NovelToon NovelToon
The Author Of My Own Destiny

The Author Of My Own Destiny

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel
Popularitas:318
Nilai: 5
Nama Author: S. Sage

Aria Evander, seorang mahasiswi kedokteran brilian di dunia modern, terbangun di dalam tubuh putri Baron yang bangkrut dalam novel fantasi yang pernah ia baca. Mengetahui nasibnya adalah kematian tragis sebagai pion politik, ia menolak tunduk pada naskah 'takdir'. Dengan bantuan Lumi, roh pena takdir yang memberinya kemampuan memanipulasi narasi realitas, Aria memulai permainan catur politik di Kekaisaran Sihir Elgarth. Ia harus menyeimbangkan antara bertahan hidup, memperbaiki kondisi keluarganya yang terpuruk, dan menjinakkan hati para penguasa yang memegang kunci kelangsungan dunianya, sambil menyadari bahwa setiap perubahan yang ia buat menciptakan riak yang mengancam keseimbangan antara terang dan kegelapan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Sage, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesta Teh Roselia

Rumah kaca di kediaman keluarga Roselia dipenuhi oleh aroma mawar merambat dan uap teh yang mengepul hangat. Sinar matahari sore menembus atap kaca, memantulkan bayangan rumit dari rangka besi tempa ke atas lantai marmer putih yang berkilau bersih. Di tengah ruangan yang dikelilingi tanaman eksotis itu, belasan nona muda dari kalangan kelas atas Kekaisaran Elgarth duduk mengitari meja-meja bundar berbalut taplak renda putih.

Aria Evander melangkah masuk dengan ketenangan yang ganjil bagi seorang putri Baron yang dikabarkan hampir bangkrut. Gaun beludru biru tuanya tidak dihiasi permata berkilau seperti milik para Lady lainnya, tetapi potongan gaun itu membingkai tubuhnya dengan sangat pas dan anggun. Setiap langkahnya memancarkan ketenangan yang terlatih—sebuah warisan disiplin dari kehidupannya yang lalu sebagai mahasiswi kedokteran, di mana ketelitian adalah batas tipis antara hidup dan mati.

“Aria, sayangku. Akhirnya kau datang juga,” sapa Evelyn Roselia, berdiri dari kursinya dengan senyum manis yang melengkung sempurna.

Evelyn tampak seperti malaikat dalam balutan gaun sutra merah muda lembut. Rambut emasnya ditata ikal, membingkai wajahnya yang tampak polos tanpa cela di bawah siraman cahaya sore. Namun, di balik binar matanya yang ramah, Aria menangkap kilat kepuasan yang dingin. Itu adalah tatapan seorang predator yang tahu mangsanya telah berjalan masuk ke dalam jaring yang sudah ia tebar dengan rapi.

“Terima kasih atas undangan hangat Anda, Lady Evelyn,” sahut Aria, membungkuk hormat dengan sudut kemiringan yang sempurna. “Suatu kehormatan bagi saya bisa berada di antara para Lady hari ini.”

Beberapa nona muda di sekitar meja mulai berbisik-bisik di balik kipas sutra mereka yang berhias bulu. Desas-desus tentang kesulitan keuangan keluarga Evander telah menyebar seperti wabah di ibu kota, dan bagi mereka, kehadiran Aria hari ini tak ubahnya seperti hiburan gratis untuk mengisi sore yang menjemukan.

“Duduklah, Aria. Kami baru saja membicarakan tentang perkebunan,” Evelyn mengibaskan tangannya, memberi isyarat kepada seorang pelayan untuk membawakan kursi tambahan. “Aku mendengar kabar bahwa perkebunan Evander sedang mengalami masa-masa sulit akibat cuaca buruk. Sebagai teman dekatmu, aku tentu merasa sangat prihatin.”

“Keprihatinan Anda sangat menghangatkan hati, Lady Evelyn,” jawab Aria tenang. Ia duduk dengan punggung tegak, melipat kedua tangannya di atas pangkuan tanpa menunjukkan sedikit pun kegugupan.

