NovelToon NovelToon
Dipaksa Menerima Wanita Itu

Dipaksa Menerima Wanita Itu

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mandul / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:137.6k
Nilai: 5
Nama Author: Cublik

Empat tahun lamanya mengarungi bahtera rumah tangga, dan tepat di ulang tahun pernikahan yang seharusnya disambut bahagia, Arjanti harus menelan kecewa, dipaksa memberi izin suaminya menikah lagi.

Mertuanya terus menekan, melimpahkan kekurangan ada pada dirinya yang tak kunjung hamil, sementara mereka ingin segera menggendong cucu.

Sang suami yang awalnya menentang keras saat dipaksa menikah lagi, lama kelamaan setuju dengan alasan ingin menimang anak.

Pada akhirnya, Arjanti harus berbagi suami. Tinggal satu atap dengan wanita bermuka dua, berambisi menjadi istri tunggal.

Lantas, bagaimana kehidupan Arjanti pasca pria yang dicintai segenap jiwa itu menghadirkan wanita lain selain dirinya?
Apa benar kalau dia memang mandul?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cublik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DMWI : 22

“Mau apa kamu, Janti?!” hardiknya menggeram, berusaha menerka, namun kinerja otak terlalu lambat sehingga gagal membaca niat terselubung istri pertama.

Sepasang alis hitam itu naik turun, senyum sudut bibir naik ke pipi. Dalam sekali gerakan, daun pintu terbuka sedikit, lalu ditarik lagi hingga dari luar dapat melihat jelas ke dalam sana.

Arjanti pura-pura terkejut. Rambutnya disampirkan ke sebelah kanan.

“Kalian habis ngapain?!” Wanita cantik berlipstik merah, rambut panjang tergerai, memakai dress ketat itu terperanjat. Saila terbelalak ketika melihat kulit tulang selangka menonjol dipenuhi bercak merah.

Amarahnya langsung naik sampai ubun-ubun kepala. “Dasar perempuan gatel! Pasti kamu godain mas Herlan, kan? Ngaku!”

Teriakannya memancing rasa penasaran Darti dan juga Astuti. Kedua wanita tersebut kompak mendekat ke sumber suara.

“Saila, apa yang kamu lihat —” kalimatnya dipotong istri pertama.

Arjanti bersedekap tangan, membiarkan penampilannya bak wanita penggoda. “Kalau istri sah dilabeli gatal disaat dia bermesraan dengan suaminya sendiri, lantas wanita yang bersedia menikah dengan pria telah beristri pantas disebut apa?”

Sindiran keras itu menambah bara api dalam hati Saila. “Aku bukan perempuan seperti itu!”

“Seperti itu bagaimana yang kamu maksud, Saila? Tolong lebih jelas lagi. Soalnya kalimat ambigu. Atau aku kasih contoh biar memudahkan menyingkat banyaknya label cocok tersemat untukmu?” ucapnya seraya memainkan alis sebelah kiri.

“Wanita baik-baik takkan mau masuk ke dalam rumah tangga wanita lain, dengan alasan apapun itu, kecuali memiliki maksud terselubung,” lanjutnya tanpa meninggikan suara.

Saila menuding tepat di wajah menyebalkan Arjanti. “Jangan fitnah kamu! Dirimu pasti irikan sama kehamilanku. Baru sebulan menjadi seorang istri sudah berhasil memberi keturunan untuk mas Herlan, sementara perempuan dinikahi 4 tahun lamanya, cuma ngasih malu yang membuat keluarga Doko jadi bahan olok-olokan.”

Darti puas sekali melihat menantu keduanya menyerang Janti lewat kalimat tajam, menghujam.

Herlan berusaha menengahi dengan cara maju ke depan, baru saja hendak membujuk kedua istrinya, Arjanti menambah ketegangan suasana sudah panas ini.

Dia bergeser dan bersandar pada dinding kamar, gayanya masih sama, santai. Suara tenang, namun tidak dengan pancaran mata meremehkan. “Iri sama wanita yang cuma bisa hamil, tapi enggan membesarkan darah dagingnya, maaf, gak minat sama sekali.”

“Jangan keterlaluan, Janti!” hardik pria sudah berdiri di samping istri muda.

Yang dibentak sempat terhenyak, namun hanya sebentar saja. Sorot mata Janti mendingin menusuk netra pria kehilangan wibawa di matanya.

