Seorang laki-laki tampan yang banyak digilai para kaum hawa namun sayang sikapnya begitu dingin , tetapi berbeda jika berhadapan dengan Naura, ia menjadi lebih hangat berbanding terbalik 360° , dan Naura tidak menyangka jika lelaki itu menjadi cinta sejatinya. Banyak rintangan yang mereka lalui namun tetap selalu bersama.
Sebelum membaca disarankan terlebih dahulu membaca Anak Genius : Ayah Lihatlah Aku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Hardianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nasib Pengantin Baru
Dimas terbangun ketika mendengar bunyi ponselnya yang terus berdering , dengan malas ia membuaka kedua matanya dan meraih ponselnya diatas nakas.
"Wouy bangun udah siang jam berapa ini " Teriak Bagas dari sebrang sana dan terdengar juga suara yang lainnya yang sedang mengobrol dan tertawa.
Dimas langsung menjauhkan ponselnya , ia melihat jam diponselnya ternyata waktu sudah menunjukan pukul 9 . Berbarengan dengan itu Zeela terbangun karna merasakan pergerakan Dimas.
"Eum" lenguh Zeela .
"Wouy lagi pada ngapain kalian" Teriak Bagas lagi dan Dimas langsung mematikan sambungan telponnya secara sepihak.
"Pagi sayang" Ucap Dimas sambil mendaratkan kecupan sayang diselurih wajah Zeela dan terakhir dibibir ranumnya.
"Pagi" jawab Zeela sedikit gugup seraya menatap Dimas.
"Morning kiss sayang" Ucap Dimas sambil tersenyum lebar.
"Ish apa sii dim ko panggil sayang sayang segala geli tahu" Ucap Zeela dengan pipi yang merona.
"Kita udah jadi suami istri loh masa panggil nama , ga enak didenger" Balas Dimas sambil tersenyum menatap Zeela.
"Terus aku harus panggil apa ?'' tanya Zeela bingung.
" Sayang "jawab Dimas singkat.
" Ish ga mau" Desis Zeela sambil menarik selimutnya untuk menutupi seluruh tumbuhnya.
" Ayo lah harus mau sayang" ujar Dimas seraya ikut masuk kedalam selimut dan menggelitik tubuh Zeela yang masih polos.
" Hahaha Dimas geli , iya iya aku mau" Ucap Zela disela tawanya.
"Mau apa ?'' tanya Dimas sambil menghentikan aksinya.
" Ga ada" Jawab Zeela sambil terkekeh.
"Oh jadi mau digelitik lagi" Ucap Dimas yang sudah siap akan menggelitikin Zeela.
"Iya iya ampun sayang ampun" Timpal Zeela cepat.
"Coba ulangi" Ujar Dimas sambil tersenyum.
"Sayang" Lirih Zeela pelan sambil memeluk Dimas dan menyembunyikan rona malu diwajahnya.
Dimas tersenyum gemas dan membalas pelukan Zeela.
"Bangun yu , yang lain udah pada nungguin" Ajak Dimas sambil mengelus rambut Zeela.
"Memang ini jam berapa ?'' tanya Zeela sambil mendongak menatap Dimas.
" Jam 9 lebih" jawab Dimas.
"Astagfirulloh kita belum sholat dim" Ucap Zeela seraya ingin bangun namun ia teringat jika dirinya dan Dimas masih sama-sama polos.
"Kok manggil nama lagi ?'' tanya Dimas sambil berpura-pura merajuk dan membuat Zeela langsung terkekeh.
" Maaf lupa sayang" Ucap Zeela sambil mengelus rahang Dimas , dan membuat Dimas langsung tersenyum.
Dimas langsung bangung dan dengan santainya ia memakai celana didepan Zeela , Zeela langsung memalingkan wajahnya karna malu.
"Ayo kita mandi ?'' ajak Dimas seraya mengangkat tubuh Zeela yang masih terbalut selimut.
" Dim aku bisa jalan" Tolak Zeela namun tangannya langsung memeluk leher Dimas karna takut terjatuh.
"Yakin ?'' tanya Dimas memastikan dan Zeela langsung mengangguk.
Dengan perlahan Dimas menurunkan Zeela , dan ketika Zeela akan melangkahkan kakinya ia merasakan area bawahnya yang perih.
" Auw" Ringis Zeela sambil menghentikan langkahnya.
" Nah kan" Ucap Dimas dan langsung menggendong tubuh Zeela kembali.
Zeela langsung memeluk leher Dimas dan menenggelamkan wajahnya didada bidang Dimas.
Dimas mendudukan Zeela di closet , lalu ia mulai mengisi air hangat dibathup.
Setelah merasa airnya cukup Dimas menarik selimut yang menutupi tubuh Zeela ,lalu ia membantu Zeela untuk berendam.
