NovelToon NovelToon
Terpisah Oleh Takdir

Terpisah Oleh Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cintapertama
Popularitas:205
Nilai: 5
Nama Author: Diah Lubis27

Mengisahkan tentang seorang pria yang sudah beristri yang mengalami sebuah kecelakaan hingga mengakibatkan ia kehilangan ingatan dan menikah dengan wanita beda keyakinan.
Akan kah kisah cinta mereka bertahan?
Bagaimana akhir kisah cinta mereka?.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Lubis27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 22

"Assalamu'alaikum umi. " Aisyah yang baru saja pulang dari mengantarkan undangan kepada para sahabatnya.menghampiri uminya dan duduk di sebelahnya.

"Ada apa sepertinya umi sedang banyak pikiran ya?" Aisyah melihat Humaira duduk diam dan membolak balik majalah tanpa membacanya sama sekali.

"Iya, umi sedang memikirkan Karisa tadi dia bilang ke umi kalau habis selesai acara pernikahan kamu Karisa mau pulang bersama ayahnya. Umi kan jadi sedih. "

"Tapi umi juga tidak boleh egois bagaimana pun juga ayahnya kak Karisa pasti juga merindukan dia dan siapa tau kalau ternyata selama ini kak Karisa juga ingin pulang tapi nggak enak sama umi. " Aisyah memberikan pendapatnya.

"Benar juga ya, selama ini umi yang maksa Karisa untuk tinggal di sini tanpa pernah bertanya dia betah atau tidak. Umi memang bersalah. " Humaira langsung beranjak dari duduknya dan meninggalkan Aisyah begitu saja.

"Umi mau kemana?" Tanya Aisyah, tapi Humaira tak menjawab seolah tak mendengar pertanyaan aisyah.

"Yaelah, nggak bertanya udah selesai atau belum ngantar undangannya, nggak di tanya juga udah makan atau belum. Ternyata aku memang sudah tidak di sayang lagi. " Gumam Aisyah sambil pura-pura mewek.

"Albert bagaimana keadaan kamu? Kata Jessica tadi sakit kepala kamu kambuh lagi. "

Pak Pohan khawatir dengan kondisi Albert, di saat Jessica tengah mengandung kondisi Albert justru memburuk.

"Tidak apa-apa ayah hanya saja tadi tiba-tiba di benakku terlintas bayangan seorang wanita yang aku tidak tau siapa itu. " Jawab Albert jujur.

Pak Pohan mengerutkan kening. Mungkinkah ingatan Albert perlahan akan kembali pulih. Dan bayangan wanita itu adalah bayangan dari wajah istrinya. Jika memang iya bagaimana dengan Jesica dan anak mereka. Tidak ini semua belum pasti jangan terlalu banyak berfikir. Pak Pohan berkutat dengan fikirannya sendiri lalu berusaha menenangkan dirinya sendiri.

"Ayah ad apa?" Pertanyaan Albert membuyarkan lamunan Pak Pohan.

"Ah tidak, Ayah hanya sedikit khawatir saja. Oh ya, tadi para tetangga kita bertanya lagi kapan ladang mereka bisa di buatkan irigasi juga. Katanya mereka siap bayar untuk jasa pembuatan irigasi itu. "

"Untuk masalah ini sih aku bisa kapan saja, tapi nanti aku bicarakan sama Jesica dulu. Takutnya dia nggak senang kalau aku bantu para tetangga kita itu untuk membuat irigasi. " Walaupun Albert masih bingung apa yang membuat istrinya itu begitu tidak senang kepada para tetangganya tapi Albert memilih menghormati keputusan Jesica.

"Kalau memang mereka mau bayar boleh boleh saja. Biar mereka tau kalau suamiku ini bukan orang yang tidak berguna ataupun mudah di bodohi. " Kata Jesica menyahuti ucapan suaminya yang ternyata terdengar sampai ke dalam kamar.

"Oke kalau begitu besok aku akan buatkan saluran irigasi untuk para tetangga kita itu. " Ucap Albert merasa lega. Sebenarnya selama ini dia sedikit sungkan kepada para tetangga mereka itu takut mereka menganggapnya sombong karena tidak mau membantu mereka membuat saluran irigasi itu.

"Soal harga kamu putuskan saja sendiri yang penting bahan-bahan dari mereka dan kamu minta upah memasang saja, tidak perlu mahal-mahal yang penting harus bayar tapi tidak memberatkan. "Ucap Jesica memberi saran.