“Tentu saja. Karena itulah, aku memutuskan untuk membantu,” Evelyn tersenyum lebih lebar, sepasang lesung pipit menghiasi pipinya yang merona alami. “Aku telah membeli satu peti anggur hasil panen terakhir dari perkebunanmu melalui perantara dagang. Aku berpikir, mengapa kita tidak mencicipinya bersama hari ini? Dengan begitu, para Lady di sini bisa ikut membantu mempromosikannya ke keluarga mereka.”

Seorang pelayan maju dengan langkah tertata, membawa sebuah botol kaca gelap dengan label usang berlambang singa bersayap milik keluarga Evander. Aria menatap botol itu, dan seketika ia mengenali segelnya yang sedikit cacat.

Itu adalah botol dari batch gagal tiga tahun lalu—anggur gagal fermentasi yang telah teroksidasi dan berubah menjadi cairan asam berbau busuk menyerupai cuka. Evelyn sengaja mencarinya untuk mempermalukan nama Evander di depan para aristokrat paling berpengaruh di ibu kota. Jika cairan itu dituangkan dan baunya yang menyengat memenuhi ruangan, reputasi bisnis keluarganya akan hancur total bahkan sebelum sempat bangkit.

Di balik helai rambut cokelatnya, sebuah jepit rambut perak berbentuk bulu angsa mulai terasa hangat menyentuh kulit kepalanya. Itu adalah Lumi, roh pena takdir yang sedang menyamar.

“Aria, naskahnya bergejolak,” bisik sebuah suara kecil yang hanya bergaung di dalam kepala Aria. “Gadis berambut emas itu telah menuliskan narasi kehancuranmu di dalam benaknya. Kita harus merevisinya sebelum terlambat.”

Aria memejamkan mata sejenak, menarik napas dalam-dalam seolah sedang menikmati aroma teh lavender yang tersaji di meja. Di dalam dimensi kesadarannya, selembar kertas transparan bercahaya keemasan terbentang lebar. Itu adalah ‘The Script’, jalinan hukum takdir yang mengalir di dunia ini.

Pena takdir di tangan batinnya bergerak dengan cepat. Aria tahu ia tidak bisa mengubah takdir besar secara mendadak tanpa memicu alarm kecurigaan dari Menara Sihir, tetapi mengubah struktur molekul dari cairan di dalam sebuah botol adalah hal kecil yang mudah baginya.

“Cairan asam dalam botol bermetamorfosis menjadi anggur madu murni berkualitas legendaris.”

Aria menuliskan kalimat itu dengan ketetapan hati yang kuat. Setitik keringat dingin muncul di tengkuknya, dan rasa hampa yang familier mulai menggerogoti cadangan mananya—sebuah bayaran yang harus ia berikan demi menulis ulang realitas.

“Silakan, tuangkan untuk Marchioness Vance terlebih dahulu,” ujar Evelyn dengan nada riang yang dibuat-buat, memecah keheningan paviliun kaca. “Beliau adalah penikmat anggur terbaik di wilayah utara. Pendapat beliau tentu sangat berharga bagi kita semua.”

Marchioness Vance, seorang wanita paruh baya dengan tatapan mata yang tajam dan selera yang terkenal sangat pemilih, mengangkat cangkir kristalnya dengan enggan. Pelayan pun mulai menuangkan cairan merah dari botol tersebut.

Evelyn mencondongkan tubuh sedikit ke depan, jemarinya yang terbungkus sarung tangan renda merah muda saling meremas dengan antisipasi yang tertahan. Ia sudah bersiap untuk menutup hidungnya atau berpura-pura terbatuk demi memicu reaksi jijik dari para Lady lainnya.

Namun, begitu cairan itu menyentuh dasar gelas kristal, keajaiban terjadi.

