NovelToon NovelToon
Pembalasan Dendam Mantan Istri Ceo

Pembalasan Dendam Mantan Istri Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Finus Ina

Lima tahun lalu, Adeline Wijaya dijebak oleh adik tirinya sendiri hingga keguguran dan diusir oleh suaminya, Bramantara, dalam kondisi sekarat. Semua orang mengira Adeline telah tewas di dasar jurang.Lima tahun kemudian, ia kembali ke Kota Jakarta dengan identitas baru sebagai Elena Vance, seorang desainer perhiasan kelas dunia yang genius dan kejam. Tujuannya hanya satu: menghancurkan mereka yang telah merebut kebahagiaannya.Demi melancarkan aksinya, Elena mendekati Nicholas Syailendra, CEO tertinggi di balik konglomerat nomor satu sekaligus musuh bebuyutan mantan suaminya.

Nicholas menawarkan kesepakatan: "Jadilah istriku, dan aku akan memberikan dunia untukmu membalas dendam." Namun, Elena tidak tahu bahwa di balik pernikahan kontrak itu, ada rahasia masa lalu yang jauh lebih besar yang siap menguji hatinya sekali lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Finus Ina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 25

happy reading guys

------------------------------

BAB 25: Pembalasan di Atas Panggung

Suara lengkingan histeris Sarah Syailendra yang menuduh Elena Vance sebagai Adeline Wijaya masih menggema di langit-langit aula pameran. Ratusan wartawan internasional sudah bersiap mengarahkan lensa kamera mereka ke atas panggung, menanti kehancuran sang Nyonya Muda. Namun, sebelum kilatan blitz sempat membabi buta, draf kalimat pemberitahuan di bawah layar proyektor raksasa itu berkedip merah terang.

Klik.

Sebuah dokumen pembanding internasional dengan stempel resmi dari Kementerian Kesehatan dan Kedutaan Besar Prancis terbuka lebar di samping hasil tes darah Elena. Di dalam dokumen hukum beralas segel emas itu, draf rekam medis silsilah keluarga Elena Vance yang asli terpampang nyata. Baris kalimat tebal di bagian tengah dokumen itu berbunyi:

‘Silsilah Darah Keluarga Vance: Elena Vance – Golongan Darah: Rh-Negative (Langka), Diturunkan dari Garis Keturunan Ibu Kandung (Bangsawan Prancis).’

Aula pameran yang semula riuh mendadak sunyi senyap seketika. Seluruh tuduhan Sarah runtuh menjadi abu dalam hitungan detik. Dokumen resmi internasional itu membuktikan secara mutlak bahwa memiliki golongan darah langka Rh-Negative bukanlah bukti bahwa Elena adalah Adeline, melainkan fakta genetik sah dari identitas Prancis miliknya.

------------------------------

## [KILAS BALIK: Tiga Jam yang Lalu]

Sebelum pameran dimulai, di dalam ruang laboratorium desain yang tersembunyi, Elena Vance sedang memeriksa draf susunan acara bersama Yan. Melalui draf laporan intelijen siber Syailendra Group, Yan mendadak menyerahkan sebuah rekaman penyadapan telepon yang dilakukan oleh Clarissa Utama dari balik pintu penjara Siska.

"Nyonya Muda, Sarah Syailendra baru saja mendapatkan draf medis masa lalu Anda dari rumah masa kecil Siska. Mereka berencana menukar sampel darah asuransi Anda untuk membongkar golongan darah langka Rh-Negative milik Anda di panggung," lapor Yan dengan wajah tegang.

Elena menatap layar gawai pintarnya, bukan dengan ketakutan, melainkan dengan senyuman miring yang begitu kejam laksana malaikat pencabut nyawa. "Mereka pikir mereka sangat pintar dengan menggunakan biologi untuk melawanku?"

Elena langsung melangkah menuju kantor penthouse Nicholas. Begitu ia menceritakan rencana licik Sarah, Nicholas tidak memanggil tim medis untuk membatalkan tes darah. Sebaliknya, pria penguasa kota itu justru langsung menghubungi jaringan hukumnya di Paris.

"Biarkan mereka menukar sampel darah itu, Elena," ucap Nicholas sembari menarik pinggang ramping Elena posesif ke dalam dekapannya. "Satu minggu lalu, aku sudah mengantisipasi hal ini. Aku sudah memasukkan draf medis palsu yang sangat rapi ke dalam database Prancis, menyatakan bahwa identitas Elena Vance juga memiliki golongan darah Rh-Negative. Kita biarkan mereka menggali kuburan mereka sendiri di depan seluruh media internasional."

Elena mendongak, menatap mata elang suaminya yang penuh dengan kelicikan berkelas. "Taktik yang sangat indah, suamiku. Aku akan memastikan Sarah meminum racun yang ia siapkan sendiri."

------------------------------

## [KEMBALI KE MASA SEKARANG]

Di atas panggung pameran, Elena Vance berdiri dengan keanggunan seorang ratu yang absolut dalam balutan gaun malam The Midnight Empress emas hitam miliknya. Sepasang mata indahnya berkilat tajam memancarkan keangkuhan yang dingin saat menatap lurus ke arah Sarah yang kini berdiri membeku di barisan kursi VIP.

