NovelToon NovelToon
THE DAY YOU WENT AWAY

THE DAY YOU WENT AWAY

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Bad Boy / Cintapertama
Popularitas:387
Nilai: 5
Nama Author: Chikaku_chiko

Namanya Raisha, seorang karyawan korporat cantik dan terkesan cuek. Dia belum mengenal debaran cinta seperti apa. Banyak tuntutan orang disekitarnya untuk memulai suatu hubungan dengan seorang pria. Meskipun enggan, Raisha melakukan semua tuntutan itu meskipun tanpa menggunakan hati. Satu pria, gagal. Dua pria, gagal. Hingga tak terasa beberapa pria Raisha mencoba mencari debaran itu, tapi gagal.

Hingga julukan 'Playgirl' menempel padanya.

Hingga datang seorang Aldo. Pria tampan dan maskulin, membuat Raisha merasakan debaran itu. Tapi ketika Raisha mulai mendekati Aldo, ada sesuatu dari diri Aldo yang janggal. Yang membuat Raisha merasakan debaran yang melayang tapi menyakitkan.

Bagaimana kisah cinta Raisha dan Aldo kedepannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chikaku_chiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Logika Ego dan Getaran yang Tertinggal

Bagi Raisha, pintu untuk benang kusut itu seharusnya sudah tertutup rapat. Ketika dia melangkah keluar dari rooftop sore itu, dia merasa telah menuntaskan segalanya. Memang harusnya seperti itu kalau melihat pola ketertarikan Aldo.

Dalam perhitungannya yang rasional, Aldo tidak akan pernah lagi mendekatinya. Pria itu tidak akan sudi membuang energi untuk wanita single yang secara gamblang telah menelanjangi pola manipulatifnya.

Namun, manusia sering kali keliru ketika mencoba mengukur batas perasaan mereka sendiri. Begitupun dengan Raisha.

Di balik benteng ketegasan yang dibangunnya, jauh di dalam lubuk hati Raisha yang paling tersembunyi, masih ada seberkas harapan yang tertinggal. Perasaan itu bukan lagi sekadar setungkup harapan kecil, melainkan sebuah kerinduan yang mendalam.

Raisha diam-diam memimpikan sebuah keajaiban yang mustahil: bahwa Aldo, tanpa embel-embel fetish atau obsesi pada 'wanita berstatus taken', benar-benar menyimpan sedikit rasa tulus untuknya.

Ada sebagian kecil dari jiwanya yang sempat berharap bahwa saat di rooftop kemarin, Aldo akan menurunkan topeng keangkuhannya dan menyambut perasaan jujurnya.

Namun, kenyataan tak berjalan seperti dongeng. Aldo hanya menatapnya dengan pandangan tajam yang dingin, sebuah tatapan dari seorang pria yang egonya baru saja tersayat lebar. Dan bayangan tatapan itu menjadi penanda pahit bagi Raisha bahwa khayalannya harus dimatikan secara paksa.

Sementara di balik meja kerjanya yang tersusun rapi, Aldo merasakan kekacauan yang belum pernah dia alami sepanjang hidupnya. Wajahnya terlihat kusut, hal yang jarang dia perlihatkan pada orang.

Pikirannya terus berputar pada percakapan di rooftop. Ada keganjilan hebat yang menggerogoti dadanya. Biasanya, pola psikologisnya sangat sederhana dan konsisten: ketika dia menyangka seorang wanita memiliki pasangan, adrenalisnya meledak menggebu-gebu.

Namun, begitu wanita itu berstatus melajang atau melepaskan pasangannya demi Aldo, gairah itu akan seketika membeku. Rasa tertariknya akan sirna tanpa sisa, digantikan oleh rasa bosan dan dingin yang spontan.

Harusnya, hal yang sama terjadi saat Raisha menamparnya dengan kenyataan bahwa pria kaya di restoran Jepang itu hanyalah seorang mantan kekasih tanpa ikatan apa pun. Harusnya rasa tertarik Aldo menguap detik itu juga.

Namun, yang dirasakan Aldo di atas rooftop kemarin sore justru bertolak belakang dengan rumusnya sendiri. Hatinya terasa tertusuk perih, tetapi di saat yang sama, ada sensasi lega yang menyelusup halus di sela-sela dadanya.

Dada Aldo terasa tertusuk karena ego dan kebanggaan instingtifnya sebagai penakluk telah hancur dilempar oleh Raisha. Namun, di sudut hatinya yang paling dalam, dia tidak bisa membohongi rasa lega yang membuncah ketika mengetahui fakta bahwa Raisha tidak sedang menyerahkan hatinya pada pria lain.

Rasa lega yang tidak logis itu membuat Aldo ketakutan. Untuk pertama kalinya, dorongan dalam dirinya bukan lagi tentang 'merebut milik orang', melainkan tentang rasa tidak rela dibuang oleh seorang wanita bernama Raisha.

