NovelToon NovelToon
Salah Tanggung Jawab

Salah Tanggung Jawab

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:28.7k
Nilai: 5
Nama Author: devi oktavia_10

Terlukanya hati Istri dan Anak saat Ayahnya memilh lebih memperhatikan kebahagian saudara dan keponakannya, dan mengabaikan tanggung jawabnya kepada istri dan anak anaknya.


"Sedikit sedikit uang sedikit sedikit yang kalian minta, kalian pikir saya ini mesin pencetak uang." Bentak pak Galih kepada anak sulungnya yang minta uang bayar SPP.


"Ini lagi mama kalian nggak becus jadi ibu, taunya cuma nadang doang, nggak bisa usaha cari uang, bisanya cuma mengemis sama suami." hina pak Galih kepada sang istri.


Ingin tau kelanjutannya, ikuti terus cerita mamak ya..... 😘😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon devi oktavia_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Dua Puluh Sembilan

"Kalian berangkat sekolah bareng sama papa aja?" ajak pak Galih kepada ke tiga anak anaknya.

"Abang udah ada janji sama teman abang pa, ada tugas yang harus abang ambil ke rumah teman abang." ucap Ares tidak enak hati.

"Ya Sudah, abang hati hati bawa motornya." ucap pak Galih tersenyum lembut.

"Siap pa, abang berangkat dulu ya." ucap Ares menyalami sang ayah, lalu menunggangi motor bututnya.

Pak Galih menatap kepergian sang anak dengan motor bututnya sampai menghilang dari pandangan nya.

"Ayo pa, kita berangkat." ajak Laras datang dengan membawa tas di bahunya dan di susul oleh Gibran di belakang.

"Ayo." ajak pak Galih membukakan pintu mobil untuk ke dua sang anak, setelah memastikan ke dua anaknya duduk dengan nyaman, baru lah pak Galih naik ke dalam mobil dan duduk di kursi kemudi, sementara bu Soraya sudah minta izin berangkat kerja lebih dulu, karena banyak pesanan catering.

Setelah mengantarkan ke dua anaknya ke sekolah, pak Galih tidak lansung berangkat ke kantor, tapi menuju sebuah dealer motor, dia sengaja datang ke sana untuk membeli satu unit motor untuk sang putra.

Setelah itu baru lah pak Galih pergi berkerja dengan langkah mantap, dan di wajahnya terlihat wajah bahagia, karena semakin hari anak anaknya mulai membuka diri kepadanya, dan sudah mulai bercanda, tak terlihat lagi batasan yang di buat oleh anak anaknya itu.

"Wahhhh.... Sepertinya ada yang menang lotre nih." goda Pak Sandi mensejajarkan langkahnya dengan pak Galih.

"Lebih dari lotre." sahut pak Galih menepuk baju temannya itu.

"Terimakasih ya, sudah menyadarkan saya lebih awal." ucap Pak Galih tulus.

Klau bukan karena sahabatnya itu yang menyadarkannya, mungkin saat ini pak Galih benar benar sudah kehilangan anak anak dan istrinya.

"Tidak usah berterimakasih, sudah sewajarnya saya sebagai teman mengingatkan mu." ucap Pak Sandi membalas tepukan di bahu sahabatnya itu.

Dia ikut senang melihat kebahagian temannya itu, sebenarnya pak Galih orang yang baik, hanya saja terlalu patuh kepada orang tuanya.

"Papa, ada yang nyari di depan! " seru Gibran memanggil sang ayah.

"Ohhh... Iya, panggil abang mu." ucap Galih memerintah sang anak bontot, dia pun bergegas ke halaman menemui orang yang di bilang sang anak.

"Selamat malam Pak, maaf kamu sedikit terlambat." ucap orang itu tidak enak hati.

"Tidak apa apa, saya juga kebetulan baru sampai rumah." ucap pak Galih ramah.

"Wahhh.... Motor siapa nih, keren banget! " seru Gibran dengan mata berbinar melihat motor Aero warna hitam berdiri dengan gagahnya di halaman rumahnya.

Ares, Laras dan bu Soraya yang ikut menyusul ke halaman ikut di buat terkejut melihat motor yang mereka yakin motor baru keluar dari dealer.

Pak Galih menatap lembut anak pertamanya itu, lalu melambaikan tangan agar sang anak mendekat ke arahnya.

"Ada apa, pa? " tanya Ares namun matanya masih menelisik motor baru itu.

"Abang suka? " tanya pak Galih.

Lalu di angguki oleh Ares, "Suka lah pa, masa nggak, hanya saja itu bukan punya ku." celetuk Ares.

Pak Galih tersenyum penuh arti.

"Klau gitu coba test drive dulu." ucap Pak Galih menyerahkan kunci motor ke tangan anaknya.

"Haaa... " bengong Ares.

"Ha... Ho... Ha... Hoo.... Test dulu motornya, ada yang nggak nyaman nggak." seru pak Galih.

"Ihhh... Ngapain abang yang test drive, itu bukan motor abang, papa ada ada saja." ujar Ares menggelengkan kepalanya, tak habis pikir dengan papanya itu.

"Itu motor memang milik abang, papa yang beli buat abang." ucap pak Galih sungguh sungguh.

"Haa... S-serius! " kaget Ares tidak percaya, sejak kapan papanya sebaik itu, ini bukan barang murah, yang dapat di beli dengan uang 1000 2000 perak.

"Papa serius nak, motor ini milik abang, klau abang nggak percaya lihat saja nama yang tertulis di SIM ini." ucap pak Galih menyerahkan SIM motor aero itu ketangan sang putra.

"Benar nama abang! " pekik Ares seolah tidak percaya, tangannya menggenggam erat SIM tersebut dan mata mulai berkaca kaca.

