Asyifa adalah seorang gadis yatim piatu yang hidup bertiga dengan kedua adiknya. Sebagai anak sulung, dia bertanggung jawab membesarkan kedua adiknya, setelah ayah dan ibunya meninggal akibat kecelakaan hebat saat pulang dari berjualan.
Suatu hari dia terlibat skandal dengan teman satu kelasnya, teman yang juga dia kagumi dalam diam.
Sebab skandal tersebut, dia harus kehilangan beasiswa dan menuntutnya untuk keluar dari sekolah favorit tersebut.
5 tahun kemudian, dia dipertemukan dengan teman sekelasnya dengan kondisi yang berbeda.
Tetapi cinta yang dulu pernah singgah... ternyata masih tetap menetap tanpa bisa terungkap.
Bagaimana kisah selanjutnya...
selamat membaca guys... semoga kalian terhibur...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BERTEMU MERTUA
#Kenapa banyak orang membencimu?, bukan karena kekuranganmu... Orang membencimu karena kamu tidak bisa di kendalikan oleh mereka. Seseorang yang tidak bisa di kendalikan akan di anggap sebagai pembangkang dan keras kepala#
Asyifa melihat rumah bergaya klasik, halaman yang luas dengan hamparan rumput taman berwarna hijau, 2 pohon mangga terlihat berbuah lebat, samping kiri anggur hijau ikut menghiasi, di bawahnya terdapat kolam ikan dengan air terjun mini menempel di dinding.
Sungguh... Ini rumah terlihat begitu asri yang berdiri di kota besar. di samping rumah terparkir mobil suaminya, dua mobil lain dan beberapa motor.
Arka menggandeng telapak tangan istrinya yang dingin dan sedikit gemetar.
" Jangan takut.... Kita hadapi bersama. Ada aku yang akan selalu melindungimu." bisik Arka.
Hari ini... Asyifa mengenakan celana jeans cutbray, kemeja putih dan rambut panjang Asyifa di kuncir kuda, wajahnya tanpa polesan make up, hanya goresan moisturizer dan lipstik nude.
Sampai di pintu... Asyifa menghentikan langkah. Hatinya ragu mengikuti Arka.
" Mas... sebelum masuk, boleh aku minta tolong?" tanya Asyifa.
Langkah Arka ikut berhenti...
"Apa? Kamu mau minta apa? " Arka balik bertanya.
" Jika keluargamu menolakku... Tolong jangan di bantah... ikutilah perintah pada keluargamu, dan ijinkan aku kembali ke kota S untuk melanjutkan hidupku. Dan kamu juga harus melanjutkan hidupmu." kata Asyifa dengan tenang, tetapi suaranya serak menahan sesak.
Arka diam tidak menjawab, dia kembali menarik Asyifa agar mau melangkah bersamanya.
" Assalamualaikum" Arka dan Asyifa memasuki rumah yang memang sudah terbuka.
Pertama yang dia lihat adalah nenek Rina dan kakek Arif. Mereka bersua tersenyum menyambut cucu dan cucu menantunya datang.
" kakek... Nenek... Sudah lama datang?" sapa Arka.
Nenek Rina tersenyum dan memeluk cucunya, lalu beralih pada Asyifa yang masih setia menunduk.
"Kemarilah nak... " ucap nenek Rina.
"Siapa namamu... Dan kamu berasal dari mana?" lanjut nenek Rina.
Dengan tanpa ragu, Asyifa meraih tangan nenek Rina dan kakek Arif.
"Nama saya Asyifa nek.... Kek..., saya yatim piatu dan berasal dari kota S." jawab Asyifa penuh keyakinan.
Sudah menjadi niat Asyifa mengatakan siapa dirinya sebelum masuk ke keluarga ini. Dia benar benar telah mempersiapkan mental apapun yang terjadi.
Nenek Rina masuk dengan menggandeng istri dari cucunya.
Kakek Arif berbincang sebentar dengan Arka, sesekali menepuk punggung pemudah itu.
Sampai di ruang tengah telah berkumpul semua keluarga Arka, Asyifa hanya tersenyum tipis, menyalami satu persatu tanpa perkenalan diri.
Hatinya berdegup keras saat semua mata tertuju padanya. Dan tanpa sengaja... Kedua matanya bertatap dengan.... Mama Nadia yang tepat ada di samping kanannya.
"Assalamualaikum nyonya... Bagaimana kabar anda?" sapa Asyifa pada Nadia.
Nadia tersenyum di panggil Nyonya. Padahal seingatnya dulu, saat masih Arka terlibat kasus di sekolah, Asyifa memanggilnya dengan sebutan tante.
