NovelToon NovelToon
SELIR DI DALAM TUBUH NAYA

SELIR DI DALAM TUBUH NAYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Transmigrasi
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Dide_Lara

Dulu dia mati karena diam. Sekarang dia hidup untuk bersuara.*

lie yun vei, seorang selir cerdas di era dinasti, mati tragis karena dijebak dan difitnah.
Di kehidupan barunya, dia bereinkarnasi jadi selebriti bawahan yang juga ditindas manajernya, Hans.

Tapi kali ini Naya tidak akan diam.
Dengan otak selir dan mental baja, dia akan membalikkan keadaan.
Di tengah drama, skandal, dan paparazzi... muncullah CEO dingin yang tiba-tiba tertarik padanya.

*Dendam harus dibayar. Ketenaran harus direbut.*

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dide_Lara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERTEMUAN SEPERTI BENANG MERAH

Kreekk...

Suara pintu kayu itu terbuka perlahan. Semua kepala serentak menoleh ke arah sumber suara.

Seorang pria paruh baya berusia sekitar lima puluh lima tahun berdiri di ambang pintu. Ia mengenakan setelan piyama berwarna biru pudar. Tubuhnya masih terlihat lemah, tetapi sorot matanya tajam menatap kami satu per satu.

"Pa... Paman?" ujar Vanka dengan suara gugup. Wajahnya pucat.

Aku, Puri, Alex, dan Dany saling bertatapan bingung lalu menengok ke arah Vanka.

"Apa maksudmu Paman?" tanyaku pada Vanka dengan rasa penasaran yang membuncah.

Vanka tidak menggubris pertanyaanku. Ia justru melangkah cepat menghampiri pria itu. Pria yang disebut ayah Naya, Tuan Ajimo.

Tanpa ragu, Vanka langsung memeluk Tuan Ajimo erat.

"Paman masih hidup?" tanya Vanka dengan suara bergetar. Rasa khawatir dan tidak percaya bercampur menjadi satu.

Tuan Ajimo tidak langsung menjawab. Ia membalikkan tubuhnya dan kembali masuk ke dalam kamar perawatan seolah memberi isyarat bahwa ia membutuhkan penjelasan. Kami semua mengikuti dari belakang dengan langkah hati-hati.

Ia duduk di atas kasur perawatan dan menatap kami satu per satu dengan tatapan menyelidik. Dari semua wajah yang ada di ruangan itu, hanya Vanka yang ia ingat.

"Bukankah kau Vanka, anak Wijaya? Rekan kerjaku dulu?" ujarnya sambil menunjuk ke arah Vanka.

Vanka mengangguk cepat. "Iya, Paman. Ini aku, Vanka. Paman masih hidup? Bagaimana bisa? Semua orang mengira Paman sudah meninggal."

Tuan Ajimo tidak menjawab. Ia hanya memperhatikan kami satu per satu dengan dahi berkerut.

"Lalu siapa kalian semua?" tanya Tuan Ajimo dengan suara serak.

"Kami yang membawamu keluar dari sekapan Hans," ujar Puri dengan wajah jutek dan tangan terlipat di dada.

Mendengar nama itu, Tuan Ajimo meremas sprai kasur dengan kuat. Dadanya naik turun seperti roller coaster yang tidak terkendali. Amarah yang selama belasan tahun ia pendam seketika meledak mendengar nama Hans.

"Hans bajingan itu! Dia merebut segalanya dariku! Aku pikir dia pengawal yang baik dan setia. Ternyata dia serigala berbulu domba!" geramnya.

Tiba-tiba, tatapannya tertuju pada seorang gadis cantik berambut panjang berwarna cokelat. Gadis itu adalah Naya. Atau lebih tepatnya, tubuh Naya yang kupinjam.

Tuan Ajimo melangkah perlahan. Tubuhnya masih sedikit lemah dan gemetar, tetapi ia memaksakan diri mendekatkan wajahnya ke arahku. Aku hanya diam mematung, tidak berani bergerak. Sementara yang lain diam memperhatikan kami dengan napas tertahan.

