NovelToon NovelToon
Second Chance

Second Chance

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi / Misteri
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: QueenBwi

Aruna Cheryl Adijaya adalah anak perempuan yang diadopsi oleh keluarga konglomerat Adijaya yang tersohor. Ia diambil sebagai pengganti Aaira Beril Adijaya- si bungsu yang meninggal karena sakit.
Namun kisahnya tidak seindah yang dibayangkan, kehadirannya tidak dianggap oleh ketiga saudaranya yang lain.

Tidak sampai disitu, nasib buruk masih mengikutinya saat ia dipaksa oleh Ayana- ibu tiri ketiga saudara angkatnya itu untuk menikahi seorang pria yang berusia 15 tahun lebih tua darinya. Dalam pernikahan itu ia disiksa hingga akhirnya dibunuh oleh suaminya sendiri.

Tapi saat Aruna membuka matanya, ia kembali ke usia saat masih berusia 10 tahun, 2 tahun setelah diadopsi.
Apakah Aruna akan kembali mengalami takdir yang sama? Atau Aruna akan berjuang untuk merubah takdir hidupnya yang mengenaskan?

Di saat Aruna sudah bertekad dengan keputusannya, takdir kembali mempermainkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon QueenBwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Puluh

"Bagaimana keadaannya?" tanya Elvio pada Dokter yang memeriksa keadaan Aruna.

Sang Dokter menghela nafas pelan. "Saya tidak tahu apa yang di alami oleh Nona Aruna, tapi ia mengalami stress ringan. Tubuhnya belum sembuh benar dari yang kemarin dan sekarang malah begini. Tuan Elvio, sebenarnya Nona kenapa? Jika begini terus saya cemas akan mempengaruhi kesehatannya di masa depan dan ... Dan bisa saja kita akan kehilangan Nona selama-lamanya nanti."

Elvio terkejut mendengar penuturan sang Dokter, bahkan ketiga puteranya yang juga berada di kamar Aruna menatap kaget sang Dokter.

"Dokter, apa maksudmu? Bukankah Aruna hanya kelelahan saja?" tanya Alvaro.

"Ya, anda benar. Tapi menurut anda apakah wajar anak berusia 10 tahun sampai mengalami stress ringan begini? Bahkan hingga mempengaruhi kesehatan tubuhnya luar dan dalam. Jika begini terus hal itu akan mempengaruhi kehidupan Nona di masa depan dan kita takkan tahu apa yang akan Nona lakukan selanjutnya untuk melampiaskan rasa stressnya. Bisa saja Nona akan nekat bunuh diri atau—"

"Dokter!" kali ini Abimanyu yang bersuara tak terima.  Ia menatap sang Dokter nyalang hingga membuat pria tua itu menundukkan kepalanya takut. Abimanyu memang putera kedua tapi anak itu lebih menakutkan ketika marah ketimbang Alvaro.

"Maafkan kelancangan saya, Tuan."

"Tidak. Kau benar, mungkin saja hal itu akan terjadi nanti," ucap Elvio.

"Ayah!" protes Abi.

Elvio menghela nafas. "Kalian bertiga ikut keruanganku. Sammy antarkan Dokter kedepan," titahnya lalu keluar dari kamar Aruna diikuti ketiga puteranya. Sementara Sammy menurut dan menunggu sang Dokter untuk merapikan barang-barangnya sebelum mengantarnya ke depan.

Setelah memastikan Dokter sudah naik mobil dan pergi, Sammy akan kembali masuk sebelum Mia muncul tak jauh darinya. Pelayan itu berdiri dengan ragu tapi raut wajahnya seperti ingin mengatakan sesuatu padanya. Jadi, Sammy mendekat dengan wajah tenangnya yang teduh.

"Mia, ada yang ingin kau bicarakan?"

"Kepala Pelayan Sam, itu ... Tentang Nona Aruna. Aku tidak tahu haruskah memberitahukan hal ini atau tidak karena Nona memintaku merahasiakannya."

Sammy tersenyum tipis. "Jika memang harus di rahasiakan maka jangan katakan apa pun. Kepercayaan itu penting, Mia."

"Aku tahu, tapi aku merasa harus mengatakan ini."

"Baiklah. Aku akan putuskan apa yang akan aku lakukan setelah mendengarmu. Katakan," kata Sammy.

"Nona Aruna memintaku mencari tahu keadaan Panti Asuhan Heaven kemarin saat ia pulang dalam keadaan luka. Aku tidak bertanya lebih lanjut alasannya tapi aku jadi kepikiran setelahnya," jelas Mia.