Arka sampai di ruang tengah, dan menyaksikan kecanggungan yang terjadi antara Asyifa dan keluarganya.
" Pa... Ma... dia adalah Asyifa, istriku" Arka memperkenalkan Asyifa sebagai istrinya.
Kakek dan Nenek yang sudah di beritahu sebelum mereka datang, hanya berdecak melihat sikap dingin anaknya terhadap menantunya.
"Duduklah nak... panggil aku dengan sebutan mama, bukan nyonya." kata Nadia memecah keheningan.
" Sayang...." Yamka tidak melanjutkan ucapannya setelah mendapatkan tatapan tajam istrinya.
" Kapan kalian akan meresmikan pernikahan ke KUA?" tanya Yamka.
Yamka tentu tidak ingin tidur di luar dan membiarkan tongkatnya berubah menjadi terong layu.
" Secepatnya pa... Besok aku akan mengurus semuanya. Terimakasih sudah merestui kami" jawab Arka.
" Selesaikan dulu masalah masalahmu, jangan buru buru membuat aku di panggil kakek." sarkas sekali ucapan Yamka.
" Aduh..."
Nadia menginjak kaki suaminya. Ingin rasanya meremas mulut luwes suaminya yang tidak memakai filter.
Entahlah... Biaa bisanya dia jatuh cinta sama modelan ondel ondel tampan seperri Yamka ini.
" Kamu kirimkan berkasmu di nomor ku dek... Aku punya teman yang bisa mengurus berkas dengan cepat." kata Raka.
" kapan mau dinadakan resepsi?" tanya kakak perempuannya. Lala.
" Kalau resepsi sepertinya tunggu bulan depan deh kak, aku hanya cuti satu minggu." jawab Arka.
Asyifa diam menyimak, tanpa berani menyela sedikitpun pembicaraan keluarga suaminya.
Sesekali dia menatap ke arah kedua mertuanya yang juga melihatnya. Lalu kembali menunduk.
Ada rasa takut... Sesal dan apalah... Campur aduk memenuhi pikirannya.
" Asyifa" panggil Nadia.
" Iya nyonya... " jawab Asyifa.
" Panggil aku apa??" tanya Nadia.
" Maaf Mama.." Asyifa memperbaiki panggilannya.
" Mulai sekarang kamu harus memanggilku dengan sebutan mama" kata Nadia sedikit tegas.
" Kamu minta mahar apa dari Arka?" Nadia melanjutkan pertanyaannya.
Asyifa diam... sungguh... Dia tidak ingin apapun selain pernikahan yang tenang, dan mendapatkan restu dari semua keluarga suaminya.
" Saya..." belum sempat bicara, Nadia sudah memotong ucapannya.
" Mintalah mahar yang sesuai, jangan takut. Lupakan masa lalu yang membuat belenggu, kamu... Menantu kami sekarang" Nadia berucap sambil mengenggam jemari menantunya.
Asyifa meneteskan air mata.... Sungguh dia masih sangat malu atas kesalahan yang pernah dia lakukan.
" Saya berterimakasih pada papa dan mama juga seluruh keluarga, karena telah memerima saya dengan segala kekurangan saya. Saya menyerahkan semuanya kepada mas Arka. Apapun yang di berikan pada saya, saya menerima." jelas Asyifa dengan sopan.
Arka melihat ketulusan di mata istrinya, walaupun belum ada rasa cinta... Tetapi dia yakin bahwa pilihan dan keputusannya tidak salah.
" Semoga cinta segera tumbuh di hati kami..." batin Arka.
Arka masih belum peka, bahwa cinta itu sudah lama tumbuh di hati istrinya. Tetapi... Perbedaan status membuat Asyifa menyimpan rapat rapat rasa yang ada di hatinya.
Arka paham... Masalahnya belum selesai, dia harus mendatangi negeri Jiran, untuk menyelesaikan semuanya kegaduhan yang sudah dia buat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terimakasih dukungannya ya manteman... Jangan lupa tinggalkan jejak...
syifa sdh mngatakn ber kali".... untuk mnyudahi prnikahan kalian... agr kalian tak saling mnyakiti....
up bnyak"
capek mncintai sendirian... wloupun arka sbg suami sangt bertanggung jawab.....
untuk arka.... yakin km bneran g ada cinta untuk syifa.... yakin cinta sdh g pnting.....
ms iya km bisa mnjalani prnikahan dgn syifa smpe saat ini tnpa km merasakn cintamu untuk syifa🤔🤔🤔