NovelToon NovelToon
Bukan Salah Cinta

Bukan Salah Cinta

Status: tamat
Genre:CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Obsesi / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Snow White

Gladis 24 tahu harus menerima kenyataan bahwa masa depannya berada di tangan kedua orang tuanya. Ia dijodohkan dengan anak rekan bisnis papanya untuk memperkuat perusahaan orang tuanya di kancah Internasional.

Gadis yang mempunyai kekasih bernama Fadli seorang dokter kandungan harus rela putus karena kedua orang tua Gladis tidak pernah merestui hubungan keduanya.
David calon suami Gladis adalah seorang pengusaha muda yang terkesan dingin, ketus, pemarah, tempramen. Akankah pernikahan mereka berlansung bahagia!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Snow White, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gundah

"Permisi pak! Sebentar lagi jam makan siang kita ada janji dengan bu Yuni," kata pak Kus memberitahu ketika David kembali lagi ke kantor setelah menemui Juna.

"Iya pak sebentar lagi," jawab David yang tengah duduk melamun di kursinya.

"Baik pak aku tunggu di luar," pamit pak Kus.

Sedari tadi David tidak fokus akan pekerjaannya, ia seakan selalu memikirkan ucapan Juna barusan.

*Masa g**w harus nyusul Gladis! Untuk apa juga, kenapa gw harus pusing-pusing memikirkan dia, terserah dia mau berbuat apa tidak ada hubungannya dengan gw. Tapi jika dia hamil* masa gw yang harus tanggung jawab.

Lalu David pun membuka ponsel miliknya, ia mengikuti saran Juna untuk mengintip Gladis di media sosialnya ia berharap akan ada status media sosial Gladis. Dan...ups...benar saja apa yang di katakan oleh Juna....30 menit yang lalau Gladis baru saja mengunggah status media sosialnya, betapa terkejutnya David ketika melihat status media sosialnya Gadis..hatinya seperti terbakar ketika melihat foto Gladis, sepasang tangan yang tengah memamerkan sepasang gelang emas kuning kecil yang melingkar di tangan masing-masing.

David pun meremas ponsel miliknya dengan erat sambil menutup mata menahan marahnya.

*G**ladis awas kau jika macam-macam denganku akan aku pastikan hidupmu menderita menikah denganku*.

Lombok (Gili Trawangan)

Flash back

"Gladis aku beli sesuatu," kata Ben sambil mengambil sesuatu dari saku jaketnya.

"Apa itu kak!" kata Gladis penasaran.

Lalu Ben pun menunjukan sepasang Gelang emas kuning kecil, Gladis tersenyum melihatnya.

"kakak beli di sebuah toko bagus kan! Kamu suka tidak," kata Ben bertanya menatap Gladis.

"Bagus banget kak, aku suka," kata Gladis dengan antusias menatap Ben.

"Ini ada dua untukmu satu dan aku satu, sesekali kita punya barang yang samaan ya," ucap Ben dan Gladis menyambutnya dengan tersenyum.

Ben pun memakaikan gelang itu di lengan Gladis, dan Ben pun memakainya.

"Kita foto dulu untuk kenang-kenangan," lanjut Ben.

Sebenarnya bukan hanya itu saja maksud Ben, ia hanya ingin melihat bagaimana reaksi David dan benar saja dugaan Ben.

Senja Di Gili Trawangan

"Di sini tempatnya nyaman ya kak," kata Gladis ketika mereka berdua memutuskan untuk berjalan-jalan di pinggir pantai sore itu.

"Iya suasananya tenang banget, jauh dari kebisingan."

"Andai setiap hari begini," ucap Gladis berharap.

"Kenapa! Kamu sudah tidak betah di rumah," tebak Ben dan Gladis hanya tersenyum.

"Gladis kenapa kamu dan Fadli tidak menikah diam-diam saja," tanya Ben, tiba-tiba Gladis menatap kaget kearah Ben.

"Fadli pasti setuju," tambah Ben lagi.

"Tidak kak, Gladis dan Fadli tidak mau seperti itu. Aku dan Fadli ingin hidup bahagia dengan banyak restu apalagi jika kami punya anak nanti pasti akan menanyakan nenek dan kakeknya," papar Gladis dengan nada mulai lirih.

"Tapi kamu tau sendiri jika mama dan papa tidak akan merestui hubungan kamu dan Fadli."

Wajah Gladis pun menjadi sendu, mata indahnya mulai berkaca-kaca ia pun menundukkan kepalanya.

"aku tau kak, sampai kapan pun mama dan papa tidak akan merestui hubunganku dengan Fadli tapi Fadli memintaku untuk bertahan."

"Terus bagaimana denganmu," kata Ben menatap Gladis khawatir.

