NovelToon NovelToon
Nona Jutek Eks Tuan Bandal

Nona Jutek Eks Tuan Bandal

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romantis / Cintapertama / Karir / Persahabatan / Romansa
Popularitas:56.1k
Nilai: 5
Nama Author: R_picisan03

Bercerita tentang seorang wanita bernama Anita Sheila, seorang gadis yang memiliki sifat cuek terhadap hal yang menurutnya tak penting. Fokus terhadap nilai dan prestasinya semasa sekolah, justru membuatnya tak memiliki teman dan susah bergaul.

Namun pandangan Anita berubah ketika suatu hari ia bertemu Zain Azriel. Zain yang memiliki sifat berkebalikan dengan Anita memberi kisah baru dalam romansa tersebut.

Zain merupakan lelaki yang ceria, suka bermain, nakal dan bahkan dihari pertama sekolah ia bertengkar dengan seniornya, walau sebenarnya ia lelaki jenius dalam mata pelajaran.

Hubungan keduanya terbentuk ketika pertama kali Anita mengunjungi Zain untuk mengantarkan sebuah catatan. Namun saat itu juga Anita melihat sisi berbeda Zain dari rumor yang selama ini ia dengar. Dari situlah pertemanan keduanya dimulai.

Saat ini hubungan mereka semakin dekat, namun keduanya bingung dengan ikatan tersebut karena belum pernah memiliki pengalaman sebelumnya.

bagaiman kisah selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R_picisan03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Festival Budaya Satu

"Anak ini bener-bener ya! Perilaku dan ucapannya berlainan," batinku.

"Emm, ah! Mau pacaran?" lanjut Zain.

"Mending kamu cari tau dulu arti kalimat yang baru kamu ucapkan itu Zain."

"Habisnya kau pernah bilang, kau mau pacaran jika aku telah menyukaimu."

"Itu sih cerita lama!"

"Gak masalah kan? Yang penting semuanya beres."

"Jadi kamu gak mikirin perasaanku?"

"Terus aku harus bagaimana?"

"Kamu sendiri yang bilang cuma ingin bersamaku."

"Kau ini bodoh apa gimana sih! Mana ada cowok yang mau begitu!" umpat Zain.

"Maksudmu sebenarnya apa sih Zain!"

"Pacaran, pacaran, pacaran, pacaran!!!!"

"Pergi sana! Enyah pergi! Minggir dari hadapanku!"

"Lihat saja nanti!"

Setelah perdebatan itu, aku merasa selalu di ambang bahaya jika terus dekat dengannya,

bahkan setiap hari selalu bersamanya. Walau aku melarang Zain mendekatiku, ia tetap melakukannya hingga ujian akhir tiba.

Hasil ujian semester akhir kelas 10.

1. Zain Azril.

2. Anita sheila.

3. Dewi mantili.

"Kenapa? Kenapa sih aku gak pernah bisa menang!" pekikku melihat mading sekolah.

"Ya wajar saja, kali ini aku sedikit lebih bersemangat, ya walau cuma sedikit aja sih, cuma sekitar 0,002 % aku gunain pikiranku," sahut Zain menjahili.

"Cowok sialan! Selanjutnya aku pasti menang!" umpatku berbalik arah meninggalkan lokasi.

"Begitu ya? Baiklah, aku akan berjuang lebih keras lagi untuk menaklukanmu," ucap Zain melihatku berjalan menjauh.

"Wah nyaris anjir, untung masih selamat aku dari kejamnya hukum remedial," sahut Azi menatap mading.

"Lagi-lagi aku harus ikut remedial ya?" lirih Alea berdiri lemas.

Diruang akademi uji coba fisika.

"Besok bapak akan meminta menempelkan hasil uji coba, minta saja jika ingin tau soalnya."

"Siap pak," balas murid bersamaan.

"Akademi fisika ya? Mata pelajarannya orang-orang elit," sindirku pada lelaki yang sebangku denganku.

"Kenapa? Hasil ujianmu kemarin kurang memuaskan ya Anita? Oh iya, bagaimana kabar Zain terkasihmu itu?" ujar pria tersebut melepas kacamata belajarnya.

Tak menjawabnya, aku pergi keluar ruangan lab, ketika menurunin tangga sekolah, aku melihat Zain asik mengemil bersantai di jendela menatap

halaman luar.

"Zain, apa gak apa-apa kamu bermalas-malasan begini? Bukannya kamu harus mengurus pamflet dengan Alea supaya akrab dengan anak-anak di kelas?"

"Oh, mereka kabur waktu liat aku, makanya lebih baik aku cari kegiatan lain aja. Seenaknya saja cewek itu menghianatiku."

"Oh. Oh iya, tiket tiket ini untukmu, Ketua kelas itu menitipkannya padaku," jelasku nenyodorkan tiket tanpa memandang Zain.

