NovelToon NovelToon
Jeritan Dendam Sang Ibu Susu

Jeritan Dendam Sang Ibu Susu

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu susu / Balas Dendam / Identitas Tersembunyi
Popularitas:75.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Sejak SMA, Amelia Hartono diam-diam mencintai Evan Cristian. Ketika takdir mempertemukan mereka kembali setelah lulus kuliah, Amelia mengira Tuhan akhirnya mengabulkan cintanya. Sebagai pewaris tunggal keluarga Hartono, Amelia yang polos dan kesepian menyerahkan seluruh kepercayaan kepada pria yang dicintainya.

Namun, cinta itu ternyata hanyalah jebakan.
Satu per satu aset perusahaan berpindah tangan. Pernikahan yang selama ini diyakininya sah ternyata palsu. Bahkan, bayi yang dikandung dan dilahirkannya dengan taruhan nyawa ternyata bukan darah dagingnya. Amelia hanyalah seorang ibu pengganti yang ditipu.

Di balik semua itu berdiri Evan Cristian dan istri sahnya, Carolin Baskara, model papan atas sekaligus putri keluarga konglomerat Baskara. Namun, saat semuanya hancur, Elang Anderson teman lamanya muncul kembali, pria yang diam-diam pernah jatuh cinta padanya kini membantunya.

"Kau boleh menangis hari ini, Amelia. Tapi besok, aku akan memastikan mereka yang menangis di hadapanmu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20

Air mata Laras terus mengalir. Ia tahu, jika benar-benar dipecat hari ini, semua rencana yang telah ia susun dengan susah payah akan berakhir sia-sia. Dengan napas bergetar, Laras kembali merendahkan harga dirinya.

Perlahan, ia berlutut di hadapan Carolin.

"Nyonya..." Suaranya bergetar hebat.

"Saya mohon ... jangan pecat saya. Saya benar-benar membutuhkan pekerjaan ini. Demi apa pun, saya tidak pernah berniat merebut suami Nyonya."

Carolin menatap wanita yang bersimpuh di hadapannya tanpa sedikit pun rasa iba. Tatapannya justru dipenuhi kebencian.

"Berhenti berpura-pura!" Bentaknya.

"Kamu pikir dengan menangis aku akan percaya?"

Laras menggeleng kuat-kuat. "Saya tidak berpura-pura. Saya bersumpah. Saya tidak pernah memiliki niat buruk. Tolong ... beri saya kesempatan."

Carolin mendengus sinis. "Kesempatan? Aku sudah memberimu kesempatan. Tapi semakin hari kamu justru semakin dekat dengan suamiku. Itu cukup!"

Carolin mencengkeram lengan Laras dengan kasar.

"Nyonya ... sakit..."

"Ayo keluar!" Carolin menyeret Laras menuju pintu utama.

Laras berusaha melepaskan diri, tetapi tenaganya kalah jauh.

"Nyonya ... tolong ... saya mohon... saya tidak bersalah. Saya tidak pernah menggoda Tuan Evan. Saya hanya bekerja."

Air matanya jatuh tanpa henti. Para pelayan yang melihat kejadian itu saling berpandangan cemas. Namun, tidak ada satu pun yang berani menghentikan Carolin.

Pintu utama dibuka dengan keras.

Carolin mendorong tubuh Laras keluar.

"Pergi dari rumahku!"

Karena kehilangan keseimbangan, tubuh Laras terhuyung ke depan.

"Hah!"

Namun, bukannya jatuh ke lantai, tubuhnya justru menabrak seseorang yang baru saja hendak masuk. Dua lengan yang kokoh refleks menahan tubuh Laras agar tidak terjatuh. Laras mengangkat wajahnya perlahan. Matanya yang dipenuhi air mata bertemu dengan sepasang mata yang begitu dikenalnya.

"T-Tuan..."

Evan membelalak. "Laras?"

Ia menatap wajah Laras yang pucat, kedua matanya sembab, bahkan pergelangan tangannya memerah bekas cengkeraman.

"Ada apa ini?"

Belum sempat Laras menjawab, Carolin sudah muncul di ambang pintu.

"Mas, kamu datang tepat waktu. Aku sudah memecat perempuan ini."

Evan langsung mengernyit. "Memecat?"

"Iya, dia harus pergi dari rumah ini."

Evan menatap Laras yang masih gemetar dalam pelukannya.

"Laras ... apa yang sebenarnya terjadi?"

Laras buru-buru menggeleng.

"Tidak ... tidak ada apa-apa, Tuan. Nyonya hanya salah paham. Saya sudah menjelaskan berkali-kali. Saya juga sudah bersumpah kalau saya tidak pernah berniat merebut Tuan. Tapi..."

Suaranya kembali tercekat oleh tangis.

"Saya tetap diminta pergi."

Melihat Laras menangis ketakutan, rahang Evan mengeras. Tatapannya perlahan beralih kepada Carolin. Sorot matanya yang biasanya tenang kini berubah dingin.

"Carolin ... apa maksud semua ini?"

Suasana di depan rumah mendadak membeku. Para pelayan hanya bisa menahan napas.

"Laras, berhenti berpura-pura!" Suara Carolin menggema di halaman rumah. Jari telunjuknya menunjuk tepat ke arah Laras yang masih berdiri di belakang tubuh Evan.

"Air mata itu tidak akan membuatku percaya! Kamu sengaja mencari simpati! Kamu pikir aku bodoh?"

Laras menggeleng pelan.

"Nyonya, saya sungguh ti—"

"Cukup!" Bentakan Evan memotong ucapan keduanya.

Suasana mendadak sunyi. Evan menatap Carolin dengan rahang mengeras.