"Aku tidak bisa kak untuk melanjutkan hubungan ini dan Fadli."

"Itu artinya kamu ingin seperti kakak Dis! Kamu memilih mengorbankan perasaan kamu demi mama dan papa!"

"Kak sesekali kita berkorban untuk orang tua tidak apakan! Bukankah mama dan papa dari dulu sudah merawat kita sampai kita seperti ini dapat hidup dengan amat layak, walaupun kita tidak dekat dengan mama dan papa tapi apa salahnya kita menuruti permintaan mereka. Selama ini mama dan papa tidak pernah meminta apa-apa dari kita kak."

Mendengar ucapan Gladis, Ben pun terdiam ada benar nya juga apa yang di katakan adiknya itu, tapi tidak juga sampai mengorbankan masa depan dan kebahagiaannya kan!

"Tapi bukan seperti ini caranya Gladis, masa depan dan kebahagiaan kita harus kita yang menentukan bukan mama dan papa."

"Tapi kita tidak punya pilihan kak, tidak akan pernah punya pilihan. Aku akan menjalankan semua keinginan mama, aku akan belajar mencintai calon suamiku walaupun butuh waktu tapi aku akan mencobanya. Bukankah kakak harus seperti itu juga membuka hati kakak untuk kak Diana mencoba untuk mencintai dia kak, menerima dia di kehidupan kakak. Kak Indah hanya masa lalu dan kak Diana adalah masa depan kakak begitu pun denganku, Fadli adalah masa laluku sedang David masa depanku," ucap Gladis dengan nada lirih dan mata yang berkaca-kaca.

"Aku tau kak akan ada hati yang terluka, bukankah keutuhan keluarga kita lebih penting dari segalanya," lanjut Gladis lagi.

"Keluarga kita tidak pernah utuh Gladis, semua itu hanya klise. Kita itu boneka mama dan papa yang di pergunakan untuk ambisi mereka, apa mereka tau isi hati kita? Apa mereka tau apa makanan favorit kita? Apa mereka tau bagaimana keadaan kita? Mereka tidak pernah tau Gladis, tidak pernah tau," ucap Ben dengan nada kecewa menatap Gladis.

Air mata Gladis pun jatuh ke pipi mendengar ucapan Ben, memang betul apa yang dikatakan Ben tentang mama dan papanya itu tapi bagaimana pun mereka adalah orangtuanya.

"Aku tau kak tapi ini semua untuk kita, agar kita tidak kekurangan dan kelaparan di pinggir jalan. Apa yang tidak aku dapat dari mama dan papa, aku dapatkan dari keluarganya David kak, tante Teresa sangat baik kepadaku. Aku yakin om Gustiawan pun sama," papar Gladis.

"Lalu apa yang kamu dapatkan dari Fadli akan kamu dapatkan dari David!" tanya Ben menatap Gladis

Glek......Gladis terdiam mendengar ucapan Ben.

"Cepat atau lambat semua akan indah pada waktunya kak, aku akan berusaha menjadi istri yang baik anak yang baik dan menantu yang baik juga."

Mendengar ucapan adiknya Ben sangat terharu, Gladis memang wanita yang luar biasa, tidak salah ia mempunyai adik sebaik Gladis.

"Kakak bangga sama kamu Dis, kakak harap semua ucapan kamu benar. Kak akan mendukungmu Dis," ucap Ben sambil merangkul Gladis yang duduk di sebelahnya dan memeluknya.

KEDIAMAN GUSTIAWAN

David menaiki anak tangga satu persatu, terlihat amat lelah sekali, lalu belum sempat David menaiki semua anak tangga sebuah suara menghentikan langkahnya.

"David!" panggil suara itu dari bawah dan David pun menoleh ternyata itu adalah mamanya.

"Mama," kata David sambil turun kembali menghampiri mamanya.

"Bagaimana kamu sudah mencoba hubungi Gladis," NY Teresa memulai pembicaraan.

David yang mendengar pertanyaan mamanya pun bingung harus bicara apa, David terdiam sejenak terlihat wajahnya kebingungan mencari alasan.

"David," panggil mamanya lagi ketika melihat David terdiam.

"Iya mah," kata David tersadar akan ucapan mamanya.

"Bagaimana kamu sudah menghubungi Gladis! Mama khawatir dia baru saja pulang dari rumah sakit," ucap NY Teresa dengan wajah yang begitu panik.

Haduh mampus deh gw..harus jawab apa sama mama, masa gw harus bohong sih sama mama. Jika tidak bohong pasti nanti mama bicara yang aneh-aneh.

"Sudah ko mah, David sudah telepon Gladis," kata David berbohong.

"Terus apa kata dia! Gladis pergi dengan siapa," kata mamanya lagi.

