Ditinggalkan oleh Ayahnya sejak masih dalam kandungan membuat Kayna Givana hidup dengan mandiri. Ia dibesarkan oleh Ibunya seorang diri. Namun ada seseorang dalam keluarganya yang membuat Kayna harus terjebak dalam suatu pekerjaan.
Kejadian itu juga yang membuat Kayna akhirnya bertemu dengan Arnatta Delion, laki-laki yang ia temui dan kenali sebagai seorang pelayan di sebuah kafe tempatnya bekerja, namun dibalik kesederhanaan Arnatta ada rahasia besar di dalamnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riria Raffasya Alfharizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Natta Keluar-Kayna Risau
Masih dengan merasakan manisnya es krim yang sangat jauh berbeda dengan kehidupan nyatanya. Kayna seksama mendengarkan apa yang Natta jelaskan. Meski terkadang Kayan merasa aneh sendiri, dari mana Natta bisa mendapatkan motor sebagus itu padahal hidup saja masih menumpang di rumah kontrakannya.
"Nggak yakin aku, tampang-tampang kayak kamu itu banyak menipu," seloroh Kayna melirik Natta sekilas.
Baru saja Natta menjelaskan jika tadi ia bertemu dengan mama Mita yang baru saja pulang berbelanja di jalan. Karena tidak tega dan juga mama Mita yang memang sudah sangat baik dengan Natta. Ia memberi tumpangan kepada mama Mita dengan motor baru miliknya. Tetapi meski sudah dijelaskan oleh Natta secara langsung tanpa dilebih atau kurangkan. Kayna tetap menyangkal tidak percaya.
"Kesal karena kamu bukan orang pertama yang aku boncengin pakai motor itu?" balas Natta seketika membuat Kayna mendelik.
Tuduhan macam apa itu? tidak mungkin Kayna kesal hanya karena hal sepele seperti itu. Terlebih kesal karena mamanya sendiri.
"Ngaco aja! udah ayo kita pulang!" ajak Kayna beranjak dari duduknya.
"Ayo!" balas Natta enteng.
Langkah kaki Kayna terhenti. Tubuhnya berbalik menatap Natta yang siap untuk pergi dari tempat itu.
"Apa lagi?" tanya Natta bingung.
"Maksudnya aku yang mau pulang, kalau kamu terserah mau kemana aja," koreksi Kayna dengan ucapannya tadi.
"Kamu atau kita sama aja Kay, masih satu atap ini," ujar Natta menatap Kayna dengan gaya maconya. Setelahnya melewati Kayna yang sedang terdiam dengan cengonya.
pukul 3 sore keduanya sampai di rumah kontrakan. Mama Mita juga sudah selesai memasak. Melihat kedatangan Kayna dan Natta membuat beliau langsung menghampiri keduanya.
"Baru pulang kalian?" tanya mama Mita seketika membuat Kayna dan Natta sama-sama saling melempar tatap dengan diam.
Karena pertanyaan mama Mita barusan mereka merasa seperti sepasang kekasih yang baru saja pergi berdua.
"Iya tante, aku permisi ke kamar dulu," balas Natta diangguki oleh mama Mita.
Langkah beliau mendekat dimana Kayna kini masih berdiri. Sudut bibir mama Mita tertarik ke atas dengan pundaknya menyenggol lengan Kayna.
"Gimana Kay udah tahu hubungan mama sama Natta belum?" goda beliau menahan senyum.
"Mama," lirih Kayna malu. Gadis itu langsung pergi ke kamarnya.
Melihat wajah merah Kayna membuat mama Mita tersenyum. "Ada-ada aja, cemburu kok ya sama mama sendiri kamu Kay," lirih mama Mita menggelengkan kepalanya.
Karena kejadian tadi. Kayna jadi melupakan apa yang seharusnya ia tanyakan dan juga tuntut dari mamanya. Kayna lupa jika tadi sempat memergoki paman Danu yang mencoba menghubungi mama Mita lagi.
Selesai makan malam, Natta pamit dengan mama Mita untuk keluar sebentar. Hari minggu selain sekolah libur, mereka juga tidak perlu pergi ke kafe untuk bekerja. Ada pegawai lain yang memang mengisi untuk di hari minggunya.
"Aku permisi dulu tante," pamit Natta menyalami tangan mama Mita.
"Hati-hati Natta, nggak usah ngebur motor kamu masih baru," balas beliau diacungi jempol oleh Natta dengan cengirannya.
Setelah motor Natta melesat pergi meninggalkan rumah. Barulah Kayna muncul menghampiri mamanya.
"Mau kemana dia ma?" tanya Kayna menatap ke arah luar.
"Oh... keluar sebentar, biasa lah Kay anak muda," balas mama Mita kembali menutup pintu depan.
"Baru juga punya motor udah ngelayab aja," komentar Kayna mendapat gelengan kepala dari mama Mita.
"Kenapa? kesel ya anak mama karena nggak diajakin?" ledek mama Mita membuat Kayna menggeleng dengan wajah mulai merahnya.
"Bentar deh mama telponin Natta biar ngajakin kamu juga," lagi-lagi mama Mita terus menggoda Kayna dengan berpura-pura akan menghubungi Natta agar mengajak Kayna keluar.
semngaaaaaat
terimakasih mbak Ri
atw belajar dr Mas Ray