"Bibi Sarah," Elena memotong kesunyian aula dengan suara renyahnya yang terdengar begitu menusuk laksana belati. "Saya tidak tahu kalau seorang Nyonya besar dari keluarga Syailendra ternyata sangat terobsesi dengan golongan darah saya, sampai-sampai rela menyuap staf laboratorium medis kantor untuk menukar draf data asuransi saya demi sebuah fitnah murahan."

Kasak-kusuk riuh seketika meledak dahsyat di antara ratusan tamu undangan dan wartawan!

Kamera-kamera media yang semula diarahkan ke Elena, kini serempak berbalik arah, membidik wajah Sarah Syailendra yang mendadak berubah dari merah padam menjadi seputih kain kafan. Seluruh tubuh wanita paruh baya itu gemetar hebat, lututnya lemas hingga ia terpaksa berpegangan pada sandaran kursi agar tidak ambruk ke lantai marmer.

"Nggak... nggak mungkin... Ini rekayasa! Nicholas pasti sudah memalsukan dokumen Prancis itu!" raung Sarah histeris, mencoba membela diri dengan sisa-sisa suaranya yang parau. Namun, pandangan mata dari belasan jajaran direksi senior dan dewan komisaris keluarga kini menatapnya dengan rasa muak dan malu yang luar biasa mendalam.

Nicholas Syailendra melangkah satu tapak maju di atas panggung, menghadang pandangan publik dari arah Sarah. Aura tirani tirani penguasa tertinggi Kota Jakarta seketika menguar hebat, sanggup membekukan atmosfer seluruh aula pameran dalam sekejap. Pria itu merangkul pinggang ramping Elena begitu erat dan posesif, menunjukkan kepemilikan mutlak di depan ratusan kamera yang terus berkedip liar.

"Tindakan Anda malam ini tidak hanya menghina istri saya, Bibi Sarah, tapi juga mencoreng nama besar Syailendra Group di depan mitra bisnis internasional kita," desis Nicholas rendah, suaranya sedingin es kutub utara namun sarat akan ancaman hukuman mati korporat.

Nicholas melirik ke arah Yan yang berdiri takzim di bawah panggung bersama empat petugas kepolisian berseragam lengkap yang sejak tadi sudah dipersiapkan secara rahasia.

"Petugas, seret wanita ini keluar dari gedung Syailendra Group sekarang juga," perintah Nicholas tegas tanpa bantahan. "Tuntut dia atas kasus manipulasi data medis, penyuapan internal, dan fitnah pencemaran nama baik Nyonya Muda Syailendra secara terbuka."

"Nicholas! Aku ini bibimu! Nenek! Tolong aku, Nenek!" jerit Sarah meraung-raung histeris bercakup tangis ketakutan saat dua orang petugas kepolisian langsung maju, mencengkeram kedua lengan Sarah dengan kasar dan memasang borgol besi yang dingin di pergelangan tangannya di hadapan publik.

Di barisan kursi paling depan, Nenek Syailendra hanya diam mematung, meremas kepala tongkat emasnya dengan erat tanpa niat sedikit pun untuk membela anak kandungnya yang telah bertindak bodoh dan mempermalukan silsilah dinasti keluarga di depan media dunia. Sarah diseret keluar dari aula pameran laksana menyeret tumpukan sampah yang membusuk, meninggalkan Clarissa Utama yang duduk di sudut ruangan dengan tubuh yang bergetar hebat menahan horor ketakutan.

Pintu aula besar ditutup rapat kembali, mengakhiri skandal pertama keluarga besar Syailendra malam itu dengan kemenangan mutlak mutlak di tangan aliansi maut Nicholas dan Elena. Proyek akbar 'Black Diamond Dynasty' resmi diluncurkan dengan kesuksesan finansial yang luar biasa besar, memantapkan posisi Elena Vance sebagai desainer utama tertinggi yang tak tergoyahkan.

Namun, ketenangan pasca kemenangan itu mendadak terusik ketika malam semakin larut. Setelah seluruh tamu undangan dan media membubarkan diri, Elena dan Nicholas berjalan kembali menuju ke arah koridor lift khusus paviliun utama.

Tepat saat pintu lift ditarik terbuka di lantai dasar, sosok seorang pria tua bertubuh tegap dengan setelan jas putih kuno dan tongkat perak berukir kepala naga sudah berdiri menunggu di dalam kegelapan lobi paviliun. Pria itu perlahan mengangkat kepalanya, memamerkan sepasang mata elang yang jauh lebih dingin dan mengerikan daripada milik Nicholas.

Itu adalah Kakek Agung Syailendra—pemimpin tertinggi dinasti Syailendra yang sesungguhnya, yang selama lima tahun ini mengasingkan diri di luar negeri, kini mendadak kembali ke Jakarta tanpa pemberitahuan apa pun. Pria tua itu menatap lurus ke arah pergelangan tangan Elena yang dilingkari cincin berlian hitam, lalu mengeluarkan suara beratnya yang sanggup meruntuhkan seluruh keberanian di dalam dada Elena dalam sekejap. Babak baru dari kepunahan total pernikahan kontrak di atas kertas emas kini telah resmi mengobarkan perang perebutan takhta singgasana yang jauh lebih berdarah dan mematikan.

------------------------------

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!