Takdir sangat kejam bukan, saat kita berpisah aku pikir tak ada alasan lagi untuk kita kembali bersama, namun dia membuat kehidupan kita seolah sebuah permainan, mempertemukan kita kembali dalam lingkaran kehidupan yang semakin sulit.
Penasaran kisah nya yukkk langsung baca
Hati hati bucin tingkat akut!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ryuuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tour perjalanan part 2
"Baiklah anak anak karena sekarang sudah mulai larut malam jadi kita lanjutkan besok lagi aktivitas kita, sesudah memasang tenda kita akan berkumpul di depan api unggun! " ucap pak Budi.
"Iya pak" jawab seluruh siswa.
Semua siswa pun mulai memasang tenda mereka masing masing.
Setelah selesai mereka berkumpul di depan api unggun untuk menghangatkan diri, mereka juga melakukan beberapa aktivitas seperti bernyanyi mengunakan gitar yang mereka bawa dari sekolah tadi.
Rey sedang melihat Reva dari kejauhan sedang asyik bernyanyi bersama Ardo seakan dia tidak memiliki beban.
Tanpa sadar Rey pun mengepalkan kedua tangan nya, dia tidak suka melihat kejadian yang ada didepan nya sekarang.
*****
" ikut gue!!! " perintah Rey sambil menarik tangan Reva pada saat Reva tadi ingin mengambil beberapa roti di dapur tenda dekat dengan perkemahan mereka.
" Lepasin kk sakit tau!" balas Reva sambil menarik tangannya dan memegangi pergelangan tangannya yang sakit,
Rey pun akhirnya melepaskan tangan Reva saat dirasa nya tempat itu cukup aman untuk mereka berbicara empat mata.
" lo jangan dekat dekat sama Ardo harus berapa kali gue bilang!" ucap Rey sambil setengah berteriak.
" kk Rey masih ingat ngak perjanjian kita? Atau perlu Reva ingatkan kk? Lagian Reva juga enggak pernah ganggu hubungan kk dengan kk Cantika kan kk? Jadi Reva mohon jangan usik kehidupan Reva! " balas Reva dan berlalu meninggalkan Rey yang masih mencerna kata kata Reva.
" cih dasar wanita itu dia sudah berani membantah " batin Rey kesal.
Author pov
Hari ini aktivitas perkemahan anak SMA Nusa Bangsa pun dimulai.
Tugas pertama mereka yaitu mencari lahan yang akan gundul dan akan mereka tanami beberapa tumbuhan yang mereka bawa, ini bertujuan untuk menghindari Hutan yang mereka tempati ini gundul, tetapi mereka juga tidak boleh melewati batas batas yang dibuat pihak sekolah untuk mengantisipasi akan terjadi hal hal yang tidak diinginkan.
Para siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan dipencar ke area hutan, Rey, Reva, Cantika, Ardo, Morgan, Dodi , serta Feni mereka menjadi satu kelompok.
Bagaimana tidak awalnya hanya Rey, Reva, Cantika dan beberapa murid yang lain dalam satu kelompok mereka, namun Morgan dan, Dodi mereka ingin bersama Rey, ditambah lagi Feni dan Ardo yang khawatir akan keadaan Reva dan akhirnya mereka pun menjadi satu tim semua.
Pov end
"Aduh mimpi apa sih gue satu tim sama eneng Feni." ucap Dodi sambil berjalan ke samping Feni.
" Eneng Feni enggak bisa hidup tanpa Babang Dodi kan? " ucap Dodi lagi sambil menunjuk ke arah Feni.
" maaf ya kk gue ikut bukan karena mau satu tim sama kk tapi karena gue mau jaga teman gue." balas Feni yang mulai kesal akan kelakuan Dodi selama ini.
" ****** lo dugong makanya jangan sok narsis. " ucap Morgan sambil tak hentinya tertawa.
" Tega kamu mas setelah apa yang kamu lakukan sama aku kemarin, aku minta cerai!" ucap Dodi sambil pura pura menangis.
" jadi kalian berdua " ucap Feni menujuk Morgan dan Dodi.
" Ngak!! Gk usah dengarkan dia, otaknya lagi demam akibat kelamaan jomblo." balas Morgan begidik ngeri dan berjalan cepat mendahului mereka.
Walaupun ada sedikit keributan akibat pertengkaran kecil Dodi dan Morgan, tapi tak mengusik Reva yang masih memandang Cantika yang sedari tadi mengandeng Rey.
Tapi tiba tiba dia tersentak saat sebuah tangan mengengam tangannya, dan langsung melihat siapa pelaku nya itu.
"Gue sayang sama lo Reva dan gue enggak akan biarkan lo sakit lagi karena Rey. " ucap Ardo berbisik sambil memegang tangan Reva erat.
" kk kenapa Reva enggak bisa mencintai kk? Padahal kk lebih baik dari dia, Kenapa kk? " batin Reva sambil sedikit terisak.
" Hei jangan menangis." ucap Ardo melihat Reva terisak sambil menundukan kepala nya dan mengelus pipi Reva mengusap air mata Reva.
" ehem ehem tolong liat situasi dong, jomblo gk kuat liat begituan. " celetuk Dodi melihat kemesraan Ardo dan Reva yang membuat Rey yang berada di depan mereka sedikit terusik dan mengalihkan pandangan nya ke belakangan.
Saat melihat kebelakang air muka Rey seketika berubah, dan tanpa sadar kedua tangan nya ikut terkepal melihat peristiwa itu.
Cantika yang juga ikut menoleh ke belakang langsung melihat wajah Rey dan dia melihat air muka Rey sudah berubah seperti ingin menerkam orang.
"cih gue enggak akan biarkan kalian bahagia " batin Cantika sambil menyungingkan senyum miring nya.
" Kita harus cepat sekarang tidak ada waktu bermesraan! " ucap Rey segera berbalik dengan nada dingin.
Salam "Suami Bajinganku Tersayang"
Salam "Suami Bajinganku Tersayang"