NITA WULANDARI
Orangtuanya ditipu bisnisnya pun hancur gulung tikar, kedua orangtuanya bercerai dan parahnya lagi ia menjadi gelandangan dan pengemis.
......
REVAN PRADIVA WILSON
Seorang pemuda tampan yang tiba-tiba saja masuk kedalam kehidupan Nita mengangkat derajat hidupnya dan menjadi suaminya.
......
Menikah karena terpaksa akankah cinta bersemi dihati keduanya? Atau hanya akan saling meyakiti..?
......
copyright @Nona Kireina terbitan februari 2020
......
Jangan lupa untuk terus dukung Author dengan cara like, comment, dan jangan lupa vottngnya juga ya hehehe 😋
Novel ini tidak di buat dengan mencontek, asli buatan sendiri sesuai dengan apa yang ada di dalam fikitan author.. siang malam author ngetik membuat alur ceritanya sangatlah tidak mudah..
Author sedih saat ada yang mengatakan novel ini mirip dengan novel sebelah, author mau bilang karakter Revan tidak sama dengan yang di sebelah, begitu juga dengan Nita. jika kalian baca di chatper selanjutnya itu jelas berbeda..
selamat membaca readersku...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Kireina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22 - CEMBURU?
Sudah 1 bulan berlalu sejak pernikahan mereka, setelah mandi dan bersiap pasangan suami istri tersebut tengah duduk santai di pinggiran kolam renang menikmati segelas jus, “Kenapa cemilannya tidak di makan..?”
“Siapa yang membuatnya? Aku tidak akan makan apapun yang kau masak.. pasti kau telah menaruh racun di dalamnya..” ketus Revan.
“Ya.. kau benar sekali tuan muda.. aku akan memasukan pestisida di semua makanan dan minumanmu agar aku bisa segera lepas dari cengkramanmu..” imbuh Nita dengan kesal.
“Hahaha... benarkah? Sebegitu besarkah keinginanmu untuk lepas dariku..”
“Tentu saja.. aku akan sangat bahagia jika bisa.. heump..” Menutup mulut dan menahan mual, mual itu kembali melanda segera Nita berlari ke kamar mandi memutar keran air di wastafel memuntahkan isi perut yang membuatnya tidak nyaman.
Kepalanya merasa pusing, masih disibukan dengan rasa mualnya yang tak tertahankan Nita merasakan pijatan lembut di tengkuknya.
“Kau tidak apa-apa..?”
Nita menggeleng, “Ya.. aku baik-baik saja.. hanya mual..”
“Wajahmu pucat sekali.. aku akan memanggil dokter keluarga..”
Revan mengambil ponselnya dan mengirimi Kai pesan singkat, “Aku ingin dokter Jo segera datang dalam waktu 3 menit kerumah baru kami.. sekarang!” pesan terkirim.
“Baik tuan..” pesan masuk.
Kai menggeleng keheranan, dalam waktu 3 menit? Apakah tuan mengira dokter itu seperti sebuah roket?
Beberapa menit kemudian dokter Jo dan Kai tiba dirumah baru Revan.
“Kalian terlambat.. ini sudah 10 menit..”
“Ya.. hahaha.. mobilku tadi mogok di jalan..” imbuhnya mencari alasan, kemudian Jo menatap Nita yang terbaring lemas diatas ranjang, “Tuan.. bisakah anda keluar sebentar?”
“Apa..? kau ingin agar aku membiarkanmu berduaan dengan istriku?” menatap tajam padanya.
Hahaha.. jangan bilang jika kau jatuh cinta padanya.. “Tidak.. tentu saja kau boleh disini..”
Jo mengeluarkan stetoskop dan mulai memeriksa kondisi Nita, memegangi pergelangan tangannya, “Nona.. kapan terakhir kali anda menstruasi..?”
Pertanyaan itu membuat Nita terbelalak, “22 Februari,. apakah ada hubungannya?”
“Aku akan memeriksa lebih detail, tolong kerjasamanya ya..” dengan senyum manisnya yang khas.
Sementara itu tak jauh dari mereka Kai dan Revan duduk di sofa memperhatikan pasien dan dokter tersebut. Revan terkejut saat tangan Jo menyentuh bagian bawah perut Nita, “Hei..!” teriaknya mengejutkan, “Siapa yang menyuruhmu untuk menyentuhnya dibagian itu..”
Oh astaga.. dasar lebai.. Nita menghela napas.
“Emh.. aku memerlukannya untuk pemeriksaan lebih lanjut.. jika kau keberatan, kau saja yag memeriksanya, bagaimana..?” masih dengan senyuman manis yang menjadi ciri khasnya.
“Tuan.. tenanglah.. dokter Jo tidak akan bertindak kuang ajar.. mereka tahu batasannya..” imbuh Kai menenangkannya.
“Hm...” Revan mengangguk dan kembali duduk tenang mengamati mereka berdua seolah sedang mengamati target mangsanya.
Tangan Jo meraba-raba dan menekan-nekan dibagian perut bawah Nita ia merasa ada sesuatu
yang tumbuh di dalamnya, “Emh.. baiklah.. sudah selesai..”
“Bagaimana hasilnya?” tanya Revan penasaran.
“Hm.. lebih baik kau membawanya kerumah sakit.. hehe..”
“Apa..! jika kau memintaku untuk membawanya kerumah sakit lalu kenapa kau melakukan hal itu..” imbuh Revan dengan begitu kesalnya merasa dipermainkan.
“Hahaha.. jangan marah seperti itu.. kau membuatku takut, aku tunggu kalian jam 8 malam dirumah sakitku.. jangan sampai telat aku pergi dulu..”
Kai dan Jo pulang bersamaan, sementara itu Nita yang melihat suaminya dengan ekspresi kesal tak henti-hentinya menghela nafas, “Sudahlah.. tidak perlu marah..”
“Marah? Hei.. kau pasti senangkan saat di raba dan di pegang-pegang seperti itu? Katakan dengan jelas..”
“Kau cemburu..?” Nita menyipitkan matanya.
Apa cemburu..? Revan terdiam sejenak, “Untuk apa aku cemburu.. aku tidak mencintaimu, kita menikah karena hutang orangtuamu..”
“Baguslah..!” Nita kembali berbaring, menarik selimut dan menutupi sekujur tubuhnya dengan selimut itu.
udah biarin aja istri mu tenang ga usah di cari urusin aja tuh pacar jalang kesayangan km...