NovelToon NovelToon
Mantan Nyebelin

Mantan Nyebelin

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romantis / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 5
Nama Author: Evhae Naffae

"Kita putus saja, gue gak nyangka lo segendut itu, gue kira lo cuma montok saja. Sorry, gue gak suka sama cewek gendut." Begitulah isi pesan yang dikirim oleh Allan kepada Aline, setelah pertemuan pertama mereka.

Sejak saat itu, Aline bersumpah akan kurus dan melakukan diet ketat. Ia bertekad pas masuk SMA nanti, berat badannya sudah harus ideal.

Hem, entah jodoh atau kesialan, Aline malah satu SMA dengan Allan. Dan yang bikin ia makin spot jantung, mereka sekelas dengan posisi duduk berdekatan dengan si mantan nyebelin itu.

Apakah Aline dan Allan akan CLBK atau malah menjadi musuh bubuyutan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evhae Naffae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepergok Mojok

Mantan Nyebelin

Bagian 23 : Kepergok Mojok

Dengan hati yang masih dongkol, kulangkahkan kaki menuju kelas. Huh, lagi-lagi akan ketemu Si Allan, mantan super nyebelin yang selalu membuat hidupku susah. Apa sih mau dia sebenarnya sehingga selalu mengganggu dan selalu berusaha merusak hubunganku dengan Kak Raka? Aku aja gak pernah usil dengan kehidupan dia.

Dengan tanpa menoleh wajahnya, kuletakkan tas di atas meja lalu duduk di kursi.

"Ndut, jaket gue ada dibawain gak?" tanya Allan dari belakang sambil menggoyang kursiku.

"Gak ada," jawabku ketus sambil mengeluarkan buku pelajaran.

"Ya udah, cucikan sekalian, ya!"

"Udah gue jadiin kain pel!"

"Ya elah, sadis amat!"

"Bodo!" Aku menoleh ke belakang dengan tatapan sengit.

Allan tersenyum miring lalu berkata, "Kok pagi-pagi udah marah-marah aja sih, my wife? Lagi dapet, ya?"

"Eh, sok polos lagi. Udah elo yang selalu bikin rusuh hidup gue, pake nanya lagi ada apa?" Kupukul meja di depannya dengan geram.

Amelia dan Farhan yang baru datang menatap heran padaku dan Allan.

"Kenapa sih lo berdua? Pagi-pagi udah berantem aja?" tanya Amelia sambil menatap kami bergantian.

Aku merengut dan membalikkan badan.

"Biasalah, Mel, masalah rumah tangga .... " jawab Allan sok bijak.

"Ya elah, belagu amat!" cibir Farhan lalu duduk di samping Allan.

Amelia menatapku tajam lalu berbisik, "Lo balikan ama Allan, Line? Terus Kak Raka gimana? Bukannya kalian udah jadian?"

Aku menghela napas panjang dan malas menjawab pertanyaan Amelia.

Aku bangkit dari kursi dan menarik Allan ke bangku belakang.

"Gue mau bicara sama lo!"

"Iya, iya. Gak udah pakai narik-narik kerah baju gini napa, Ndut?" omelnya lalu meraih tanganku.

Dengan cepat kutepis tangannya.

"Mana ponsel lo?" tanyaku ketus sambil merogoh saku baju dan celananya.

"Mau ngapain, my wife?"

"Gue mau lo hapus foto itu sekarang juga!"

"Foto apaan sih?" tanya sok polos, sok lugu, yang membuatku harus mendaratkan cubitan keras di bahunya.

"Mana hp lo? Cepat keluarin!" hardikku garang, dengan mata melotot tajam.

Allan tertawa dan berusaha melepaskan cengkramanku di bahunya.

"Oke, oke .... " ucapnya sambil berlalu menuju tasnya di atas meja.

Allan mendekat kembali kepadaku sambil tersenyum simpul.

"Gue akan hapus semua foto ini, kalau lo udah mutusin Raka!" ancamnya sambil memperlihatkan foto kami dengan berbagai fose.