“Entah itu cinta atau nafsu semata, yang jelas sudah berhasil menutup akal sehatmu sehingga berpikir gak lagi memakai logika, Mas,” ujarnya dingin dengan tatapan mata menusuk nyaris tak berkedip.

Herlan termangu, ingin membantah namun tak diberi kesempatan.

“Kamu, Mama dan Papamu, dibutakan oleh keinginan punya cucu tanpa mau menyelidiki masa lalu calon pilihan kalian. Benar Saila pernah punya anak dan terbukti subur bukan mandul, namun dia tak pantas menjadi orang tua terlebih menyandang gelar mulia sebagai seorang ibu. Sebab apa?” Janti berdiri tegak, tak lagi bersandar pada dinding.

“Naluri keibuannya mati! Tega menelantarkan bayi masih butuh minum asi. Wanita seperti itu yang kalian puji setinggi langit, lucu sekali,” lanjutnya berani.

“Jangan asal nuduh kamu!” Saila tidak terima, suaranya gemetaran dan air mata berlomba-lomba keluar. “Kamu gak ngerti rasanya dipisahkan dari darah daging sendiri dikarenakan dirimu mandul! Mana paham hancurnya hati seorang ibu dipisahkan dari anaknya!”

Janti pun membalas, tapi tidak dengan berteriak apalagi menangis. “Dipisahkan? Gak salah? Putrimu baru berumur satu tahun di saat perceraianmu dengan mantan suami terdahulu. Secara hukum, anak dibawah usia 12 tahun ditetapkan ikut Ibu.”

“Itu kalau mantan suaminya gak mempersulit, tahu diri. Lah ini, mantannya Saila adalah pria gila, siapa yang berani melawannya?!” Darti yang dasarnya keras kepala, dan membenci Arjanti, bersikeras membela menantu kedua.

“Lebih aneh lagi kalau orang gila diberi kuasa merawat anak terlebih masih bayi! Apa jadinya dia nanti?” tanyanya balik.

Darti pun terdiam, otaknya mulai berfungsi untuk memproses informasi.

“Kamu gak berhak menyudutkan wanita yang trauma akibat ditinggal selingkuh, bersuamikan pria tukang judi, Janti!” Saila membela diri, tangisnya bertambah kencang.

“Belum genap satu tahun perceraian, kamu sudah menikah lagi, malah bersuamikan pria telah beristri, dan bersedia dipoligami, tinggal satu atap dengan wanita lain, itu yang kamu maksud trauma, iya?” Janti terang-terangan menyindir.

Saila merasa tersudut, tangisnya bukan lagi karena akting melainkan amarah dan rasa takut.

Janti maju mengikis jarak sampai berdiri tepat di depan Saila. “Kalau memang benar mantan suamimu doyan selingkuh, dan seorang penjudi, maka pihak pengadilan gak mungkin memberikan hak asuh anak jatuh ke tangannya.”

Ia terkekeh ketika melirik ke bawah pada kaki Saila mundur sedikit. “Ingat, Saila! Kebenaran akan menemukan jalannya sendiri, dan kebohongan serta keburukan suatu hari nanti pasti terungkap tanpa perlu dicari tahu kalau memang sudah waktunya bakalan tersibak.”

“Auchh … Mas kepalaku pusing.” Saila terhuyung. Jemari bergetar itu menekan pelipis.

“Saila!” Darti histeris. “Pegangi dia, jangan sampai jatuh nanti cucuku kenapa-napa!”

“Dia cuma akting!” cegah Arjanti.

“Cukup, Janti!” Herlan yang panik, mendorong tubuh kurus istri pertama sampai kehilangan keseimbangan.

Bugh!

Arjanti terjatuh. Bokongnya menghantam lantai. Tak ada yang mempedulikan, semua orang sibuk membantu Saila, menenangkan wanita menangis sesenggukan itu.

Saila dibopong, lalu didudukan pada sofa empuk dekat area tangga. Kemudian Herlan melangkah lebar, menarik tangan Janti yang baru saja berhasil berdiri.

Keseimbangannya belum kokoh, dan dia terhempas menghantam dinding. Punggung membentur tembok keras. Suara rintihan pelan keluar dari bibir menahan sakit.