Albert tersenyum mendengar itu. Dia tau walaupun Jesica terlihat keras dan pemarah tapi sebenarnya dia wanita yang sangat baik.

Hari pernikahan Aisyah dan Amar pun tiba.

Aisyah duduk di dalam kamar dengan balutan baju kebaya berwarna putih dengan bordiran bunga anggrek berwarna pink muda di bagian pinggir baju yang menjuntai hingga ke bagian bawah baju di padukan dengan rok motif batik modern dan hijab pasmina putih membuatnya benar-benar terlihat sangat cantik dia duduk dengan gugup di temani oleh Karisa. Hingga beberapa saat kemudian terdengar kata sah! yang terucap dari mulut pak penghulu dan para saksi di ikuti ucapan alhamdulillah dari para tamu undangan barulah Aisyah bisa merasa lega.

Karisa langsung memeluk Aisyah. "Selamat ya, semoga kalian bahagia selalu sakinah mawadah dan warohmah. Ucap Karisa yang ikut bahagia melihat kebahagiaan Aisyah.

"Terimakasih kak Karisa. " Setetes air mata Aisyah mengalir begitu saja karena merasa terharu.

"Hey jangan menangis nanti riasanmu luntur nggak cantik lagi. " Ucap Aisyah bercanda.

"Tok.... tok.... tok... " Aisyah ayo temui suamimu.

Humaira dan Kiyai Usman datang menjemput Aisyah.

Aisyah pun segera keluar dengan di tuntun oleh Karisa dan di pimpin oleh abi dan uminya.

Begitu Aisyah di bawa mendekat Amar langsung menatap wajah Aisyah dia begitu terpesona melihat berapa cantiknya wanita yang kini telah menjadi istrinya itu membuat Amar terus memandangnya tanpa berkedip. Bahkan ia sampai tidak sadar saat Aisyah sudah mengulurkan tangan ingin salim kepada dirinya.

Sang ibu yang melihat hal itu langsung memukul pelan tangan anaknya itu membuat Amar tersadar dan buru-buru menerima uluran tangan Aisyah. Hal ini mengundang tawa para tamu bahkan ada sebagian yang menggoda pasangan pengantin baru itu.

"Cie cie, udah nggak sabar mau masuk kamar pengantin ni!" Canda dari teman-teman Amar dan Aisyah.

"Aisyah kamu cantik sekali!" Teriak dia orang gadis cantik yang baru saja sampai dan langsung menghampiri Aisyah. Siapa lagi kalau bukan Mela dan Vina.

"Terimakasih ya sudah mau nyempatin diri untuk datang. " Aisyah memeluk kedua sahabatnya itu.

"Tentu saja kami pasti datang, mau sesibuk apa pun pasti kami sempetin kalau untuk kamu. "

"Aisyah sebenarnya ada yang ingin aku tunjukin tapi aku nggak tau waktu nya pas atau nggak. " Ucap Vina ragu-ragu.

"Vina jangan mulai deh, merusak suasana. " Tegur Mela.

"Ada apa sih?" Aisyah penasaran.

"Bukan apa-apa si Vina mah hayalan tingkat tinggi. " Mela memelototi Vina.

"Mas Amar aku bicara sana mereka berdua dulu ya. "

Amar mengangguk lalu berjalan pergi untuk bergabung dengan teman-temannya.

Aisyah yang penasaran segera menarik kedua temannya itu ketempat yang agak sepi.

"Sekarang katakan ada apa?"

"Memang biang masalah. " Gerutu Mela.

"Maaf aku kan cuma penasaran, apa iya ada orang semirip itu di dunia ini. " Vina mulai merasa rasa penasarannya benar-benar harus segera dihilangkan.

Aisyah melipat tangannya di depan dada sambil melotot. "Cepat katakan!"

"Iya aku bilang, Jadi seminggu yang lalu ada pasangan suami istri yang datang ke rumah sakit untuk cek kandungan dan kamu tau Aisyah dari awal dia masuk ke ruangan aku langsung merinding karena teringat kak Farhan. Kamu tau wajahnya itu benar-benar sama persis kayak kak Farhan. " Ucap Vina dengan begitu yakin.

"Kamu yakin?" Aisyah merasa tidak percaya.

"Ya ampun, yakin dong Aisyah dulu kan Kak Farhan sering nganterin kamu kekampus jadi aku nggak mungkin salah. "

Melihat Aisyah yang masih ragu Vina segera mengeluarkan handphonenya.

"Lihat ini kalau nggak percaya. " Vina menunjukkan foto Albert yang ada di handphone nya.

"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!