Aku bekerja di perusahaan kontraktor yang bernama PT Adi jaya selama lima tahun sebagai asisten dari Arief Wicaksono, aku membantu mengembangkan perusahaan yang hampir bangkrut, sampai sekarang maju pesat satu tahun yang lalu, aku di lamar oleh bosku sendiri untuk di jadikan istrinya, aku senang kerja ku semakin semangat, aku kerja keras dan gajiku sebagain untuk membantu bapak dan membiayai adek tiriku kuliah,hari ini aku nikah semua biaya memakai tabungan ku, tetapi waktu akad nikah kenapa yang di sebut kok nama adek ku dan aku keluar dari kamarku ku lihat adekku selesai ijab Kabul dengan mas Arief wicaksono calon suami ku. yuk ikuti kisahku selajutnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 27 Membeli Mobil
Hari Sabtu dan Minggu aku libur mas Arya ngajak pulang ke kampung kafe di titipkan karyawan dan di buat jadwal dalam dua hari ada yng lembur. Jadi setiap shift yang jaga tiga orang.
Kami berangkat pagi naik kereta api, aku semagat kalau di ajak naik kereta api, jam tujuh pagi kereta berangkat kami sekarang sudah duduk dan memesan sarapan dan juga kopi, aku pesan nasi rendang dan mas Arya pesan mie goreng, nanti kita makan bersama saling mencicipi dan saling suap.
Masakan datang kami langsung sarapan saja, karena sudah lapar, bawaan kami tidak banyak hanya tas rangsel,untuk bawa barang pribadi kami jadi kami bawa tas rangsel masing masing, selesai makan aku tidur bersandar di lengan mas Arya.
Jam sebelas tiba di stasiun dan sudah di tunggu pak Samsul, kami di ajak jalan keparkiran dan pak Samsul memberikan kunci mobil Honda Brio,
" Ini mobil baru Aden, silahkan Aden yang mengemudi dan neng Nadia duduk di depan sama Aden bapak di belakang saja" kata pak Samsul sambil menyerahkan kunci nya
Jadi ini mobil yang mas Arya beli, untuk mengantar jemput aku kerja, bagus sih aku kerja lima tahun harusnya bisa beli mobil seperti ini lha kok tidak, tapi nggak apa - apa kan aku masih punya tabungan untuk beli rumah, maksudnya yang kembalian dari Amelia dan bapak, he he he
" Ayo dek kamu masuk kita tinggal bang Samsul" kata mas Arya bercanda
" Aden gitu ya sama bapaknya" kata pak Samsul bercanda
" Dek di sini ada cui mie enak, adek mau?" tawar mas Arya
" Beli bawa pulang saja mas di rumah ada berapa orang?" jawabku
Mobil berhenti di warung cui mie, kita pesan di bawa pulang untuk tujuh orang, aku, mama, bi Rahayu, pak samsul, bi Rina dan suaminya dan mas Arya, semua tujuh orang yang ada di rumah.
Setelah dapat tujuh bungkus cui mie, kami langsung melanjutkan perjalanan
" Cocok nggak mobilnya den?" tamat pak Samsul
" Cocok saja pak ini mobil lebih kecil tapi enak kok buat antar jemput dek Nadia kerja, mesin nya halus seperti nya perawatannya bagus" kata mas Arya
" Ini yang pilih jurangan mama den yang pasti pilihan juragan mam nggak pernah salah" jawab pak Samsul.
" Iya bang, tapi uang Arya kayaknya kurang deh nanti Arya jual motor Arya jadi Arya pulang pergi pakai mobil saja biar kulit Arya putih" jawab mas Arya sambil terkekeh.
" Maksudnya biar putih kayak den Arief gitu, sekalian pakai kaca mata" jawab pak sambil sambil terkekeh
" udahlah mas adek ngak suka yang terlalu putih takut kayak sapi"kata ku menjelaskan
Kami tertawa bersama dan tak terasa sudah sampai di rumah semua orang berda di gudang menunggu pak khoirul dan bi Rina oven kopi
" Kalian bawa apa itu" tanya mama.
"cui mie ma untuk semua" jawab mas Arya sambil mencium punggung tangannya, kemudian dia juga mencium pipi mama nya, aku juga melakukan yang sama.
" Bau kalian sudah sama, mama nggak bisa bedakan" kata mama bercanda
" Mam bisa saja kami kan sudah menjadi satu" jawab mas Arya.
" kalian bertiga makan mie dulu, bangaian kami buat nanti saja barusan makan siang masih kenyang" kata mama
Aku masuk kamar dulu menaruh tas dan cuci muka, mas Arya juga kemudian keluar lagi makan mie yang tadi kita beli, kami makan mie bertiga, kenyang makan mie, kami berbincang, mama tanya tentang pekerjaan ku dengan antusias, aku pun bercerita tentang tugas pak Dimas kepada ku dan mama sangat mendukungku, semoga nanti menang tender.
