Berawal dari ditemukannya seorang bayi oleh pasangan suami istri, Farhansyah Nataniel dan Inayah Givani di sebuah taman. Bayi tersebut mereka rawat dan diberi nama Reyhan Fier Nataniel hingga tumbuh dewasa.
Tiga tahun kemudian, Inayah mengandung dan melahirkan seorang putri yang diberi nama Gita Syafitri. Reyhan dan Gita tumbuh bersama dengan saling menyayangi satu sama lain.
Suatu ketika, Reyhan dan Gita dewasa menikah, dari sini segala cerita masa lalu mulai terkuak.
Bagaimana cerita keseluruhannya? Ikuti terus perjalanan cinta Reyhan dan Gita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Udden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Skip aja
(Gambar wisata yang dituju Rey dan Gita)
(Jangan dibaca guys, skip aja! Takut kecewa, soalnya nggak aku buat detail).
Setelah cukup lama mereka di tempat wisata itu, cukup dengan jalan-jalan ke tempat yang lainnya, kini Rey dan Gita memutuskan untuk kembali ke hotel merebahkan badan akibat lelah seharian menikmati indahnya Pulau Maldives.
Setelah beberapa saat di perjalanan, sekarang Rey dan Gita telah berada di dalam kamar hotel, Rey memutuskan untuk ke balkon menikmati segarnya angin malam, sedangkan Gita mengambil kopi panas yang sempat dia beli tadi di depan lobi hotel.
"Ini kopinya, Mas!" kata Gita menawarkan secangkir kopi panas kepada Rey.
"Iya, makasih." Rey menerima kopi dari Gita dengan senang hati.
"Kak, indah banget ya pemandangan malam hari di Maldives," seru Gita takjub, kini Rey meletakkan kopinya di pinggir balkon, dia beralih memeluk Gita dari belakang.
"Pemandangan indah ini tak seindah kamu di mataku, Yang," ucap Rey menggombal.
"Hilih gombal, mana buktinya?" tanya Gita.
"Kamu mau bukti?" Bukanya menjawab, Rey malah balik nanya dan diangguki oleh Gita, tetapi tiba-tiba Rey membalik tubuh Gita agar menghadap ke arahnya, dia merapatkan tubuhnya sehingga kedua sejoli itu menempel.
Hal mengejutkan pun kembali di lakukan Rey, dia tiba-tiba mencium Gita. Dia menciumnya dengan mengulum dengan lembut sehingga Gita juga ikut terbuai dan membalas ciuman Rey, kini tangan Gita sudah mengalung di leher Rey, pertukaran saliva itu terjadi cukup lama, Rey dan Gita semakin terbuai.
Rey menggendong Gita tanpa melepas pagutannya, Gita pun sama. Dia tak perduli apa yang terjadi dan tetap menikmati pertukaran salivah itu. Kini Rey dan Gita telah berada di atas kasur, lebih tepatnya Gita telah berada di bawah kukungan Rey tanpa melepas ciuman itu di atas kasur. Cukup lama hal itu terjadi, Rey memutuskan untuk melepas pagutannya dan bertanya kepada Gita dengan sorot mata yang kabur karena tertutup awan gairah.
"Apa mas boleh ngelakuinnya?" tanya Rey lembut dan diangguki oleh Gita. "Aku mencintaimu, Gita." Rey kembali melakukan aktivitasnya.
Bagi Rey malam ini Gita sangatlah cantik, itulah yang dirasakan Rey saat dimabukkan oleh cinta seorang Gita, baginya setiap sentuhan yang diberikan Gita mengandung energi yang mampu membuatnya merasa hangat ditengah dinginnya malam, untuk pertama kali Rey benar-benar terbuai dengan keindahan dari wanita.
Entah sejak kapan pakaian mereka telah tersingkap, keduanya dalam posisi polos, wajah Gita yang tengah memerah menahan malu karena melihat benda milik suaminya.
Woww, sungguh pemandangan indah yang baru pertama kali dilihat oleh Rey, tanpa pikir panjang, Rey kembali melanjutkan aktivitasnya. Memulai dari bibir, leher, tak lupa memberikan tanda kepemilikan, dan terus turun ke bawah.
"Kamu yakin, Yang?" tanya Rey kembali di sela-sela aktivitasnya, lalu dijawab dengan anggukan Gita karena dia tak sanggup menahan malu.
"Baiklah, tapi tahan ya! Ini mungkin sedikit sakit, kamu boleh apain aku, tapi jika aku sudah memulai, ini tak dapat dihentikan kembali!" Rey memberi peringatan dan kembali mengecup Gita, mengarahkan benda pusakanya ke arah goa milik Gita.