"Panti Asuhan Heaven?" gumam Sammy pelan. Ia ingat panti asuhan itu karena disitulah tempat Aruna di besarkan sebelum di adopsi oleh keluarga Adijaya. Apa jangan-jangan Aruna benar berencana untuk kembali ke sana? Sammy jadi ikut berfikir yang tidak masuk akal setelah kejadian tadi.

"Jangan beritahu siapa pun soal ini. Kau paham?" perintah Sammy.

Mia mengangguk lalu pergi.

Setelahnya Sammy pergi menuju ruangan Elvio dengan cepat. Ia harap apa pun yang dirinya pikirkan saat ini bukanlah hal yang benar.

Tok..tok..

"Tuan, ini saya Sammy."

"Masuk."

Cklek!

Pintu terbuka dan menampakkan Elvio tengah berbicara kepada ketiga puteranya saat ini.

"Ada apa?" tanya Elvio.

Sammy membungkuk sopan sejenak. "Ini tentang Nona Aruna."

Sontak saja hal itu membuat mereka semua kompak melihat ke arahnya dengan tatapan penasaran.

"Bicara yang jelas," kata Alvaro tak sabaran.

"Saya mendapat info dari Mia yang merupakan pelayan yang melayani Nona bahwa ia diminta untuk mencari tahu keadaan panti asuhan Heaven. Bukankah itu panti asuhan dimana Nona di besarkan, Tuan?"

Hening.

"A-apa?"

"Saya takut bahwa Nona benar-benar berencana untuk pergi dan kembali ke sana lagi, Tuan."

"Sammy jaga mulutmu. Aruna sudah menjadi bagian dari keluarga Adijaya dan selamanya akan begitu," tekan Alvaro.

"Maafkan saya, Tuan. Saya hanya cemas."

Sementara Abimanyu yang mendengarkan langsung meremat kedua tangannya dan menatap tajam sang ayah juga kakaknya.

"Jika Aruna sampai benar-benar pergi maka kalian harus bertanggung jawab!" tegasnya lalu berjalan keluar begitu saja. Ia tak bisa bayangkan perasaan Aruna selama ini hingga anak itu harus mengalami semuanya.

Pasti berat sekali untuk anak seusianya, menanggung semua bebannya sendirian. Abi tidak tahu jika Aruna akan berpura-pura kuat di hadapannya.

Pria itu melangkah dengan cepat menuju kamar Aruna dan langsung membukanya setelah sampai. Mendapati tubuh kecil sang adik yang terbaring tak sadarkan diri diranjangnya yang besar. Padahal Aruna hanya sedang tidur tapi kenapa Abi begitu takut untuk di tinggalkan?

Ia menyesali keputusanya yang pergi begitu saja untuk menghindari Aruna, jika saja ia tetap tinggal mungkin Aruna takkan mengalami semua itu. Gadis kecil yang selalu tersenyum ceria itu kini terlihat berbeda.  Abi baru menyadarinya, perubahan sifat Aruna yang kentara. Anak itu bahkan tidak tersenyum selebar dulu, tak ada binar polos dan bahagia di mata hitamnya yang cantik. Kedua mata Aruna bahkan tampak mati saat ini. Seolah-olah ia telah mengalami banyak sekali penderitaan hingga membuatnya begitu kelelahan.

Abi berlutut di pinggir ranjang dan meraih tangan Aruna yang bebas, menggenggamnya dan membawanya kekening sembari menutup kedua matanya seperti akan berdoa.

"Maafkan aku. Maafkan aku yang meninggalkanmu sendirian, Adikku. Beri aku kesempatan untuk menebus semuanya. Aku mohon," ucapnya lirih sekali.

Namun, yang Abi tak tahu adalah saat itu Aruna sudah sadar dan hanya diam mendengarkan semua ucapan penyesalan itu.

Hatinya bimbang.

Haruskah ia memaafkan mereka dan memberikan kesempatan lagi? Tapi bagaimana jika hal yang sama terulang lagi? Bagaimana jika mereka menyakitinya kembali? Bagaimana jika mereka membuangnya lagi seperti saat itu?

Bagaimana jika ... Jika mereka membiarkannya mati sendirian lagi?

Aruna tak ingin semua kejadian buruk di masa lalunya terulang kembali. Tapi ia tak bisa selamanya hidup seperti ini.

Lalu apa yang harus ia lakukan?

1
Heni Setiyaningsih
semoga di kehidupan kedua aruna jd strong woman
Heni Setiyaningsih
cerita ttg reinkarnasi, semoga bagus cerita nya Thor 👍💪💪
QueenBwi
Ayo baca! 💜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!