Rekaila Amanda tidak menyangka setelah dua tahun berpisah akan kembali dipertemukan dengan mantan suaminya. Reka, begitu ia akrab di sapa, memutuskan menjauhi kehidupan mantan suami dengan alasan yang hingga detik ini tidak diketahui oleh sang mantan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22.
"Bagaimana ini, mas?." Reka sangat mengenal sifat dan watak mommy-nya Leon. Wanita paruh baya tersebut memang baik, namun bila sudah memutuskan sesuatu maka akan sulit untuk dipengaruhi.
"Mas Leon....." Reka kembali berseru saat melihat Leon masih diam saja.
"Please..... biarkan aku berpikir dulu, Reka! Aku juga sedang pusing sekarang." Sebenarnya jawabannya akan sangat mudah bila Reka bersedia kembali padanya, namun Leon yakin begitu banyak pertimbangan dihati Reka sehingga pastinya akan menolak.
"Pokoknya aku tidak mau dipisahkan dari putraku, mas." Kata Reka sebelum berlalu ke kamar.
Kini tinggallah Leon seorang diri di ruang tengah. Pria itu mendudukkan tubuhnya di sofa.
"Tidak mungkin Daddy dan mommy tiba-tiba bisa tahu tentang keberadaan cucu mereka, kecuali ada yang memang sengaja memberitahukannya." Gumam Leon. Selain dirinya tidak ada orang lain yang tahu tentang keberadaan Reka di apartemen, kecuali asisten Kiran dan Georgina. Untuk asisten Kiran, menurut Leon sangat mustahil bila pria itu yang telah membocorkan informasi tersebut. Kini hanya tinggal ada satu nama lagi yang tersisa, yakni Georgina.
Tidak jauh berbeda dengan Leon yang kini tengah bergelut dengan pikirannya, Reka pun demikian. Wanita itu bahkan tak bisa tenang memikirkan semuanya. Bagaimana hidupnya nanti bila ia benar-benar dipisahkan dari putranya? Apa ia akan sanggup menjalani hidup ini tanpa keberadaan baby Richard di sisinya?
"Bila aku tidak ingin sampai dipisahkan dari putraku, maka itu artinya aku harus kembali pada mas Leon. Tapi bila aku kembali pada mas Leon, lalu bagaimana dengan Georgina?." Reka benar-benar dilema.
Setelah cukup lama berpikir, Reka akhirnya menemui Leon yang masih betah duduk menyendiri di sofa ruang tengah.
Menyadari suara langkah kaki mendekat, Leon lantas mengangkat pandangan, menatap Reka yang kini berdiri tak jauh darinya.
"Aku akan menuruti keinginan mommy-nya mas Leon. Aku bersedia rujuk dengan mas Leon." Sebenarnya Reka tidak pernah berniat menyakiti hati Georgina yang sudah begitu baik kepadanya, tapi bila dihadapkan pada situasi sulit seperti ini di mana ia dipaksa untuk memilih antara Georgina atau putranya, tentu saja Reka akan lebih memilih putranya.
"Aku sudah siap menghadapi kemarahan Geo. Kalaupun nantinya Georgina akan mencap aku sebagai wanita ja-lang karena telah merebut calon suaminya, aku terima." Reka berujar dengan suara bergetar menahan tangis.
Leon bangkit dari duduknya, mendekat lalu membawa tubuh Reka ke dalam pelukannya. Leon paham betul, berada di posisi Reka saat ini pasti cukup berat.
"Jangan bicara seperti itu lagi! Aku tidak suka mommy-nya putraku di sebut dengan sebutan seperti itu, sekalipun itu oleh dirimu sendiri."
"Aku merebut calon suami dari wanita lain, lalu sebutan apa yang lebih pantas disematkan untukku kalau bukan wanita ja-lang, mas?." Reka tak kuasa lagi membendung air matanya. Bayangan wajah kecewa Georgina ibarat bom waktu yang harus siap dihadapinya sebentar lagi.
Leon tak dapat berkata apa-apa lagi. Ia pun belum sepenuhnya yakin bila semua kejadian malam ini ada hubungannya dengan Georgina. Kedepannya, Leon berencana menemui wanita itu untuk menanyakannya secara langsung, karena dugaan itu begitu kuat dihatinya.
Waktu malam ini berjalan begitu lamban bagi Leon yang sudah tidak sabar ingin segera menemui Georgina. Berbeda jauh dengan Leon, Reka justru ingin waktu malam ini berjalan lamban agar ia bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi Georgina.
