seorang gadis berparas cantik yang mempunyai sahabat lelaki dari kecil. gadis itu memiliki perasaan kepada sahabatnya itu. tetapi ia tak berani mengungkapkan perasaannya karna ia takut akan kehilangan sahabatnya itu.
dibalik itu gadis itu juga menyimpan luka yang amat dalam karna kehilangan setengah bagian dari dirinya yaitu kembarannya.
Kehidupannya benar benar di uji ketika calon suaminya yang bernotabe sahabatnya meninggalkan nya untuk selama lamanya.
Dan ia berusaha bangkit untuk masa depannya dan ia memutuskan menjadi seorang dokter.
Bisakah ia bangkit dan menggapai impiannya? Dan bisakah ia membuka hatinya untuk pria lain?
yukkkk kepoin. silahkan mampir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dinda Natesya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
jadi sekretaris sementara
"kamu ya kecil kecil ga punya sopan santun, anak siapa sih kamu ha? beraninya ga sopan sama aku!! " makinya padaku. ia mendorong tubuhku sampai aku hampir jatuh namun berhasil ditangkap oleh pria misterius.
ia sangat terkejut melihat pria yang menolongku tadi dan langsung menunduk.
"nona gapapa? " tanya pria itu. aku menggeleng dan memperbaiki rambutku yang berantakan.
"pak arya maaf kan saya, saya ga sengaja mendorongnya" ujar wanita itu, seketika aku tersadar kalau pria itu adalah orang yang ku cari.
pria itu tak menghiraukan ucapan wanita itu "kamu nona alena ya? " tanya nya dan langsung mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. aku pun menerima jabatan tangan itu sontak aku melirik sekilas serepsionis dan juga wanita jutek didepanku terlihat pucat. mungkin mereka telah menyadari kalau aku itu putri dari pimpinan mereka.
"alena anastasya" jawabku menegakkan kepala dengan anggun
aku langsung menatap tajam perempuan dihadapanku. ia sangat ketakutan dan hanya menunduk.
"al kamu kenapa sayang" ujar mama menghampiriku. ia melihat baju ku yang kotor sementara itu pria yang sudah aku ketahui namanya itu langsung memberi hormat kepada mama dan tante sinta dengan menundukkan kepala begitu juga dengan resepsionis dan wanita didepanku ini.
"kok jadi berantakan gini" ujar tante sinta yang melihat kopi yang tumpah didepan sepatuku.
"siapa yang lakuin ini sama kamu? " tanya mama lagi ia terlihat marah melihat pakaian ku yang kotor dan ia sadar perbuatan siapa ini dan langsung melirik wanita itu tajam "kamu ikut dengan saya" ujar mama dingin dan tajam
setelah sampai diruangan ceo perusahaan ini aku langsung duduk disofa dengan santainya dan juga diikuti oleh tante sinta disampingku. sedangkan arya tetap berdiri disamping mama. sementara itu wanita sombong itu hanya menunduk takut tanpa berani melirik kearahku.
"apa yang kamu lakukan dengan putri saya? " tanya mama dingin
"maafkan saya buk saya tak sengaja menabrak nona muda dan kopi saya mengenai bajunya. benar saya tak sengaja buk" belanya
"tak sengaja lu bilang ha? sampai membentak ku didepan orang ramai dan juga mendorongku" ucapku yang tak terima atas pembelaannya yang sangat berbeda dengan faktanya.
dia ketakutan dan hanya menunduk tak berani menyanggah ucapanku.