Zain menarik tanganku, menjilat tanganku seperti menjilat es krim.

"Zain!" Memberontak melepaskan genggaman tangan Zain.

"Aku lengah, bahaya," pikirku.

"Kalau ingin menyentuhku kau harus ijin! Jika kau melakukannya lagi, aku akan beneran marah padamu!" lanjutku mengecam.

"Salahmu sendiri, kenapa menjaga jarak waktu aku bilang suka padamu. Kau mau mempermainkanku?"

"Habisnya kelakuanmu seperti ini!"

Suasana tersebut tanpa aku dan Zain sadari, siswa siswi yang sedang mondar mandir justru berfokus memperhatikan perdebatan kami.

"Terus aku harus minta ijin dulu, gitu?"

"Jangan buat aku mengulanginya lagi, Zain! Kalau kamu tetep kekeh gak mau jaga jarak, maaf, aku gak bisa lagi bersamamu!" kecamku.

"Sejauh mana jaraknya?"

"Sekitar 2 merer!"

"Yang benar saja!"

"Setidaknya bisa gak kamu hargai kemauanku? Soalnya aku gak bisa tenang kalau dekat denganmu!"

"Oke, baik."

Zain langsung pergi melompat jendela meninggalkanku.

Di belakang gudang sekolah!

"SIAL!!" Teriak Zain mematahkan kayu-kayu tak terpakai.

Grubakkkk!!!!

"Memangnya aku ini menjijikan apa? Ha!"

Alea yang kebetulan melihat Zain mengamuk, berlari mendekati, "Kenapa Zain?"

"Aku disuruh jaga jarak gak boleh dekat-dekat lagi dengannya. Sial! Kenapa jadi begini sih!"

"Jangan salahin dia, kelakuanmu sendiri belakangan ini memang gak wajar sih."

"Ha?" Zain berbalik arah memandang sinis Alea.

"Serem! Ampun!" ketus Alea.

"Memang apa yang salah?" lanjut Zain.

"Bukan, bukannya salah, cuma gak ada yang lebih menjijikkan ketimbang disentuh oleh orang yang gak kita sukai kan?" ketus Alea mencagili.

"Begitu ya?" sahut Zain meredam emosi kemudian mengotak atik kandang Rahul.

"Sebenernya kamu lagi buat apasih Zain?"

"Barikade. Soalnya bakal banyak orang yang akan datang kesini nanti pas festival. Aku namai Anita aja barikadenya ini," jelas Zain membuat pagar kayu di kelilingi rantai-rantai besi.

"Kamu nanti bisa dimarahi dia loh."

"Bodoh amatlah mau nenek lampir itu marah sekalipun bodoh amat," pekik Zain.

"Zain lihat, itu Anita," ujar Alea menunjukku berjalan dari sedikit kejauhan sembari membaca buku.

"Bodoh amat," pekik Zain masih mengotak atik pagar kandang rahul.

Kembali ke sisiku.

"Eh? Kita gak bisa dapat satu tempat di gedung itu?"

"Suara siapa barusan? mirip Azi," ketusku kemudian mengendap mendekati suara tersebut.

"Stttttt.....jangan keras-keras, rencana kita nanti bakal ketahuan."

"Semangat Yon.."

"Lah kenapa harus aku sih?"

"Kita gak bisa dapat uang kalau gak ada yang datang kan?"

"Apa yang kalian bicarakan?" sahutku muncul di hadapan Azi dan ketiga temannya.

"Lah? Nita? Gawat...."

Kemudian Azi dan ketiga temannya menceritakan semuanya padaku maksud dan tujuan mereka secara detail. Tak perlu lama bagiku memahami arah tujuan rencana itu.

"Mencari uang dari festival budaya?" tanyaku.

"Betul, kita laporkan apa yang di jual lalu kita tambahi lagi. Katanya semua kakak kelas juga melakukan hal itu."

"Kami dengar dari salah satu kakak bisbol team kami."

"Jadi itu sebabnya mereka begitu antusias?" batinku membaca rencana mereka di selembaran kertas yang Azi berikan.

"Kalau begitu yang ini lebih efektif," lanjutku memberi saran.

"Oh jadi gitu, kamu memang pintar Anita," balas Azi.

"Pajaknya 50%!"

"Hahaha, buset gile. Tapi, kita butuh tempat di gedung satu," lanjut Azi.

"Memangnya ada masalah kah?" tanyaku kembali.

"Semua orang pasti mau tempat strategis kan? Sayangnya Yono takut dengan kakak kelas," balas Azi menunjuk salah seorang rekannya.

"Mereka semua menindasku, bodoh! Semua wakil anak kelas 12 itu seram-seram!" jawab Yono.