Perlahan Rey mulai menekannya dengan lembut, sungguh awalan yang sulit. Maklumlah, istrinya masih tersegel dan masih original. Rey terus menekannya sampai miliknya pun sukses masuk, betapa sakit, perih, dan nyeri yang dirasakan Gita, dia hanya bisa pasrah dengan mata yang berkaca-kaca akibat merasa sakit sekaligus bahagia karena berhasil menjaga mahkotanya untuk orang yang dia cinta. Rey menghentikan aksinya sejenak, dia menatap sang istri iba, tetapi dia tak berniat menghentikannya, tak ingin kehilangan momen terindah dalam hidupnya karena baginya hanya akan terjadi sekali seumur hidup.
Rey pun mencium bibir Gita, memberi ketengan kepada Gita, lalu mulai melanjutkan dengan memaju mundurkan bokongnya dari serangan lembut nan tenang sampai yang paling kasar dan cepat. Cukup lama mereka melakukan hal itu sekisar hampir satu jam lamanya, pada akhirnya Rey mencapai *******, dia menumpahkan semua cairannya ke dalam diri sang istri, menuntaskan gairah yang dia tahan selama ini.
"Sayang, makasih atas kado terindahnya." Rey yang masih mengatur nafasnya lalu mengecup pucuk kepala Gita. Bagaimana dengan Gita, dia masih menangis dalam diam karena rasa sakitnya masih ada.
"Maaf ya! Tadi mas mainnyaa agak kasar," ucap Rey sembari menghapus air mata Gita dan memeluknya dengan erat dalam posisi sama-sama polos tertutup selimut tebal. Perlahan karena kelelahan akibat melakukan aktivitas itu, pasutri itupun terlelap dalam alunan dingin malam hari menuju ke alam mimpi dengan senyuman yang merekah.
Akan tetapi di sepertiga malam, pasutri tersebut terbangun dari tidurnya dan melakukan aktivitasnya sekali lagi hingga membuat mereka berdua tepar karena lelah, tak lupa Gita kembali merasakan sakitnya, padahal baru saja sakitnya mereda, kini dia harus merasakan sakit itu kembali hingga pada akhirnya pasutri tersebut kembali tidur hingga pukul sebelas pagi menjelang siang.
Rey yang terlebih dahulu bangun dari tidurnya, mulai memunguti kembali pakaiannya. Sekilas dia melihat bercak darah di spray, hal itu membuatnya bahagia sekaligus merasa bersalah, bahagia karena menjadi orang pertama yang menyentuh Gita dan merasa bersalah karena telah menyakiti sang istri.
Dia teringat kembali dengan pertarungannya malam tadi, dia melakukannya sampai dua kali, hingga membuat sang istri sukses kelelahan, buktinya jam sudah menunjukkkan pukul sebelas tetapi Gita belum juga terbangun dari tidurnya.
Rey berinisiatif memesan makanan, dan sedikit beberes sembari menunggu makanan datang, tak lupa dia sudah memakai celana tetapi bertelanjang dada, wkwkwk. Setelah menyiapkan segala keperluan, dia pun membangunkan sang istri.
"Yang bangun, bangun udah siang!" Rey membangunkan Gita.
"Auhhhhhhhh!!" Rintih Gita kesakitan.
"Kenapa, Yang?" tanya Rey khawatir.
"Di bawah perih, Mas," jawab Gita.
"Coba sini mas lihat!" ucap Rey yang ditolak Gita karena malu.
"Ngapain malu, kan mas udah lihat semuanya," ucap Rey yang langsung menyingkap selimut sehingga terpampanglah tubuh polos Gita, dia mulai melebarkan kaki Gita sehingga milik Gita kembali dilihat Rey.
"Duh, bengkak ini, Yang!" ucap Rey memberi tahu.
"Mas sih mainnya kasar!" seru Gita menyalakan sang suami.
"Maaf, ya! Yaudah yuk mandi, mas udah siapin air hangatnya. Sini mas gendong, mas tau kamu nggak bakal bisa jalan, nanti setelah mandi, mas bantu olesin salepnya." Tanpa mendengar jawaban dari Gita, Rey lansung menggendong Gita dan membawanya ke kamar mandi tepat kedalam bath-up, tak lupa juga dia masuk ke dalamnya karena dia juga belum mandi.
"Kok juga masuk, Mas?" tanya Gita.
"Mas juga belum mandi, udah sini biar mas yang mandiin kamu," ucap Rey sepihak dan kegiatan saling memandikan itu pun terjadi tetapi tanpa aktivitas jahannam yak wkwkw, tapiyah, adalah keisengan dari Rey yang jail terhadap sang istri, dia berusaha menahan hasratnya karena tau istrinya masih merasakan sakit akibat ulahnya malam tadi.
*****
Sekian ya guys part jahannamnya, sengaja nggak aku buat detail, takut ada yang report, sama takut ditarik sama pihak NT/MT.
Jangan lupa loh, like sama vote yang banyak!
Sampai jumpa besok lagi.
SEE YOU ALL.