"Kenapa wajahmu sangat mirip dengan mendiang istriku?" tanya Tuan Ajimo lirih. Tangannya terulur ingin menyentuh pipiku. Namun, aku mundur selangkah menolak dengan lembut.

"Dia adalah putrimu," ujar Alex sambil melipat tangan di pinggangnya. Suaranya tegas.

"Putriku?" ulang Tuan Ajimo. Matanya membulat.

Suasana malam di rumah makan sashimi milik Dany menjadi semakin tegang setelah perkelahian hebat tadi. Dan sekarang, Tuan Ajimo telah siuman, menambah ketegangan baru.

"Iya, dia putrimu yang kau buang," ujar Alex dengan nada arogan.

Mendengar itu, lutut Tuan Ajimo lemas. Ia duduk tersimpuh di hadapan Naya sambil menangis terisak.

"Kau masih hidup? Maafkan aku. Maafkan ayah. Dulu ayah membuangmu di panti asuhan," sesalnya dengan air mata yang mengalir deras.

"Jelaskan semuanya! Sungguh aku tidak paham dengan maksud kalian," ujar Vanka dengan bingung. Pikirannya kalut. Ia mengira Tuan Ajimo sudah meninggal bertahun-tahun lalu. Ternyata Paman yang ia kenal masih hidup. Lebih mengejutkan lagi, Tuan Ajimo memiliki seorang putri yang ia buang, dan kami baru saja menyelamatkan nyawanya.

Tuan Ajimo mulai bercerita kepada kami sambil beranjak dari tempat duduknya. Ia melangkah menuju sofa yang berada di dalam kamar perawatan itu.

Ia menarik napas panjang. Penyesalan terpancar jelas di wajah tuanya.

"Aku sangat merasa bersalah dan menyesal telah membuang Naya. Saat itu, aku sangat menginginkan anak laki-laki untuk menjadi pewaris perusahaan. Obsesiku sendiri membuatku kehilangan akal sehat. Aku membohongi istriku, mengatakan bahwa anak kami meninggal saat lahir. Kebohonganku itu membuat istriku jatuh sakit hingga akhirnya meninggal dunia. Aku telah membunuh istriku sendiri dengan kebohonganku."

Semua orang terdiam mendengarkan pengakuan itu.

"Bahkan aku memberi restu kepada Alea untuk menikah dengan Hans. Aku tidak tahu bahwa Alea dibunuh oleh Hans. Aku tidak mengetahui apa pun," lanjutnya.

Ia mengepalkan tangan. "Kejadian itu sudah sangat lama. Aku disekap selama tujuh belas tahun oleh Hans. Aku selalu dijadikan mayat hidup. Setiap kali aku menolak menandatangani berkas pemindahan aset perusahaan, Hans akan menyuntikku dengan obat agar aku tidak sadar. Belasan tahun Hans menyiksaku seperti itu."

Suasana di dalam kamar menjadi hening. Hanya terdengar isak tangis tertahan.

Kemudian Tuan Ajimo menatap Vanka dengan tajam, sorot matanya kembali menyelidik. Rasa curiga masih ada.

"Apa benar kau anak Wijaya?" tanya Tuan Ajimo yang masih ragu.

Vanka mengangguk dengan mantap. "Benar, Paman."

"Lalu di mana ayahmu sekarang?" tanya Tuan Ajimo lagi.

Wajah Vanka seketika menunduk. Suaranya pelan dan berat.

"Ayahku sudah meninggal lima tahun yang lalu, Paman. Saat ayah curiga pada manajer Hans, ayah menyelidikinya untuk mencari tahu kebenaran. Setelah itu, kecelakaan mobil terjadi. Rem mobil ayah blong sehingga menyebabkan ayah dan pengawalnya meninggal dunia di tempat."

Suasana dalam kamar kembali hening. Semua fokus pada setiap kata yang terucap. Tidak ada yang menyangka bahwa benang merah dari semua tragedi ini ternyata saling terhubung.

Bersambung..

1
Rosdianah 🌷
revisi kak, pelayan ku.
Nurull Sef Az: oke ka makasih
ya ka
total 1 replies
Nurull Sef Az
plotwis banget
muhammad fikriaz
suka sama alur ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!