aku bangkit dari duduk ku dan berjalan kearahanya "apa seperti ini kelakuan karyawan anda pak arya? " tanyaku beralih kepada arya
"saya mintak maaf nona atas perbuatan yang sangat buruk oleh sekretaris saya dan saya jamin itu tidak akan terjadi lagi" ujar arya
"mama duduk saja. biarkan al yang menyelesaikan ini" ujarku pada mama yang masih berdiri. mama pun menuruti ucapanku
mataku kembali melirik wanita ini " dengar ya gue sebenarnya ga ada urusan sama lu. tapi dengan sikap lu seperti ini yang tak ada sopan santun dan tak menghargai orang jadi lu berurusan dengan gue"
"nama lu siapa? " sambungku lagi
"ri.. riska nona" jawabnya gugup
aku mengangguk "kenapa lu sangat kasar sama orang baru yang lu jumpai dan gue juga tau kalau lu sengaja dorong gue dan maki gue" lanjutku
"maafkan saya nona maafkan kesalahan saya dan saya mohon jangan pecat saya nona jangan" mohon wanita itu
"saya ga punya hak buat pecat lu karna saya bukan atasan lu"
"makasih nona makasih "
"tapi sebagai hukumannya saya akan minta pak arya perintahkan elu menjadi OB untuk 2 minggu ini dan setelah itu jabatan lu akan turun menjadi staff biasa. apa kamu keberatan? " tanyaku dan memakai kata kamu kepadanya
ia terkejut dan membelalakkan matanya namun ia segera menunduk.
"itu hukuman agar kamu bisa menghargai orang dan satu lagi bersikaplah ramah kepada orang jangan memandang dari pakaian ataupun dari jabatan orang itu. paham!" bentakku dan diikuti anggukan kencangnya.
aku pun langsung duduk disofa. "kamu boleh keluar dan langsung membelikan nona baju baru distore yang paling mahal" perintah arya
"tidak usah yang seperti itu, cukup belikan baju kaos dan celana jeans warna hitam" ujarku meralat perintah arya yang sedikit berlebihan.
ia mengangguk dan segera keluar dari ruangan kami.
mama melirikku dan merasa iba " i'ts oke mam, lagian aku juga gapapa kok. ga jatuh juga karna ditolong oleh pak arya" ujarku menenangkan mama. mama langsung mendekatiku dan mencium pipiku. "mama bangga sama kamu sayang, walaupun dia sudah bersikap tidak sopan sama kamu tapi kamu mau memaafkan dia" ujar mama mengelus kepalaku
"kasihan ma kalau aku minta pak arya pecat dia ntar dia mau kerja dimana dan makan pakai apa"
mama tersenyum begitu juga tante sinta "oh iya pak arya anda bisa segera mencari sekretaris baru buat anda. namun selama saya disini saya akan jadi sekretaris anda" ujarku menawarkan diri. aku ingin menyibukkan diri agar tak terlalu memikirkan raka.
sontak semua orang mendengarnya terkejut apalagi mama yang tak menyangka aku akan berbicara seperti itu " kamu serius sayang? apa kamu bisa menjadi sekretaris sementara? kamu ga perlu lakuin itu sayang. biar arya yang akan mencari sekretaris besok. mama ga mau kamu kecapean dan lagian mama bawa kamu kesini bukan untuk mempekerjakan kamu nak" ujar mama panjang lebar
"gapapa ma, aku mau belajar disini dulu. lagian kan libur aku masih lama mam. biar aku ada kegiatan juga disini. mama ga usah raguin kemampuan aku ya" jawabku menenangkan mama
"mama bukan raguin kemampuan kamu sayang tapi mama ga tega liat kamu bekerja seperti ini. gini deh kalau kamu mau kerja juga untuk mengisi waktu libur kamu, kami bisa kok mintak ajari tante sinta dan jabatan kamu juga lebih tinggi" ucap mama dan diikuti anggukan tante sinta
"ga ma aku mau mulai dari bawah dulu dan keputusan aku udah bulat"
"yaudah deh tapi minggu depan mama akan kemalang buat ngecek cabang galaxi group disana. kamu gapapa disini tanpa mama? " tanya mama merasa sedikit khawatir. aku pun menggeleng kan kepala.
karna itu permintaanku mama dan tante sinta tak bisa melarangku lagi.
"semoga ini bisa jadi alasan buat aku menghindar dari raka" batinku
****
mohon bantu vote dan comentnya ya gaes jika kalian suka sama cerita autor ini dan biar author makin semangat up ceritanya.
please jika kalian tidak suka mohon tidak meninggalkan coment yang negatif. itu sangat menganggu author.
thankss gaes