NovelToon NovelToon
Hamil Anak Mantan Dinikahi Musuh Bebuyutan

Hamil Anak Mantan Dinikahi Musuh Bebuyutan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ayamgoreng

Di hari ulang tahun suaminya, Nadia berjalan dengan hati penuh bunga. Dua garis merah di tangannya adalah hadiah terindah yang ingin ia persembahkan untuk Arkan–suaminya.

Namun, kejutan manis itu berubah menjadi mimpi buruk yang menghancurkan dunianya.

Di balik pintu sebuah restoran mewah, Nadia memergoki Arkan tengah memeluk mesra Ghea—kakak tirinya sendiri.

Bukan hanya dikhianati, Nadia juga harus menelan pil pahit saat mendengar kenyataan bahwa pernikahan mereka hanyalah kedok busuk Arkan untuk menguras habis seluruh harta warisan mendiang ayah Nadia.
Di ambang keputusasaan, di bawah guyuran hujan yang menyamarkan air matanya, Nadia hampir kehilangan nyawanya dan bayi di kandungannya. Tepat saat itu, sebuah tangan kekar menyelamatkannya.
Devan Alister. Pria berkuasa, sekaligus musuh bebuyutan suaminya di dunia bisnis, hadir dan menawarkan sebuah aliansi berbahaya.

"Ikut denganku, kita hancurkan mereka bersama. Sebagai gantinya, jadilah istri sandiwaraku selama satu tahun."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayamgoreng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 kartu as

Di dalam ruang kerja rumahnya yang kini berantakan, Arkan duduk di lantai dengan dasi yang sudah longgar. Botol-botol alkohol kosong berserakan di sekitarnya. Pria itu menatap nanar ke arah tumpukan surat sita jaminan dari bank yang baru saja tiba sore tadi.

Pintu ruang kerja digebrak terbuka. Siska, ibunya, masuk dengan napas terengah-engah dan wajah yang dipenuhi sisa ketakutan sekaligus amarah setelah diusir oleh anak buah Devan di rumah sakit.

"Arkan! Kamu harus tahu sesuatu!" pekik Siska sambil melemparkan tas desainer tiruannya ke atas meja. "Nadia... wanita sialan itu, dia sedang mengandung!"

Deg.

Arkan yang tadinya setengah mabuk langsung menegakkan tubuhnya. Tatapan matanya yang merah mendadak melebar sempurna. "Apa? Ibu bicara apa? Nadia hamil?" tanya Arkan linglung efek minuman.

"Iya! Ibu melihatnya sendiri di rumah sakit tadi! Dia keluar dari klinik kandungan VVIP milik keluarga Alister. Jalang itu pintar sekali, dia menjerat Devan Alister dengan alasan hamil anaknya!" ceracau Siska berapi-api.

Arkan terdiam, otaknya yang tumpul akibat alkohol mendadak berputar cepat. Dia mengingat-ingat kembali. Nadia baru pergi dari rumah ini kurang dari seminggu. Perjodohan mereka sudah berjalan satu tahun, dan selama sebulan terakhir sebelum Nadia pergi, Arkan sempat beberapa kali pulang ke rumah dalam keadaan mabuk dan memaksakan haknya sebagai suami.

Arkan langsung berdiri, mencengkeram kedua bahu ibunya dengan kuat. "Ibu yakin dia periksa kandungan? Bukan penyakit lain?!"

"Ibu sempat bertanya pada perawat di sana setelah diusir! Perawat itu bilang Nadia sedang hamil jalan dua bulan! Arkan, kamu harus hitung baik-baik, jangan-jangan..." Siska menggantung kalimatnya, ikut menyadari sesuatu yang besar.

"Dua bulan..." desis Arkan. Tubuhnya gemetar hebat, bukan karena takut, melainkan karena sebuah harapan picik yang tiba-tiba muncul di kepalanya. "Nadia baru kenal Devan beberapa hari yang lalu. Mustahil itu anak Devan!"

Mata Arkan berkilat serakah. "Itu anakku! Nadia mengandung darah dagingku!"

