*THE HEIR'S MISTAKE*
*Kesalahan Sang Pewaris*
Mereka tidak pernah ditakdirkan untuk saling mencintai.
Dia adalah pewaris keluarga terpandang. Dingin, arogan, dan punya reputasi buruk.
Pertunangan yang diatur kedua orang tuanya adalah mimpi buruknya.
Dia adalah gadis baik-baik, putri dari sahabat orang tuanya.
Sama-sama benci perjodohan ini. Sama-sama ingin bebas.
Sampai satu malam menghancurkan segalanya.
Alkohol. Amarah. Dan satu kesalahan besar.
Dia hamil. Tanpa pernikahan. Tanpa cinta.
Penuh benci dan malu, dia memilih pergi.
Menghilang selama 5 tahun. Membesarkan anak itu sendirian.
Bersumpah tidak akan pernah kembali.
Kini dia kembali. Lebih kuat. Lebih dingin.
Menggandeng tangan putra yang wajahnya mirip sekali dengan sang pewaris.
Dia tidak butuh istri.
Tapi dia akan melakukan apa saja demi anaknya...
Bahkan jika itu berarti berlutut di hadapan wanita yang bersumpah akan membencinya selamanya.
_Beberapa kesalahan tidak bisa dihapus.
Kau harus menikahinya._
---
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22
# Dua Puluh Dua
Mungkin kelewat rindu, nekat atau bahkan gegabah. Kaki jenjangnya malah melangkah masuk ke dalam kamar mandi. Seperti menantang maut, Hanum seolah tak gentar menemu Leon yang tengah mandi dan menunggu dirinya.
Wanita tersebut kini menatap lekat-lekat wajah suaminya, masih dibasahi air yang menetes segar. Terlihat rahang Leon yang kokoh, serta alisnya yang tajam. Bibir tipis itu, matanya sedari tadi menatap ke arah sana.
‘Apa aku mulai gila?’ batin Hanum yang mulai terpikat dengan pemandangan yang ada di depannya.
Leon sendiri yang sebenarnya sangat rindu pada istrinya, sudah tak kuasa menahan. Nalurinya sebagai seorang pria meronta. Seminggu lebih mereka menikah namun tak pernah terjadi apa-apa.
Karena kini mereka sudah bertemu setelah seminggu berpisah, Leon akan melepas apa yang ia tahan. Tidak peduli Hanum siap atau tidak. Rasanya cukup menyakitkan bila selalu menahan gejolak jiwanya kali ini. Direngkuhnya pinggang hanum yang ramping. Sehingga tidak ada jarak lagi diantara mereka berdua.
Leon memeluk ibu Sean tersebut dengan erat, seolah tak memberi cela bagi Hanum untuk lepas dari jangkauannya. Anehnya lagi, bukannya menghindar atau meronta. Bila dulu Hanum memandang jijik pada suaminya, kini sepertinya ia malah mendamba belaian dari suaminya tersebut.
Apalagi ketika suaminya itu mulai memberi gigitan kecil pada telinga dan sebagian lehernya yang putih dan bersih, menciptakan jejak stempel yang mungkin akan hilang beberapa hari ke depan.
Hanum menggeliat karena geli, membuat Leon tersenyum tipis. Ia kira Hanum akan marah atau mendorongnya. Ternyata, sambutannya cukup hangat. Dan hal itu membuat Leon semakin mengeksplore istri barunya.
Tangan leon meraih tombol kran yang sudah diperbaiki, membuat percikan air turun dan membasahi tubuh keduanya. Bagai sedang di atas lantai dansa, keduanya menari di bawah guyuran air keran. Memeluk, mengigit dan melempar senyuman.
“Kau tidak takut lagi padaku, Hanum?” bisik Leon sembari terus menjelajah.
Hanum menggeleng, sikap hangat Leon pada putrinya membuat Hanum mengubah sudut pandangnya terhadap suaminya itu. Apalagi setelah menikah, sepertinya Leon tak seburuk dugaannya.
Mungkin waktu bisa merubah sikap manusia, seperti sekarang. Leon yang banyak wanita kini mulai setia hanya pada satu seorang.
“Apa kau siap?” tanyanya lagi sambil memegang dagu Hanum.
Lagi-lagi Hanum seperti kehilangan pita suaranya, wanita itu hanya mengangguk. Apa mungkin bibirnya keluh? Atau jantungnya kelewat meletup hingga tak mampu berkata-kata.
Tidak menunggu ijin lagi dari istrinya, Leon lantas membuang semua yang menghalangi pandangannya. Kini keduanya seperti bayi, pakaian mereka sudah berserakan di lantai yang basah karena air terus mengalir.
