(Peringatan! Terdapat konten dewasa dan harap membacanya dengan bijak!)
Genre; Fantasy, Action, Adventure, Over Power, Romance, System.
Kisah tentang seorang kapten di salah satu Squadron yang pindah kedunia lain dengan system bersamanya.
Pengorbanan Sorang Kapten Untuk Mengakhiri Perang Dengan Mengorbankan Nyawanya Dan Berujung Berpindah Dunia.
Saksikan Petualang Kapten Velskud Bersama Dengan System Di Sisinya Menjelajahi Dunia Fantasi
Karya hasil pemikiran sendiri dan bukan plagiat!
Jika Suka Novel Ini:
☆Like
☆Vote
☆Coment
☆Fav
Thanks~
Update setiap hari! Jika memungkinkan~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aji Nugroho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Party Dreamer
Matahari sudah berada di atas kepala menunjukan bahwa waktu berkumpul para peserta Ekspedisi sudah tiba. Beberapa party sudah berkumpul dengan perlengkapannya masing-masing.
Beberapa party juga ada yang membawa kereta kuda untuk mereka kendarai bersama anggota partnya,sedangkan yang lain ada yang berjalan kaki.
Jendral Gustaf menunggangi kuda berwarna hitam dengan pangeran yang berada disampingnya menggunakan kuda berwarna putih,sedangkan di belakangnya terlihat tiga puluh prajurit yang mengikuti ekspedisi.
Diantara tentara yang mengikuti ekspedisi terlihat mereka mengendarai kereta kuda yang cukup besar,yang sepertinya untuk membawa hasil temuan di dungeon nantinya.
※※※※※
Sementara itu,Velskud saat ini berjalan santai menuju gerbang kota dengan Roxy yang terus menempelkan kepalanya di topeng Velskud.
"Dari pagi tadi kenapa sikapmu jadi manja begini Roxy?." Tanya Velskud.
"Kiiikk~" Entah kenapa suara Roxy jadi terdengar berbeda dari biasanya.
Velskud yang mendengarnya hanya menggelengkan kepalanya dan memepercepat langkahnya menuju gerbang kota.
Sesampainya di gerbang kota,Velskud tiba - tiba di hampiri oleh seorang petualang yang seusia dengannya.
"Hey,apa kamu sudah mendapatkan party? Jika belum apa kamu mau bergabung dengan party miliku?." Tanya pemuda itu.
"Tentu aku akan bergabung dengan party milikmu,lagipula saat ini aku belum mendapatkan party..." Balas Velskud.
Sebenarnya tanpa party Velskud bisa mengikuti ekspedisi sendirian.Dengan level yang sudah lebih dari seratus dan juga system juga senjata miliknya,dungeon itu seperti taman bermain untuk Velskud.
Petualang muda itu kemudian mengajak Velskud menuju lokasi anggota party lainnya yang sudah menunggu pemuda itu untuk mencari satu anggota lagi.
Terlihat disisi gerbang anggota party dari pemuda itu yang berjumlah empat sedang menunggunya.
Terdapat dua gadis muda,yang satu sepertinya memiliki Job Mage sedangkan yang satu lagi memiliki Job Healer.
Sedangkan dua lainnya yaitu satu pria berusia tigapuluh tahun dengan Job Tanker terlihat dari perisai besarnya dan juga palu besar yang ada di tangannya.
Satu lagi seorang pemuda berusia dua puluh lima tahun dengan Job Archer miliknya.Dia membawa sebuah busur mekanik yang bisa ditekuk dan juga anak panah yang berada di belakang.
"Kamu lama sekali Tedy!!." Ucap pemuda dengan Job Archer.
"Hahaha...Maaf sudah membuat kalian menunggu lama,ini aku sudah mendapatkan anggota baru..." Tedy belum sempat menanyakan nama Velskud.
"Halo,namaku Velskud.Orang yang diundang oleh Tedy..." Velskud memperkenalkan diri.
Semua orang lalu memperkenalkan dirinya masing - masing.
"Perkenalkan namaku Bear Jobku sebagai Tanker di party ini..."Ucap Bear tersenyum ramah.
"Aku Bily dan Jobku Archer..." Ucap Bily
"I-itu namaku Dona...Jobku adalah seorang Healer.Salam kenal Velskud" Ucap Dona dengan gugup.
"Dan aku Lusy dan Jobku Mage.Salam Kenal Velskud..." Kata Lusy.
"Untuk nama party kita sendiri Dreamer." Ucap Tedy.
Mereka berlima termasuk Velskud kemudian membahas tentang pembagian hasil yang mereka dapat di dungeon nanti dan juga uang yang di berikan oleh kerajaan untuk mereka yang mengikuti ekspedisi secara rata.
※※※※※
Disisi lain Isabel dan partynya juga sedang mendiskusikan rencana mereka dan juga pembagian hasil dari ekspedisi dungeon nanti.
