⚠️ ROMANCE ADULT COMEDY.
Tertangkap basah tidur bersama di ranjangnya, memang Kelandru yang sengaja membuat itu.
Bagaimana dia tidak tertampar dan kecewa Sania yang sudah ia pacari 2 tahun ternyata berselingkuh satu tahun ini saat Kelan berada di Australia menjalani tugas dari orang tuanya. .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Payung Hujan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak mau melihat.
"Keland kau tidak boleh seperti ini--" .
Keland tidak mengindahkan malah semakin membuat Rea bergelinjang oleh perlakuannya yang semakin lama semakin turun
"KELAND KAU GILA!"
Bruakk
"Kelandru kau sakit jiwa!"
Rea mendorong kuat Keland dengan kakinya, menciptakan bunyi yang kuat Keland terdorong ke pintu.
Kelandru menyeringai lebar terdorong seperti itu segera ia kembali menarik lengan Rea.
"Kau menendangku?"
"Aku akan teriak jika kau tidak mengeluarkanku?"
Rea terus berusaha menutup dadanya yang di robek Kelandru.
"Ayo teriak."
Rea ketakutan benar-benar pria ini tidak ada takutnya, "Kau mau apa sebenarnya?" Cairan bening sudah sudah berkumpul di matanya, "Kau menakutiku, kalian semena-mena denganku, apa salahku, apaa.... "
Kelendru merasa tersentuh oleh mata Rea yang sudah berair itu, eratan tangannya pun mengendur, segera ia melepaskan tangan Rea dan membuka baju yang ia pakai.
"Keluarlah, pakai ini!"
Berikan Keland kausnya pada Rea yang masih menangis dan ketakutan itu. Lalu ia keluar dari sana, tidak peduli pakaiannya entah kemana.
Rea berjongkok setelah Keland keluar ia mulai menangis, memeluk kaus Kelan. Rea merasa semakin hari Kelandru makin semena-mena terhadapnya apa lagi Sania, semakin kesini Rea lihat dia benar-benar bukan sahabat yang baik.
Tidak menunggu Rea segera melapis pakaian yang Kelan robek itu dengan kaus milik laki-laki itu, aroma khas Kelan sangat tecium oleh Rea dia benci itu, dia benci semuanya.
Tidak menunggu Rea dengan hati-hati turun dari closet, melihat ke kanan dan ke kiri ia segera keluar dari bilik kecil kamar mandi itu.
Rea sudah begitu muak dengan semua ini, dia fikir lebih baik dia pulang saja, persetan dengan Kelandru dan Sania, persetan dengan pernikahan sialan ini fikirnya.
Rea segera kembali ke kamarnya ia akan bersiap-siap mengemasi barang, dia akan pulang hari ini juga.
Rea benar-benar sudah merasa sangat di tindas disini dan dia sudah terlalu baik sekali untuk menuruti mereka, dia juga punya kehidupan sudah terlalu muak dengan kehidupan kedua orang itu, terserah dengan masalah mereka, dendam dan apapun itu juga.
Rea menyeka air matanya sambil terus berlari-lari mengemasi barang, beruntung tidak terlalu banyak, dengan cepat ia menutup kembali koper lalu mengambil hoodinya, memasang topi di hoodi lalu ia bergegas keluar dari kamar itu.
Jujur Rea tidak terlalu tau jalan menuju pulang mungkin dia akan meraba-raba dan banyak bertanya, sebentar dia berhenti membuka dompetnya, hanya ada 320.ribu rupiah uang cash disana dan hanya punya sisa uang di Atm sekitar kurang dari 2 juta saja, hatinya menangis ia menarik nafas dalam-dalam, ia harap ini bisa membawanya pulang.
Rea berada di ujung dermaga kecil di resort itu, seluas mata memandang adalah laut biru membentang, hari sudah begitu terik ia berjalan lagi ke depan tampak sebuah speedboat hendak meninggalkan pulau Rea langsung memanggil.
"Pak speeboad ini mau menyebarang?"
"Iya, mbak mau kembali ke kota?"
"Iya pak, boleh saya naik?"
"Boleh saja tapi didalam penuh barang mau? ada ikan-ikan dan banyak sayuran, bagaimana?"
Rea begitu antusias," Ah tidak masalah pak, saya mau..."
Rea menyambut tangan pria tua ada seorang ibu-ibu yang sepertinya koki di resort itu. Segera Rea duduk di speedboat kecil itu diantara ikan dan sayuran.
Aroma amis dan segala macam bau begitu terendus di penciuman Rea, dia menguatkan diri agar tidak muntah terus menutup mulutnya.
Terkadang yang kita anggap sahabat dia pula justru yang menjerumuskan kita, sedikitpun mungkin Sania tidak memikirkan bagaimana hati dan nasib Rea, sekalipun Rea mendapatkan semua kemewahan dari keluarga Kelan namun ini bukan sebuah kebahagiaan dan pernikahan melainkan kedustaan.
Berangsur boat meninggalkan pulau, tempat bak surga yang tersembunyi itu akan ia tinggalkan, lucunya ada cerita-cerita yang terkenang di kepala Rea, itu ujung barat resort tempat diving yang di tutup, Kelan sempat membawanya berenang kesana melihat ikan-ikan cantik, tetap saja berkesan walau ujung-ujunganya Kelan bertingkah tidak waras.
Itu jalanan berlantai-lantai kayu dimana Kelan mencarinya hujan-hujanan sampai dia sakit lalu memeluknya sepanjang malam.
"Aku tetap benci kau, Kelandru!" Kau memperlakukan aku semena-mena, kau menjadikan aku tumbalmu untuk dia, secinta itukah kau padanya bahkan rela mengorbankan orang lain demi membalas dia.
Rea melihat jemari di tangannya, sebuah cincin bermatakan berlian masih tersemat disana, dia menggunakan bukan karena menghargai pernikahan namun karena benda itu cantik saja.
Masih Rea ingat Kelan menyamatkan ini di jemarinya dan Sania di sisi lain berucap, "Bayaranamu..." Sangat tidak punya hati, dia mengatakan cincin ini untukku dan bisa kujual padahal ada air mata kedua orang tuaku yang terlukai karena semua itu.
Tidak ada lagi persahabatan, persetan tentang itu Rea akan pergi meninggalkan Jakarta, kantor Sania, Kelandru dan semuanya.
"Pria sialan!" Rea mengingat ponselnya yang di lempar begitu saja oleh Kelandru ke laut, "Kau menyukaiku kan? Kau bukan marah karena aku menuruti Sania, sampah kau sampah, aku tidak ingin melihatmu lagi sialan!" Rea segera melepaskan cincin itu dan memasukannya kedalam tas.
adakah karya author yg lain
padahal bagus lho ceritanya
semangat lagi ya kak payung
love kak