Leon menatap suaminya yang sudah pasrah, dilihatnya Hanum mengigit bibir bawahnya.
“Aku akan melakukannya dengan pelan dan hati-hati!” bisiknya, seolah mengerti rasa takut yang menghinggapi Hanum. Mungkin juga masih tertinggal kenangan masa lalu mereka hingga timbullah Sean di tengah-tengah keduanya.
Malam itu air yang dingin tak mampu menurunkan suhu tubuh keduanya yang panas. Air rasanya tak mampu memadamkan api asmara antara dua pasangan suami istri baru tersebut. Leon malam ini akan membuktikan bahwa kini Hanum akan menjadi miliknya seutuhnya.
Begitu juga Hanum, kembali ia memberikan dirinya pada pria yang kini menjadi suaminya. Bila dulu kehormatannya direnggut dengan paksa, kini wanita itu memberikan dengan ketulusan. Karena ia ingin bukan karena sebuah paksaan.
Mulanya Hanum nampak ragu ketika Leon mulai aksinya, namun pria itu membuktikan ucapannya. Ia membelai Hanum dengan hangat dan penuh dengan kehati-hatian. Seolah tak ingin menyisakan rasa trauma yang dulu ada.
Mereka mengarungi samudra cinta tanpa kesakitan, sama-sama menikmati satu sama lain tanpa rasa sesal. Yang ada hanya rasa lega, ketika Leon kembali menanam benih cinta di dalam tubuh istrinya.
Kegiatan bercocok tanam untuk menciptakan spesies baru pun berlangsung cukup lama, dengan banyak gaya tentunya. Bulir keringat keduanya menyatu dengan jatuhnya air di wajah mereka. Mereka bermain di bawah guyuran shower yang terus menyala tanpa henti.
Hingga mereka sama-sama lelah, barulah kegiatan itu mereka selesaikan. “Terima kasih, Hanum!” Leon mendaratkan bibirnya tepat di kening sang istri. Tangannya meraih handuk dan melilitkan di tubuh Hanum.
“Pasti dingin?” Leon pun membopong tubuh Hanum setelah ia juga memakai handuk.
Hanum yang malu, terlihat dari pipinya yang merona hanya diam lalu mengalungkan lengannya di leher Leon.
Sambil berjalan, Leon menatap wajah Hanum yang ada di bopongan nya. “Jangan menatapku seperti ini!”
Hanum menelan ludah. ‘Memangnya bagaimana caraku menatapnya?’ gumamnya.
Bukkk
Bukannya merebahkan Hanum di ranjang, Leon malah mengajak sang istri ke ruang kerjanya. Ah, mungkin kurang puas. Namanya juga pengantin baru, barang kalau masih baru itu rasanya menggebu-gebu. Pingin mencoba terus!
‘Eh... Kenapa ke mari!’ pekik Hanum, namun hanya dalam hati. Karena ia sudah tak bisa berpikir lagi saat wajah Leon sudah tinggal beberapa inci dari wajahnya. Ia bahkan bisa merasakan deru napas suaminya itu.
Tanpa aba-aba dan tanpa kode sebelumnya, Leon langsung merampas bibir Hanum. Terasa dingin, mungkin Hanum kedinginan karena terlalu lama berdiri di bawah guyuran air di dalam kamar mandi tadi.
Leon lantas melepas tautan bibirnya, “Apa terasa dingin?”
“Enggak! Malah panas!” jawab Hanum dengan sangat polos. Hanum itu memang gadis polos, kalau bukan karena Leon yang merusak dirinya di kala muda, gadis itu akan selalu suci tanpa cela, mungkin!
“Hanum, aku rasa ada yang salah pada tubuhku!”
Hanum menatap wajah tampan itu tanpa kedip, ia tak mengerti maksud dari ucapan Leon barusan. “Apa Mas sakit?” dengan cemas Hanum mencoba meraih dahi Leon dan mencoba mengecek suhu badannya.
“Bukan itu! Sepertinya tubuh ini terus saja menginginkanmu!”
Tidak bisa berkutik, Hanum memalingkan wajah sambil terus menelan ludah. ‘Aku juga menginginkanmu!’ jawabnya dalam hati seraya tak berani menatap wajah suaminya yang terus menatap.
Leon pun duduk, menempelkan kepala hanum di pangkuannya. “Ceritakan apa saja padaku, agar otakku tak berpikir ke situ!”
Hanum terkekeh mendengar permohonan dari suaminya.
