🥈Runner Up [EVENT KONFLIK RUMAH TANGGA]
📍Beside Story Of [SELEPAS KATA TALAK]
"Kau rebut suamiku, kurebut suamimu, jadi
jangan salahkan aku merebut suamimu!"
"Haruskah kita berakhir begini? Saling membenci dan menyakiti? Untuk apa kita bertahan kalau hanya saling mencari pembuktian,"
Almaira Alshad, seorang wanita yatim piatu yang dinikahi oleh Arlan Megantara seorang pengusaha ritel harus menelan pil pahit saat suaminya menjual dirinya kepada seorang pria dewasa yang ternyata adalah sosok yang Alma anggap paman sendiri.
Dirga Afdarianto, seorang pria beristri yang pernikahannya juga buruk mengetahui bahwa istrinya berselingkuh dengan sosok Arlan sehingga ia menawarkan Arlan untuk membeli Alma sebagai bahan untuk Dirga melakukan lomba selingkuh dan balas dendam kepada istrinya selama ini sehingga membuat Alma harus menjadi istri kedua Dirga yang secara tidak langsung mendapat pandangan pelakor oleh banyak orang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 23. Ketoprak Selingkuh
"Kita harus mikirin rencana, supaya Alma gak menang dalam Sedang gugatan perusahaan besok, kalau gak kita bakal jatuh miskin," Arlan menatap Ishaya yang tengah berpikir.
Sebenarnya beban pikiran Ishaya sudah benar-benar menumpuk saat ini, sedangkan Arlan sedari tadi mondar-mandir karena ancaman Alma padanya benar-benar nyata.
Ishaya yang melihat itu hanya menatap kesal kemudian menghentikan Arlan. "Lan! Tenang, kalau kamu panik begini aku gabisa mikir."
Arlan menatap Ishaya. "Mikir bagaimana lagi, kamu aja udah gajadi pewaris perusahaan Papa kamu."
"Ini semua salah kamu, setiap kita main kamu gamau pake pengaman, akhir jebol begini kan, sekarang aku hamil."
Ishaya berdecak kesal, dia sangat benci keadaan yang seperti sekarang, dia sudah tidak bisa berpikir jernih lagi.
"Kamu gugurin aja kandungan kamu."
Mendengar saran Arlan membuat Ishaya mendelik menatap tajam pria yang merupakan pemilik benih dalam dirinya.
/Plak/ Suara Tamparan.
Ishaya menampar kesal Arlan yang membuat Arlan memalingkan wajahnya dengan memegang sisi pipi yang baru saja di tampar oleh Ishaya.
"Kamu gila yah, walaupun anak ini penyebab dari semua kejadian ini, tapi dia anak kita, aku gamau tahu bagaimanapun keadaannya kamu harus bertanggung jawab."
Arlan menatap tajam Ishaya, ia kemudian berjalan duduk di sofa dengan kaki kiri menopang pada kaki kanan. "Kita harus memikirkan rencana agar Alma tidak datang di sidang besok."
Ishaya berpikir sejenak dia memikirkan cara agar bisa membuat Alma gagal datang dalam sidang besok.
"Aku tahu.".
Arlan menatap Ishaya, Ishaya berjalan dan mendekat ke arah Arlan kemudian membisikkan sesuatu, Arlan yang mendapat ide tersebut kemudian tersenyum perlahan.
"Kapan kita akan memulai?" tanya Arlan sepakat atas ide Ishaya.
"Sekarang."
Sementara itu setelah percakapan dengan konotasi perdebatan yang tumpul menyerah diantara Dirga dan Alma, tidak ada lagi percakapan diantara mereka.
"Kamu mau makan siang, dulu?" tanya Arlan melirik Alma.
Alma menatap Dirga sepenuhnya. "Kita tidak kembali ke kantor?"
"Nanti saja, ini sudah jam makan siang. Kamu mau makan apa?" tanya Dirga pada Alma.
"Ketoprak," jawab Alma memasukkan ponsel ke dalam tas-nya.
"Kedubrak?" Dirga mengernyitkan dahi atas jawaban Alma.
"Ketoprak, Om." jawab Alma membenarkan. "Ke-To-Prak."
"Kedubrak."
"Terserah Om, deh."
Alma menyerah, ia kemudian mengarahkan Dirga ke arah tempat makan ketoprak favorit nya yang kebetulan tidak jauh dari sana, tempat tersebut berada di pinggir jalan yang membuat Dirga sedikit ragu.
"Ayo, Om!" ajak Alma meraih gagang pintu mobil hendak membukanya.
"Kamu yakin?" tanya Dirga menatap lekat Alma.
"Yakin!" Alma turun dari mobil meninggalkan Dirga.
Dirga pasrah, dia berjalan menyusul Alma yang membuat keduanya kini sudah berada didalam tenda kaki lima tersebut.
"Mas, seperti biasa, tapi dua porsi yah," Alma memesan ketoprak kepada penjualnya yang sepertinya sudah sangat kenal dengan Alma.
Tak lama kemudian dua piring ketoprak sudah tersaji dihadapan mereka berdua, Alma yang sudah lapar langsung melahap ketoprak nya sedangkan Dirga tidak bergeming sedikitpun.
"Makan, Om."
Alma menegur Dirga yang tidak menyentuh makanannya sedari tadi, Alma meraih piring Dirga kemudian menyiapkan ketoprak tersebut dari piring Dirga sendiri, Dirga terpaksa membuka mulutnya dan memakan ketoprak itu.
"Enak, kan?"
Dirga masih mengunyah mencoba merasakan rasanya sejenak Dirga mengangguk kemudian mulai menyendok sendiri.
"Saya jadi kepikiran sesuatu," ujar Dirga tiba-tiba yang membuat Alma menatapnya.
"Apa?"
"Ketika nanti saya dan Ishaya bercerai, saya mau buka outlite ketoprak saja, menurut kamu bagaimana?"
"Setuju, nanti nama outlitenya Ketoprak Selingkuh," jawab Alma asal yang membuat Dirga tersenyum pelan.
Melihat itu Alma langsung antusias memergoki Dirga sedang tersenyum. "Om kalau senyum, ganteng loh."
Mendengar itu Dirga langsung menarik senyumnya dan meminum air dengan panik. "Pedes."
"Kan gak pake cabe, Om."
Dirga terdiam.
•
•
•
TBC
Assalamualaikum
Besok Crazy Up Insha Allah