Rasa percaya diri Arkan yang sempat runtuh kini mendadak bangkit kembali. Jika anak di kandungan Nadia adalah anaknya, maka secara hukum, seluruh aset warisan peninggalan mendiang ayah Nadia tidak akan bisa jatuh ke tangan orang lain, termasuk Devan Alister. Lebih dari itu, dia bisa menggunakan anak ini sebagai kartu as untuk memaksa Nadia kembali dan menuntut Devan atas tuduhan merebut istri orang.

"Ghea! Ghea, kemari kamu!" teriak Arkan lantang memanggil kekasih gelapnya.

Ghea berjalan malas dari arah kamar sambil membawa koper besarnya. Wajahnya tampak ketus. "Apa lagi, Arkan? Aku mau pergi. Rumah ini mau disita, buat apa aku di sini terus?"

Arkan berlari mendekati Ghea, lalu merebut koper wanita itu dan melemparkannya ke lantai hingga pakaiannya berhamburan.

"Kamu tidak boleh pergi! Dengarkan aku, Nadia hamil anakku! Devan Alister sudah ditipu oleh wanita itu, dia pasti tidak tau jika sekarang Nadia sedang hamil!" ucap Arkan dengan tawa histeris yang terdengar gila. "Aku akan menjemput Nadia kembali. Begitu anak itu lahir, Alister Group tidak akan bisa menyentuh sepeser pun harta milik keluarga Nadia lagi!"

Ghea membelalakkan mata, cemburu dan panik bercampur menjadi satu. "Kamu mau menjemput wanita sampah itu lagi?! Arkan, kamu gila yah?!"

"Aku tidak gila, Ghea! Ini satu-satunya cara agar kita tidak menjadi gelandangan!" bentak Arkan. Pria itu menyambar kunci mobilnya, tidak peduli dengan keadaan nya sendiri yang sedang mabuk. Dia harus menemui Nadia malam ini juga.

....

Sementara itu, di halaman belakang mansion mewah milik Devan, Nadia sedang duduk di kursi santai sambil memandangi kolam renang yang diterangi lampu temaram. Angin malam berembus lembut, membuat gaun tidurnya berkibar pelan.

Sebuah selimut tebal tiba-tiba tersampir di pundaknya dari belakang. Devan sudah berdiri di sana, memegang dua cangkir teh kamomil hangat.

"Minumlah. Ini baik untuk ibu hamil" ucap Devan sambil menduduki kursi di sebelah Nadia, menyerahkan salah satu cangkir.

Nadia menerimanya dengan senyum tipis. "Terima kasih, Devan. Kamu... selalu tahu apa yang ku butuhkan."

Devan menatap lurus ke depan, ke arah air kolam yang tenang. "Aku hanya memastikan investasiku aman. Kamu dan anakmu adalah prioritasku selama kontrak ini berjalan."

Meskipun Devan selalu menggunakan kata 'investasi' dan 'kontrak', Nadia bisa merasakan kehangatan yang tulus dari setiap tindakan pria itu. Jauh di dalam lubuk hatinya, Nadia mulai takut. Dia takut jika suatu saat nanti, dia akan benar-benar jatuh cinta pada pria yang hanya menganggapnya sebagai rekan bisnis sandiwara ini.

Tiba-tiba, suara raungan mesin mobil yang direm mendadak terdengar dari arah gerbang depan mansion, diikuti oleh suara keributan para penjaga.

Arkan telah datang.

★★★

1
Rita Rita
pelakor selalu menikmati hasil orang lain,dan Arkan sama Ghea menikmati hasil juga dari merampas harta orang
Rita Rita
pokoknya begitu klik langsung lebur,, AQ paling suka gercap,,,
Rita Rita
diri ku mampir, keknya menarik banget alur ceritanya Thor,,
KakLia
canggung bngt yah pak🤭
KakLia: terserah kk aja, kan author adalah penguasa🤣
total 2 replies
Ayamgoreng
wah ad yg komen. oke!! udh ta up satu tuh
Iffanaya 😽
kuy ditunggu lanjutannya kk 💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!