameswa-
Menjalani biduk rumah tangga tanpa adanya cinta sudah lumrah pada cerita fiksi novel romansa modern. Beda halnya dengan Elyna yang mengharapkan suaminya melihatnya sebentar saja. Jangan hanya menjadikannya bahan jinjingan ketika menghadiri acara penting perusahaan. Padahal, pada nyatanya dia terus diabaikan selama menikah dengan pria yang bernama Rifal Addhitama. Seorang suami yang mengharapkan wanita lain untuk kembali padanya. Bukankah itu sangat menyakitkan?
Akankah Elyna mampu mempertahankan rumah tangganya? Ataukah dia menyerah, memilih pasrah dan mengikhlaskan suaminya kembali ke pelukan wanita yang memang dia cintai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieThaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. Perasaan Apa Ini?
"Mas, jangan berikan aku sesuatu yang menghanyutkan jikalau hati Mas belum sepenuhnya untuk aku. Jangan jadikan aku rumah singgah, pada nyatanya rumah sesungguhnya adalah dia." Elyna turun dari pangkuan Rifal. Dia tersenyum hambar.
Wajah Rifal nampak tegang. Mimiknya pun kini berubah drastis. Hatinya teramat sakit ketika Elyna berbicara seperti itu. Menolak, tapi dengan cara halus.
"Yakinkan hati kamu dulu, Mas. Mau berlabuh pada siapa? Aku tidak ingin ... ketika aku mulai jatuh hati terlalu dalam kepada kamu, kamu malah memberikan harapan palsu lagi." Elyna berkata dengan sangat
lancar nan tegas.
Semenjak dia menenangkan diri di daerah kecil ini, dia seakan memiliki energi lebih untuk mengatakan apa yang dia rasakan. Elyna hanya tidak ingin suaminya manis karena ada maunya saja, yakni mengajaknya ke Jakarta. Jika, dia terlena dia sama saja seperti wanita murahan. Setelah dijamah, dibuang lagi. Elyna tidak siap untuk itu.
Elyna turun dari pangkuan Rifal dan meninggalkan suaminya di ruang keluarga kecil itu. Hatinya terus mengatakan permohonan maaf. Inilah satu-satunya cara agar Rifal tidak memainkan perasaannya terus menerus.
Ditinggalkan Elyna membuat Rifal mengerang kesal. Dia merutuki kebodohannya. Dia juga merutuki perasaannya yang aneh ini.
"Kenapa bisa?" Rifal menjenggut rambutnya sendiri.
Semalaman Rifal merenungi apa yang dikatakan oleh Elyna. Matanya tak bisa dipejamkan. Padahal waktu sudah semakin malam. Dia sendiri juga bingung kenapa dia bisa selalu ingin dekat Elyna. Harusnya dia terbiasa tidur di sofa. Walaupun tidak seempuk Sofanya yang berada di rumah.
Hembusan napas untuk kesekian kali keluar dari mulutnya. Dia tidak tahu kenapa perasaannya semakin tak karuhan seperti ini. Gusar dan risau itulah yang Rifal rasakan. Berada di dekat Elyna membuatnya nyaman. Kini, seperti sudah menjadi kebiasaan.
"Apa gua jatuh cinta sama dia?" gumamnya. Rifal mencoba untuk berpikir. Dia membandingkan perasaan aneh ini dengan perasaan yang pernah dia miliki untuk Keysha. Rasanya sangat berbeda.
"Kenapa sih sama gua ini?" Rifal mengubah posisi. Sekarang, dia sudah terduduk. Mengusap kasar wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"Ada apa sebenarnya?"
.
Elyna duduk di atas kasur dengan memeluk guling. Dia merasa sangat bersalah karena sudah terlalu berani kepada suaminya. Namun, dia harus melakukan ini. Bukan tanpa alasan, dia tidak ingin kecewa untuk kesekian kalinya. Dia tahu jikalau sang suami masih memikirkan Keysha, sang mantan kekasih. Dia juga tahu jikalau orang yang menghubunginya adalah anak buah Rifal yang ditugaskan untuk mencari Keysha. Lalu, dianggap apa Elyna ini?
Ketukan pintu membuat Elyna terkejut. Dia menatap ke arah pintu dengan tatapan bingung.
"El," panggil Rifal dari luar kamar.
Helaan napas kasar keluar dari mulutnya. Dia mulai bangkit dari duduknya dan menuju pintu. Tangannya mulai meraih gagang pintu tersebut. Terlihat Rifal sudah berdiri di sana.
"Saya mau tidur di kamar."
Ucapan gila yang dapat Elyna dengar. Seketika wajah Elyna menegang. Sang suami pun tidak tahu aturan. Dia menerobos masuk ke dalam kamar tanpa dijinkan.
"M-mas-"
Rifal malah merebahkan tubuhnya di atas kasur kecil tersebut. Tak mengindahkan di sana adalah tempat Elyna. Mau marah, tapi tidak ada hukumnya melarang suami tidur di kamar yang dia tempati.
"Ya sudah." Elyna lebih memilih untuk mengalah. Dia mendekat ke arah Rifal. Jantung Rifal berdegup sangat kencang. Padahal dia pernah tidur satu kamar dengan istrinya. Namun, kali ini rasanya teramat berbeda.
Langkah Elyna semakin mendekat dan senyum kecil terukir di wajah Rifal. Dia pun segera menggeser tubuhnya. Memberikan ruang untuk Elyna.
"Aku akan tidur di luar." Elyna hanya mengambil ponselnya yang ada di atas kasur.
...***To Be Continue***...
Komen dong ...
"
di sat orang2 yg kita sayang telah tiad
salam dari sang mantan /Smile//Smile/
dan menepati janji ny
tapi masalalujugamshbrersemayam i dah do hati kang Rifal.
dan sakit
jangan berhara kepada manusia klu tak ingin kecewa dan sakit../Sob//Sob//Sob/