Bagaimana bisa, seorang Alfa Edison Sagala mengancam Diva, seorang wanita untuk ia nikahi, sedangkan banyak wanita lain yang menginginkannya.
Hingga Diva mencoba mengancam untuk membunuh suaminya, Alfa.
"Ceraikan aku atau kau akan mati!"
"Maka lakukanlah karena sebelum aku mati, aku, Alfa Edison Sagala akan menaklukan mu terlebih dahulu."
Akankah pernikahan mereka tetap bertahan atau malah sebaliknya?
Follow Ig Mimin || @aran_diah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arandiah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 23
Selamat membaca ...
“Apa kau masih ingin terus berbicara?” tanya Diva menatap Alfa dengan tajam, karena ia merasa sangat tidak nyaman dengan pernyataan sang suami.
“Apa kau sudah mencintaiku?” tanya Alfa dengan tatapan menggoda ke arah istrinya.
“Obati lukamu sendiri!” ucap Diva dengan yang memerah sambil meletakan kotak obat di tangan Alfa.
“Sayang, jangan pergi, cepat obati aku, kalau tidak mamah akan melihatnya dan memarahimu,” ucap Alfa dengan ancaman seorang anak kecil, entah sihir dari mana jika menggunakan kata MAMAH, siapa saja langsung akan menciut nyalinya, jika singa adalah raja hutan, maka mamah adalah sang penguasa rumah.
“Maka diamlah!” ucap Diva dengan tegas sambil mengoles obat pada luka Alfa kembali.
“Baiklah, aku akan menurut saja,” ucap Alfa dengan semanis mungkin dan membuat Diva tersipu.
“Sudah selesai,” ucap Diva sambil membereskan kotak obat.
“Jangan pergi!” seru Alfa sambil memegangi tangan Diva yang hendak beranjak pergi dari sana.
“Kau harus istirahat, jangan macam-macam denganku,” ucap Diva dengan datar.
“Aku hanya ingin kamu menemani aku, itu saja,” pinta Alfa dengan raut wajah seimut mungkin, dan itu terlihat sangat tidak cocok dengannya.
“Hentikan raut wajah bodohmu itu,” ucap Diva sambil memutar bola matanya malas.
“Apa kau bersedia?” tanya Alfa dengan sangat antusias.
“Jangan percaya diri dulu, ini karena kau memang sedang sakit,” jawab Diva berkilah.
...----------------...
Setelah meletakan kotak obat, Diva kembali ke tempat tidurnya, di sana seorang pria yang sedang tebaring tanpa menutup matanya.
“Sayang, apa kau sudah kembali?” tanya Alfa sambil menatap Diva dengan berbinar.
“Hmm,” jawab Diva asal, wanita cantik itu meletakan segelas air putih di atas nakas yang ada di samping tempat tidur suaminya.
“Awhh! Apa kau sudah gila, hah!” bentak Diva saat dirinya di tarik ke dalam pelukan pria tampan tersebut.
“Aku sudah lama tidak memeluk mu, aku sangat merindukan mu, apa kau tidak merindukan pelukan diriku, dan semua tentang diriku?” tanya Alfa yang kini sudah menghimpit tubuh mungil wanita cantik tersebut, hingga Diva merasa sesak dan sulit untuk bernapas.
‘Aku mohon jangan bertanya seperti itu lagi, aku bahkan tidak tahu pasti perasaanku padamu, aku tidak mungkin mengkhianati dirinya, maafkan aku jika suatu saat aku akan melakukan apapun agar terlepas darimu untuk hidup bersamanya, hei, hei, hei, apa-apaan ini, kenapa kau terus menciumi wajah dan leherku, aku mohon hentikan ini semua,’ batin Diva yang ragu dengan semua tindakannya, tapi wajahnya sudah memerah kerana terlalu dekat dengan pria tampan itu, bahkan Alfa sudah menyusuri wajah cantik milik Diva dengan bibir lembutnya.
“Apa kau ingin membunuh ku?” tanya Diva yang tak mengindahkan pertanyaan dari suaminya.
“Kenapa, itu hukuman karena kau diam saja, bahkan aku bisa melakukan apapun padamu, apa aku salah, hum,” ucap Alfa yang kini sudah melu*mat leher Diva dengan sangat lembut.
“Hentikan, atau aku akan pergi!” ancam Diva yang langsung membuat Alfa diam tak berkutik lagi dan segera memejamkan matanya, karena sudah beberapa hari ini ia tidak tidur dengan teratur, dan itu membuatnya jauh lebih mudah kelelahan.
...----------------...
Disisi lain, seorang pria yang tak kalah tampan sedang menikmati beberapa botol wine, pria itu tersenyum senang saat rencana untuk menghancurkan musuhnya tinggal hanya beberapa langkah lagi.
“Kevin!” teriak pria tersebut memanggil sang asisten.
“Saya tuan, apa tuan membutuhkan sesuatu?” tanya Kevin pada pria yang tak lain adalah Alex.
“Siapkan rencana untuk acara pernikahan ku!” titah Alex pada asistennya tersebut.
“Apa tuan mau menikah?” tanya Kevin dengan bodohnya, membuat Alex melemparkan tatapan mautnya, hingga membuat nyali Kevin menciut.
“Baik tuan, akan saya lakukan secepatnya ,” ucap Kevin dengan cepat saat melihat tatapan penuh kilatan amarah milik Alex.