Pangeran Edric yang melihat Isabel dan juga partynya langsung menghampirinya untuk bergabung dengan party milik Isabel.
"Nona Isabel apa kabar??." Sapa pangeran Edric kepada Isabel.
"Ya seperti yang anda lihat saat ini pangeran,aku baik - baik saja..." Balas Isabel datar.
Pangeran Edric yang mendengar balasan Isabel di buat tersenyum kecut,"Sepertinya Nona Isabel sudah mendapatkan party,bagaimana jika aku bergabung??."
"Maaf pangeran,party kami sudah penuh dengan enam anggota..." Ucap Isabel.
"Benarkah?." Pangeran Edric menengok ke seorang pemuda yang mengundang Isabel sebelumnya.
Walaupun pangeran Edric berkata dengan senyuman yang ramah,namun bagi pemuda yang dilihatnya membuat dirinya berkeringat dingin.
"Y-ya tentu saja pangeran boleh bergabung dengan kami..." Ucap pemuda itu sambil berkeringat dingin.
"Bukankah party kita sudah penuh ketua??." Tanya Isabel.
"Y-yah sebenarnya maksimal anggota party tujuh orang.." Pemuda itu gugup.
Isabel yang mendengarnya hanya menghela nafas dan mengangguk setuju,sedangkan pangeran Edric tampak tersenyum penuh kemenangan karena bisa satu party dengan Isabel.
Jendral Gustaf memberikan intruksi kepada seluruh party yang mengikuti ekspedisi untuk berkumpul dan akan memberikan petunjuk tentang ekspedisi.
Para party lalu berkumpul,jumlah seluruh party yang mengikuti ekspedisi berjumlah dua puluh party dengan total seratus tujuh puluh satu petualang.
Party dengan anggota yang berlevel tinggi seperti party milik Isabel berbaris didepan,sedangkan party dengan level yang paling rendah seperti milik Velskud berbaris di belakang untuk mendengatkan instruksi dari Jendral Gustaf.
"Terima kasih kepada para petualang yang bersedia mengikuti ekspedisi ini.Tujuan ekspedisi ini untuk mencari informasi di donguen yang tiba-tiba muncul di hutan Nightingale baru - baru ini.
Untuk setiap party yang mengikuti ekspedisi ini akan mendapatkan 1000 Gold untuk masing - masing party,dan untuk barang yang kalian dapatkan di dalam dungeon bisa kalian bagi dengan anggota masing - masing." Jendral Gustaf memberikan intruksi.
Jendral Gustaf kemudian memimpin jalannya rombongan dengan para party di belakangnya.
Bagi yang party yang tidak meembawa kereta kuda,mereka diangkut oleh kereta kuda yang sudah di siapkan oleh kerajaan agar bisa cepat sampai di lokasi dungeon.
Sementara rombongan Isabel sepertinya menyewa kereta kuda yang cukup mahal karena yang menyewanya pangeran Edric,mereka berjalan di barisan depan.
Sedangkan Velskud dan anggota partynya sebelumnya menyewa kereta kuda yang sudah usang namun masih bisa di gunakan dan mereka berjalan di paling belakang rombongan.
※※※※※
Di kerajaan saat ini putri Natasha sedang menemui Raja Andreas di singgahsananya.
"Ayah,dimana kakak? Aku tidak melihatnya pagi ini..." Ucap Putri Natasha.
"Ohh,kakakmu sedang mengikuti ekspedisi di donguen baru dengan para petualang dan juga Jendral Gustaf..." Balas Raja Andreas.
"Kenapa ayah tidak memberitahuku? Aku akan menyusul mereka..." Kata Putri Natasha tergesa - gesa.
Namun sayangnya Raja Andreas tidak mengikinkannya pergi meengikuti ekspedisi itu,yang membuat putri Natasha menjadi marah kepada Raja Andreas dan berjalan dengan wajah yang terlihat air matanya akan jatuh kapan saja menuju kamarnya.
Raja Andreas hanya menghela nafasnya kasar,"Anak ini..."
Tiba - tiba Ratu Bela datang dan menghampiri Raja Andreas yang duduk di singgahsananya lalu duduk di samping Raja Andreas.
"Sayang, kenapa aku melihat Natasha menangis saat keluar dari sini??." Ratu Bela berbicara dengan lembut dan juga tersenyum
Raja Andreas yang mengerti makna dari senyuman Istrinya itu menelan ludahnya dengan kasar,"I-itu aku melarangnya untuk mengikuti ekspedisi di dungeon yang baru muncul di hutan Nightingale sayang..."
"Hmm? Jadi begitu..." Ratu Bela mengguk kecil yang sepertinya setuju dengan keputusan suaminya.
'Huh! Selamat,untung aku bisa menjelaskannya kalau tidak bisa diusir malam ini dari kamar...' Batin Raja Andreas.
si othor sdh pengalaman mengisap nenek berkaitan.
Ewe terus thor.
.