Di sisi lain koridor lantai lima, Mita sedang menjalankan skenario gilanya sendiri.

Setelah menghabiskan malam mencari pasangan kilat di aplikasi kencan, Mita dengan sengaja mengunggah tangkapan layar percakapan mesra dan foto berdua bersama pria baru tersebut ke cerita media sosialnya. Dia memastikan unggahan itu diatur agar bisa dilihat oleh seluruh rekan kantor, terutama oleh Aldo.

Mita tersenyum penuh kemenangan saat melihat nama akun Aldo bertengger di daftar orang yang telah melihat unggahannya. Di dalam kepalanya yang kalut dan terobsesi, Mita meyakini bahwa pancingannya telah berhasil. Dia membayangkan Aldo akan kembali terbakar oleh sengatan obsesi lama dan mulai mengincarnya kembali seperti dulu.

Namun, harapan Mita menghantam dinding tebal saat jam istirahat siang tiba.

Ketika mereka berpapasan di dekat meja pemindai dokumen, Mita sengaja memainkan ponselnya sambil tersenyum-senyum manis, memamerkan raut wajah seorang wanita yang sedang dimabuk asmara.

Namun, Aldo yang melintas di sampingnya sama sekali tidak menoleh. Pria itu berjalan melewati Mita dengan raut wajah datar, dingin, dan pandangan mata yang lurus ke depan, seolah Mita hanyalah selembar kertas kosong yang tak kasatmata.

Rasa tidak terima dan kebingungan membakar dada Mita. Ketika melihat Aldo berjalan menuju pantry yang sedang sepi, Mita langsung melangkah cepat mengekor dari belakang.

Pantry lantai lima saat itu sedang lengang karena sebagian besar karyawan memilih makan di luar gedung. Aldo berdiri di depan dispenser, mengucurkan air panas ke dalam cangkir kopinya dengan gerakan yang sangat tenang.

Mita masuk dan langsung berdiri di sisi lain meja bar, menyilangkan tangan di dada seraya melempar pandangan yang sengaja dibuat menantang.

"Al," panggil Mita dengan nada suara yang dipaksakan santai. "Kamu udah lihat postingan aku di media sosial tadi pagi?"

Aldo tidak langsung menjawab. Pria itu menghentikan kucuran air panas, mengaduk kopinya dengan sendok kecil hingga denting logam berdenting pelan di dalam pantry. Dia memutar badannya pelan, menatap Mita dengan pasang mata cokelat gelapnya.

Tidak ada binar gairah. Tidak ada ketertarikan buruan. Tidak ada sengatan cemburu. Pandangan mata Aldo kepada Mita murni datar, kusam, dan penuh kejenuhan yang dalam.

"Lihat," jawab Aldo singkat, suaranya terdengar begitu datar dan berjarak.

Mita memajukan tubuhnya sedikit, matanya berbinar menuntut respon yang lebih.

"Terus? Kamu nggak mau ngomong apa-apa? Aku udah punya pacar baru sekarang, Al. Dia perhatian banget sama aku."

Mita sengaja menekan kalimat 'aku udah punya pacar baru' dengan harapan saklar obsesi Aldo akan seketika aktif. Namun, resep yang dulu sangat ampuh itu kini benar-benar mati total.

Aldo menyunggingkan senyum tipis, sebuah senyuman dingin yang sangat formal tanpa rasa. Dia menyesap kopinya pelan sebelum melontarkan jawaban yang menghancurkan seluruh fantasi Mita.

"Bagus kalau gitu. Selamat ya, Mit," ujar Aldo santai, senada dengan ucapan selamat kepada rekan kerja biasa.

"Semoga hubungan kalian awet dan kamu gak perlu buat drama lagi di tangga darurat."

Wajah Mita seketika pucat pasi. Bibirnya bergetar, terkejut setengah mati oleh respons yang sangat datar dan tidak peduli itu. Pancingan berharga yang dia korbankan sama sekali tak dilirik oleh pria di hadapannya.

Aldo membawa cangkir kopinya, melangkah santai melewati Mita yang berdiri membeku di tengah pantry. Saat kakinya melangkah keluar menuju koridor, mata Aldo secara refleks melirik ke arah kubikel Raisha di ujung ruangan.

Di sana, Raisha sedang duduk tenang menatap layar komputernya. Dan di dalam dada Aldo, getaran asing itu kembali berdenyut perih, menegaskan sebuah fakta menakutkan yang tak lagi bisa dia bantah: permainannya dengan Mita dan wanita-wanita berstatus lain telah benar-benar mati, karena seluruh fokus dan kekacauan jiwanya kini telah terkunci sepenuhnya pada satu-satunya wanita yang tidak memenuhi syarat permainannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!