Ya ampun, hatiku geram dan berusaha merebut ponselnya. Akan tetapi ia berhasil menjauhkannya dariku. Apa jadinya kalau Kak Rakaku tersayang melihat foto itu, ia akan berprasangka macam-macam padaku. Isss, menyebalkan.

"Lan, lo rese banget sih? Gue benci elo!" ucapku sambil menahan tangis. "Apa sih mau lo sebenarnya?"

Allan kembali mendekat padaku.

"Gue cuma mau lo putus sama Raka, itu aja. Gue gak suka liat kalian bersama," ucapnya dengan setengah berbisik.

"Emang apa masalahnya ama lo, gue mau pacaran ama siapa juga!"

"Gue suami masa depan lo, jadi gue gak mau lo diapa-apain ama cowok lain!" balasnya sengit.

Di saat aku sudah hampir mau menangis, Amelia menghampiri kami.

"Line, itu ada Kak Raka di depan pintu," ujar Amelia.

Segera kusapu air mata sebelum jatuh membasahi pipi, lalu melangkah meninggalkan Allan yang menatapku dengan sinis.

Kak Raka menatap tajam saat kuhampiri dia.

"Kak .... " sapaku pelan dan tak bersemangat.

"Lagi ngapain sama Allan?" tanyanya sinis.

"Ah, itu ..... " Aku tergagap.

Yeah, Kak Raka pasti cemburu. Aduh, gimana ini? Allan si mantan nyebelin itu bisanya cuma buat rusuh aja.

"Line, 'kan udah tahu kalau Kak Raka gak suka liat lo dekat-dekat ama Allan. Ini malah mojok berdua di bangku belakang."

"Eh, gak gitu, Kak .... " Belum selesai ucapanku, Kak Raka sudah berlalu pergi tanpa permisi lagi.

"Kak .... " Aku menggapai tangannya.

Kak Raka menatapku perih, lalu melepaskan tangannya dariku. Ia melangkah cepat, meninggalkanku yang bergeming.

Tuh, 'kan ... Kak Raka marah lagi. Aku menghentakkan kaki dengan kesal dan melangkah masuk kembali ke kelas. Allan tersenyum puas melihat wajah kusutku. Ah, sial! Umpatku geram.

Bel masuk berbunyi dan jam pelajaran dimulai.

"Ndut, Ndut .... " panggil Allan dari belakang sambil menggoyang kursiku. Iya, memang begitu kelakuannya setiap hari.

Yeah, dia memang selalu mengganggu ketenangku setiap saat. Palingan mau pinjam pulpen lagi, heran gue ... Kok hoby banget makan pulpen! Kurogoh satu kotak pulpen dan meletakkannya di depan Dinosaurus nyebelin itu.

"Ya ampun, my wife, kita emang punya ikatan batin. Belum juga ngomong, lo udah tahu aja," ocehnya dari belakang.

Cih, ikatan batin dari Hongkong? Aku udah hapal dengan kelakuannya setiap hari, cuma itu-itu aja. Semoga pas naik ke kelas XI nanti, aku gak sekelas dengan Allan Dirga yang sok-sok mengaku suami masa depan itu.

*******

Istirahat ini, aku tak bersemangat. Kak Raka marah, chat WhatsApp dariku diabaikannya. Setelah membeli cemilan dan minuman, aku duduk sendirian di taman belakang sekolah dan akan berusaha mengirimkan pesan lagi.

[Kak, Aline akan jelasin semuanya. Aline tunggu di taman belakang, ya.] Kukirimkan lagi pesan itu kepadanya.

Satu menit, dua menit, tiga menit, tetap tak ada balasan darinya. Hatiku sedih.

Lain yang ditunggu, lain yang datang. Allan sedang menuju ke arahku dengan gaya sok coolnya.

Tanpa basa-basi, ia langsung duduk di sampingku dan meraih minuman dinginku lalu menenggaknya. Serta membuka bungkus snack dan memakannya.