Tidak ada bau asam yang memuakkan atau aroma cuka yang menusuk hidung. Sebaliknya, aroma manis yang sangat kaya langsung merebak ke udara, mengalahkan wangi mawar di sekeliling mereka dalam sekejap. Itu adalah perpaduan aroma buah beri hitam yang matang, kayu ek kuno, dan sentuhan madu hutan yang hangat. Warna anggur itu merah tua pekat, berkilau seperti batu delima di bawah cahaya matahari sore.

Marchioness Vance mengerutkan kening, rasa curiga di wajahnya perlahan digantikan oleh rasa takjub yang mendalam. Ia mengangkat gelas itu, memutarnya perlahan untuk melihat konsistensi cairan yang menempel di dinding kaca, lalu menyesapnya sedikit.

Keheningan menyelimuti paviliun kaca itu. Semua mata tertuju pada ekspresi sang Marchioness.

“Luar biasa,” bisik Marchioness Vance, matanya melebar dengan binar yang jarang sekali terlihat. Ia menyesap sekali lagi, kali ini dengan tegukan yang lebih mantap. “Ini... ini tidak mungkin anggur biasa. Struktur rasanya sangat kompleks. Rasa manis madunya alami, diikuti oleh kehangatan mana suci yang samar di tenggorokan. Ini adalah anggur kelas kekaisaran!”

Wajah Evelyn mendadak kaku. Senyum manisnya membeku di wajahnya yang mendadak pucat pasi. “A-apa? Marchioness, Anda pasti bercanda. Anggur dari perkebunan Evander yang hampir kolaps tidak mungkin—”

“Lady Evelyn, apakah kau sedang meragukan lidahku?” potong Marchioness Vance dengan nada dingin yang membuat Evelyn tersentak di tempat duduknya. “Aku telah meminum anggur dari berbagai penjuru benua, dan aku berani menjamin bahwa botol ini bernilai setidaknya seratus koin emas per botol. Aria, bagaimana keluargamu bisa menghasilkan mahakarya seperti ini di tengah situasi sulit?”

Aria tersenyum tipis, sebuah senyuman yang memancarkan ketenangan mutlak seorang pemenang di atas papan catur. Ia menatap Evelyn yang kini meremas saputangannya hingga kain halus itu nyaris robek oleh kuku-kukunya yang menekan telapak tangan.

“Kami sengaja menyembunyikan batch terbaik ini di ruang bawah tanah terdalam, Marchioness,” kata Aria dengan nada suara yang tenang namun terdengar jelas oleh semua orang di ruangan. “Ayahku ingin mematangkannya dengan sihir pemurnian tanah yang langka. Kami berencana untuk merilisnya musim depan, tetapi tampaknya Lady Evelyn sangat jeli hingga bisa menemukan dan membeli botol sampel ini lebih cepat dari siapa pun.”

Aria menoleh ke arah Evelyn, tatapannya berkilau penuh kemenangan. “Saya harus berterima kasih kepada Anda, Lady Evelyn. Tanpa kemurahan hati Anda yang bersedia menyajikannya di pesta teh yang megah ini, kami tidak akan mendapatkan promosi yang begitu luar biasa.”

Beberapa Lady lainnya segera mendesak pelayan untuk menuangkan anggur tersebut ke gelas mereka. Dalam sekejap, desas-desus tentang kebangkrutan keluarga Evander menguap, digantikan oleh decak kagum dan bisik-bisik ketertarikan untuk memesan anggur tersebut sebelum kehabisan.

Evelyn hanya bisa terpaku, bibirnya bergetar menahan amarah yang meledak-ledak di dalam dadanya. Jebakan yang ia siapkan dengan begitu rapi justru berbalik menjadi panggung emas bagi Aria untuk meluncurkan produk yang akan menyelamatkan keuangan keluarganya.

Di bawah meja, Aria mengusap jepit rambut peraknya dengan lembut. Permainan baru saja dimulai, dan ia baru saja menulis ulang bab pertama dari takdirnya sendiri.

1
Rahman Hayati
lanjut
Rahman Hayati
baru mampir thir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!