NovelToon NovelToon
Aku Terbangun Menjadi Istri Bosku

Aku Terbangun Menjadi Istri Bosku

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / Kelahiran kembali menjadi kuat / Transmigrasi
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: waya520

Sebuah kecelakaan mengubah hidup Nara Anindya selamanya. Saat membuka mata, dia terbangun di tubuh Bianca Ardhana, istri CEO tempatnya bekerja, sementara tubuhnya sendiri telah dimakamkan. Di balik rumah tangga yang tampak sempurna, tersimpan pengkhianatan, ancaman, dan rahasia yang belum terungkap. Mampukah Nara mengembalikan kebahagiaan keluarga itu tanpa kehilangan hatinya sendiri?

Jangan lupa like dan votenya ya. terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waya520, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pulang?

Air mata Nara belum juga berhenti mengalir. Saat Elvano menerima telepon, dia diam-diam keluar dari ruangannya, kemudian mencari dokter dan menanyakan di mana dirinya yang asli.

Hingga kalimat dokter yang tanpa sengaja dia dengar beberapa menit lalu terus terngiang di kepalanya.

"Korban bernama Nara Anindya dinyatakan meninggal di lokasi kejadian."

Artinya...

Tubuhnya benar-benar telah tiada. Dia sudah mati.

Nara memejamkan mata erat. Dadanya terasa sesak, seolah ada tangan tak kasatmata yang mencengkeram jantungnya.

"Bu Bianca?" Suara seorang perawat membuatnya buru-buru menghapus air mata.

"Dokter meminta Ibu kembali ke kamar. Kondisi Ibu belum stabil." ucap perawat itu khawatir.

Nara menggeleng.

"Saya ingin keluar sebentar." pinta Nara dengan suara lemas. Bagaimana tidak lemas, saat dirimu tahu jika jasadmu sudah mati.

Dia masih syok berat.

"Tidak bisa Bu. Suami Ibu juga berpesan agar Ibu tidak banyak bergerak." ucap perawat itu sedikit memaksa.

Suami?.

Elvano itu bukan suaminya.

Dia hanyalah bos yang selama ini dihormatinya.

Tanpa menghiraukan larangan perawat, Nara melangkah pergi dari ruang rawatnya. Kakinya masih lemas. Kepalanya juga sesekali berdenyut, tetapi rasa penasaran jauh lebih besar daripada rasa sakit.

Dia harus memastikan semuanya.

Harus.

Lorong rumah sakit terasa begitu sunyi malam ini. Nara terus berjalan sambil menahan napas karena tubuhnya terasa nyeri efek dari kecelakaan yang dia alami tadi. Tatapannya fokus pada papan ruangan, dia mencari dimana ruang jenazah. Setiap langkahnya terasa begitu berat.

"Permisi Bu."

Seorang petugas kebersihan lewat. Jadi dia ingin bertanya saja.

"Di mana ruangan jenazahnya?"

Petugas itu menunjuk ke arah lift. "Lantai dasar lalu belok kiri."

"Terima kasih." ucap Nara sedikit tersenyum.

Nara segera masuk ke lift. Tangannya gemetar hebat saat pintu lift perlahan terbuka.

Udara dingin langsung menyambutnya. Beberapa keluarga korban terlihat menangis di luar ruang jenazah.

Tangis mereka membuat dada Nara semakin sesak.

Dia mendekati meja petugas.

"Maaf..."

Petugas itu mengangkat kepalanya saat dia bertanya.

"Ada yang bisa saya bantu, Bu?"

Nara menelan ludahnya susah. "Saya ingin melihat jenazah atas nama Nara Anindya."

Petugas mengetik sesuatu di komputer, hingga beberapa detik kemudian, pria itu menggeleng pelan.

"Maaf bu. Jenazah atas nama Nara Anindya sudah dijemput keluarganya sekitar satu jam yang lalu."

Mata Nara terbelalak, tubuhnya langsung lemas, dia merasa dunianya seakan berhenti berputar.

"Sudah dijemput?" tanyanya lagi, dia hanya ingin memastikan semuanya.

"Iya, sudah dibawa pulang keluarganya."

Nara mundur selangkah. Air matanya kembali jatuh.

Terlambat.

Dia bahkan tidak sempat melihat wajahnya sendiri untuk terakhir kali.

....

Di sisi lain.

Sebuah rumah sederhana sudah dipenuhi para pelayat yang datang dengan perasaan sedihnya.

Foto Nara Anindya berdiri di atas meja dengan pita hitam di sudutnya.

Di depan foto itu. Seorang wanita paruh baya menangis histeris.

"Nara... bangun, Nak..."

"Ibu mohon...."

"Jangan tinggalin Ibu...."

Ayah Nara hanya mampu menundukkan kepala. Matanya memerah. Anak satu-satunya sudah tidak ada lagi. Hatinya benar-benar hancur.

Beberapa tetangga berusaha menenangkan kedua orang tua itu. Sementara sahabat Nara, Tasya, berdiri mematung di sudut ruangan.

Dia masih tidak percaya. Kemarin mereka masih bekerja bersama.

Tapi hari ini...

Nara sudah tidak ada. Wanita itu sudah meninggalkan nya untuk selamanya.

Tanpa diketahui siapapun, Nara yang asli berdiri tepat di luar rumah duka.

Setelah berpikir panjang akhirnya dia nekat pergi, menghentikan sebuah taksi, meminta sopir itu pergi ke alamat rumahnya.

Dari balik jendela mobil, dia bisa melihat tenda putih sudah terpasang di depan rumahnya,

Sudah banyak pelayat yang memenuhi halaman rumahnya. Pemandangan itu membuat jantungnya berdetak semakin cepat.

"Terimakasih banyak pak." ucapnya pada supir taksi yang sudah mengantarnya, setelah memberikan sejumlah uang yang dia temukan di tas milik Bianca, dia langsung keluar sambil menunduk.

Meskipun tidak ada yang mengenalnya, dia hanya tidak ingin melihat orang-orang yang sedih karena kepergiannya.

Langkahnya terasa semakin berat saat melihat foto besar dirinya sendiri terpajang jelas di depan sebuah peti mati yang terisi jasadnya.

Fotonya tersenyum manis. Dan itu membuat hatinya teriris.

Tubuhnya bergetar saat melihat ibunya yang bersimpuh di hadapan peti mati itu. Tangis wanita itu terdengar sangat menyayat hati. terlebih ayahnya yang sibuk memasang senyum palsu saat menyapa para pelayat yang datang.

"Ibu."

Dia ingin sekali memanggil dan merengkuh ibunya. Dia ingin sekali memeluk wanita yang telah melahirkannya itu.

Namun...

Nara tanpa sadar melangkahkan kakinya menuju peti matinya.

Hingga seorang tetangga menghentikannya. "Maaf Bu." langkahnya langsung terhenti.

"Hari ini keluarga sedang berduka, nanti saja kalau mau mendekat."

Nara membeku. Tadinya dia khawatir jika ada yang mengenalnya. Tapi wajahnya sekarang bukan lagi Nara. Dia adalah Bianca Ardhana.

Orang asing.

Tanpa menghiraukan ucapan tetangga nya tadi, dia nekat melangkah masuk ke dalam dengan pelan.

Tidak ada seorang pun yang mengenalinya. Semua orang sibuk menangisi dirinya.

Hingga akhirnya dia berhasil mendekati peti matinya. Dia menatap nanar tubuhnya yang terbujur kaku di dalam peti. Air mata yang sejak tadi dia tahan langsung pecah.

Di dalam peti itu...

Tubuhnya sendiri terbaring dengan wajah damai. Kedua tangannya terlipat di atas dada. Riasan tipis menutupi luka akibat kecelakaan.

"Nara...." Suara ibunya terdengar lirih.

"Maafkan Ibu nak. Ibu belum sempat membahagiakanmu."

Mendengar itu, dia tidak bisa membendung air matanya lagi. Andai ia bisa berkata.

"Bu... aku di sini."

"Aku belum pergi."

"Aku masih hidup."

Namun dia yakin tidak ada seorangpun yang akan mempercayainya. Yang ada dia dianggap sudah gila.

Kini dia hanya seorang wanita asing yang menangisi jenazah Nara Anindya.

Tiba-tiba sebuah tangan menyentuh bahunya. Nara tersentak dan menoleh kebelakang.

"Bianca?" panggil Elvano. Suara berat itu membuat tubuhnya membeku.

Elvano berdiri di belakangnya dengan tatapan penuh tanda tanya. "Apa yang kamu lakukan di sini?"

Mampus.

Apa yang harus dia katakan.

Dia tidak menyangka jika ada Elvano disini.

Tatapan Elvano kemudian beralih ke arah peti jenazah Nara. Wanita itu adalah karyawannya, dan kebetulan kecelakaan itu terjadi bersama dengan istrinya.

Elvano menatap orangtua Nara tidak enak, karena kecelakaan itu hanya merengut nyawa Nara, sementara Bianca selamat dan hanya terluka sedikit.

"Aku... Aku..." Nara bahkan tidak tahu harus berkata apa.

"Ikut aku." dengan pelan, Elvano menarik tangan istrinya, sebelum itu, dia sempat berpamitan dengan orangtua Nara, memberi beberapa uang santunan yang cukup banyak karena Nara adalah karyawan yang bisa di andalkan.

"Bukankah aku sudah bilang pada perawat untuk menjagamu di sana!"

Nara menggigit bibirnya kuat-kuat agar isaknya tidak pecah. Kenapa bosnya itu terlihat sangat marah.

"Ayo kita pulang."

....

*Jangan lupa like dan votenya sebelum lanjut bab berikutnya 🥰

1
falea sezi
lanjut
waya520: siapppp
total 1 replies
meowww
baru bab belasan tp aku sdh kepo sm endingnya. jangan lama up nya thor semangat
waya520: hahahaha sabar yaa. pokoknya ikuti terus ceritaku 🤭
total 1 replies
meowww
konfliknya jangan lama2 thor
waya520: siapp
total 1 replies
meowww
good
meowww
ya Allah mau suami seperti Vano 🙏
waya520: samaaa 😩
total 1 replies
meowww
la iya. mw kmn mlm"
meowww
tolong buat happy birthday min🤭
waya520: hmmmmmmm🤭
total 1 replies
meowww
aaaaaa sukaaa
meowww
cepet up yhor seru
meowww
woy bianca. punya anak pny suami malah selingkuh
meowww
bianca berarti gk sayang anaknya selama in?
meowww
kasian nara. dia liat jasadnya sendiri
meowww
thor akhirnya ada cerita transmigrasi lagi
Wawasan Ilmu NgertiYuk
wahhhh cerita baruuuuu💪
Dinda Putri
up
waya520: siappp
total 1 replies
Dinda Putri
lanjut💪💪💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!