Olivia tidak tau apa-apa tapi dia harus mengalami penderitaan ini, di bawa paksa oleh sang penguasa yang di takuti
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 22
Di rumah kediaman Mars
Olivia masih setia menjaga di depan pintu kamar angel
dia melihat raisa berjalan dengan satu kantung di tangannya
"Olivia kenapa kau di luar? " tanya raisa saat dirinya sudah berada di dekat Olivia
"Ah itu, Bibi margareth sedang berbincang dengan nyonya jadi aku menunggu nya di sini, raisa kenapa kau sudah datang bukan kah sift mu akan di mulai nanti malam? " tanya Olivia bingung melihat kedatangan raisa
"Ah itu, aku akan menggantikan Dokter Andreas, dokter Andreas sedang membantu dokter di rumah sakit" ucap raisa menjelaskan
"Ah begitu? " Olivia tersenyum ke arah raisa
mereka berdua dengan Sabat menunggu pintu terbuka
dan tidak lama pintu terbuka bibi margareth keluar dari dalam
"Kalian masuk lah aku sudah selesai berbicara dengan nyonya" ucap bibi margareth sembari tersenyum
"kalau begitu kami masuk" ucap Raisa ramah
"Ya, kalau begitu bibi akan kembali ke dapur" bibi margareth membalas senyum mereka berdua dan kemudian berlalu pergi berjalan ke arah dapur sesuai perkataan nya
Raisa dan Olivia masuk kedalam, melihat semuanya baik-baik saja mereka berdua mulai mengobrol
"Olivia kau sebelum nya bekerja di mana? " Tanya raisa sembari menata alat yang dia bawa ke tempat nya
" ini seperti dejavu untuk ku" ucap Olivia yang mengingat dokter Andreas juga menanyakan ini padanya
"Apa dokter Andreas juga mengatakan nya? " Olivia menebak pertanyaan nya mungkin sudah di tanyakan oleh rekannya itu
"Ah benar dia juga menanyakan hal yang sama"
"Jadi apa jawaban mu"
"Aku dulu bekerja di rumah sakit angel milik nyonya" jawaban Olivia tidak berubah
"Ah kau lebih beruntung dari ku, aku sangat ingin bekerja di rumah sakit terbesar di negara ini" ucap Raisa
"Eh? jadi kau tidak bekerja di rumah sakit angel? "
"Tidak, aku adalah perawat dari sebuah klinik yang di miliki nyonya tempat para murid nyonya berkumpul" ucap raisa
"Ahh kau merendah ternyata kau yang lebih beruntung kau pasti mendapat banyak bimbingan dari nyonya, aku dengar nyonya adalah salah satu jenius di dunia medis" ucap Olivia tersenyum
"Benar, saat ini yang merawat nyonya juga salah satu dari muridnya dia murid terbaik yang nyonya milik ki dia juga orang kepercayaan tuan muda" ucap raisa menjelaskan tentang Andreas
"Benarkah? dia pasti dokter berbakat sehingga mendapat bimbingan pribadi dari nyonya"
"Dia benar-benar berbakat dan tampan" ucap raisa jiwa wanita nya keluar
"Bukankah semua laki-laki tampan? " ucap Olivia yang sudah selesai membantu membereskan alat dan obat pada tempat nya
"Benar tidak salah dengan ucapan mu, tapi setiap manusia punya pandangan nya sendiri" Raisa juga menyelesaikan pekerjaan nya
"Jadi dokter ini adalah idaman raisa? " Olivia tersenyum baru kali ini dia bisa langsung dekat dengan teman bekerja nya dia biasanya lebih pendiam tapi ntah kenapa Olivia lebih terbuka saat bersama raisa, mungkin sifat raisa yang sangat humble membuat Olivia mengingat seseorang yang dulu selalu mendengarkan ceritanya
"Rahasia" ucap raisa sembari mengedipkan matanya
Olivia hanya tersenyum melihat wajah raisa
Di sisi lain
sesuai dengan petunjuk yang rocki Terima rocki harus mengalihkan tujuan Daniel untuk sesaat sampai Rafael dan adiknya tiba di kediaman mereka
"Kau dari tadi berputar saja!! apa Bos rocki menderita amnesia?!! "
"A.. anu paman aku lapar bisakah kita makan dulu sebelum pulang ke rumah? " ucap rocki dengan perasaan takut
"Apa kau tidak bisa makan di rumah? " ucap dingin Daniel
Rocki menelan ludahnya kasar
*Apa semua saudara Arion seperti ini, dingin dan mengerikan " ucap rocki yang tidak banyak bertemu dengan mereka
"Kau!! jangan melamun saat menyetir!! " ucap Daniel membangunkan lamunan Rocki
"Ak.. aku tidak melamun paman, nah paman apa kabar bibi Tiara sekarang? dan paman Rayyan? " ucap Rocki basa-basi
"Ck!! sudah ku bilang aku tidak perduli dengan keluarga aditama!! mana tau aku kabar mereka"
"Emmhh tapi tadi paman Daniel bilang bibi tiara sakit apa itu benar? "
"Benar dia sedang sakit, semua orang khawatir dengan ke adaan nya tapi anaknya yang keras kepala ini benar-benar memblokir pintu masuknya!!" Daniel bercerita dengan kesal membuat rocki tertawa dalam hati
*Mengatakan tidak perduli tapi terlihat sangat peduli" batin rocki
"Lagi pula kenapa dia begitu bodoh hanya karena ucapan istrinya benar-benar tidak menerobos pintu yang di tutup oleh anaknya itu" gumam Daniel sendiri
"Paman mengatakan sesuatu? " tanya rocki yang tidak mendengar dengan jelas ucapan Daniel
"Kau bilang kau ingin makan! cepat cari restoran!! " ucap dingin Daniel
"Baik paman akan ku traktir kau makan makanan terenak di negara ini" ucap rocki bersemangat
"Aku bisa membayar nya sendiri"
"Tidak masalah paman ini adalah tanda ketulusan ku untuk minta maaf paman"
"Bagus kalau begitu pilih dengan baik restoran untuk ku" ucap Daniel santai
Saat ini mereka sudah berada di restoran memasang sesuatu untuk di makan
sambil menunggu Pesanan nya datang rocki memberanikan diri untuk bertanya pada Daniel
"Kenapa melihat ku?!! " menatap rocki tidak suka
"I.. itu paman ad.. ada yang ingin aku tanyakan? " ucap rocki ragu-ragu
sampai saat ini aku memanggil suamiku dengan sebutan Bie yang artinya juga sayang....
mbk Yuniar emng is the best 👍👍
apa kau lupa☺️☺️
soalnya GK pernah bosan