"Berhenti berteriak. Masih ada pelayan di sini."

Carolin tertawa sinis. "Kenapa? Kamu malu? Atau takut perempuan kesayanganmu itu ketakutan?"

"Car..." suara Evan mulai meninggi. "Jaga ucapanmu."

"Jaga ucapan?" Carolin melangkah mendekat dengan tatapan penuh amarah.

"Justru kamu yang harus sadar! Hari ini dia mencuri perhatian semua orang. Dia membuat Aurora lebih memilih dia. Dia membuat para pelayan memujinya. Bahkan di rumah sakit semua orang mengira kalian pasangan suami istri! Kamu pikir aku tidak tahu?!"

Semua orang yang berada di halaman rumah langsung terdiam. Tak seorang pun berani menyela.

Carolin menunjuk Laras lagi.

"Hari ini dia mendekatimu pelan-pelan. Besok? Besok dia akan berani naik ke ranjangmu dan menggoda kamu, Mas!"

Plak!

Suara tamparan menggema di halaman. Kepala Carolin langsung berpaling ke samping, dia mematung. Begitu pula para pelayan yang menyaksikan kejadian itu. Tak ada yang menyangka Evan akan mengangkat tangan.

Carolin memegang pipinya yang mulai memerah. Perlahan ia menoleh kembali.

Matanya membelalak menatap suaminya.

"Kamu ... Kamu menampar aku?"

Evan masih berdiri di tempat. Dadanya naik turun menahan emosi. Tatapannya dingin, jauh berbeda dari biasanya.

"Ucapanmu sudah keterlaluan. Kamu boleh marah kepadaku. Kamu boleh membenciku. Tapi jangan pernah menghina orang lain tanpa bukti. Laras tidak pantas menerima tuduhan seperti itu."

Air mata Carolin mulai menggenang. Bukan karena rasa sakit di pipinya. Melainkan karena untuk pertama kalinya sejak mereka menikah. Suaminya memilih membela perempuan lain di hadapan banyak orang.

Sementara di belakang Evan, Laras menundukkan wajah. Ia tampak gemetar, seolah masih syok dengan apa yang baru saja terjadi. Namun, jauh di balik sorot matanya yang tertutup helaian rambut. Tersimpan secercah kepuasan. Retakan dalam rumah tangga Evan dan Carolin, semakin hari semakin melebar.

"Mas, lihat perempuan itu! Dia itu pelakor!" Teriak Carolin frustrasi.

"Cukup, Car! Kamu keterlaluan, kalau masih seperti ini, kita bercerai saja." Kata Evan kemudian yang membuat Laras dan beberapa pelayan syok bukan hanya Carolin saja.

"Mas..."

1
merry
laras peka dikit napa jgn minder lgian elang bantu kmu dr awal,,, kshn loh ayo lang ungkapin donk perasaan mu jgn diem ajjj,,
Pjjmakkem
mau dong kisah elang yg udah move on genre komedi, biar ga sedih2 amat..
jd pas ketemu laras lg, elang da bs tersenyum tanpa rasa cinta sendirian, krn dia da merasa dunia nya gong dicintai ugal2an sm wanita lain
Pjjmakkem: trus laras ttp jd wanita kuat tanpa rasa pelakor 😍
total 1 replies
Nurjannah Rajja
Hancurin juga perusahaan bagaskara dong, dia kan bersekongkol pada waktu itu.
Runi Mayantri
suka critany
Runi Mayantri
buat jodoh elang yg badas ya thor,biar mkin seru,gak usah ma laras gpp thor,yg pntg elang bsa move on n bhgia
vania larasati
lanjut
Ita rahmawati
kok ya nyesek amat sih Lang nasib cintamu 😔
kasih jodoh elang dong thor
Ita rahmawati
sidangnya masih berlanjut
Ita rahmawati
gimana hubungan antara Amelia dn Evan dulu ya saat jd suami istri 🤔
apakah aurora bener bener bibitnya Evan SM Caroline,, kasian Amelia ya ya😔 tp mau bagaimanapun dia yg mengandung jd ttep kasih sayangnya GK main main
May Satibi Satibi
yuhuuu Thor ku tunggu jlanya mau maju mundur kiri atau kanan🤭🤭🤭🤭💪💪💪💪💪💪💪
Les Tary
Laras ga peka
Jaya Fandi
elang,,,luar biasa sekali kamu,,semoga mendapatkan jodoh yg luar biasa juga elanh
Aysah Meta
Bener sih apa kata elang,kenapa gak test DNA.
Takutnya emang bukan anak Caroline tapi anak Evan dan Amelia..tapi bener² di rahasiakan sama si Evan.
wihhh..jadi penasaran.
Masih ada yg janggal dr sekian episode ini
SasSya
kasihan sekali anak sulung Bu Araaa
kisah cintanya mengsediiihh 🥲
SasSya
Laras 🫂🫂🫂
semoga menemukan kebahagiaan dan tidak trauma untuk menjalin hubungan baru
bersama siapapun
Elang atau yg lain
SasSya
paiiiiittttt kisah mu Eeelllll
SasSya
😔🥺🥺🥺🥺🥺😭😭😭😭
sampai akhir jadi Sad boy Eeellll
sini peluk siniiiii🫂🫂🫂🫂
SasSya
Sampai Akhir persidangan Rahasia Amelia yg berubah jdi Laras tidak di ungkap
memang sebaiknya begitu
SasSya
wawwwww
seumur hidup Za iniii
👍👍👍👍
SasSya
persidangan ternyata melelahkan memakan waktu lama sekali zaa
ber bulan2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!