“Mengapa kau tertawa? Apa ada yang lucu? Ini mungkin aku sudah tak melakukannya cukup lama. Semenjak kejadian itu aku sudah tak melakukannya lagi!”
Hanum langsung bangun, “Apa benar?” Hanum mencoba memastikan apa yang ia dengar, seolah tak percaya dengan mulut suaminya.
“Aku bahkan hampir takut, tak akan bisa melakukannya lagi, kamu tahu Hanum... kamu pergi meninggalkan rasa bersalah yang mengunung di dalam sini!” Leon memegang dadanya. Seolah itu mewakili rasa yang ada di dalam hatinya selama ini.
Kata-kata Leon menyentuh perasaan wanita itu, sekejap kemudian Hanum langsung memeluk Leon.
“Terima kasih, sudah menerimaku!” mendapat pelukan itu, Leon merasa lega. Setidaknya ia yakin Hanum telah memaafkan kesalahannya di masa lalu.
“Terima kasih, sudah menyayangi kami!” Hanum pun semakin erat memeluk suaminya.
“Hanum, aku tak bisa bernapas!”
Hanum pun tersenyum, ia lalu melepaskan pelukannya. Duduk di pangkuan Leon dengan berhadapan di atas sofa warna maroon.
Sepertinya ronde ke dua sudah menanti keduanya.
dan Leon sudah tidak di marahin lagidi usir di dorong dan tidak pakai baju ya hanya koloran saja wong kadung nesu ga ngertio ulah calon Leon Junior 👍👍🌹🌹😂😂
Su TREMOSI. hampir meledak kaya gunung Krakatau ,,, memuntahkan lahar koyo wedus gembel 😆 gregeten sama dua orang itu,,,,sudah di panghil sayang ga terima,,,di galak i mewek,,,di belani hanya pakai kolor ijo. ngopo ga pakai kaca mata riben nya Hanum Leon,,,,,biar kocak. ,
coba acak cerita bagaimana awal ketemu nya ,,,tapi lagi senang ketemu pak Su nya beruntung Lo ga di bikin amnesia. sapa sang jawara penulis 😂 baik Lo Jeng Sept
wong di buat jebur berenang lama,,
mempermain kan wanita Ahir sekarang
sedang di uji,, kasian Hanum dan Shian
sabar ya shean ,,,jadi kantor nya siapa yang pegang,,,apa di jarah
anak dan istrinya berpisah dalam keadaan tidak tau mati opa urip,,,😭😭 penuh air mata
namanya juga pELaKoR dan dia juga mau balas dendam menggunakan anak pria lain dodol kuprettt Leon,,,
Leonardo ko ga cerds si sewa dong mata mata,,,masa percaya begitu saja. dan jujur pah agar ada tempat untuk curhat jangan
malah jadi takut,,, justru malah ketauan
bobrok nya cerdas dong Leon. jangan terlbat,,,,ehhh protes sama penulis nya keles 😄😄 ngapa sama Leonardo di ke
pruk i,,😈😈
berat Leon. menjaga hati sang istri dan buah hati,,,
dengan sendirinya lebih baik jujur dan seperti tadi bilang seandainya terjadi sesuatu di masa lalu jangan tinggalkan Ak ya Hanum gitu dan jangan bawa Sean,,,
ya katakan juga mengapa baru bilang ya
karena baru tau dan yang tau justru mama Yesi ,,,
seandainya tau ternyata kebaikan Leon
saat ini ada Nido besar di masa lalu kini,,
tinggal menunggu Bom nya meledak ,,,,
beruntung Hanum tidak keluar dari kerjanya. jadi apabila kelak terjadi percekcokan karena masa lalu sang Suami sebagai pemain wanita ternyata membuahkan anak laki-laki tak berdosa,,,
berarti lebih cerdas Hanum. memang si di tolong Hendra. tetapi tidak pacaran apa
lagi menikah,,,lebih baik hanya hidup berduaan dengan putrinya,,
yang sudah sudah kalau abis bahagia biasanya di bikin sedih sengsara. mudah mudahan kali ini ga ya kasian sudah sama sama menderita 4 th dah cukuplah tinggal meraih kebahagiaan saja,,,,tapi masih ada Anak nya Zura bikin dah dig dug derrrr,,,,
menyesal karena merusak Anak gadis
wanita yang sangat di kenal,,,duh kayanya akan ada perang dunia ke empat 😂👍
semoga Leon benar' benar insyaf ,,,menjadi suami dan Ayah terbaik dan Mama Yesy. menjadi orang tua yang sangat bangga 👍🤲🤲♥️♥️