"Sekarang sudah percaya? " kekeh pak Galih menepuk pundak sang putra.

Area mengangguk patah patah, "Dalam rangka apa papa membelikan abang motor? " tanya Ares tiba tiba.

"Tidak dalam rangka apa apa, papa ingin menghadiahkan motor ini untuk abang, yang telah tumbuh menjadi anak yang baik, mampu menjaga adik adik dan mama selama ini." ucap Pak Galih berkaca kaca.

"Ambillah, motor ini milik abang." ucap pak Galih mendorong sang putra lebih dekat lagi dengan motor baru itu.

Bu Soraya tersenyum haru, akhirnya suaminya kembali sadar dari kesalahannya.

Ares menatap sang mama yang ada di belakang. "Mama! " seru Ares dengan mata berkaca kaca, seolah oleh anak itu sedang meminta pendapat kepada sang ibu.

Bu Soraya yang paham dengan keadaan, tersenyum lembut, lalu menganggukan kepala, "Test Drive lah." ucap bu Soraya.

Tidak menunggu lama, Ares lansung menyalakan mesin motor itu.

"Abang, aku ikut....! " pekik Gibran lalu lari terburu buru mendekati sang abang.

Ares menganggukan kepalanya, "Laras ikut juga yuk.... " ajak Ares melambaikan tangan kearah adik perempuannya itu.

Laras yang di panggil tersenyum senang, ternyata abangnya tidak melupakannya, lalu Laras berlari ke arah sang abang yang sudah duduk manis di atas motor, Gibran duduk di depan, Laras naik ke atas motor di bantu oleh pak Galih, karena motor itu memang lumayan tinggi untuk anak seusia Laras.

"Kemaren kemaren di bonceng om Riki mulu, sekarang udah punya sendiri." celoteh Gibran ceria.

"Pa, ma. Aku jalan dulu ya! " seru Ares bahagia.

"Hati hati, nggak usah jauh jauh, kasihan masnya juga mau pulang." ucap bu Soraya.

"Idih.... Belum juga jalan, sudah di suruh pulang aja." celetuk Gibran.

Pak Galih terkekeh mendengar celotehan anak bungsunya itu, bu Soraya hanya bisa menghela nafas beratnya.

"Silahkan duduk dulu mas, sambil menunggu anak anak, saya bikin kopi dulu." ucap bu Soraya dengan ramahnya, dan di angguki oleh pak Galih.

"Tidak usah bu." tolak pegawai itu.

"Nggak repot kok santai aja." kekeh bu Soraya yang lansung meninggalkan halaman untuk menyeduh kopi untuk tamu dan suaminya.

Bersambung.....

1
Erna Fkpg
udah buang kelaut aja nenek kayak gitu biargk bikin orang emosi
Mei Mei
Gibran mumpung km LG adu mulut sama lampir, ya ud keceplosan aj klu lampir nampar Bu Soraya, mau lihat reaksi nya galih gimn marah apa diam biar tu galih sadar
Shee_👚
sekarang kamu sadar bukan, siapa orang yang ada di samping kamu saat kamu sakit. bukan ibumu yang kamu bela mati²an sampai menelantarkan anak istri. bener ibu emang tanggung jawab anak laki²nya sampai menutup mata. tapi tetep kalau udah berumah tangga tanggung jawab yang utama anak istri
Shee_👚
Gibran aja tau apa yang ada di otak Bu Hindun. galih yang anaknya malah gak paham ibunya gimana
Shee_👚
bagus gibran, lawan terus kasih tau yang bener itu gimana. jadi orang tua bukannya kasih tau anaknya yang bener ini malah bikin sesat😔
Shee_👚
harusnya bu Hindun malu sama gibran. anak kecil aja di paham mana yang betul dan salah
Muft Smoker
bu hindun sruh ngopi dlu deh kak author ,, biar jerniih pikiran ny ,,
Shee_👚
betul biar bapakmu sadar mana yang tulus mana yang modus
Shee_👚
nah betul itu, kasih paham pak galih biar bu Hindun sadar
Shee_👚
heran pak galih kak maaf typo🙏
Shee_👚
nauzubillah punya ibu ko ya mata duwitan amat. aku juga suka uang tapi ya gak segitunya banget. liat kondisi lah ya. lah ini orang baru sadar dah di tanyain ATM🙈
Shee_👚
salah galih, ibu mu takut kamu minta duwit dia😪
Shee_👚
lah harusnya seneng lah anaknya bertanggung jawab sama keluarganya
Ma Em
Alhamdulillah pak galih sdh sadar Semoga cepat sehat kembali pak galih benar2 sdh menyadari semua kesalahan nya dan sdh benar2 bertanggung jawab pada anak dan istrinya cuma ibunya pak galih msh egois semoga ibunya pak galih segera dapat hidayah agar hati dan pikiran nya terbuka .
Erna Fkpg
moga2 p.halih beneran sadar dan sayang sama istri dan anaknya dan GK kehasut lagi sama nenek sihir💪💪🙏
Muft Smoker
pasti nnti si petasan mercon ngadu k bpaa ny klo ibu ny di tampar nenek kebayan
Azda Syafril
semangatt pa galih.. moga lekas pulih.. biar bisa liburan dikampung halaman istri brsma anak2...💪
Shee_👚
semoga masa pemulihan pak galih cepet dan gak terlalu lama biar bisa kerja lagi. bisa ngasih nafkah dan bawa istrinya pulang kampung halaman
Shee_👚
setidaknya disini pak galih dah beneran sadar dan percaya sama anak istri. untungnya dompet sama hp di kasih sama bu soraya kalau di kasih bu hindun duh pasti langsung di umpetin🙈
Shee_👚
andai kamu tau galih emakmu malah minta pulang pas denger kamu sakit dan pulih bakalan lama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!