"Hajar aja mereka semua," sahut Zain datang tiba-tiba langsung ikut nimbrung dengan ekspresi datar.

Diruang kelas private Osis.

Seluruh perwakilan dari setiap ruangan kelas di satukan dalam satu ruangan untuk pembagian titik gedung satu.

"Oke baik, semua perwakilan dari ruang kelas sudah berkumpul?"

"Sudah!"

"Kalau begitu kita mulai pembagian gedung satunya," lanjut ketua Osis.

"Kelas 12-A ingin di sebelah selatan lantai pertama!" sahut seorang pria kekar berdiri dari kelas 12-A.

"12-D di sebelah tangga lantai pertama!" sahut perwakilan 12-D.

"Ijin kak, 11-C juga ingin di lantai pertama," sahut wakil kelas 11-C.

"Hah! Anak kelas sebelah jangan kebanyakan cincong! Kami bunuh nanti baru tau!" pekik kakak kakak senior.

"Sepertinya gak ada kesempatan bagi anak kelas 10," ucap Chaca mengsedih.

"Tamat sudah," lirih Alea.

Melihat situasi memanas, tak menyurutkan semangatku dalam hal persaingan, segera langsung berdiri sembari memangku kedua tanganku, "10-B ingin di dekat pintu masuk lantai pertama!"

"A-A-Anita, le-le-lebih baik ja-jangan," sahut Chaca terbata gugup gemetaran.

"Hah!!! Apa kau bilang?" pekik kakak kelas senior memasang wajah sangar.

GUDUBRAKKKK!!!! ( Zain menghentakkan menaikan sebelah kaki diatas meja).

"10-B ingin dekat pintu masuk lantai satu! Tuli kah? Ada masalah?" bentak Zain sinis.

"Setidaknya aku udah peringatkan Zain agar dia gak cari masalah," pikirku.

****

Sampai sini dulu ya Zanit lovers, cie masih pake yang sama..ahahah....nanti kita lanhut lagi setelah pariwara berikut ini gais, lanjut.

1
ˢ⍣⃟ₛ𝘊𝘰𝘦ˢ⚓
siiih anita songong..... ada orang pengin ikut belajar malah ga caya....
ˢ⍣⃟ₛ𝘊𝘰𝘦ˢ⚓
dasar genk ga ada ahlak bukannya dijagain kue nya mlh dimakan duluan hadeuuuh
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
masa cwe main ketmpt cwo sih zain
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
mungkin tidak semua cwo alea yg. begitu,,
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉: sip pak bozz,, 👍😀
total 2 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
zain overprotektif
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
aq kira zain sama alea tau nya sama anita
ˢ⍣⃟ₛ𝘊𝘰𝘦ˢ⚓
surat rahasia itu Saudara nya surat kaleng ya thor...... surat ancaman apa surat cinta ya.... 🤔🤔🤔🤔
ˢ⍣⃟ₛ𝘊𝘰𝘦ˢ⚓: juz amma dooong 🤭🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
ㅤㅤ
waaah zain pecinta kucing,,,,
biasanya berhati lembut dan penyayang 🙄
sebenarnya kenapa zain bisa di cap pembuat onar😑
♋ᴹᴿ᭄ 𝐑𝐞𝐦𝐩𝐢𝐬_𝟎𝟑: lanjuttt....masih banyak alur di depan...ekekekke😂😂😂🙏
total 1 replies
ㅤㅤ
susah debat sama guru🤭
ㅤㅤ
dan mulai saat ini detik ini Anita tak bisa lepas dari zain🤣🤣🤣🤣🤣
ㅤㅤ
kesan pertama yang tak akan pernah terlupakan meski. sudah lewat 15 tahun 🤭
ㅤㅤ
nah zain mau ngapain nih mendadak jinak😁
ㅤㅤ
Astaga😳🙈🤣🤣🤣
hanya karna game nya kalah😤
ㅤㅤ
hmm... kan pasti zain membalas dendam😑
ㅤㅤ
zain kang Tawuran ya 🤔
pasti ada sebab akibat nya tak mungkin mencelakai orang tanpa alasan 🚶‍♀️🚶‍♀️🚶‍♀️🚶‍♀️🚶‍♀️
ㅤㅤ
Bandung tempatku juga 🙄
peristiwa berdarah apa 😧
ㅤㅤ
selamat bercerita ku simak cerita nya🤭
ㅤㅤ: oalah 🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
geng umbi songong ya kue alea malah dimakan duluan
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
hmm kirain athour nya gak bakalan siuman kelamaan mendaki gunung melewati lembah
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉: sip semoga siuman nya berlanjut ya jgn pke jurus menghilang dri konoha, 😄😄
total 2 replies
RINDU ⭕
Ketika hati mulai terbuai cinta
Segala rasa membelenggu jiwa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!