Aku tadi sudah tidur siang di kereta setelah sholat tidak ngantuk, aku ke gudang lihat bi Rina memasukan kopi ke plastik kemasan.panen sudah selesai, dan para petani yang bisanya jual kopinya ke mama sudah penn semua, sekarang tinggal mengerjakan pesanan.
Kami bekerja sambil bercanda dan mama bilang mau ke kota rumah di titipkan pak Samsul, bi Rahayu dan bi Rina dan suaminya. Kata mama ingin membantu kafe mas Arya.
" Mama ikut sekarang saja ke kota bareng dengan kami tapi di rumah sendirian kami tingal kerja" kata mas Arya
" Nggak usah mama masih punya pekerjaan di sini, nanti saja, mama kesana naik kereta" Jawab mama
" Ma itu uang Arya kurang berapa nanti Arya main saham lagi sekarang Arya ambil dulu modal nya" kata mas Arya
" Iya pemain saham kalau pas harga naik ya kita laba tapi kalau turun kita masih dapat deviden" kata mama
" ayo dek mandi sudah sore" ajak mas Arya
Aku pun mandi di kamar mandi dan mas Arya mandi di kamar belakang, mas Arya pamit ke masjid untuk sholat jamaah dia pergi sama pak Samsul, kalau aku sholat di rumah sama mama dan bi Rahayu dan bi Rahayu sebagai imamnya.
Selesii sholat bi Rahayu menyiapkan makan malam untuk kami, mas Arya dan pak Samsul datang, dan mereka bergabung dimeja makan, menu mal ini kare ayam pedas, Mama mengambil nasi lebih dulu, kemudian bi Rahayu dan pak Samsul, kemudian aku mengambilkan mas Arya
" Mas mau lauk paha apa dada,?" tanya ku
" Mas pilih dada ayam dek dan kauhnya sedikit saja " jawab dia, Aku kasihkan nasi yang di piring ke mas Arya, kemudian aku ambil sendiri dan memakannya.
" Enak banget bi, terima kasih sudah masak enak" kata ku
" Iya neng, tadi Khoirul bibi suruh nangkap ayam sekalian di sembelih buat non, tapi jangan kahwatir itu ayamnya jurangan mama jadi bukan ayam tetangga" jelas bibi sambil terkekeh
" Tetangga kita jauh bi mana ada yam tetangga nyasar di sini" jawab mama
" Memang ayam maa banyak bi?" tanya ku
" Banyak non tapi liar di kebun belakang, mereka nggak mau menginap di kandang, tapi mereka menginap di atas pohon" jawab bi Rahayu
" Kalau menangkap gimana bi?" tanya ku penasaran
" Ya malam neng, ketika ayam - ayam itu tidur di tangkap terus di kurung pagi di sembelih" jawab bi Rahayu.
Mamang kebun mama di belakang luas ada pohon durian, alpukat dan mangga juga ada tanaman sayuran yang di rawat oleh bi Rahayu.
Selesai kami makan aku membantu bi Rahayu cuci piring di dapur.
" Non besok bibi bawain jamu penyubur kandungan biar non cepat isi" kata bi Rahayu
" Mau bi Aku juga ingin segera punya Arya junior" jawabku sambil terkekeh
" Nanti kalau non melahirkan, bibi akan rawat non Nadia" kata bi Rahayu.
" Siap bi semoga tahun depan sudah ada Arya junior" jawabku sambil terkekeh,
Kami duduk di ruang tengah, sambil bercanda dan mama selalu tanya tentang pekerjaanku, ya ku jelaskan lah.
"Kalau kamu bisa memenangkan tender nanti bonusnya bisa buat DP rumah mewah" kata mama
" Maksudnya mepet sawah ya ma" jawabku sambil tertawa.
" Enak tiap malam bisa mendengar kodok ngorek, jangkrik mengerik dan tiap pagi dengar burung berkicau" jawab mama sambil bercanda
" Iya nanti nggak usah beli sayur untuk masak bisa petik di sawah tentanga, ada, genjer, kangkung, semanggi, gundi, kenikir dll" kata bi Rahayu sambil terkekeh
" Hari hati. keliru memetik yang di tanam orang entar di kira pencuri" jawab mama sambil tertawa
Kami semua bercanda dan tertawa bahagia, sampai mas Arya masuk kerumah dan bergabung dengan kami
" Ayo tidur dek, si loopi ingin di manja" kata dia asbun
" Sana kalian tidur semoga segera ada Arya junior" kata mama
" Aamiin" jawab bi Rahayu
Aku pun masuk kamar setalah suamiku menutup pintu ruang tamu , bi Rahayu dan mama juga sudah masuk kamar masing - masing.
Bersambung .
gimana kabar Amelia n Arief...pasti kheki banget denger kalau Arya kaya 🤭🤭🤣🤣