*D**uh mama bisa tidak sih tidak usah bawel menanyakan soal Gladis, gw jadi bingung harus bicara apa. Jika gw bohong* ketahuan bagaimana.

"Dengan teman-temannya mah, sudah mama jangan khawatir ya," kata David mencoba menenangkan mamanya.

"Bagaimana mama tidak khawatir Vid, Gladis baru keluar dari rumah sakit tapi sudah pergi liburan saja memang kamu tidak khawatir dengan Gladis."

"Khawatir mah, hanya mau bagaimana lagi," kata David bingung harus bicara apa.

"Kamu susul ke Gladis, bawa Gladis pulang ke sini, mama takut ada apa-apa dengan Gladis."

"Aduh....sudah ya ma, mama jangan panik ok. Pokoknya mama tidak usah khawatir semuanya akan baik-baik saja."

"Kamu itu bagaimana sih Vid, kamu sedang marahan ya dengan Gladis!" kata mamanya mulai curiga.

David pun kesal saking banyaknya pertanyaan dari mamanya. Membuat dirinya pusing untuk mencari alasan apa lagi.

"Aduh..mama dengar David ya mah, mama tidak usah khawatir dengan Gladis dia baik-baik saja dan David itu tidak sedang marahan dengan Gladis jadi sekarang mama jelas ya. David mau mandi terus makan malam David capek banget mah."

Mendengar ucapan dari anak tercintanya, akhirnya NY Teresa pun pasrah dan menyerah mengintrogasi David.

"Iya sayang, mama tunggu di meja makan kita makan sama-sama."

Lalu david pun kembali menuju kamarnya, setelah sampai di kamarnya di jatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidur ia pun memejamkan matanya sambil memegang dan mengurut keningnya sendiri dan lagi-lagi David memikirkan usul dari Juna dan mamanya untuk menyusul Gladis.

Masa iya aku harus susul gladis ke Lombok, enak saja siapa dia! Memangnya aku tidak ada kerjaan apa.

Tapi bagaimana jika bener Gladis sampai hamil, tidak bisa di biarkan, lihat saja jika sampai terjadi apa-apa aku akan bikin perhitungan sama kamu Dis.

Tidak lama ponsel David pun berbunyi itu dari sahabatnya Ari.

1
Thinker Bully ><
cantik dong vid..... Eaaa~
Thinker Bully ><
david udh gk sabar~~😄
Thinker Bully ><
rame ya disini~/Smile/
Snow white❄IG@snow_white97suga: 🤭😄udah kayak pasar ya kak. Happy reading ya Kak. semoga suka
total 1 replies
Surinih Soraya
sedih banget /Cry//Cry/
Lina RA
aneh, kalau dia bilang "kalau kita pertahankan janin itu dia akan cacat seumur hidup". kalau begitu bayi@ dikeluarkan scr paksa dan di gugurkan? emng boleh spt itu.
kemudian, berarti dia tdk menerima kalau bayi nya terlahir cacat.
🙏🙏 kalau sy slh paham
Ralen Leanie
mau tanya donk untuk judul novel yang menceritankan tentang aditya dan rianti judulnya apa ya
Arum Artanto
author tampaknya seneng dengan kata2 "bukan main", banyak banget kata2 itu, hehehe..
Kenzi Kenzi
ari😍😍😍😍😍😍
Kenzi Kenzi
cakep an fadli
Kenzi Kenzi
kehamilan yg disembunyikan
Kenzi Kenzi
fadli is arya...kakak adik rebutan 1 cwe...gw sih mo nya sama fadli saja.....orisinil.....jgn.sama.david,....kakak dulu yg nikah bru adeknya
|•n͜͡k͜͡`
papa n mamanya koq d bahasakan om n NY ya???
Yasmine Putri
bagus ceritanya .ga ngebosenin. kadang lucu jadi senyum sendiri
Snow white❄IG@snow_white97suga: Makasih banyak, Kak. stay terus ya dan jangan lupa ada season 2nya juga.☺️
total 1 replies
Fa Rel
msih kecewa pas david ciuman apa tdr ma rania di apartemen hmmm
Fa Rel
kasian bgt fadly
YuliaBilqis
Nah tu naina belajarlah setia k Ando ... seangat thor 👍
YuliaBilqis
Sabar Gladis
YuliaBilqis
Semangat terus y kk snow 🥰🥰
Snow white❄IG@snow_white97suga: Makasih banyak Kak. selalu setia menunggu up 😍😍😘
total 1 replies
YuliaBilqis
David sama Gladis bahagia terus y
Snow white❄IG@snow_white97suga: Pasti Kak. nanti ada yang keduanya. pernikahan yang tidak direncanakan
total 1 replies
YuliaBilqis
Lama g buka pas buak udah ada lagi 🥰👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!