Tak ada rasa kasihan, Herlan menjambak rambut belakang Janti hingga wajahnya mendongak. “Kalau terjadi hal buruk ke Saila, terlebih bayi kami, kamu bakalan tau akibatnya, Janti!”

Matanya memerah melototi netra yang mati-matian menahan sakit, enggan menangis. “Selama ini aku terlalu memanjakanmu, makanya dirimu menjadi istri gak tau diri, pembangkang.”

“Cukup, Herlan!” Kakinya menendang tulang kering pria yang menatap nyalang.

Herlan mundur dikarenakan rasa terkejut sekaligus sakit, jambakannya otomatis terlepas.

“Selama sebulan ini, puluhan kali sudah kamu meninggikan suara ketika berbicara denganku. Dari menegur, menyindir, menghardik, dan terakhir hampir menampar, sekarang menjambak. Semua itu aku hitung untuk mengurangi nilai sekaligus rasa hormat. Jangan kira aku diam lantas menerima begitu saja, tidak!” volume suaranya menurun drastis nyaris mendesis.

Herlan langsung menurunkan nada suara dan mengubah cara menatap. Tak lagi sengit. “Mas cuma mau membimbing kamu supaya tidak lepas kendali dikarenakan oleh rasa iri, berakhir kalah sebab dikuasai amarah.”

Janti memutar malas bola matanya, lalu mendengus muak. “Membimbing atau membungkam?”

.

.

Bersambung.

1
Sugiharti Rusli
sudah tepat Janti dengan tindakan tegas kamu sekarang, karena apa yang dulu si Herlan janjikan di hadapan ayah kamu semua hanya omong kosong belaka😤😤
Nur Wakidah
mumpung pada kumpul sekalian Janti , bongkar bobroknya Doko dan Astuti , , , 😂😂😂
Sugiharti Rusli
pantas saja dia melakukan kemesraan di depan Janti tanpa perasaan, meski itu disengaja oleh si Saila
Sugiharti Rusli
owalah ternyata si Saila itu pernah menjalin kasih sama si Herlan dulu rupanya dia,,,
Yani Hendrayani
karya yg luar biasa kerem
Nur Wakidah
bulet kyo mbako susur , berkelit2 truuuussss 😒😒😒 , , , percuma ngomong sama keluarga itu gk ada faedahnya , meskipun salah iyho ngeyel bin mbulet 😭😭😭
ahs@
owalah.ternyata eh ternyata...mantan kekasih...bertemu kembali dan mau menerima Herlan karena sudah kaya sekarang🤣🤣
Kaka Shanum
aku suka...suka cara mu mengambil keputusan arjanti.jangan kasih celah biar herlan menyesal sampai gila.istri spek malaikat kok ditukar sama iblis betina kayak gitu.
Amy
ayoooo kamu yg maju jantii,, biayanya murah kalau cerai gugat 🤣🤣🤣🤣
Ruwi Yah
kata itu yg kita tungg2 janti
Ruwi Yah
jangan lama2 penderitaan janti kak cublik takut tensiku naik karena emosi
nunik rahyuni
syukur lh janti sdh mau mengambil langkah...g jd bulan bulanan mertua dan madunya...silahkan nikmati babak penderitaan barumu setelah janti pergi
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
saya tunggu part dimana Arjanti terbebas dr suami seperti Herlan Dajjal dan keluarga durjana 😏😏
Afternoon Honey
good akhirnya Janti tegas ⭐👍
Popo Hanipo
janti kenapa perihal kamu di tuduh maling nggak kamu bahas harus nya bilang sama suamimu biar clear biar kamu kalo pergi dari situ gk di ungkit2 terus soal hutang
Iis Dawina
oh gitu ya ceritanya pantesan dah tau luar dalam ternyata oh ternyata CLBK Tah..yes Janti pulang SM BPK ibu.cukup sudah dijadikan pelampiasan dan babu .biarkan si perlan SM gundiknya .cari bahagiamu sendiri
putri
bagus janti,kamu memilih jalan yang tepat.sekarang tunjukan kalau kamu wanita kuat,bisa hidup tanpa sampah paralon plenger🤭
Iccha Risa
emang sialaaan, Tyo kasih Bogeman buat si Herlan
🅶𝐢𝐬❣
muntah mentolo nyogok cangkem mu lan harlan😭😭
UfyArie
menunggu harlan nangis2 karna menyesal ...hancurlah keluarga doko
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!