"Ihhh, ngapain lagi sih ke sini? Masih belum puas sudah bikin Kak Raka salah paham tadi?" ketusku sambil mendorongnya.

"Belum!!!" jawab Allan santai.

Aku berdecak kesal. Allan memang kelewatan! Kucubis keras bahunya, geram sekali rasanya hati ini.

"Gue akan puas kalo dah liat lo putus ama Raka!" ucapnya sinis dan penuh penekanan.

"Gue itu cinta banget sama Kak Raka, jadi gue gak bakalan mau buat mutusin dia!" jawabku kesal. "Gue mohon, lo berhenti gangguin hubungan kami!"

"Hahh, cinta? Bhulset aja!" cibirnya sambil tersenyum masam.

Allan hanya cuek, sambil terus memakan snack milikku. Taklama setelah itu, terlihat Kak Raka menuju ke arah kami. Aduh, bagaimana ini?

"Allan, gue mohon lo cepat pergi sini!" ujarku sambil mendorong Allan untuk segera pergi.

"Gue gak mau!" bantahnya cuek.

Aku hanya bisa menghela napas berat, sebentar lagi duniaku akan kiamat. Kisah cintaku akan berakhir tragis. Aku menangis dalam hati.

Kini Kak Raka sudah berdiri di hadapanku, ia menatap Allan yang acuh sambil memainkan ponsel, ia terlihat santai dan tanpa beban, setelah membuat kesalahpahaman antara kami.

"Lo mau jelasin apa, Line?" tanya Kak Raka sambil melirik Allan.

"Kak, jangan salah paham. Aline sama Allan cuma ngomongin masalah pelajaran aja. Jangan salah paham, kami tak punya hubungan apa-apa." Aku menatap Kak Raka, berharap ia percaya.

"Terus, sekarang kalian lagi ngapain lagi berduaan di sini?" Kak Raka masih sinis.

Aku bingung mau menjawab apa, sedang Allan hanya menjadi penonton drama percintaan ini.

Tanpa berkata apa pun, langsung kupeluk Kak Raka, berharap ia luluh dan berharap Allan meninggalkan kami.

"Aline cuma sayang sama Kak Raka. Please, jangan marah lagi!" Tangisku pecah dipelukannya.

Baru saja Kak Raka mengusap kepalaku, Allan malah menarikku darinya. Kemudian membawaku pergi dan meninggalkan Kak Raka termangu sendiri.

Bersambung ....

1
Astia Sulastri
ahhh.. udah seneng aja karna happy ending. tp ada tapinya ini. nikahnya ga sah dong klo hamil... kenapa mesti ada hamil anak mantan sih. othor mah labil bgt. ga happy ending itu namanya. ketwan lah biar ditutupin 5 bulan soalnya hamilnya. kok aku JD greget ya. padahal cuma novel
Kahfi Maulana
Luar biasa
Erni Fitriana
mampir
Anita Cristiari
masih ditunggu lanjutannya
Anik Chiffon
bang aldi sakit..
Anik Chiffon
faiz kah..
ratna
salaj kamu sialan!!! sok jd pahlawan
ratna
emang sialan siAlan itu
Lia Yonk
koq aku jadypgn aline sm fais yah
Lia Yonk
gemesin semua ih, tapi tetep si Alan di hati
Lia Yonk
sm faiz aja deh
Lia Yonk
kl visual allan nya kyk gini sih gw setuju aline sm allan
Lia Yonk
ngakak bacanya aline aline
🦋stary🌼🌸🌼
author sehat kan... gara gara ada yang ngelike komen ku jd keinget lagi novel ini... dan ternyata blm ada lanjutannya sampe sekarang...
Cinta Meylinda
iya torch sama Faiz aj
kak pii
mampir ini penasaran..
Erna Pujii
bikin mewek tor
Erna Pujii
lanjut makin seru
Marsih Sih
mana cerita anak mantan thuor kok ngak ada
Nurul Hidayah
Thor aku gak setuju klu Aline balikan lg sm Allan, aku lebih suka dia sm farhan Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!