Pagi harinya, Reka dibangunkan oleh kedatangan mommy-nya Leon. Ya, wanita itu kembali lagi pagi ini, dan kali ini bukan bersama sang suami, melainkan bersama dengan pengacara keluarga mereka. Hal itu semakin menambah kegelisahan dihati Reka.
"Bagaimana, apa kalian sudah menentukan pilihan?." Pertanyaan itu laksana batu besar menghantam jantung Reka. Meskipun semalam ia telah menentukan pilihan, tetap saja kedatangan mommy-nya Leon pagi ini sanggup menegangkan setiap urat sarafnya.
"Kalaupun Leon dan Reka bersedia kembali bersama, lalu bagaimana dengan Georgina?." Pertanyaan itu sengaja dilontarkan oleh Leon karena yakin bahwa Reka ingin mendengar jawaban tersebut dari mommy-nya.
"Kalian tidak perlu memikirkan Georgina, biar itu menjadi urusan mommy!." Balas mommy-nya Leon. Bukannya tidak peduli sedikitpun dengan perasaan Georgina, namun semua ini dilakukan mommy-nya Leon atas campur tangan gadis itu juga. Kedatangan Georgina semalam masih terekam dengan jelas diingatan wanita paruh baya tersebut. Tentunya saat itu mereka sangat terkejut dengan kedatangan Georgina, mengingat waktu telah menunjukkan pukul dua belas malam.
"Ada apa, Geo? Apa kalian bertengkar?." Mommy mengira Georgina dan Leon bertengkar, dan putranya telah melakukan tindakan kasar terhadap gadis itu.
Dengan polosnya gadis itu menggelengkan kepala. "Tidak, kami sama sekali tidak bertengkar, aunty.... uncle...."
"Sebaiknya kita bicara di dalam!." Mommy mengajak Georgina masuk dan mereka pun mengobrol di ruang tengah.
"Jika memang kalian tidak bertengkar, lantas angin apa yang membawamu sampai datang kesini pada malam-malam begini, nak?." Tanya Daddy-nya Leon pada Georgina yang saat itu nampak cukup tegang.
"Uncle..... Sebenarnya maksud dan tujuan Geo datang kesini ingin membatalkan rencana pernikahan bersama Leon." Kalimat Georgina malam itu mampu membuat mimik wajah mommy-nya Leon berubah seketika.
"Apa maksud kamu, Georgina? Apa kamu ingin mempermalukan keluarga kita?." Nada bicara mommy-nya Leon naik.
"Sungguh..... Georgina tidak bermaksud mempermalukan keluarga Geo, apalagi keluarga Fernandez, aunty. Georgina hanya ingin melihat seorang anak yang tidak berdosa memiliki keluarga yang utuh."
"Apa maksud kamu?." Kedua orang tua Leon semakin tak paham dengan maksud ucapan Georgina.
"Leon dan mantan istrinya, Rekaila Amanda, mereka memiliki seorang anak laki-laki berusia satu tahun tiga bulan."
Deg
Baik Daddy maupun mommy-nya Leon sama-sama terkejut mendengar pengakuan Georgina.
"Jika aunty dan uncle sayang pada cucu kalian, Geo mohon bantuan untuk kembali mempersatukan mereka. Georgina ingin baby Richard memiliki keluarga yang utuh." Georgina berujar dengan berlinang air mata. Bukannya air mata takut akan kehilangan Leon, melainkan air mata membayangkan wajah polos baby Richard.
"Geo juga tahu kalau Reka masih sangat mencintai Leon, tapi enggan mengakui itu sebab ingin menjaga perasaan Geo, aunty. Hanya dengan bantuan dari aunty dan uncle yang mampu mempersatukan kembali kedua orang tua baby Richard." Selanjutnya, Georgina pun mengutarakan rencananya dan meminta bantuan kedua orang tua Leon untuk turut membantu menjalankan rencananya.
"Baiklah, Reka bersedia kembali bersama mas Leon." Ucapan Reka sekaligus menarik kesadaran mommy dari lamunannya tentang kedatangan Georgina di kediaman Fernandez semalam.
Hati mommy langsung lega mendengarnya.
"Memang sudah semestinya begitu. Sebagai orang tua, kalian memang harus menurunkan ego demi masa depan anak kalian, cucu laki-laki mommy."
Pengacara keluarga yang diajak serta oleh mommy-nya Leon ke apartemen hanya menjadi penonton setia. Karena faktanya, pria itu hanya diminta untuk duduk diam dan menyaksikan.
Ibnu lebih gila lagi...
ngakak aku nya...