"Sa yang aku malu" Ucap Zeela sambil kedua tangannya menutupi area dada.
"Kenapa mesti malu , aku sudah melihat semuanya sayang" Jawab Dimas santai.
Lalu ia mengacak sayang rambut Zeela dan segera keluar untuk membereskan tempat tidur.
Bibir Dimas terangkat membentuk sebuah senyuman ketika melihat sprei tempat tidurnya ada bercak berwarna merah.
Dimas menarik spreinya dan melipatnya , ia memutuskan untuk membawa sperinya pulang dan ia langsung menghubungi pelayan hotel untuk meminta sprei baru.
...*****...
Dimas dan Zeela sudah siap untuk menemui keluarganya , rambut keduanya terlihat basah karna tidak ada alat pengering rambut.
"Ay aku malu takut diejekin temen-teman" Ucap Zeela yang sedang duduk didepan meja rias , melihat dirinya di pantulan cermin , beruntung leher Zeela sedang terluka jadi Dimas tidak membentuk bintang-bintang disana.
"Gapapa ay lagian kita juga udah halal" Jawab Dimas sambil memeluk tubuh Zeela dari belakang.
Dimas menggenggam tangan Zeela dan mereka langsung keluar dari kamar secara bersamaan.
Semua orang sudah sarapan dan sedang bersantai diruangan khusus yang disiapkan papah Reza , Ketika melihat Zeela dan Dimas yang baru masuk semua mata langsung tertuju pada Zeela yang memakai dress dibawah lutut dengan tangan panjang , penampilan Zeela terlihat sangat berbeda karna biasanya ia lebih suka menggunakan kaos dengan celana panjang.
"Witwiw pengantin baru " Sambut Bagas dan semua orang langsung terkekeh , Zeela ia langsung mengeratkan genggamannya pada tangan Dimas.
"Sayang cantik sekali kamu pakai baju dress ini" Ucap mamah Fira.
"Makasih mah" jawab Zeela sambil tersenyum tipis.
"Ayo kalian makan dulu , kita semua udah makan" Ucap Papah Abi dianggukan yang lain.
"Iya kita makan duluan , habis lama nungguin pengantin baru" Ucap Naura yang ikut menimpali dan membuat semua orang langsung terkekeh.
"Namanya juga pengantin baru ra , pasti maunya berdua terus didalam kamar " Timpal Dara sambil terkekeh , diikuti yang lain.
Dimas dan Zeela langsung mengambil makan lalu mereka bergabung ke meja teman-temanya.
"Kok rambut kak Dimas dan kak Zeela basah sii, habis ngapain kak ?" Ujar Zaky so polos dan langsung disambut gelak tawa oleh yang lainnya.
"Kita mau makan loh Zak , bisa diem dulu ga" Ucap Zeela kesal sambil menatap Zaky.
"Ish ko pengantin baru sensi sii , habis diapain sama si Dimas Zeel ?'' Tanya Amaara dan lagi-lagi yang lainnya langsung terkekeh.
" Udah jangan didenger , kita makan aja yang" Ucap Dimas sambil mengelus tangan Zeela.
"Cie udah ayang ayangan ni" Timpal Dery dan lagi-lagi yang lainnya hanya terkekeh.
Dimas dan Zeela mereka tidak mendengarkan perkataan yang lainnya , mengingat perut mereka sudah lapar mereka lebih memilih fokus dengan makannya .
Setelah menghabiskan makannya Dimas dan Zeela baru menimpali ikut mengobrol dengan teman-temannya.
"Dim gimana lancar ?'' tanya Aditya sambil tersenyum penuh arti.
" So pasti " Jawab Dimas sambil mengangkat ibu jarinya.
"Ngomingin apa sii ?'' Timpal Temmy penasaran.
" Bocah dilarang tau masih dibawah umur" Balas Bagas .
"Memang mereka ngomongin apa gas ?'' tanya Amaara.
" Ga tahu" jawab Bagas sambil menampilkan barisan giginya dan langsung disoraki yang lainnya.
Setelah melakukan sholat dzuhur mereka mulai kembali pulang ke rumahnya masing-masing , Dimas ia sementara ikut Zeela ke rumahnya sebelum membawa Zeela pindah ke apartementnya.
Perjalanan pulang mereka Alhamdulillah lancar dan selamat sampai ke rumahnya masing-masing . Farhan , Bi Tuti , Dara dan Fawwaz mereka langsung pulang ke kota G hari itu juga , namun tanpa sepengetahuan mereka Naura menugaskan orang kepercayaannya untuk mengikuti mereka hingga selamat sampai dikota G.
😘
😘
😘
Tinggalkan Jejak 🤗🙏
Terimakasih .
ada 🌹🌹🌹 buat the triplets....