“Aku ingin semuanya dengan sesuai rencana ku, entah kapan ia akan segera berpisah dari si pria brengsek itu, aku akan tetap menunggunya,” ucap Alex sambil menampilkan senyum smirknya.
Setelah menerima tugas yang entah terwujud atau hanya impian Alex semata, Kevin pun bergegas pergi dari ruangan Alex.
“Alfa, aku sudah tidak sabar menunggu dan melihat hari di mana kau akan hancur dan terpuruk, aku akan membalaskan rasa sakit hatiku selama ini, bukankah ini pantas balasan untuk mu, hahahah,” gumam Alex yang kemudia tertawa bagai seorang iblis, siapa saja yang mendengarnya pasti akan di buat merinding dan ketakutan.
“Aku akan merebut semua yang kau banggakan selama ini, termasuk istri yang sangat kau cintai, kau terlalu beruntung untuk memiliki istri secantik wanita itu, apa kau akan kaget setelah tahu identitasku yang asli, atau kau akan berlutut di telapak kaki ku, sungguh aku menantikan di mana hari itu tiba, aku akan merebutnya darimu satu persatu, hingga kau tidak menyadari bahwa kau akan menjadi orang yang paling menyedihkan setelah di kenal sebagai orang tersukses, Diva, wanita cantik itu juga akan segera menjadi milikku,” gumam Alex yang sudah seperti orang gila.
...----------------...
Detik demi detik, menit demi menit, hari sudah berlalu dengan begitu cepat, pagi hari yang begitu cerah ini adalah hari di mana Alfa dan Diva akan berangkat bulan madu ke luar negeri.
“Sayang, kalian hati-hati ya, mamah pasti akan sangat merindukan kalian,” ucap Fara pada sepasang suami istri yang berbeda ekspresi tersebut. Diva dengan wajah muramnya, sedangkan Alfa dengan wajah cerianya, bahkan mengalahkan cerahnya mentari pagi hari ini.
“Iya mah, seharusnya mamah yang harus hati-hati di rumah, biarkan para pelayan saja yang melakukan tugasnya, mamah istirahat saja, kami hanya dua minggu saja kok mah,” ucap Diva menghibur sang mertua.
“Mah, jika mamah membutuhkan apapun, mamah bisa menghubungi sekertaris Sam, dia akan selalu ada, bukan begitu Sam?” tanya Alfa sambil melirik sekertaris Sam dengan tatapan tajamnya.
“Benar nyonya besar,” jawab sekertaris Sam dengan cepat, sebelum tatapan maut dari Alfa benar-benar membunuhnya.
“Baiklah, kalian harus segera berangkat, sebelum telat, Diva juga sudah sangat gugup,” ucap Fara pada putra dan menantunya, yang membuat wajah Diva memerah bagai udang rebus.
“Mamah jangan menggoda menantu mamah lagi, apa mamah tidak melihat wajahnya sudah semerah tomat, lagipula kami naik jet pribadi, kapanpun aku mau, pasti bisa,” ucap Alfa yang membuat Diva semakin ingin menenggelamkan wajahnya di dasar kolam renang, karena kalau di lautan terlalu dalam dan Diva takut tidak bisa kembali lagi.
“Ah kau ini memang anak mamah, bukankah kamu sendiri yang menggoda istrimu, ya sudah kalian harus berangkat, lebih cepat, lebih baik, dan kalian pulang harus membawa kabar baik,” ucap Fara dengan bersemangat saat memikirkan cucu dari putranya yang tampan, bahkan ia sudah membayangkan wajah cucunya yang sangat tampan juga.
Setelah berpamitan, akhirnya Diva dan Alfa sudah berangkat untuk berbulan madu, entah apa yang akan terjadi di sana, yang paling penting saat ini adalah rencana Diva yang tak akan pernah terbayangkan sebelumnya.
...****************...
Tekan favorite agar dapat notifikasi jika sudah up.
Jangan lupa sedekah dengan like, vote, hadiah dan komen tentang ceritanya ...
Follow IG Author @aran_diah
Hatur nuhun.
Kita bongkar dulu
Novel suami salah
*jika novel konfliknya suami yang salah maka suami akan dibuat dapat balasan, menderita, menyesal, mengemis maaf, berjuang keras dapat kesempatan
*Karakter istri dibuat tegas tidak mudah memaafkan bahkan pergi
*Akan dihadirkan lelaki lain yang baik untuk istri dan lelaki itu begitu dispesialkan dan berkemungkinan mengganti posisi pemeran utama pria
*pelakor akan dilaknat dan dibinasakan
Novel istri yang salah
*paling jauh minta maaf semua beres, tidak perlu menyesal, tidak perlu mengemis maaf, tidak perlu berjuang, kalian akan membela bahkan akan membenarkan semua kesalahanya
*karakter suami dibuat bodoh dan buciln pada istri akan mengejar terus dan mengemis cinta istri, rela diperlakukab apapun, mudah memaafkan, dan malah balik dia yang harus berjuang
*kalian tidak berani hadirkan wanita lain yang baik pada suami kalau pun ada maka tetap dicap pelakor
*mau suami salah mau istri salah kalian pasti hadirkan lelaki lain yang baik pada istri lelaku itu begitu spesial dan diperlakukan sangat lembut
Kalau sudah begini adilkah kalian wanita dalam berkarya, karya kalian hanya menunjukkan kemunafikan dan keegoisan kalian
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu